Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Bibir Kering dan Pecah-Pecah serta Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Bibir Kering dan Pecah-Pecah serta Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Botol minum selalu terisi di meja kerja, tetapi bibir tetap terasa kaku, perih saat tersenyum, dan kulitnya mengelupas. Tanpa sadar, lidah berkali-kali membasahi bibir, lalu beberapa menit kemudian rasa keringnya kembali.

Bibir kering umumnya ringan dan membaik dengan perawatan sederhana. Keluhan yang terus kembali biasanya menandakan pemicunya masih ada, entah kebiasaan, produk bibir, obat, sinar matahari, atau kondisi kesehatan tertentu.

Artikel ini membahas pemicunya, cara membedakannya dari keluhan bibir lain, perawatan di rumah, dan kapan perlu ke dokter.

Kenapa Bibir Tetap Kering walau Sudah Banyak Minum?

Kulit bibir lebih tipis dan lebih sensitif daripada kulit di bagian tubuh lain, karena bibir tidak memiliki kelenjar minyak. Akibatnya, bibir cepat bereaksi terhadap cuaca, sinar matahari, dan apa pun yang menempel di permukaannya.

Kekurangan cairan atau dehidrasi memang termasuk penyebab bibir kering, sehingga minum air yang cukup tetap dianjurkan. Namun, kurang cairan hanya satu dari banyak pemicu. Cuaca, angin, sinar matahari, dan kebiasaan menjilat bibir bekerja langsung di permukaan bibir, sehingga menambah jumlah minum belum tentu menyelesaikan masalahnya.

Dalam istilah medis, peradangan pada bibir disebut keilitis. Keluhannya berupa bibir kering atau bersisik, pecah, mengelupas, gatal, atau nyeri ringan. Bibir yang pecah cukup parah bisa terasa perih saat menyantap buah asam seperti jeruk.

Pemicu Sehari-hari yang Membuat Bibir Kering

Sebagian besar bibir kering berawal dari kebiasaan dan lingkungan, dan pemicu jenis ini bisa Anda ubah sendiri.

1. Kebiasaan Menjilat, Menggigit, atau Mengelupas Bibir

Saat bibir terasa kering, menjilatnya memberi rasa lega sesaat. Begitu air liur menguap, bibir justru menjadi lebih kering. Menggigit atau mengelupas kulit bibir yang kering juga mengiritasi dan bisa menghambat penyembuhan.

Kebiasaan ini bisa memicu peradangan yang menetap. Menurut Unair News, keilitis eksfoliatif atau pengelupasan bibir yang terus-menerus biasanya terjadi pada anak muda yang sering membasahi bibirnya. Laporan kasus di jurnal e-GiGi juga mencatat bibir kering yang terus dijilat dan dikelupas hingga retak dan memerah.

2. Cuaca Kering, Angin, dan Udara di Dalam Ruangan

Bibir pecah-pecah sering muncul saat cuaca panas atau dingin yang kering, serta ketika bibir sering terkena angin, misalnya karena berkendara motor setiap hari. Udara kering di dalam ruangan juga berpengaruh, khususnya bila Anda tidur dengan mulut terbuka.

3. Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari bisa merusak bibir, sama seperti kulit lain. Paparan jangka panjang bisa membuat bibir, terutama bibir bawah, keras, kering, dan kasar seperti amplas. Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan lebih rentan mengalaminya.

4. Kurang Cairan

Saat tubuh kekurangan cairan, bibir ikut terasa kering. Minum air yang cukup sepanjang hari membantu, apalagi saat cuaca panas atau setelah banyak berkeringat. Di bulan Ramadan, pencegahan dehidrasi saat puasa bisa dimulai dengan mengatur waktu minum di antara sahur dan berbuka.

5. Bahan dalam Produk Bibir dan Benda yang Menempel di Bibir

Pelembap bibir atau lip balm kadang justru menjadi pemicunya. Selama bibir masih pecah-pecah, American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan berhenti memakai produk dengan bahan seperti kamfer, eukaliptus, mentol, pewangi, lanolin, dan asam salisilat, termasuk perisa kayu manis, jeruk, dan mint.

Bila bibir menjadi kering, merah, atau gatal setiap kali memakai lipstik atau pelembap bibir tertentu, kemungkinan ada reaksi alergi terhadap bahannya. Menempelkan benda logam seperti penjepit kertas ke bibir juga bisa mengiritasi.

Kondisi Medis yang Membuat Bibir Terus Kering

Bila perawatan sederhana tidak membantu, pemicunya bisa berasal dari obat, kekurangan zat gizi, atau kondisi kesehatan seperti gangguan tiroid dan sebagian penyakit autoimun. Pemicu yang perlu diketahui antara lain sebagai berikut:

  • Efek samping obat. Obat golongan retinoid bisa memicu peradangan bibir. Bila bibir mulai kering setelah memakai obat baru, bicarakan dengan dokter yang meresepkannya dan jangan menghentikan obat sendiri.

