Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Ciri ciri bipolar
Kembali ke Artikel & Berita

Ciri-Ciri Bipolar: Gejala Manik dan Depresi

SBAOthers

Pernah merasa suasana hati berubah cukup drastis? Misalnya hari ini terasa sangat bersemangat, tapi besoknya justru merasa sedih dan kehilangan minat pada apapun. Ini wajar bagi sebagian orang, tapi ini juga bisa jadi ciri-ciri bipolar. Apa itu? 

Bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang cukup ekstrem. Selengkapnya tentang bipolar, mulai dari ciri, penyebab, dan faktor risikonya akan diuraikan berikut ini. 

Apa Itu Gangguan Bipolar?

Pada dasarnya, bipolar berasal dari kata “bi” yang berarti dua dan “polar” yang berarti kutub, sehingga jika diartikan akan menjadi dua kutub, yang merujuk pada seseorang dengan dua perubahan emosi yang drastis, yaitu rasa gembira berlebihan dan depresi yang parah.

Bipolar termasuk gangguan mental dan bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak dan remaja. Secara umum, penderitanya bisa mengalami dua episode, yaitu manik dengan suasana hati dan energi meningkat secara tidak biasa, dan depresi dengan suasana hati dan energi yang menurun.

Frekuensi dan intensitas pergantian episode ini tidak pernah sama pada setiap orang. Ada yang perubahan dari depresi ke manik terjadi setahun sekali atau bahkan lebih jarang, tetapi ada juga yang mengalaminya berkali-kali dalam setahun. Biasanya, setiap episode bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Di antara jeda episode tersebut, sebagian penderita bisa menikmati masa-masa emosi yang stabil dalam waktu cukup lama. Namun, ada pula yang suasana hatinya berubah jauh lebih cepat, atau bahkan merasakan gejala depresi dan manik muncul secara bersamaan di waktu yang sama.

Ciri-Ciri Fase Manik pada Bipolar 

Secara umum, fase manik bisa dikatakan sebagai fase bahagia ekstrem pada penderita gangguan ini. Lebih lengkapnya, berikut ciri-ciri bipolar di fase manik.

  • Mengalami euforia atau gembira yang ekstrem, seperti mudah merasa sangat bahagia, bersemangat, bahkan seperti “berada di puncak dunia” secara tidak wajar dan tidak sesuai dengan situasi saat itu serta berlangsung lama. 

  • Kebutuhan tidur menurun, misalnya hanya tidur selama 2-3 jam atau bahkan tidak tidur sama sekali, tetapi tubuh tetap punya energi tinggi dan tidak mengantuk.

  • Bicara sangat cepat dan sulit berhenti, disela, ataupun ganti topik karena pikirannya terus berpacu.

  • Energi meningkat drastis, sehingga membuat penderitanya merasa bersemangat untuk melakukan berbagai hal, bahkan bisa membuat seseorang tiba-tiba ingin memulai banyak kegiatan atau proyek baru tanpa pikir panjang. 

  • Rasa percaya diri yang terlampau tinggi, bahkan membuat diri sendiri merasa punya kemampuan dan keistimewaan yang jauh lebih besar dari kenyataannya.

  • Cepat sekali tersinggung dan marah, serta mudah frustasi dan agresif ketika menghadapi hal-hal kecil. 

  • Cenderung melakukan hal-hal yang berisiko dan impulsif, seperti belanja secara berlebihan, judi, atau melakukan aktivitas berisiko lainnya. 

  • Menjadi hiperaktif, bahkan sangat sulit untuk diam dan rileks.

Ciri-Ciri Fase Depresi pada Gangguan Bipolar 

Umumnya, fase ini ditandai dengan rasa sedih berlebihan dan berkepanjangan. Untuk lebih jelasnya, berikut ciri-ciri bipolar di fase depresi.

  • Muncul perasaan sedih, kosong, dan putus asa tanpa sebab yang jelas dan ini berlangsung terus-menerus serta sulit dikendalikan.

  • Hilang minat dan kesenangan pada sesuatu, termasuk pada hobi dan hal-hal yang disukai sebelumnya.

  • Cepat lelah dan kekurangan energi, bahkan untuk aktivitas sederhana seperti bekerja, belajar, dan urus diri sendiri. 

  • Ada perubahan pada pola tidur, seperti sering terbangun, susah tidur, serta tidur lebih lama dari biasanya.

  • Nafsu makan dan berat badan menjadi berubah, baik itu berupa kenaikan atau penurunan berat badan.

  • Susah konsentrasi dan mengambil keputusan, sehingga seseorang bisa merasa cara berpikirnya sangat lambat atau sulit menyelesaikan pekerjaan sederhana.

