Telapak kaki terasa panas tiba-tiba padahal tidak sedang berada di tempat yang panas? Keluhan ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti berdiri atau berjalan terlalu lama, kekurangan vitamin, hingga adanya infeksi jamur.
Untuk lebih jelasnya, artikel akan menguraikan penyebab umum telapak kaki yang terasa panas berlebihan dan cara mengatasinya sebagai bahan referensi Anda untuk menghadapinya.
Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat telapak kaki terasa panas, dan masing-masing memiliki pemicu yang berbeda. Keluhan ini bisa muncul secara sesaat maupun berlangsung lebih lama, tergantung pada kondisi yang mendasarinya. Karena itu, penting untuk mengenali berbagai kemungkinan penyebabnya agar gambaran masalahnya lebih jelas.
1. Neuropati Diabetik
Salah satu penyebab telapak kaki terasa panas adalah neuropati diabetik, yaitu komplikasi penyakit diabetes yang ditandai dengan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf sehingga mengganggu transmisi sinyal dari saraf ke berbagai bagian tubuh, termasuk kaki.
Umumnya, selain rasa panas di kaki, seseorang yang mengalami gangguan ini akan merasakan gejala seperti kebas di tangan dan kaki, otot kaki terasa lemas, perubahan warna kulit, pusing, dan munculnya keringat berlebih.
Selain itu, Anda mungkin juga akan merasakan mati rasa di kaki, bahkan ketika cedera atau luka sekalipun. Jika kondisinya semakin parah, masalah ini dapat meningkatkan risiko terjadinya amputasi.
2. Kelelahan Otot Akibat Berdiri dan Berjalan Terlalu Lama
Berdiri dan berjalan terlalu lama juga menjadi penyebab telapak kaki terasa panas. Ini bisa terjadi karena saat berdiri dan jalan, seluruh berat tubuh akan dibebankan ke telapak kaki, sehingga menciptakan tekanan besar di jaringan kaki dan lama-kelamaan akan iritasi.
Selain itu, posisi ini juga bisa membebankan otot betis dan otot-otot kecil di telapak kaki, karena harus menjaga keseimbangan tubuh saat berdiri maupun berjalan. Otot-otot yang berkontraksi terus-menerus tersebut pastinya akan kelelahan dan menimbulkan nyeri hingga panas.
Namun, keluhan ini akan terasa lebih berat ketika berdiri lebih lama, karena tubuh tidak banyak bergerak. Pasalnya, kontraksi otot terus-menerus yang tidak disertai pergerakan bisa membuat aliran darah dan suplai oksigen ke jaringan berkurang.
Hasilnya, tidak hanya akan muncul kelelahan otot, tapi juga menimbulkan penumpukan zat sisa metabolisme di kaki yang bisa menciptakan rasa pegal, berat, hingga telapak kaki tidak nyaman.
3. Kekurangan Vitamin B
Kekurangan vitamin B seperti vitamin B1, B9 dan B12 bisa membuat telapak kaki terasa panas. Ini karena vitamin B berkontribusi besar dalam menjaga kesehatan sistem saraf.
Sebagai contoh, vitamin B12 berperan dalam pembentukan mielin, yaitu lapisan yang melindungi serabut saraf, dan vitamin B1 berperan untuk menghasilkan energi di dalam sel saraf.
Jika kadar vitamin B tersebut tidak tercukupi, pastinya akan menimbulkan kerusakan saraf. Beberapa gejala yang mungkin Anda rasakan yaitu rasa panas hingga terbakar pada kaki, nyeri, kesemutan, hingga mati rasa.
Namun, perlu diperhatikan juga bahwa kelebihan vitamin B, terutama vitamin B6, bisa menyebabkan neuropati sensorik dengan gejala seperti kesemutan dan sensasi terbakar pada kaki.
4. Infeksi Jamur Kaki (Athlete's Foot)
Selanjutnya, infeksi jamur kaki atau kaki atlet juga bisa menimbulkan efek telapak kaki terasa panas. Gangguan ini biasanya terjadi pada kondisi kaki yang lembap dan berkeringat dalam waktu lama karena menggunakan sepatu yang salah. Atau, bisa juga terjadi karena ada kontak langsung dengan penderita atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi jamur.