  • Kekurangan zat besi dan vitamin B. Kekurangan zat gizi ini bisa membuat bibir kering dan pecah. Kemenkes juga menyebut kekurangan vitamin B, zat besi, asam folat, dan zinc sebagai faktor risiko luka di sudut bibir. Dokter bisa memeriksa kemungkinan anemia defisiensi besi atau kekurangan vitamin B kompleks lewat tes darah.

  • Eksim dan alergi kontak. Orang dengan eksim kering bisa mengalami kekambuhan di bibir, sehingga bibir tampak kering, merah, dan bersisik. Reaksi alergi terhadap bahan yang menyentuh bibir bisa menimbulkan keluhan serupa.

  • Luka di sudut bibir. Keilitis angularis adalah luka di sudut mulut berupa retakan, kemerahan, atau kulit mengelupas yang terasa nyeri dan gatal. Air liur yang menumpuk di sudut bibir membuat kulitnya kering dan pecah, lalu jamur Candida atau bakteri mudah berkembang. Gigi palsu yang tidak pas menambah risikonya, dan kasus akibat jamur dikenal sebagai jamur di bibir.

  • Kerusakan akibat sinar matahari. Paparan matahari jangka panjang bisa memicu keilitis aktinik, yaitu bibir kering dan bersisik yang digolongkan AAD sebagai kondisi prakanker. Orang berusia di atas 45 tahun dan orang berkulit terang yang lama terpapar matahari lebih rentan, dan paparan yang sama berkaitan dengan kanker kulit akibat sinar matahari.

Membedakan Bibir Kering Biasa dari Keluhan Bibir Lainnya

Beberapa keluhan bibir tampak mirip. Lokasi, bentuk, dan perjalanan keluhannya membantu menentukan langkah berikutnya.

Keluhan

Ciri yang Umum

Langkah Awal

Bibir kering biasa

Kering, bersisik, mengelupas, atau pecah halus, kadang gatal atau perih

Pakai pelembap bibir yang tidak mengiritasi dan berhenti menjilat bibir

Reaksi terhadap produk bibir

Kering, merah, atau gatal setelah memakai lipstik atau pelembap bibir tertentu

Hentikan produk yang dicurigai dan catat bahannya

Keilitis angularis

Luka, retakan, dan kemerahan di sudut bibir, disertai nyeri atau gatal

Periksakan ke dokter bila tidak membaik

Herpes di bibir

Lepuh kecil berisi cairan, didahului rasa kesemutan, terbakar, atau gatal

Tanyakan penanganannya ke apoteker atau dokter

Keilitis aktinik

Bibir bawah kering, bersisik, dan kasar seperti amplas setelah lama terpapar matahari

Periksakan ke dokter atau dokter gigi, apalagi bila menipis, memerah, atau muncul luka

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Lepuh kecil berisi cairan di bibir bisa menandakan herpes di bibir, infeksi virus yang perawatannya berbeda dari bibir kering biasa.

Kapan Bibir Kering Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter bila mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Tidak membaik setelah 2 sampai 3 minggu atau sering berdarah. Dengan perawatan yang tepat, bibir kering umumnya membaik dalam waktu ini. Bila tetap kering, memburuk, atau terus berdarah, pemicunya bisa berupa alergi, infeksi jamur, atau kondisi lain yang perlu diperiksa.

  • Panas, nyeri, dan bengkak. NHS menyebut kondisi ini bisa menandakan infeksi yang mungkin memerlukan krim antibiotik atau antijamur dari dokter. Keluhan bibir tiba-tiba bengkak juga perlu diperiksakan karena pemicunya berbeda.

  • Luka di sudut bibir yang terus kambuh. Dokter bisa mencari infeksi jamur atau bakteri dan kekurangan zat gizi di baliknya. Pengobatannya lalu disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan.

  • Perubahan pada bibir bawah. Permukaan bibir yang menipis, memerah, kasar, atau muncul luka yang tidak sembuh perlu dievaluasi dokter atau dokter gigi, khususnya bila Anda sering terpapar matahari. Perubahan seperti ini dianggap sebagai tanda prakanker, sehingga perlu dipantau.

  • Anak demam tinggi disertai bibir pecah-pecah. Bila anak, terutama balita, demam tinggi selama beberapa hari disertai bibir kering dan pecah-pecah, mata merah, ruam, atau telapak tangan dan kaki memerah, segera bawa ke dokter. Gejala ini bisa mengarah ke penyakit Kawasaki.

Cara Dokter Memeriksa dan Mengobati Bibir Kering

Dokter biasanya melihat bibir dan kulit di sekitar mulut, lalu menanyakan kebiasaan, produk bibir, obat yang dipakai, dan lama keluhan. Pada luka di sudut bibir, dokter bisa melakukan tes usap dan memeriksa kondisi gigi. Bila dicurigai ada penyebab lain, dokter bisa menyarankan tes alergi kulit, tes darah, atau biopsi kulit.