  • Merasa tidak berharga atau bersalah secara berlebihan, bahkan untuk hal-hal yang bukan salahnya sama sekali.

  • Lebih banyak menyendiri atau menarik diri dari orang lain, karena tidak punya energi atau keinginan untuk berinteraksi sosial.

  • Terus muncul pikiran tentang kematian dan ingin menyakiti diri sendiri.

Penyebab dan Faktor Risiko Bipolar

Munculnya ciri-ciri bipolar bisa muncul karena berbagai sebab, mulai dari faktor genetik hingga lingkungan. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai penyebab dan faktor risikonya.

  • Faktor genetik, memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan bipolar biasanya punya risiko untuk ditularkan ke anggota lainnya.

  • Stres dan masalah hidup, seperti ditinggal orang tersayang, konflik hubungan, masalah keuangan, hingga tekanan pekerjaan dan lingkungan sosial.

  • Ada trauma masa kecil, seperti pernah mengalami kekerasan dan sering diabaikan oleh anggota keluarga lainnya maupun lingkungan sosial.

  • Kurang tidur, karena bisa memengaruhi kerja otak yang berperan dalam pengaturan emosi, sehingga suasana hati jadi memburuk.

  • Penggunaan alkohol dan zat psikoaktif seperti narkotika, karena kedua zat ini bisa memengaruhi sistem kimiawi di otak yang berperan penting untuk mengatur emosi.

Perbedaan Bipolar dengan Mood Swing Biasa

Banyak orang yang sering keliru mendiagnosis kedua masalah emosi ini karena ciri-ciri bipolar dianggap sama dengan mood swing, padahal sebenarnya berbeda. 

Umumnya, mood swing adalah perubahan suasana hati dan bersifat sementara, sedangkan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan mood yang lebih intens. Berikut penjelasan selengkapnya.

Aspek

Mood Swing Biasa

Gangguan Bipolar

Sifat perubahan mood

Ringan hingga sedang

Lebih intens dan ada fasenya.

Pemicu

Karena situasi tertentu, seperti stres, konflik, kelelahan, atau perubahan situasi.

Karena banyak faktor, seperti stres berat, kurang tidur, perubahan lingkungan atau rutinitas, pengalaman traumatik, hingga konsumsi alkohol atau zat tertentu

Durasi

Lebih singkat dan bisa membaik setelah pemicunya diatasi.

Lebih lama, karena butuh penanganan medis tertentu untuk mengatasinya. 

Intensitas

Biasanya tidak terlalu berat.

Bisa sangat berat dan berefek pada pikiran, emosi, perilaku, serta aktivitas sehari-harinya.

Dampak terhadap kehidupan

Umumnya tidak menyebabkan masalah serius ke penderitanya. 

Bisa memunculkan masalah serius seperti mengganggu hubungan sosial, pendidikan, pekerjaan, bahkan kehidupan sehari-hari.

Gejala

Menjadi lebih mudah marah, frustrasi, sedih, cemas, gugup, atau gembira.

Ada episode depresi dan manik, yang bisa disertai perubahan energi, aktivitas, tidur, pola pikir, hingga perilaku sehari-hari. 

Penanganan

Sering kali bisa diatasi hanya dengan merubah pola hidup menjadi lebih sehat, tidur yang cukup, kelola stres, dan dukungan sosial.

Perlu evaluasi dan penanganan dari ahlinya, bahkan perlu melakukan terapi seperti minum obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya.


Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Gangguan bipolar dalam fase yang serius bisa memunculkan dampak buruk yang signifikan pada kehidupan, bahkan bisa membahayakan keselamatan diri. Untuk itulah, sebaiknya Anda langsung melakukan pengecekan ke dokter jika sudah mengalami hal-hal seperti berikut.

  • Suasana hati yang berubah-ubah dan terjadi sangat intens, ekstrem, dan berulang hingga mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, dan pendidikan.

  • Sulit tidur, bahkan bisa tidak tidur sama sekali, tapi tetap berenergi tanpa sebab.

  • Merasa sangat berenergi sampai ingin melakukan banyak aktivitas impulsif atau berisiko yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

  • Sulit konsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan, sehingga membuat pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sosial terganggu.

  • Mulai menarik diri dan tidak mau bertemu dengan siapapun dalam waktu lama.

  • Muncul perasaan putus asa yang menetap hingga memunculkan perilaku yang berisiko, seperti mulai menyakiti diri sendiri.