Adapun sensasi panas pada telapak kaki ini biasanya disebabkan karena peradangan atau iritasi pada kulit yang terinfeksi. Gejala lainnya yang bisa dirasakan yaitu gatal-gatal di kaki, kulit jari mengelupas, pecah-pecah, bersisik, melepuh hingga, tercium bau menyengat. Bahkan pada beberapa kasus bisa menjadi penyebab kaki bengkak, bernanah, dan demam.
5. Gangguan Sirkulasi Darah
Telapak kaki terasa panas juga bisa disebabkan karena adanya gangguan sirkulasi darah, seperti penyakit arteri perifer (peripheral artery disease/PAD), yaitu kondisi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah ke kaki mengalami penyempitan bahkan tersumbat.
Secara umum, penyumbatan ini terjadi karena adanya penumpukan plak, seperti kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lain di bagian dinding pembuluh darah. Ketika aliran darah ke kaki berkurang bisa menyebabkan pasokan oksigen dan nutrisi ke kaki juga berkurang. Akibatnya, muncul keluhan nyeri, pegal, kesemutan, mati rasa, hingga sensasi terbakar di kaki.
Selain itu, gangguan ini juga biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit kaki menjadi pucat atau kebiruan, kaki lebih dingin, luka sulit sembuh, pertumbuhan rambut dan kuku kaki yang melambat, bahkan muncul kerontokan rambut.
6. Efek Samping Obat-obatan Tertentu
Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memunculkan telapak kaki terasa panas. Salah satu obat yang paling terkenal bisa menimbulkan gejala ini yaitu obat kemoterapi seperti paclitaxel, cisplatin, carboplatin, oxaliplatin, vincristine, dan bortezomib.
Semua obat tersebut bisa menimbulkan neuropati perifer akibat mengonsumsinya. Neuropati perifer adalah kondisi di mana sistem saraf perifer yang membawa sinyal dari kaki menuju otak mengalami gangguan atau kerusakan dan membuatnya lebih sensitif dari biasanya.
Jadi, ketika ada sedikit saja sentuhan di telapak kaki, otak bisa merespons itu sebagai rasa sakit, sehingga Anda mungkin akan merasa seperti ada sensasi terbakar, kesemutan, mati rasa, hingga nyeri di kaki.
Tingkat keparahan gejalanya akan berbeda pada setiap orang, tergantung dari jenis obat, dosis, lama pengobatan, dan kondisi tubuh masing-masing. Oleh karena itu, jika timbul sensasi panas atau ketidaknyamanan pada kaki selama menjalani pengobatan, segera konsultasikan dengan dokter yang merawat agar dapat dilakukan evaluasi dosis atau penanganan suportif yang tepat.
Kapan Telapak Kaki Terasa Panas Jadi Tanda Serius?
Telapak kaki terasa panas tidak selalu menandakan kondisi serius. Apabila penyebabnya adalah karena berdiri atau berjalan seharian, biasanya akan membaik setelah istirahat. Tapi jika rasa panas tidak kunjung membaik, bahkan semakin berat tanpa sebab yang jelas, maka sebaiknya Anda perlu waspada.
Pasalnya, ini bisa jadi tanda ada masalah serius seperti mengidap diabetes. Apalagi jika gejala diikuti dengan tanda-tanda seperti mati rasa yang meluas, sensasi terbakar yang cukup berat, kaki lemah, kesulitan berjalan, muncul luka terbuka yang sulit sembuh, kaki borok, hingga nanah di kaki. Jika muncul gejala-gejala tadi, segera lakukan cek gula darah, seperti gula darah puasa dan HbA1c..
Cek Diabetes Melitus di Bumame: Ketahui Gula Darah Lebih Akurat
Jika telapak kaki terasa panas berulang dan Anda khawatir kondisi tersebut berkaitan dengan gula darah, melakukan cek diabetes melitus di Bumame perlu dipertimbangkan. Melalui pengecekan ini, Anda bisa ukur kadar gula dalam darah, sehingga bisa tahu apakah panas di telapak kaki disebabkan diabetes atau tidak.
