Munculnya lepuhan kecil secara mendadak yang disertai rasa gatal dan perih di sekitar bibir bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, aktivitas sederhana seperti berbicara dan makan menjadi kurang nyaman. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalaminya, ketahuilah bahwa kondisi tersebut bisa jadi tanda awal herpes di bibir.
Meski begitu, sebenarnya herpes di bibir dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, dengan memahami gejala, penyebab, dan cara pengobatannya, Anda akan lebih tenang dalam menghadapinya.
Apa Itu Herpes Bibir?
Herpes di bibir, yang dalam bahasa medis herpes labialis atau cold sore, merupakan hasil infeksi dari Herpes Simplex Virus (HSV) yang menyerang kulit di sekitar bibir. Infeksi ini ditandai dengan lepuhan-lepuhan kecil berisi cairan yang muncul di bibir, kulit bagian dagu, atau kulit bawah hidung.
Lepuhan tersebut berbentuk gelembung atau kantong kecil yang berisi cairan bening mengandung partikel virus menular. Sehingga, umumnya kulit yang melepuh akan terasa sangat gatal, perih, dan bahkan ada sensasi terbakar. Apabila lepuhan pecah lalu isi cairan menempel ke kulit orang lain, maka virus dapat berpindah ke orang tersebut.
Penyebab Herpes di Bibir
Seperti definisi di atas, penyebab utama hadirnya herpes adalah adanya infeksi dari virus Herpes Simpleks. Berdasarkan tempat munculnya luka, virus Herpes Simpleks terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe 1 yang menyerang kulit di area bibir dan mulut serta tipe 2 yang menyerang kulit di area kelamin dan rektum (anus).
Penularan virus Herpes Simpleks umumnya terjadi melalui kontak air liur seperti ciuman, berbagi alat makan, atau melalui seks oral. Virus menginfeksi dengan cara menelusuri serat saraf wajah dan menetap di sel saraf sensorik bernama trigeminal ganglion. Virus itu akan bersembunyi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa ada gejala.
Penting untuk Anda ketahui bahwa virus Herpes Simpleks tipe 1 berbeda dengan virus penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan. Sebab, virus tersebut merupakan patogen spesifik yang menyerang bibir dan mulut manusia. Virus akan menetap seumur hidup dalam tubuh penderitanya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan.
Faktor Pemicu Kambuhnya Herpes di Bibir
Virus Herpes Simpleks tipe 1 dapat kembali aktif secara tiba-tiba dan muncul di permukaan bibir dan kulit sekitarnya setelah bersembunyi di dalam sel saraf. Beberapa faktor pemicu yang menyebabkan herpes di bibir kambuh adalah sebagai berikut.
Stres: Memiliki beban kerja yang banyak, tekanan mental akibat masalah berat, atau kelelahan fisik akan meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini dapat membantu tubuh menghadapi rasa stres. Namun, jika kadarnya berlebihan justru akan menurunkan kekebalan tubuh.
Daya tahan tubuh sedang menurun: Selain stres, daya tahan tubuh yang menurun akibat sedang melawan infeksi lain seperti batuk dan flu bisa membuat virus herpes dengan mudah aktif dan menyerang kulit khususnya di area bibir.
Sinar matahari berlebih: Paparan radiasi sinar ultraviolet yang berlebihan dapat merusak jaringan kulit pada bibir. Sehingga menyebabkan peradangan yang akan merangsang saraf tempat bersembunyinya virus, sehingga virus keluar ke permukaan kulit.
Cedera pada area bibir: Adanya luka pada bibir, baik pecah-pecah parah, luka gesekan, luka memar, robekan kecil, atau prosedur perawatan gigi yang bisa mengejutkan ujung saraf bisa meningkatkan risiko kambuhnya herpes di bibir.
Gejala Herpes di Bibir
Gejala herpes di bibir muncul secara bertahap, mulai dari fase awal hingga fase pemulihan. Sering kali, ciri-ciri herpes disalahartikan sebagai penyakit sariawan. Padahal, tahapan gejala yang dirasakan oleh penderita herpes adalah sebagai berikut.
Gejala awal: Sebelum lepuhan terlihat, gejala pertama yang dirasakan oleh penderita adalah kulit tiba-tiba terasa gatal, panas seperti terbakar, dan kesemutan di area bibir.
Muncul lepuhan: Tidak lama setelah itu, muncul lepuhan-lepuhan kecil berupa gelembung berisi cairan bening di permukaan bibir atau kulit sekitarnya. Kulit yang terinfeksi pun akan memerah akibat peradangan.
Lepuhan pecah: Lepuhan-lepuhan kecil kemudian pecah setelah beberapa hari, dan mengeluarkan isi cairannya. Cairan berisi virus tersebut sangat rawan berpindah ke orang lain.
Terbentuk keropeng: Luka yang terbuka lama kelamaan mengering dan terbentuk keropeng atau lapisan kerak yang keras berwarna cokelat kemerahan atau kehitaman. Kulit terasa sangat gatal, tapi jangan Anda garuk karena akan mengelupas dan berdarah.
Pemulihan: Lamanya pemulihan pada setiap orang akan berbeda, antara 7–14 hari. Tanda jaringan kulit sudah mulai pulih adalah bagian keropeng akan mengelupas secara alami.