MCU Basic Bumame: Solusi untuk Kenali Risiko Bipolar Sejak Dini

Bipolar merupakan gangguan mental yang bisa membahayakan diri sendiri. Untuk itulah sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Namun, ada baiknya jika disertai juga dengan pemeriksaan kesehatan lainnya mengingat beberapa masalah kesehatan seperti gangguan tiroid bisa memperburuk gejala depresi.

Apalagi, masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas juga sering ditemukan bersamaan dengan bipolar, sehingga cek kesehatan fisik juga sebaiknya tidak Anda lewatkan. Salah satu jenis pemeriksaan yang direkomendasikan adalah Medical Check Up Basic Bumame.

Paket ini sudah mencakup pengecekan hematologi lengkap, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin dan eGFR, asam urat, profil lipid lengkap, glukosa puasa, hingga urine lengkap, sehingga Anda bisa tahu kondisi kesehatan secara menyeluruh termasuk risiko diabetes dan obesitas.

Biaya pemeriksaannya juga terjangkau, yaitu mulai dari Rp695.000 dan tersedia layanan walk in di cabang terdekat dan home care, sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung lebih fleksibel tanpa mengganggu jadwal Anda.

Selain itu, paket ini juga sudah mencakup konsultasi dokter gratis, yang tidak hanya bisa Anda manfaatkan untuk memahami hasil pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mengenali gangguan bipolar dengan baik dan tahu cara menanganinya dengan efektif.

Untuk booking layanan atau konsultasi gratis terkait saran pemeriksaan terbaik, hubungi Bumame sekarang!

Jangan Abaikan Lagi Perubahan yang Terasa Tidak Biasa

Ciri-ciri bipolar sering kali terlihat hampir sama dengan mood swing, tapi sebenarnya berbeda karena perubahan emosi bipolar lebih intens dan ada kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dalam tahap yang lebih parah. 

Jika mendapati gejala yang menyerupai kondisi ini pada diri sendiri atau orang terdekat, sebaiknya jangan tunda melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Akan lebih baik jika Anda menerapkan cara menjaga kesehatan mental sedini mungkin untuk menjaga keseimbangan emosi dan mencegah timbulnya gangguan mental.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240


Referensi:

  1. Fakultas Psikologi UI. (2023). Apa Itu Bipolar? Kenali Ini Ciri dan Tingkah Laku Pengidap Bipolar Disorder. 

  2. Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2023). Gangguan Bipolar

  3. Tzu Chi Hospital. (2025). 15 Ciri-Ciri Bipolar Kambuh, Ketahui Cara Mengatasinya!

  4. Kansas State University. (2024). Bipolar Disorder or Manic Depression.  

  5. Mental Health America. (2024). What Causes Bipolar Disorder?.  

  6. World Health Organization. (2025). Bipolar Disorder. 

  7. Mental Health Center of San Diego. (2026). What Causes Bipolar Disorder? Science-Backed Factors and Risk Insights. 

  8. Farmaku. (2023). Jangan Keliru! Ini Perbedaan Mood Swing dan Bipolar.  

  9. BestMind Behavioral Health. (2022). 6 Signs It’s Time to Seek Help for Bipolar Disorder

  10. Anxious Minds. (2025). Bipolar Disorder: A Comprehensive Guide to Symptoms & Care

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu gangguan bipolar?
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai perubahan suasana hati yang ekstrem, terutama melalui episode manik dan depresi. Durasi serta intensitas setiap episode dapat berbeda pada setiap orang. 
Apa saja ciri-ciri fase manik pada bipolar?
Fase manik dapat ditandai dengan euforia berlebihan, kebutuhan tidur yang menurun, bicara sangat cepat, energi dan rasa percaya diri yang meningkat, mudah marah, serta perilaku impulsif atau berisiko. 
Apa saja ciri-ciri fase depresi pada bipolar?
Fase depresi dapat ditandai dengan perasaan sedih atau putus asa berkepanjangan, kehilangan minat, mudah lelah, perubahan pola tidur dan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, menarik diri, hingga muncul pikiran tentang kematian atau menyakiti diri sendiri. 
Apa perbedaan bipolar dengan mood swing biasa?
Mood swing biasanya berlangsung lebih singkat dan dapat dipicu situasi tertentu, sedangkan bipolar memiliki perubahan mood yang lebih intens, berlangsung lebih lama, dan dapat mengganggu hubungan sosial, pendidikan, pekerjaan, serta aktivitas sehari-hari. 
Kapan seseorang dengan gejala bipolar perlu mencari bantuan profesional?
Bantuan profesional perlu dicari ketika perubahan suasana hati terjadi secara intens dan berulang hingga mengganggu kehidupan, disertai perilaku impulsif atau berisiko, gangguan tidur, menarik diri dalam waktu lama, atau muncul keinginan menyakiti diri sendiri.