Punya bekas jerawat memang bisa menurunkan tingkat kepercayaan diri saat tampil di publik. Apalagi, jika bekasnya mencolok seperti berwarna kemerahan atau bopeng. Untungnya, ada cara menghilangkan bekas jerawat, baik secara alami maupun medis yang dapat Anda coba.
Jenis perawatan untuk menghilangkan bekas jerawat ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang cukup dengan perawatan mandiri di rumah, tetapi ada pula yang butuh rujukan ke dokter kulit. Untuk mengetahui opsi mana saja yang tersedia, simak pembahasan selengkapnya di sini.
Kenapa Bekas Jerawat Bisa Muncul?
Jerawat adalah masalah yang lazim menimpa anak usia remaja hingga orang dewasa. Faktor penyebabnya beragam, seperti konsumsi makanan dengan kadar lemak yang tinggi, penggunaan riasan yang salah, stres, hingga jarang membersihkan wajah.
Bagi pemilik kondisi kulit yang sensitif, termasuk rentan mengalami alergi debu, juga dapat memicu iritasi atau peradangan yang membuat keluhan kulit tampak semakin parah.
Ketika jerawat mulai sembuh, sebagian meninggalkan bekas di kulit. Bekas ini muncul ketika kulit mencoba memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh jerawat tersebut dengan membentuk jaringan kolagen. Jika terjadi kerusakan atau pembentukan kolagen yang tidak memadai, kulit dapat mengalami bekas luka cekung atau bopeng, sedangkan kelebihan bisa membentuk bekas jerawat yang menonjol.
Selain itu, penyebab bekas jerawat juga dipengaruhi oleh faktor jerawat parah seperti nodul atau kista yang merusak kulit dan menyebabkan bekas luka. Lalu, cara Anda memperlakukan jerawat, seperti pernah memencet atau menusuknya, juga dapat memperburuk peradangan sehingga memicu bekas luka.
Jenis-Jenis Bekas Jerawat
Berikut adalah beberapa contoh jenis bekas jerawat yang mungkin dialami sebagian orang.
1. Icepick Scar
Tipe ini termasuk salah satu jenis bekas jerawat atrofi yang melekuk ke dalam dengan ukuran kecil kurang dari 2 mm. Icepick scar tampak seperti bekas luka tusukan kecil yang mengarah ke bawah permukaan kulit.
2. Boxcar Scar
Ciri bekas jerawat boxcar adalah bentuk kotak khas dengan ukuran bervariasi mulai dari 1,5 sampai 4 mm. Bekas ini dapat muncul akibat jerawat yang meluas hingga cacar air.
3. Rolling Scar
Jenis bekas jerawat ini membuat kulit tampak bergelombang naik turun sehingga menyebabkan tekstur tidak merata. Lukanya tampak seperti kawah dengan lebar 4 sampai 5 mm.
4. Hipertrofi dan Keloid Scars
Beda dari bekas jerawat atrofi yang cekung, hipertrofi dan keloid justru berbentuk benjolan di tempat bekas jerawat. Penyebabnya adalah produksi kolagen yang berlebihan ketika kulit berusaha menyembuhkan jerawat, sehingga membuat jaringan parut menumpuk.
Perawatan Medis untuk Bekas Jerawat
Selain mengubah tekstur kulit wajah, bekas jerawat juga dapat menyebabkan perubahan warna (hiperpigmentasi pascainflamasi) seperti kemerahan atau bintik-bintik berwarna gelap. Saat ini, opsi perawatan medis yang tersedia untuk menghilangkan bekas jerawat adalah sebagai berikut.
1. Chemical Peeling
Metode ini menggunakan cairan kimia seperti asam trikloroasetat (TCA) untuk mengelupas lapisan kulit hingga kedalaman tertentu sehingga memicu regenerasi kulit baru yang lebih halus daripada sebelumnya.