Cara Meredakan Herpes di Bibir
Meski virus Herpes Simpleks tidak bisa hilang permanen dari tubuh, namun gejala herpes dapat Anda redakan dengan perawatan dan pengobatan yang benar. Berikut ini beberapa cara yang tepat untuk mengatasi herpes di bibir Anda.
Obat antivirus topikal dan oral: Anda dapat mengoleskan obat antivirus berbentuk salep yang mengandung acyclovir atau pencyclovir agar durasi infeksinya tidak terlalu lama. Tapi, jika gejalanya tergolong berat, maka Anda perlu minum obat tablet seperti acyclovir atau valacyclovir untuk menekan perkembangan virus.
Obat pereda nyeri: Untuk mengurangi rasa nyeri di bibir, Anda juga bisa minum obat yang mengandung paracetamol atau ibuprofen.
Kompres dingin: Kompres area bibir dengan kain basah dingin atau es yang dibungkus kain. Lalu, tempelkan selama 5–10 menit pada area bibir yang sakit. Gunanya untuk meredakan nyeri dan rasa panas seperti terbakar.
Tidak memecah lepuhan: Jangan memecah atau menggaruk lepuhan, karena cairan tersebut mengandung virus yang dapat menyebar ke bagian lain dan membentuk lepuhan baru.
Cara Mencegah Herpes di Bibir Kambuh
Virus herpes bisa saja kembali muncul apabila Anda menghiraukan faktor-faktor risiko. Untuk itu, dengan melakukan pencegahan, Anda dapat meminimalkan munculnya herpes di bibir. Beberapa langkah pencegahan sederhana namun efektif yang bisa Anda terapkan adalah sebagai berikut.
Gunakan pelembab bibir (lip balm): Jika Anda sedang berada di luar ruangan, jangan lupa memakai pelembab bibir yang mengandung SPF (sun protection factor) minimal SPF 30. Fungsinya untuk melindungi bibir Anda dari sinar ultraviolet yang berlebihan.
Tidak berbagi barang pribadi: Jangan meminjamkan barang Anda atau menggunakan barang milik orang lain, apalagi orang tersebut mengalami herpes di area mulut. Contoh barangnya antara lain sikat gigi, handuk, lipstik, alat makan, dan gelas.
Jaga kebersihan tangan: Jika tidak sengaja menyentuh area bibir yang terluka, cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun hingga bersih.
Kelola stres dan pola hidup sehat: Anda perlu mencoba teknik pernapasan untuk menenangkan saraf atau melakukan hobi yang Anda suka. Selain itu, ubah pola hidup yang lebih sehat dengan rajin berolahraga serta tidur cukup dan teratur.
Penuhi asupan gizi seimbang: Rutinlah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, E, dan asam amino lisin. Zat-zat bermanfaat itu dapat meningkatkan daya tubuh dan membantu pembentukan kolagen kulit.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar penyakit herpes di bibir dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1–2 minggu. Akan tetapi, ada kondisi tertentu yang harus mendapat penanganan medis. Segera konsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit apabila Anda mengalami kondisi berikut ini.
Lepuhan semakin memburuk dan sudah lebih dari 2 minggu, meski Anda sudah melakukan perawatan mandiri.
Nyeri hebat dan berdarah, bahkan susah untuk menelan makanan atau berbicara.
Selama satu tahun, infeksi herpes sering kambuh berkali-kali.
Gejala infeksi mulai menyebar ke area mata, sehingga mata terasa perih dan kemerahan.
Muncul benjolan atau bercak warna putih atau merah yang lama-kelamaan membesar. Anda pun perlu waspada karena keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal kanker mulut.
Sedang menjalani terapi pemulihan, misalnya kemoterapi.
Daya tahan tubuh lemah karena mengidap penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS.
Pantau Kesehatan Seksual Melalui Pemeriksaan HIV
Supaya terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes Simpleks, sebaiknya Anda tidak hanya merawat dan menjaga kesehatan kulit luar, tapi seluruh bagian tubuh. Apalagi virus herpes berkaitan erat dengan organ reproduksi, sehingga sangat penting untuk memantau kesehatan seksual Anda dan pasangan.
Anda dan pasangan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala melalui layanan pemeriksaan HIV di Bumame. Proses pemeriksaannya menggunakan prosedur dan alat yang aman, privasi terjamin, dan hasilnya akurat. Dengan hasil analisis skrining, Anda dan pasangan dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih terarah.
Lindungi Kesehatan Bibir Anda dari Herpes
Herpes di bibir tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri. Namun, jangan khawatir, infeksi dari virus Herpes Simpleks bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan menerapkan gaya hidup sehat.
Setelah Anda mengetahui gejala dan faktor pemicu munculnya herpes, kini Anda dapat melakukan tindak pencegahan dari sekarang. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tubuh secara menyeluruh agar Anda lebih tenang dan aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Mayo Clinic. (2023). Cold sore - Symptoms and causes.
World Health Organization. (2023). Herpes simplex virus.
Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Genital Herpes - CDC Basic Fact Sheet.
American Academy of Dermatology. (2024). Cold sores: Overview.
National Health Service UK. (2023). Cold sores.
Kemenkes. (2023). Anti Non Retro Virus (Herpes).
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
.jpg&w=3840&q=75)