Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apakah Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Peluang Pulih pada Kondisi Akut dan Kronis
Kembali ke Artikel & Berita

Apakah Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Peluang Pulih pada Kondisi Akut dan Kronis

SBAOthers

Selepas dirawat karena diare berat, seorang ayah pulang membawa catatan bahwa kadar kreatinin-nya sempat melonjak. Dokter menyebut ada gangguan ginjal. Pertanyaan pertama keluarga biasanya sederhana, apakah ginjalnya bisa kembali seperti semula?

Jawabannya bergantung pada jenis gangguannya. Ginjal yang terganggu mendadak punya peluang pulih yang berbeda dengan ginjal yang rusak perlahan selama bertahun-tahun. Kata sembuh pun punya arti berbeda, mulai dari fungsi yang kembali normal hingga kerusakan yang berhenti bertambah.

Berikut penjelasan peluang pulih pada gagal ginjal akut, kronis, dan tahap akhir, cara dokter membedakannya, serta langkah menjaga fungsi ginjal yang tersisa.

Apakah Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Jawabannya Bergantung pada Jenisnya

Gagal ginjal berarti ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah dengan baik. Dalam rilis Kementerian Kesehatan tahun 2022, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) menjelaskan bahwa gangguan ginjal akut bisa tampak berat dan tetap bisa sembuh sempurna. Penyakit ginjal kronis yang sudah berat berujung pada cuci darah dengan kerusakan yang menetap.

Secara garis besar, peluang pulihnya seperti berikut:

  • Gagal ginjal akut. Fungsi ginjal turun mendadak dalam hitungan jam sampai hari. Fungsi ini bisa pulih bila penyebabnya cepat ditangani, khususnya pada orang yang sebelumnya sehat.

  • Penyakit ginjal kronis. Kerusakan berkembang perlahan dan umumnya menetap. Pengobatan bertujuan menahan perburukan, dan banyak penderita tetap hidup lama dengan kondisi ini.

  • Gagal ginjal tahap akhir. Fungsi ginjal sudah sangat rendah sehingga tubuh membutuhkan cuci darah atau transplantasi ginjal. Keduanya menggantikan kerja ginjal yang gagal dan membutuhkan perawatan jangka panjang.

Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Kronis

Perbedaan utama keduanya ada pada kecepatan munculnya dan peluang ginjal untuk pulih.

Aspek

Gagal ginjal akut

Penyakit ginjal kronis

Cara muncul

Mendadak, umumnya dalam 48 jam

Perlahan, kelainan menetap tiga bulan atau lebih

Pemicu yang umum

Dehidrasi berat, infeksi berat, obat tertentu, sumbatan saluran kemih

Hipertensi dan diabetes yang berlangsung lama

Keluhan awal

Urine berkurang, bengkak, sesak, lemas, kadang tanpa keluhan

Sering tanpa keluhan sampai tahap lanjut

Peluang fungsi pulih

Bisa pulih penuh atau sebagian bila penyebab cepat ditangani

Kerusakan umumnya menetap, perburukannya bisa diperlambat

Cuci darah

Bila diperlukan, umumnya sementara

Dibutuhkan saat gagal ginjal tahap akhir

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Seberapa Besar Peluang Pulih pada Gagal Ginjal Akut?

Dalam istilah medis, gagal ginjal akut disebut acute kidney injury (AKI), yaitu kondisi saat ginjal mendadak tidak mampu menyaring limbah dari darah. Kondisi ini lebih sering dialami pasien rawat inap. Keluhan seperti urine yang sangat sedikit, sesak napas, atau nyeri dada perlu segera diperiksakan ke IGD.

Pemicunya antara lain dehidrasi berat akibat diare atau muntah, infeksi berat hingga sepsis, obat tertentu, dan sumbatan saluran kemih. Peluang pulih banyak ditentukan oleh penyebab gagal ginjal dan kecepatan penanganannya. Mayo Clinic mencatat orang yang sebelumnya sehat bisa mendapatkan kembali fungsi ginjal yang normal atau mendekati normal.

Penanganannya mengikuti penyebab, misalnya menghentikan obat pemicu, memberi cairan, mengobati infeksi, atau melancarkan sumbatan. Bila limbah dan cairan menumpuk berat, dokter bisa melakukan cuci darah yang pada sebagian besar kasus hanya sementara sampai ginjal pulih.

Pemulihan tidak selalu tuntas, karena gagal ginjal akut bisa meninggalkan kerusakan permanen yang berlanjut menjadi penyakit ginjal kronis. Setelah pulih pun, risiko penyakit ginjal kronis, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal akut berulang tetap lebih tinggi. National Kidney Foundation menganjurkan kontrol kesehatan ginjal, idealnya dalam 3 bulan setelah pengobatan selesai.

