Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyebab Kepala Kliyengan Tapi Tidak Sakit
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Kepala Kliyengan Tapi Tidak Sakit

SBAOthers

Anda mungkin pernah mengalami baru saja bangkit dari sofa setelah lama duduk, tiba-tiba kepala terasa ringan dan pandangan sedikit berkunang-kunang. Anehnya, kepala tidak terasa sakit sama sekali, hanya mengalami kliyengan yang terasa tidak nyaman. 

Banyak orang mengabaikan sensasi ini karena biasanya hilang dalam hitungan detik. Padahal, rasa kliyengan tanpa nyeri ini sebenarnya punya banyak kemungkinan penyebab yang menarik untuk dipahami. Penyebab kepala kliyengan tapi tidak sakit ada macam-macam jenisnya. Mengenali jenisnya sejak awal membantu Anda tahu kapan kondisi ini masih wajar dan kapan perlu perhatian lebih.

Apa Itu Kepala Kliyengan?

Kepala kliyengan, atau dalam istilah medis disebut lightheadedness, adalah rasa seperti mau pingsan atau melayang. Tubuh terasa kurang stabil, kepala terasa ringan, dan kadang muncul pandangan berkunang-kunang sesaat. Sensasi ini sering datang saat Anda berdiri terlalu cepat, kepanasan, atau saat sedang lelah.

Yang menarik, kliyengan ini berbeda dengan pusing berputar yang dikenal sebagai vertigo. Ketika mengalami vertigo, Anda akan merasa seolah ruangan atau diri sendiri berputar tanpa henti.

Sementara pada kliyengan, yang Anda rasakan hanyalah sensasi melayang seperti mau jatuh. Membedakan keduanya penting karena penyebab dan penanganannya bisa sangat berbeda.

Kliyengan biasanya terjadi saat otak sesaat kekurangan pasokan darah atau oksigen. Karena itulah kepala terasa ringan, meski tidak disertai rasa nyeri yang mengganggu.

Otak memang sangat bergantung pada aliran darah yang stabil setiap saat. Meski beratnya hanya sekitar dua persen dari tubuh, otak menyerap seperlima pasokan oksigen di dalam tubuh. Jadi wajar bila sedikit saja gangguan aliran darah akan langsung terasa efeknya di kepala.

Penyebab Umum Kepala Kliyengan Tanpa Nyeri

Sebagian besar penyebab kepala kliyengan tapi tidak sakit sebenarnya tergolong ringan dan mudah diatasi. Untungnya, Anda bisa menghindari penyebab kliyengan selama Anda memperbaiki gaya hidup Anda.

Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari:

1. Dehidrasi (Kekurangan Cairan)

Dehidrasi adalah salah satu penyebab paling umum dari rasa kliyengan yang tiba-tiba. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah ikut menurun sehingga tekanan darah pun turun.

Akibatnya, pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang dan kepala jadi terasa ringan. Anda bisa mengalami dehidrasi dengan mudah, biasanya karena berkeringat banyak dan kurang minum.

Di antara semua organ di tubuh, otak sangat sensitif terhadap perubahan aliran darah, sehingga dehidrasi sedikit saja bisa terasa akibatnya. 

Selain itu, Anda juga bisa mengalami dehidrasi karena cuaca panas atau olahraga berat tanpa istirahat sedikit pun. Karena itu, rasa kliyengan sering muncul justru saat sedang paling aktif beraktivitas.

2. Tekanan Darah Rendah

Saat berdiri, tekanan darah yang menurun secara tiba-tiba juga bisa memicu kliyengan. Kondisi ini disebut hipotensi ortostatik, yaitu tekanan darah turun saat berpindah posisi. Saat Anda berdiri, gravitasi membuat darah cenderung berkumpul di kaki dan perut.

Normalnya tubuh cepat menyesuaikan diri, tapi jika responsnya lambat, kliyengan pun muncul. Kondisi ini semakin umum terjadi seiring bertambahnya usia karena refleks pembuluh darah semakin melambat. 

Orang yang sedang minum obat tertentu atau baru sembuh dari sakit juga lebih rentan mengalaminya. Bahkan, sebagian orang bisa merasa kliyengan setelah berdiri lama di tempat yang ramai dan panas.

3. Kurang Tidur dan Telat Makan

Tubuh yang kurang istirahat membuat otak tidak bekerja dengan optimal seperti biasanya. Kurang tidur bisa membuat konsentrasi menurun dan kepala terasa ringan sepanjang hari. Kondisi ini sering bercampur dengan rasa lemas dan linglung.