Efek yang mungkin Anda rasakan yaitu kemerahan dan terkadang pembengkakan sementara. Namun, pengelupasan kimiawi tingkat dalam hanya bisa dilakukan satu kali saja.
2. Laser dan Alat Berbasis Energi
Selanjutnya, dokter mungkin menyarankan resurfacing laser, yaitu prosedur yang menggunakan energi laser untuk memperbaiki tampilan bekas jerawat dan tekstur kulit. Ada dua macam pendekatan, yakni laser ablatif dan non-ablatif.
Laser ablatif bekerja dengan mengangkat lapisan terluar kulit secara terkontrol sekaligus merangsang pembentukan kolagen pada lapisan kulit yang lebih dalam.
Sementara itu, laser nonablatif tidak mengangkat lapisan terluar kulit, tetapi memanaskan jaringan di bawahnya untuk merangsang pembentukan kolagen. Proses tersebut dapat membantu menyamarkan bekas jerawat dan membuat tekstur kulit tampak lebih halus.
3. Dermabrasi
Pada kasus bekas luka jerawat yang parah dan cukup dalam, prosedur dermabrasi bertujuan untuk mengikis lapisan kulit atas menggunakan alat tertentu seperti sikat pemutar kawat atau pengikis berbahan padat.
Alat ini dapat mencapai dermis atau lapisan kulit yang dalam, sehingga bekas jerawat bisa tersamarkan. Sebelum prosedur, dokter biasanya memberikan anestesi untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
4. Dermal Filler
Prosedur ini melibatkan penyuntikan suatu zat yang dapat membantu mengatasi bekas jerawat bopeng. Contohnya seperti kolagen, lemak, atau asam hialuronat.
Namun, hasil filler untuk mengurangi tampilan bekas jerawat bersifat sementara sehingga Anda mungkin membutuhkan perawatan berulang untuk mempertahankan efeknya.
5. Microneedling
Perawatan selanjutnya adalah microneedling menggunakan alat berupa jarum halus yang steril guna membuat lubang-lubang kecil pada bagian bekas luka. Tujuannya adalah mendorong pembentukan kantung penyembuhan melalui produksi kolagen.
Jadi, ketika kulit yang tertusuk jarum tadi sembuh, kulit akan menghasilkan kolagen yang berfungsi menyamarkan bekas jerawat dan menghaluskan kulit. Biasanya, orang-orang membutuhkan beberapa kali sesi perawatan untuk hasil yang optimal.
6. Tindakan Bedah
Dokter mungkin juga akan menyarankan tindakan pembedahan seperti subsisi untuk mengatasi bopeng. Subsisi adalah prosedur medis minimal invasif dengan memasukkan jarum ke bawah kulit bopeng bekas jerawat.
Tujuan tindakan ini yaitu membebaskan jaringan parut yang terikat pada otot atau jaringan yang lebih dalam ke atas supaya kulit lebih merata dan membantu bekas luka lebih responsif saat menjalani perawatan lain seperti laser atau chemical peeling.
Cara Menghilangkan Bekas Jerawat secara Alami
Bagi Anda yang membutuhkan opsi menghilangkan bekas jerawat dengan biaya yang lebih rendah tanpa menggunakan teknologi canggih atau bahan kimia, berikut beberapa cara alaminya.
1. Menggunakan Masker Wajah Kunyit dan Kayu Cendana
Masker wajah berbahan kunyit mengandung kurkumin yang memiliki fungsi antiinflamasi dan antibakteri sehingga dapat menyamarkan hiperpigmentasi atau noda gelap bekas jerawat serta mencegah pertumbuhan jerawat baru.
Selain itu, kayu cendana juga memiliki sifat menenangkan yang dapat mengurangi peradangan pada kulit dan mempercepat penyembuhan. Bahan ini juga dapat meningkatkan elastisitas dan meratakan warna kulit untuk menyamarkan bekas luka jerawat.
2. Mengoleskan Madu
Madu terkenal sebagai obat yang bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk membantu menghilangkan bekas jerawat secara alami.