Penyakit Ginjal Kronis Bisa Dikendalikan Meski Kerusakannya Menetap

Penyakit ginjal kronis adalah kelainan struktur atau fungsi ginjal yang menetap selama tiga bulan atau lebih. Pedoman Kementerian Kesehatan membaginya ke dalam lima tahap menurut eGFR (estimated glomerular filtration rate), yaitu perkiraan kemampuan ginjal menyaring darah setiap menit.

Kerusakan tahap lanjut yang sudah berlangsung lama umumnya menetap. Meski begitu, perjalanannya berbeda pada tiap orang, bergantung pada penyakit dasar, penyakit penyerta, dan pengobatannya. NHS menyebut sebagian besar penderita bisa mengendalikan kondisinya dengan obat dan kontrol rutin, dan hanya sekitar 2 dari 100 penderita yang berlanjut ke gagal ginjal.

Karena itu, keberhasilan pengobatan pada kondisi kronis diukur dari kerusakan yang berhenti bertambah. Pada fase akut pada kronis, fungsi ginjal yang turun mendadak karena dehidrasi, infeksi, atau obat tertentu bisa kembali ke tingkat sebelumnya bila pemicunya ditangani dengan baik.

Data Indonesian Renal Registry 2020 yang dikutip pedoman Kementerian Kesehatan mencatat penyakit ginjal akibat hipertensi atau tekanan darah tinggi (35%) dan nefropati diabetik atau kerusakan ginjal akibat kencing manis (29%) sebagai penyebab utama gagal ginjal tahap akhir.

Apa Pilihannya Saat Ginjal Sudah Gagal?

Gagal ginjal tahap akhir terjadi saat fungsi ginjal tersisa kurang dari 15% dari normal, atau eGFR di bawah 15 mL/menit/1,73 m². Pada tahap ini, tubuh membutuhkan cuci darah atau transplantasi ginjal untuk bertahan.

Cuci darah bisa berupa hemodialisis atau dialisis peritoneal. Keduanya membantu membuang limbah dan kelebihan cairan dari darah, walau hanya menggantikan sebagian tugas ginjal.

Ginjal cangkokan yang berfungsi baik menyaring limbah lebih baik dibanding cuci darah. Calon penerima perlu dievaluasi di pusat transplantasi karena harus cukup sehat untuk menjalani operasi. NIH MedlinePlus menyebut transplantasi ginjal sebagai pengobatan gagal ginjal yang tetap membutuhkan obat antipenolakan setiap hari dan kontrol rutin ke dokter.

Kapan Harus ke Dokter atau IGD?

Segera ke IGD bila muncul tanda gagal ginjal akut berikut:

  • Urine sangat sedikit atau tidak keluar. Ini tanda ginjal mendadak tidak mampu membuang cairan. Kondisi ini perlu pertolongan cepat, apalagi bila muncul setelah diare berat, infeksi, atau minum obat tertentu.

  • Sesak napas atau nyeri dada. Cairan yang menumpuk di paru bisa menimbulkan sesak, dan selaput jantung yang meradang bisa memicu nyeri dada. Keluhan ini bisa memburuk dalam waktu singkat.

  • Bingung, lemas berat, atau kejang. Penumpukan limbah dan mineral darah yang tidak seimbang bisa memengaruhi otak dan otot. Kejang termasuk tanda kondisi berat.

Buat janji dengan dokter bila Anda mengalami bengkak di kaki, gatal, mual, mudah lelah, atau urine berbusa yang tidak kunjung hilang. Pemeriksaan rutin setiap tahun juga dianjurkan bagi orang dengan faktor risiko penyakit ginjal, seperti usia di atas 50 tahun, diabetes, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, atau riwayat keluarga.

Cara Dokter Membedakan Gangguan Sementara dan Menetap

Dokter akan menanyakan kapan keluhan muncul, riwayat diare atau infeksi, serta obat bebas dan suplemen herbal yang diminum. Fungsi ginjal lalu dinilai lewat pemeriksaan darah dan urine, dan bila perlu USG atau biopsi ginjal.

Pemeriksaan darah mengukur ureum dan kreatinin, dua limbah yang dibuang ginjal, lalu laboratorium menghitung eGFR dari kadar kreatinin, usia, dan jenis kelamin.

Satu kali hasil kreatinin tinggi perlu dikonfirmasi sebelum disebut kerusakan menetap. Pedoman Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan ulang dalam 14 hari bila ureum dan kreatinin naik. Bila eGFR di bawah 60 mL/menit/1,73 m², pemeriksaan diulang setelah 3 bulan, dan dua hasil di bawah 60 dalam rentang 3 bulan atau lebih mengarah ke penyakit ginjal kronis. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

Pemeriksaan urine sama pentingnya. Pada kerusakan ringan, bagian ginjal yang masih sehat bisa bekerja lebih keras sehingga kreatinin tampak normal atau mendekati normal. Karena itu, urinalisis atau pemeriksaan urine lengkap menjadi langkah awal deteksi dini untuk mencari proteinuria atau darah dalam urine.