Melewatkan waktu makan juga bisa memicu kliyengan karena gula darah ikut menurun. Ketika darah kekurangan kadar gula, maka bisa menyebabkan rasa pusing hingga hilang keseimbangan karena otak tidak mendapat asupan makanan yang cukup.

Kurang tidur dan stres berat sering membuat orang mudah mengalami kliyengan. Telat makan juga bisa menjadi salah satu penyebab kepala kliyengan tapi tidak sakit.

Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Kliyengan yang sering muncul dan tidak kunjung membaik bisa jadi menandakan Anda sedang punya masalah kesehatan lain yang serius.

1. Anemia

Anemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin. Hemoglobin tugasnya adalah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

Ketika jumlahnya kurang, otak tidak mendapat oksigen yang memadai dan kepala jadi terasa ringan. Penderita anemia sering merasa mudah lelah, lemas, pucat, dan pandangan berkunang-kunang.

Perempuan usia produktif termasuk yang cukup rentan mengalami kondisi ini. Gejalanya berkembang perlahan, sehingga banyak orang tidak menyadarinya sampai cukup parah. 

Anemia bisa dipicu oleh kekurangan zat besi atau kehilangan darah seperti saat menstruasi berat. Jika sedang kekurangan asupan vitamin B12, Anda juga bisa mengalami anemia sebagai akibatnya.

2. Gangguan Jantung

Walaupun jarang terjadi, kliyengan bisa berkaitan dengan gangguan pada jantung. Penyebab kepala kliyengan tapi tidak sakit yang berasal dari gangguan jantung adalah kondisi seperti irama jantung yang tidak normal atau kelainan katup.

Jantung yang tidak memompa darah dengan baik membuat aliran darah ke otak berkurang. Apabila kliyengan disertai jantung berdebar dan nyeri dada, jangan Anda abaikan.

Jika kliyengan juga disertai sesak, ada kemungkinan Anda punya kondisi jantung yang harus segera ditangani sebelum terlambat. Meski kemungkinannya kecil, penyebab yang satu ini tetap penting untuk disingkirkan lewat pemeriksaan. Dengan begitu, Anda bisa merasa lebih tenang setelah mengetahui kondisi jantung yang sebenarnya.

Gejala Penyerta yang Perlu Diperhatikan

Kliyengan yang terjadi tanpa gejala lain biasanya tidak berbahaya dan cepat hilang. Namun, Anda perlu waspada jika gejala-gejala berikut ini juga mulai bermunculan.

  • Rasa lemas yang tidak kunjung hilang.

  • Wajah pucat.

  • Tubuh menjadi mudah lelah.

  • Jantung berdebar.

  • Nyeri dada.

  • Sesak napas.

Bila kliyengan disertai bicara pelo, wajah tampak turun sebelah, atau tubuh melemah tiba-tiba, itu darurat. Gejala ini bisa menjadi tanda stroke yang membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.

Selain itu, keringat dingin dan rasa mual kadang menyertai kliyengan sebelum seseorang pingsan. Anda juga perlu waspada jika orang yang mengalami kliyengan itu juga merasa telinganya seperti berdengung.

Cara Mengatasi Kepala Kliyengan di Rumah

Jika Anda sedang mengalami kliyengan di rumah, Anda bisa mengobatinya sendiri dengan mudah. Ikuti langkah-langkah ini untuk menanggapi penyebab kepala kliyengan tapi tidak sakit.

  • Saat kliyengan menyerang, segera duduk atau berbaring supaya tubuh lebih stabil. Jika Anda bisa melakukannya, angkat kaki sedikit lebih tinggi agar darah kembali mengalir ke otak. 

  • Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi sepanjang hari.

  • Saat bangun, biasakan untuk bangkit secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring. 

  • Biasakan makan tepat waktu setiap kali waktunya makan sudah tiba supaya gula darah tetap stabil.

  • Batasi asupan kafein dan alkohol setiap hari supaya tekanan darah dan cairan tubuh bisa tetap stabil.

  • Usahakan untuk tidur teratur sesuai jam tidur normal agar waktu istirahat cukup, yang juga membantu mengurangi frekuensi kliyengan. 

  • Kelola stres dengan baik supaya emosi tidak memicu pusing.

  • Rajin konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya zat besi supaya tidak mengalami anemia.

