Setiap hari, tubuh membutuhkan kalium untuk mendukung fungsi otot, saraf, serta menjaga keseimbangan cairan. Namun, meski perannya penting, jumlah asupan kalium tidak selalu sama pada setiap orang. Dalam kondisi tertentu, memilih makanan rendah kalium dibutuhkan untuk membantu mengatur jumlah kalium yang masuk ke tubuh.
Lantas, apa saja makanan yang rendah kalium yang bisa menjadi pilihan sehari-hari? Tidak hanya terbatas pada satu jenis makanan, pilihan tersebut cukup beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta pola makan. Yuk, simak daftar lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Diet Rendah Kalium dan untuk Siapa?
Diet rendah kalium adalah pola makan dengan membatasi jumlah kalium dari makanan dan minuman sehari-hari. Kalium tetap merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh, tetapi pada kondisi tertentu, asupannya perlu disesuaikan agar kadar kalium dalam darah tetap terkontrol.
Kementerian Kesehatan RI pun menjelaskan bahwa pembatasan makanan rendah kalium terutama diperlukan pada pasien penyakit ginjal kronis dengan kondisi tertentu. Misalnya ketika jumlah urine berkurang atau kadar kalium darah meningkat, hingga sindrom nefrotik yang membahayakan.
Karena itu, diet rendah kalium tidak berarti semua makanan yang mengandung kalium harus dihindari. Jumlah yang perlu dibatasi juga dapat berbeda pada setiap orang dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi serta hasil pemeriksaan. Dengan begitu, kebutuhan zat gizi lainnya tetap dapat terpenuhi selama menjalani pola makan tersebut.
Daftar Makanan Rendah Kalium
Jika perlu membatasi asupan kalium, pemilihan bahan makanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Meski begitu, pilihannya tetap beragam sehingga Anda tidak harus mengonsumsi menu yang sama setiap hari. Berikut beberapa makanan yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Apel
Apel termasuk buah yang dapat menjadi pilihan dalam pola makan rendah kalium. Buah ini bisa dikonsumsi langsung sebagai camilan atau dipadukan dengan bahan makanan lain. Namun, porsinya tetap perlu diperhatikan agar jumlah kalium yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan.
2. Blueberry
Makanan rendah kalium lainnya adalah blueberry. Buah ini memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit asam sehingga cocok dijadikan camilan. Blueberry juga dapat Anda tambahkan sebagai teman roti atau menu sarapan lainnya.
3. Nasi Putih
Sebagai sumber karbohidrat, nasi putih bisa menjadi pilihan jika dibandingkan produk gandum utuh. Namun, saat mengonsumsinya, Anda harus memperhatikan porsi dan lauk yang melengkapinya.
4. Stroberi
Stroberi juga dapat menjadi pilihan buah untuk melengkapi menu sehari-hari. Buah ini dapat dikonsumsi sebagai camilan maupun ditambahkan ke dalam menu sarapan. Stroberi juga mudah dipadukan dengan berbagai makanan lain, seperti roti.
5. Asparagus
Tidak hanya buah, beberapa jenis sayuran juga dapat menjadi pilihan, salah satunya asparagus. Sayuran ini dapat diolah dengan cara sederhana, seperti dikukus atau ditumis.
Asparagus bisa menjadi pelengkap hidangan agar menu makanan rendah kalium sehari-hari tetap bervariasi. Namun, saat mengolahnya, gunakan bumbu secukupnya dan sesuaikan dengan anjuran diet yang sedang dijalani.
6. Kubis
Selain asparagus, kubis juga dapat Anda masukkan ke dalam menu sehari-hari. Sayuran ini dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sup hingga tumisan. Kubis juga mudah Anda padukan dengan bahan makanan lain sehingga menu tetap bervariasi.
7. Lobak
Berikutnya, Anda bisa mempertimbangkan lobak untuk menambah variasi sayuran. Lobak dapat digunakan sebagai bahan sup, tumisan, maupun campuran hidangan lainnya.
Sayuran ini memiliki rasa yang khas, tetapi tetap mudah dipadukan dengan berbagai bahan makanan. Namun, cara pengolahan dan porsinya tetap perlu Anda perhatikan agar sesuai dengan kebutuhan diet.
8. Terong
Sayuran satu ini juga termasuk rendah kalium. Nmaun, cara pengolahan dan porsinya juga dapat memengaruhi kadar kalium. Anda pun dapat mengonsumsinya dengan cara merebusnya.
9. Wortel
Terakhir, ada wortel yang juga mudah ditemukan dan diolah. Wortel dapat Anda masak menjadi sup, tumis, atau padukan dengan bahan makanan lainnya. Namun, seperti makanan lainnya, jumlah yang dikonsumsi sebaiknya tetap harus sesuai dengan anjuran dokter atau ahli gizi.
Makanan Tinggi Kalium yang Harus Dihindari
Selain memilih makanan yang mengandung kalium rendah, Anda juga perlu memperhatikan beberapa makanan dengan kandungan kalium lebih tinggi. Berikut di antaranya.
1. Pisang
Pisang merupakan salah satu buah yang dikenal memiliki kandungan kalium cukup tinggi. Satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 467 mg kalium. Karena itu, pisang sering menjadi salah satu buah yang perlu dibatasi dalam pola makan rendah kalium.
