Pernah merasa sakit dan nyeri parah pada jempol kaki ketika sedang berolahraga atau beraktivitas menggunakan sepatu? Bisa jadi itu adalah cantengan atau ingrown toenail. Ingrown toenail merupakan kondisi di mana kuku kaki tumbuh masuk dan menusuk kulit. Jika terus mengalaminya, kulit dapat mengalami infeksi dan peradangan.
Namun, Anda tidak perlu khawatir karena proses penyembuhan bergantung pada tingkat keparahannya. Untuk kasus yang sangat ringan, Anda bisa melakukan penyembuhan dan pencegahan mandiri di rumah. Tapi, jika kondisinya sudah parah, segera konsultasikan ke dokter untuk tindakan lanjutan agar memicu komplikasi.
Apa itu Cantengan?
Cantengan adalah kondisi di mana kuku kaki tumbuh masuk ke ke dalam kulit. Dalam bahasa Inggris, kondisi ini dikenal sebagai ingrown toenail atau istilah medisnya adalah onychocryptosis. Kondisi ini paling sering terjadi pada jempol kaki, serta dapat mengenai jaringan atau area lainnya.
Rasa nyeri, kemerahan, dan bengkak sendiri adalah respon tubuh ketika kuku tumbuh menusuk ke dalam kulit. Jika terjadi infeksi sekunder, maka dapat muncul nanah atau jaringan yang tumbuh di sekitar kuku.
Apa Saja Gejala Cantengan yang Perlu Dikenali?
Gejala dapat Anda lihat berdasarkan perubahan yang pada kuku dan kulit di sekitarnya. Beberapa gejala yang perlu Anda kenali adalah sebagai berikut.
Nyeri di tepi kuku ketika disentuh, berjalan, atau memakai sepatu.
Kemerahan di salah satu sisi kuku.
Terjadi pembengkakan ringan di sekitar kuku.
Rasa tidak nyaman saat berolahraga atau beraktivitas.
Terdapat nanah, darah, cairan dari sisi kuku.
Demam atau menggigil.
Penyebab Cantengan
Berdasarkan penelitian dari Khunger dan Kandhari dalam Indian Journal of Dermatology, Venerology and Leprology (2012), tekanan alas kaki, keringat berlebih, infeksi kuku, dan bentuk kuku dapat memengaruhi kondisi ingrown toenail. Berikut adalah beberapa faktor lainnya yang perlu Anda ketahui.
1. Memotong Kuku Terlalu Pendek atau Melengkung
Penyebab paling umum adalah karena memotong kuku terlalu pendek dan melengkung. Memotong kuku terlalu pendek dapat membuat tepi kuku tumbuh ke arah kulit. Bentuk kuku yang terlalu melengkung menyerupai penjepit atau pincer nail juga dapat meningkatkan risiko.
Sebab, kuku yang terlalu melengkung bisa menekan kulit di sampingnya. Kondisi ini dapat berisiko terjadinya cantengan berulang. Karena itu, kuku kaki sebaiknya dipotong tidak terlalu pendek dan tidak melengkung. Selain itu, hindari menggunting kuku terlalu dalam karena dapat memunculkan rasa nyeri.
2. Memakai Sepatu yang Terlalu Sempit
Jari kaki dapat terjepit dan tidak bisa bernapas jika Anda memakai sepatu dengan ukuran yang terlalu kecil dan sempit.
Apalagi ketika Anda melakukan aktivitas, seperti berlari, berjalan jauh, atau berolahraga dengan sepatu yang tidak sesuai ukuran akan meningkatkan risiko cantengan. Karena itu, sebaiknya pakailah sepatu dengan ukuran yang pas dengan bagian depan yang cukup lebar.
3. Kuku Terbentur atau Mengalami Cedera
Sering mengalami cedera atau kuku terbentur juga dapat mengganggu pertumbuhan kuku, sehingga membuatnya lebih mudah melukai kulit. Anda bisa hindari melakukan olahraga yang melibatkan tendangan untuk mengurangi risiko.