Memantau Fungsi Ginjal Lewat Pemeriksaan Darah dan Urine

Pemeriksaan berkala membantu dokter menilai arah fungsi ginjal, karena kreatinin dan eGFR menggambarkan kemampuan ginjal menyaring darah, sedangkan urine menunjukkan kebocoran protein atau darah. Di Bumame, pemeriksaan ini tersedia sebagai Paket Fungsi Ginjal yang berisi ureum, kreatinin beserta eGFR, asam urat, dan urine lengkap.

Pemeriksaan bisa dilakukan lewat Home Care atau datang langsung ke klinik, dan hasilnya keluar dalam 1x24 jam disertai interpretasi medis. Persiapannya berupa puasa 10 sampai 12 jam, dengan durasi yang dikonfirmasi tim Bumame. Untuk mengatur jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Langkah Menjaga Fungsi Ginjal yang Tersisa

Setelah gagal ginjal akut maupun saat hidup dengan penyakit ginjal kronis, langkah berikut membantu menahan kerusakan bertambah:

  • Kendalikan tekanan darah. Tekanan darah tinggi ditemukan pada sekitar 80 sampai 85 persen penderita penyakit ginjal kronis. Mengendalikannya membantu memperlambat kerusakan ginjal dan menurunkan risiko komplikasi jantung.

  • Jaga gula darah. Pada penderita diabetes, gula darah yang terkendali membantu memperlambat penurunan eGFR. Kontrol rutin membantu dokter menyesuaikan pengobatan.

  • Atur garam dan protein bersama dokter. Membatasi garam membantu memperlambat kerusakan dengan menurunkan tekanan di dalam penyaring ginjal. Pembatasan protein hanya dijalankan di bawah pengawasan ketat dokter sesuai tahap penyakit.

  • Berhenti merokok. Berhenti merokok dikaitkan dengan laju kerusakan ginjal yang lebih lambat. Langkah ini juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Bijak memakai obat. Obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid yang diminum berlebihan bisa menaikkan risiko gagal ginjal akut, khususnya pada penderita penyakit ginjal, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Tanyakan keamanan obat dan suplemen kepada dokter.

Deteksi Dini Memberi Lebih Banyak Pilihan untuk Ginjal

Gagal ginjal akut berpeluang pulih saat penyebabnya cepat ditangani, dan penyakit ginjal kronis bisa dijaga stabil saat dikenali sejak awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, jadwalkan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin, jalani kebiasaan menjaga kesehatan ginjal, dan bicarakan hasilnya bersama dokter.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Waspada Penyakit Ginjal, Kenali Ciri dan Cara Pencegahan.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1634/2023 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik.

  3. National Kidney Foundation. Acute Kidney Injury (AKI).

  4. Mayo Clinic. Acute Kidney Injury, Symptoms and Causes.

  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. What Is Chronic Kidney Disease in Adults?

  6. NHS. Chronic Kidney Disease.

  7. NIH MedlinePlus Magazine. Getting a Kidney Transplant, What You Need to Know.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah gagal ginjal akut bisa sembuh total?

Bisa. Gagal ginjal akut berpeluang pulih sepenuhnya jika penyebabnya cepat ditangani, terutama pada orang yang sebelumnya sehat. Namun, sebagian kasus dapat meninggalkan kerusakan permanen sehingga pemeriksaan fungsi ginjal tetap diperlukan setelah pemulihan.

Apakah penyakit ginjal kronis bisa kembali normal?

Kerusakan akibat penyakit ginjal kronis umumnya menetap. Pengobatan bertujuan memperlambat atau menghentikan perburukan fungsi ginjal. Dengan pengobatan dan kontrol rutin, banyak penderita dapat menjaga kondisinya tetap stabil.

Apakah cuci darah bisa dihentikan?

Pada gagal ginjal akut, cuci darah umumnya hanya sementara sampai fungsi ginjal pulih. Pada gagal ginjal tahap akhir, cuci darah biasanya diperlukan dalam jangka panjang, kecuali pasien menjalani transplantasi ginjal.

Apakah transplantasi ginjal bisa menyembuhkan gagal ginjal?

Transplantasi ginjal dapat menggantikan fungsi ginjal yang gagal dan menjadi pilihan pengobatan jangka panjang. Penerima transplantasi tetap perlu mengonsumsi obat antipenolakan setiap hari dan menjalani kontrol rutin untuk menjaga fungsi ginjal baru.

Bagaimana cara membedakan gagal ginjal akut dan kronis?

Gagal ginjal akut terjadi secara mendadak, sedangkan penyakit ginjal kronis ditandai kelainan fungsi atau struktur ginjal yang menetap selama tiga bulan atau lebih. Dokter membedakannya melalui riwayat keluhan, pemeriksaan darah dan urine, serta pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.