Penelitian menunjukkan mengoleskan madu secara langsung dapat membersihkan luka karena perlindungan antibakterinya. Selain itu, madu juga bisa menghalau infeksi yang menyebabkan jerawat baru.
3. Menggunakan Lidah Buaya
Lidah buaya, atau nama lainnya aloe vera, adalah tumbuhan yang sering dipakai untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini memiliki gel yang mengandung polisakarida yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka dan regenerasi kulit. Namun, bukti klinis mengenai kemampuannya menghilangkan bekas jerawat masih terbatas.
Selain itu, gel lidah buaya sering digunakan karena memberikan sensasi sejuk dan berpotensi membantu menenangkan kulit yang mengalami iritasi atau peradangan setelah jerawat. Gel ini dapat diperoleh dari bagian dalam daun, tetapi penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati karena getah atau lateks berwarna kekuningan di dekat kulit daun dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
Skincare yang Direkomendasikan
Untuk membantu memudarkan bekas jerawat, Anda perlu memakai sunscreen atau tabir surya. Sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kerusakan langsung pada kulit sehingga perlu memakai sunscreen berspektrum luas dengan SPF minimal 30. Pilih tabir surya dengan tekstur ringan, bebas minyak, atau berlabel nonkomedogenik agar tidak mudah menyumbat pori-pori.
Selain itu, gunakan pembersih wajah yang lembut dan tidak abrasif. Hindari memilih pembersih muka berbahan scrub karena partikel kasarnya dapat mengiritasi kulit dan memperburuk bekas jerawat.
Kapan Perlu ke Dokter Kulit?
Umumnya, bekas jerawat tidak termasuk kondisi yang dapat membahayakan kesehatan fisik seseorang. Bahkan bisa membaik atau menghilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Akan tetapi, ketika bekas jerawat tersebut memengaruhi kepercayaan diri Anda untuk berinteraksi dengan orang lain atau perawatan rumahan belum mempan untuk menghilangkan bekas jerawat, pertimbangkan pergi ke dokter kulit. Dokter akan mengevaluasi jenis bekas jerawat yang Anda alami sebelum memutuskan tipe perawatan.
Perlu diingat bahwa perawatan bekas jerawat tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Sebagian pasien mungkin hanya mendapat resep obat-obatan, sedangkan yang lainnya perlu prosedur lebih lanjut di klinik untuk meregenerasi kulit baru.
Oleh sebab itu, penting untuk mengenali kondisi mendasar kulit Anda sebagai langkah evaluasi. Melalui layanan MCU Skin Panel (Core) Bumame, Anda dapat memeriksa beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan kulit, termasuk aspek metabolik, nutrisi, peradangan, dan kadar protein.
Mulai dari Rp1.420.000, Anda sudah mendapatkan 6 jenis pemeriksaan yang mencakup glukosa puasa, HbA1c, vitamin D 25-OH total, Zn serum, hs-CRP, dan protein total. Hasilnya dapat membantu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai faktor yang mungkin berhubungan dengan kondisi dan proses pemulihan kulit.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Kemenkes. (2024). Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.
Penn Medicine. Acne Scarring Pockmarks.
Healthline. (2022). 4 Natural Products to Get Rid of Acne Scars.
Kemenkes. (2022). Mengatasi Bekas Jerawat.
Healthline. (2024). 5 Types of Acne Scars and How to Treat Them
Kemenkes. (2022). Apakah Bopeng Bekas Jerawat Dapat Dihilangkan.
Cleveland Clinic. (2026). Get Rid of Acne Scars With These 11 Dermatologist-Approved Solutions.
Mayo Clinic. (2024). Acne scars: What's the best treatment.
Medcare. (2023). Acne Scars: Home Remedies & Modern-Day Treatments.
AyurVAID. (2025). 7 Ayurvedic Treatment and Home Remedies For Acne Scars & Pimple Marks
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