4. Keringat Berlebih dan Kaki Terlalu Lembap
Penyebab cantengan berikutnya adalah keringat berlebih yang dapat membuat kulit di sekitar kuku menjadi lebih lunak. Dalam kondisi tertentu, tepi kuku lebih mudah menekan atau menembus jaringan. Selalu jaga kebersihan khususnya area kaki dan segera mengeringkannya setelah mandi dan beraktifitas untuk mengurangi lembap.
5. Jamur
Adanya infeksi jamur dapat mengubah tekstur dan bentuk kuku, membuatnya lebih rapuh atau tidak rata. Potongan kecil kuku yang tajam kemudian berpotensi melukai kulit di sekitarnya. Jadi, jika berubah warna, menebal, atau mudah hancur, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
6. Genetik serta Kondisi Kesehatan dan Obat Tertentu
Menurut Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology, faktor bawaan genetik dapat menjadi salah satu faktor risiko.
Jika memiliki diabetes atau sedang mengonsumsi obat tertentu, hal ini juga menjadi faktor risiko. Diabetes dapat menyebabkan risiko komplikasi ketika infeksi atau luka. Literatur medis juga melaporkan hubungan ingrown toenail dengan obat maupun kondisi kesehatan tertentu.
Cara Dokter Mendiagnosis Cantengan
Ingrown toenail dapat didiagnosis fisik pada jaringan kulit dan kuku. Dokter akan mengevaluasi posisi kuku, apakah terjadi pembengkakan, kemerahan, nyeri, serta apakah ada nanah atau tidak. Jika dokter mencurigai adanya masalah lain, pemeriksaan tambahan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
Anda tidak perlu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk cantengan. Namun, jika ingin mengevaluasi kondisi kesehatan yang berkaitan dengan faktor metabolik atau nutrisi, Anda dapat mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan sesuai rekomendasi tenaga medis.
Bumame pun menyediakan MCU Skin Panel (Core), yang mencakup pemeriksaan gula darah puasa, HbA1c, vitamin D, zinc serum, hs-CRP, dan protein total. Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan kulit, tetapi bukan tes untuk mendiagnosis cantengan. Pemilihan diagnosis harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan saran dari tenaga medis.
Cara Mengobati Cantengan yang Sudah Bengkak
Penanganan masalah ini akan ditentukan oleh tingkat keparahan dan ada tidaknya infeksi. Anda bisa merawat secara ringan di rumah, tetapi jika sudah muncul bengkak, nyeri, hingga nanah yang mengganggu aktivitas, segera temui dokter.
1. Perawatan Ringan di Rumah
Jika masih ringan dan tidak terdapat tanda infeksi, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan.
Rendam kaki dengan air hangat atau cuka apel selama 10 hingga 20 menit dalam sehari, untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Gunakan salep seperti neomycin, bacitracin, atau mupirocin.
Gunakan obat pereda nyeri bebas:
Acetaminophen (Tylenol): Untuk meredakan nyeri.
Ibuprofen: Jika ada pembengkakan.
Memakai sepatu dengan ukuran yang pas untuk mencegah tekanan pada jempol, serta selalu memakai sandal selama masa pemulihan.
Menggunakan pelindung jari kaki (toe protector) agar kuku lunak.
2. Penanganan oleh Dokter
Jika cantengan tak kunjung sembuh, dokter dapat memilih penanganan sesuai kondisi kuku Anda. Berikut beberapa pengobatan yang mungkin akan dokter berikan.
Mengangkat kuku samping pada kasus ringan ketika tepi kuku masih dapat dipisahkan dari kulit dengan aman.
Memasang gutter splint atau penyangga kuku untuk memisahkan tepi kuku dari jaringan di sekitarnya.
Menarik kulit dari kuku untuk mengurangi tekanan kulit pada kuku.