Pemeriksaan ini sudah mencakup pengecekan HbA1c dan glukosa puasa guna memberikan gambaran kadar gula darah yang presisi dan akurat. Paket pemeriksaan ini tersedia dengan harga yang terjangkau, yaitu mulai dari Rp185.000.
Selain itu, tersedia juga layanan konsultasi dokter yang bisa Anda jadikan sebagai kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi terkait penyebab sebenarnya keluhan telapak kaki panas yang dirasakan.
Bagi yang memiliki keterbatasan waktu atau mobilitas, Bumame menyediakan layanan homecare sehingga pengambilan sampel dapat dilakukan langsung di rumah oleh tim medis profesional.
Tanpa perlu menunggu gejala makin memberat, pemantauan kadar gula darah secara berkala dapat membantu mendeteksi risiko diabetes sedini mungkin agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan. Informasi lebih lanjut dapat Anda tanyakan melalui layanan pelanggan Bumame via WhatsApp.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Telapak kaki terasa panas yang muncul sesekali setelah aktivitas berat belum tentu jadi tanda masalah serius, apalagi jika bisa membaik setelah istirahat atau penanganan sendiri. Tapi, pemeriksaan ke dokter sebaiknya tidak Anda lewatkan jika mengalami beberapa gejala berikut.
Rasa panas berlangsung selama beberapa minggu atau tidak kunjung sembuh setelah perawatan mandiri.
Rasa panas semakin intens dan bahkan disertai nyeri yang menjalar ke bagian kaki lainnya.
Disertai kesemutan dan mati rasa yang menyebar dari kaki ke tungkai.
Mengganggu waktu tidur, berjalan, dan aktivitas sehari-hari.
Disertai luka yang sulit sembuh bahkan sampai bernanah dan membesar, karena ini tanda ada komplikasi diabetes.
Terjadi perubahan warna atau suhu kaki, yaitu menjadi kebiruan dan berubah menjadi lebih dingin dari biasanya.
Otot melemah, gangguan keseimbangan, hingga sulit berjalan bahkan dalam jarak pendek.
Saatnya Lebih Peduli dengan Kesehatan Kaki
Telapak kaki terasa panas bisa muncul karena berbagai sebab seperti berjalan atau berdiri terlalu lama, diabetes, infeksi, hingga gangguan saraf. Keluhan karena berjalan atau berdiri terlalu lama bisa sembuh dengan penanganan mandiri, tapi jika disebabkan karena penyakit serius, seperti diabetes, maka sebaiknya perlu diwaspadai.
Untuk itu, disarankan untuk melakukan cek kesehatan secara berkala. Selain untuk tahu penyebab sebenarnya dari keluhan kaki panas, juga bisa membantu mencegah keluhan muncul dan komplikasi lebih serius.
Selain itu, sebaiknya Anda juga mulai membiasakan untuk berjalan kaki setiap hari secara bertahap, karena selain bisa melatih kekuatan dan fungsi otot kaki, juga menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Siloam Hospitals. (2025). 11 Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas dan Cara Mengatasinya.
Daniel Cameron MD. (2026). What causes burning feet when diabetes tests are normal?
Apollo Hospitals. (2025). Mati Rasa dan Nyeri pada Kaki Bisa Jadi Merupakan Tanda-tanda Neuropati Diabetes.
Asian Neuro Centre. (2025). Which Deficiency May Cause Burning in the Feet?
Foot and Ankle Center of the Rockies. (2018). Vitamins that Will Help Burning Feet.
Achilles Foot and Ankle. (2025). Causes of Burning Feet: 5 Conditions, Symptoms & Treatments.
Primaya Hospital. (2021). Penyakit Arteri Perifer : Jangan Anggap Remeh Nyeri Pada Kaki.
Journal of Pain Headache and Vertigo. (2023). Drug Induced Neuropathy.
CARE Hospitals. (2023). Rasa Terbakar di Kaki: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan.
Illinois Foot and Ankle Clinic. (n.d.). Burning Feet at Night: Conditions Causing Hot or Tingling Feet.
Achilles Foot and Ankle. (2026). Causes Of Burning Feet At Night: When To Worry & What Helps.
Hancock Health / Mayo Clinic. (2024). Burning Feet.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
.jpg&w=3840&q=75)