Pengobatannya disesuaikan dengan pemicunya. Infeksi jamur diobati dengan obat oles antijamur, infeksi bakteri dengan antibiotik, dan sebagian peradangan bibir membaik dengan pelembap bibir serta obat oles golongan steroid dari dokter. Faktor pemicunya tetap perlu dicari dan dikendalikan agar keluhan tidak berulang.

Langkah Merawat Bibir Kering di Rumah

Sebagian besar bibir kering membaik dengan perawatan rutin berikut:

  • Oleskan pelembap bibir yang tidak mengiritasi. Pakai beberapa kali sehari dan sebelum tidur. Pilih produk bebas pewangi dan hipoalergenik yang mengandung petrolatum, ceramide, shea butter, atau lilin lebah. Untuk bibir yang sangat pecah, salep tebal seperti petroleum jelly putih bisa membantu.

  • Lindungi bibir dari matahari. Gunakan pelembap bibir ber-SPF 30 atau lebih sebelum keluar rumah, lalu oleskan ulang setiap 2 jam selama di luar ruangan. Langkah ini membantu mengurangi kerusakan bibir akibat matahari.

  • Hentikan kebiasaan menjilat dan mengelupas bibir. Jangan menggigit atau menarik kulit bibir yang mengelupas, karena iritasinya bisa menghambat penyembuhan. Oleskan pelembap bibir setiap kali muncul dorongan untuk menjilat.

  • Cukupi cairan dan jaga kelembapan udara. Minum air yang cukup sepanjang hari. Pelembap udara di kamar tidur bisa membantu, khususnya bila Anda bernapas lewat mulut saat tidur.

  • Jaga kebersihan produk bibir. Cuci tangan sebelum mengoleskan pelembap bibir. Jangan berbagi pelembap bibir atau lipstik dengan orang lain.

Bibir Lembap Berawal dari Kebiasaan Kecil Sehari-hari

Bibir kering umumnya membaik dengan langkah sederhana, seperti berhenti menjilat bibir, memakai pelembap bibir yang tidak mengiritasi, dan melindungi bibir dari matahari. Catat kapan keluhan muncul dan produk apa yang dipakai, karena catatan ini membantu dokter menemukan pemicunya.

Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila bibir kering tidak kunjung membaik dan Anda ingin berdiskusi soal pemeriksaan kesehatan atau medical check up, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. NHS — Sore or Dry Lips

  2. American Academy of Dermatology (AAD) — 7 Dermatologists' Tips for Healing Dry, Chapped Lips

  3. Cleveland Clinic — Chapped Lips (Cheilitis), Causes, Treatment and Prevention

  4. MSD Manual Consumer Version, Bernard J. Hennessy, DDS — Lips and Sun Damage

  5. NHS — Kawasaki Disease

  6. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Angular Cheilitis

  7. Universitas Airlangga, Unair News — Perbedaan Antara Exfoliative Cheilitis dan Fasisial Cheilitis dan Hubungannya dengan Kekurangan B12

  8. Mersil S, Limanda, e-GiGi, Universitas Sam Ratulangi — Management of Exfoliative Cheilitis

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Kenapa bibir tetap kering padahal sudah banyak minum air?

Bibir tidak memiliki kelenjar minyak sehingga mudah kering akibat cuaca, angin, sinar matahari, kebiasaan menjilat bibir, atau bahan tertentu dalam produk bibir. Minum cukup air tetap penting, tetapi perlu dibarengi perawatan bibir dari luar.

Apakah bibir kering tanda kekurangan vitamin?

Bisa. Kekurangan vitamin B dan zat besi dapat menyebabkan bibir kering dan luka di sudut bibir. Namun, cuaca dan kebiasaan juga sering menjadi pemicu. Dokter dapat menyarankan tes darah untuk memastikan kemungkinan kekurangan zat gizi.

Berapa lama bibir kering bisa sembuh?

Dengan perawatan yang tepat, bibir kering umumnya membaik dalam 2–3 minggu. Jika tidak membaik atau justru memburuk, periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Lip balm seperti apa yang cocok untuk bibir kering?

Pilih pelembap bibir bebas pewangi dan hipoalergenik yang mengandung petrolatum, ceramide, atau shea butter. Gunakan produk dengan SPF 30 atau lebih saat beraktivitas di luar ruangan. Hindari kamfer, mentol, eukaliptus, dan perisa yang dapat mengiritasi bibir.

Kapan bibir kering harus diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika bibir tidak membaik setelah 2–3 minggu, sering berdarah, terasa panas, nyeri, atau bengkak, maupun mengalami luka yang tidak sembuh. Anak dengan demam tinggi selama beberapa hari disertai bibir pecah-pecah dan mata merah perlu segera dibawa ke dokter.