Meski begitu, bukan berarti pisang harus selalu dihindari oleh semua orang. Jumlah yang masih dapat dikonsumsi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
2. Jus Jeruk
Selain pisang, jeruk dan jus jeruk juga perlu Anda perhatikan. Satu buah jeruk berukuran sedang mengandung sekitar 237 mg kalium, sedangkan setengah cangkir jus jeruk juga dapat mengandung sekitar 237 mg kalium.
Dalam bentuk jus, seseorang dapat mengonsumsi beberapa buah sekaligus sehingga jumlah kalium yang masuk ke tubuh dapat lebih banyak. Oleh karena itu, jika sedang membatasi mengonsumsi makanan rendah kalium, sebaiknya tidak minum jus jeruk secara berlebihan dan tetap sesuaikan dengan anjuran diet.
3. Buah Kering
Tidak hanya buah segar, beberapa buah yang dikeringkan juga perlu Anda batasi. Proses pengeringan membuat kandungan zat gizi menjadi lebih terkonsentrasi dalam ukuran porsi yang lebih kecil.
Misalnya, setengah cangkir kismis mengandung sekitar 545 mg kalium, sedangkan kurma dalam jumlah yang sama mengandung sekitar 581 mg.
Buah ara kering juga termasuk pilihan yang perlu diperhatikan karena dua buah dapat mengandung sekitar 271 mg kalium. Karena itu, meskipun porsinya terlihat kecil, kandungan kaliumnya tetap perlu Anda perhitungkan.
4. Melon
Beberapa jenis melon juga sebaiknya Anda konsumsi dalam jumlah terbatas. Setengah cangkir melon cantaloupe mengandung sekitar 247 mg kalium, sedangkan melon honeydew mengandung sekitar 230 mg dalam porsi yang sama.
Melon memang dapat menjadi buah yang menyegarkan, tetapi bagi orang yang perlu mengonsumsi makanan rendah kalium, jumlah konsumsi buah ini tetap perlu disesuaikan agar asupan harian tidak berlebihan.
5. Brokoli
Selain buah-buahan, beberapa jenis sayuran juga perlu Anda perhatikan, termasuk brokoli. Kementerian Kesehatan RI memasukkan brokoli sebagai salah satu contoh sayuran yang perlu dibatasi dalam diet tertentu pada pasien penyakit ginjal kronis.
Brokoli tetap dapat menjadi bagian dari menu pada kondisi tertentu, tetapi jumlah dan cara pengolahannya perlu mengikuti anjuran yang dokter atau ahli gizi berikan.
Tips Mengolah Makanan agar Kadar Kalium Turun
Cara mengolah makanan ternyata dapat membantu mengurangi kandungan kalium, terutama pada sayuran dan umbi-umbian. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengolah makanan rendah kalium.
Potong Menjadi Bagian Kecil: potong kentang dan sayuran menjadi bagian kecil agar lebih banyak kalium dapat larut saat direbus.
Kupas Sebelum Direbus: untuk kentang, ubi, singkong, dan umbi lainnya, kupas terlebih dahulu jika memungkinkan.
Rebus Dengan Banyak Air: rebus sayuran dan umbi-umbian hingga matang menggunakan air dalam jumlah banyak. Sehingga, sebagian kalium akan berpindah ke air rebusan. Merebus makanan lebih dulu juga berlaku jika Anda ingin memanggang, menumis, atau menggoreng.
Buang Air Rebusan: Buang air rebusan dan jangan gunakan kembali untuk membuat sup, kuah, atau saus karena air tersebut mengandung kalium yang telah keluar dari makanan.
Kapan Perlu Cek Kadar Kalium Darah?
Pemeriksaan kadar kalium darah akan Anda perlukan jika memiliki penyakit ginjal, diabetes, penyakit jantung tertentu, atau mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi kadar kalium. Pemeriksaan ini akan membantu mengetahui apakah kadar kalium dalam darah berada dalam batas yang sesuai atau tidak.
Jika sedang menjalani diet rendah kalium karena kondisi medis, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter. Hasilnya akan membantu menentukan apakah pembatasan kalium masih perlu atau membutuhkan penyesuaian.
Jaga Kadar Kalium Tetap Seimbang untuk Dukung Kesehatan!
Makanan rendah kalium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi orang yang perlu membatasi asupan kalium, terutama karena kondisi medis tertentu. Pemilihan makanan dan cara pengolahannya pun perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh serta anjuran tenaga kesehatan.
Jika perlu memantau kadar kalium, Tes Kalium dari Bumame dapat membantu mengukur kadar kalium sebagai bagian dari evaluasi keseimbangan elektrolit. Pemeriksaan ini juga dapat mendukung evaluasi gangguan ginjal, efek obat, dehidrasi, serta kondisi lain yang memengaruhi keseimbangan elektrolit.
Mari kenali kondisi tubuh lebih dini dan lakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan agar pemantauan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih tepat!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Mengenal Diet Penyakit Ginjal Kronik dengan Hemodialisa.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisa.
Cambridge University Hospitals. (2025). Potassium lowering dietary advice.
KHC. (2022). High Potassium Foods to Avoid If You’re At Risk for Hyperkalemia.
National Kindey Faoundation. (2024). Can You Eat High Potassium Fruits and Vegetables on a Low-Potassium Diet?.
Cambridge University Hopitals. (2024). Potassium lowering dietary advice
North Bristol NHS Trust. (2024). Eating Well to Lower Blood Potassium and Phosphate Levels.
NHS. (2025). Potassium Test.
National Kidney Foundation. (2018). Your Guide to a Low-Potassium Diet.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
.png&w=3840&q=75)