Bila Anda sering merasa seperti hilang keseimbangan tanpa sebab jelas, ketahui juga tentang penyebab sering pusing dan kapan harus periksa.

Cek Kondisi Tubuh Anda Bersama Bumame

Meski Anda tidak perlu takut dengan kliyengan yang bisa muncul sesekali, periksakan kliyengan itu jika gejalanya ternyata muncul secara berulang.

Bumame menghadirkan pemeriksaan Hematologi Lengkap untuk membantu Anda memahami kondisi darah secara lebih jelas. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan kadar hemoglobin dalam tubuh.

Dari hasilnya, dokter bisa mengetahui apakah kliyengan Anda berkaitan dengan anemia atau kondisi lain. Saat melakukan pemeriksaan hematologi ini, Anda perlu tahu bahwa tes ini sifatnya hanya sebagai alat penunjang untuk tindak perawatan yang sebenarnya.

Setelah memegang hasil dari tes ini, Anda dan dokter bisa tahu langkah terbaik untuk pengobatan Anda berikutnya.

Kapan Anda Harus ke Dokter?

Biasanya, kliyengan ringan akan membaik sendiri selama Anda cukup beristirahat minum. Namun, segera cari bantuan medis bila kliyengan sering kambuh meski Anda sudah cukup istirahat dan minum.

Waspadai pula bila kliyengan disertai pingsan, nyeri dada, jantung berdebar keras, atau sesak napas. Tanda seperti bicara pelo, mati rasa, atau tubuh melemah mendadak juga butuh pertolongan darurat.

Kliyengan yang muncul setelah cedera kepala juga sebaiknya langsung diperiksakan ke tenaga medis. Begitu juga apabila kliyengan mulai mengganggu aktivitas harian atau membuat Anda takut tiba-tiba terjatuh saat beraktivitas.

Tangani Gejala Kliyengan di Kepala Sesegera Mungkin

Terlepas dari apa penyebab kepala kliyengan tapi tidak sakit yang sedang Anda alami, segera periksakan jika sudah melewati batas gejalanya. Kalau Anda terus mengalami gejala-gejala di atas dalam pola tertentu, maka pastikan Anda mencatatnya. Dengan begitu, dokter bisa membantu Anda sembuh lebih cepat lewat penanganan yang sesuai.

Hubungi Bumame jika Anda terus mengalami kliyengan di kepala untuk segera mendapatkan perawatan yang sesuai!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

Mayo Clinic. (2022). Orthostatic hypotension (postural hypotension).

Mayo Clinic Press. (2026). Why do I feel lightheaded?. 

Cleveland Clinic. (2026). Orthostatic Hypotension.

ColumbiaDoctors. Dizziness: Lightheadedness and Vertigo. 

Harvard Health (2024). Lightheaded? Top 5 reasons you might feel woozy.  


Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa yang dimaksud dengan kepala kliyengan tapi tidak sakit?

Kepala kliyengan atau lightheadedness adalah sensasi seperti melayang, kepala terasa ringan, atau seperti akan pingsan tanpa disertai sakit kepala. Kondisi ini berbeda dengan vertigo yang membuat seseorang merasa seolah lingkungan atau tubuhnya berputar. 

Apa saja penyebab kepala kliyengan tapi tidak sakit?

Beberapa penyebab yang umum meliputi dehidrasi, tekanan darah rendah, kurang tidur, telat makan, dan stres berat. Kliyengan juga dapat berkaitan dengan kondisi seperti anemia atau gangguan jantung. 

Apa saja gejala yang dapat menyertai kepala kliyengan?
Kliyengan dapat disertai lemas, wajah pucat, mudah lelah, jantung berdebar, nyeri dada, dan sesak napas. Bicara pelo, wajah turun sebelah, atau tubuh melemah secara tiba-tiba merupakan tanda darurat yang perlu segera ditangani. 
Bagaimana cara mengatasi kepala kliyengan di rumah?
Saat kliyengan muncul, segera duduk atau berbaring dan minum air putih yang cukup. Bangun secara perlahan, makan tepat waktu, tidur teratur, membatasi kafein dan alkohol, serta mengelola stres juga dapat membantu mengurangi kliyengan. 
Kapan kepala kliyengan perlu diperiksakan ke dokter?

Kliyengan perlu diperiksakan jika sering kambuh meski sudah cukup istirahat dan minum, atau disertai pingsan, nyeri dada, jantung berdebar keras, sesak napas, mati rasa, kelemahan mendadak, maupun setelah cedera kepala.