Mengangkat kuku jika disertai dengan peradangan, nyeri, atau nanah.
Mengangkat sebagian kuku untuk kasus berulang pada bagian kuku yang sama sebagai upaya pencegahan.
Cara Mencegah Cantengan
Pencegahan ingrown toenail berfokus pada cara merawat kuku, mengurangi tekanan pada jari, dan menghindari cedera. Berikut beberapa cara pencegahan yang bisa Anda lakukan.
Hindari memotong kuku terlalu pendek dan melengkung.
Pakai sepatu dengan ukuran yang pas.
Keringkan kuku setelah mandi.
Hindari melakukan aktivitas atau olahraga yang memerlukan tendangan.
Tangani infeksi secepatnya.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi risiko ingrown toenail, tetapi tidak menjamin kondisi ini tidak akan kambuh.
Kapan Harus Pergi ke Dokter?
Meski umumnya tidak berbahaya, cantengan bisa sangat mengganggu. Karena itu, segera temui dokter bisa mengalami bengkak dan nyeri, muncul cairan atau nanah, pembengkakan dan kemerahan semakin parah, kondisi tidak membaik, terjadi berulang, mengidap penyakit diabetes atau gangguan sirkulasi darah, dan demam.
Evaluasi tambahan juga dapat Anda pertimbangkan jika terdapat kondisi lain yang memengaruhi penyembuhan sesuai kebutuhan. Jangan pernah mengabaikan rasa nyeri sedikit dan sekecil pun pada area jempol kaki Anda. Sebab, pencegahan dini lebih baik daripada menyadarinya setelah kondisinya sudah parah.
Akan lebih baik lagi jika Anda rutin melakukan medical check up (MCU) agar selalu memahami kondisi dan kesehatan tubuh. Selain itu, jika ingin mengevaluasi faktor kesehatan yang mungkin memengaruhi kondisi kulit secara umum, coba layanan MCU Skin Panel (Core) dari Bumame.
Anda bisa memilih pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan kesehatan, dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga medis untuk menentukan apakah layanan ini sesuai. Meski tidak bisa secara khusus menangani ingrown toenail, hasilnya dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan kulit secara umum.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Harvard Medical School — Ingrown Toenail
Khunger, N., & Kandhari, R. — Ingrown Toenails
Honestdocs — Cantengan Jempol Kaki
Mayo Clinic — Ingrown Toenails: Diagnosis and Treatment
Healthline — 9 Remedies for Ingrown Toenails
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa yang menyebabkan cantengan?
Cantengan umumnya disebabkan oleh kebiasaan memotong kuku terlalu pendek atau melengkung. Faktor lainnya meliputi penggunaan sepatu sempit, cedera kuku, kaki terlalu lembap, infeksi jamur, dan faktor genetik.
Bisakah cantengan sembuh sendiri?
Cantengan ringan tanpa tanda infeksi dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, jika muncul pembengkakan, nanah, nyeri berat, atau keluhan berulang, segera periksakan diri ke dokter.
Bagaimana cara mengobati cantengan yang sudah bengkak?
Cantengan yang bengkak perlu dinilai berdasarkan tingkat keparahannya. Perawatan ringan dapat meliputi merendam kaki dengan air hangat dan memakai alas kaki yang tidak menekan jari. Jika bengkak disertai nanah, nyeri berat, atau kemerahan yang memburuk, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Bagaimana cara mencegah cantengan?
Potong kuku kaki secara lurus dan jangan terlalu pendek. Gunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai dan bagian depan yang cukup lebar, keringkan kaki setelah mandi, serta tangani infeksi kuku sejak dini.
Kapan cantengan harus diperiksa oleh dokter?
Periksakan cantengan jika muncul bengkak, nanah, nyeri yang memburuk, keluhan berulang, atau kondisi tidak kunjung membaik. Jika Anda memiliki diabetes atau gangguan sirkulasi darah, segera konsultasikan keluhan kepada dokter.
