Pernah merasa jantung tiba-tiba berdebar cepat setelah naik tangga, olahraga, atau saat gugup? Ini normal terjadi karena aktivitas tersebut bisa meningkatkan denyut jantung. Namun, yang jadi pertanyaan adalah berapa denyut jantung normal manusia?
Artikel ini akan membahas semua hal tersebut, mulai dari rentang detak yang dianggap normal hingga faktor yang mempengaruhinya agar Anda bisa lebih mengenali kondisi dan menjaga kesehatan jantung dengan lebih baik.
Apa Itu Denyut Jantung?
Denyut jantung merupakan jumlah dari berapa kali jantung Anda berdetak dalam satu menit. Untuk mengetahui denyut jantung, biasanya dilakukan dengan mengukur denyut nadi, yaitu jumlah denyutan yang terjadi di pembuluh darah arteri dalam kurun waktu 1 menit.
Cara ini sangat mungkin dilakukan karena denyut nadi terjadi sebagai respons dari jantung yang berkontraksi ketika darah dipompa ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, mengukur denyut nadi sama dengan Anda sedang mengukur denyut jantung.
Rentang Denyut Jantung Normal Berdasarkan Usia dan Aktivitas
Secara umum, detak jantung normal orang dewasa lebih lambat daripada bayi dan anak-anak. Selain itu, rentang denyut nadi saat istirahat biasanya lebih lambat daripada saat olahraga.
Nilai denyut jantung saat olahraga tersebut dihitung berdasarkan rumus dengan mengurangkan angka 220 dengan usia, kemudian mengalikannya dengan 70%, yaitu persentase detak maksimum jantung saat olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Faktor yang Memengaruhi Denyut Jantung
Secara umum, detak jantung bisa berubah tergantung dari aktivitas dan kondisi tubuh. Saat berolahraga, cemas, atau bersemangat, denyut jantung biasanya akan meningkat. Sebaliknya, saat beristirahat atau tidur, denyut jantung biasanya cenderung akan lebih rendah. Untuk lebih jelasnya, berikut faktor-faktor yang memengaruhi denyut jantung.
Faktor yang Mempercepat Denyut Jantung
Aktivitas fisik seperti bersepeda dan lari, karena aktivitas ini memerlukan lebih banyak oksigen dan energi, sehingga membuat jantung akan bekerja lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh.
Stres dan emosi, karena saat kondisi ini tubuh akan melepaskan hormon adrenalin yang bisa memicu jantung untuk memompa darah lebih cepat dan kuat.
Kafein, alkohol, dan zat tertentu seperti nikotin, karena ketiganya bisa menstimulasi sistem saraf dan memengaruhi pelepasan hormon stres yang dapat mempercepat pemompaan darah.
Suhu tubuh, terutama saat demam, karena saat itu tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk menghadapi lonjakan suhu yang terjadi.
Kualitas tidur, yang dalam hal ini kurang tidur bisa meningkatkan produksi hormon stres dan akan membuat detak jantung meningkat.
Kehamilan, karena saat hamil jantung perlu memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh ibu dan janin.
Berat badan berlebih atau obesitas, karena pada kondisi ini jantung harus bekerja lebih keras untuk memasok darah ke jaringan tubuh yang lebih banyak.
Kondisi medis tertentu, seperti hipertiroidisme (lonjakan hormon tiroid yang menyebabkan metabolisme tubuh bekerja terlalu cepat), anemia, gangguan irama jantung, gagal jantung, dan penyakit jantung, karena semua penyakit ini memaksa jantung bekerja lebih keras.
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti salbutamol dan dekongestan yang bisa membuat denyut jantung di sebagian orang akan meningkat.
Faktor yang Memperlambat Denyut Jantung
Tingkat kebugaran, yang mana olahragawan terutama atlet biasanya memiliki denyut jantung istirahat yang lebih rendah karena jantungnya sudah terlatih untuk bisa memompa darah secara lebih efisien, sehingga jantung tidak berdetak sebanyak pada orang biasa atau yang punya tingkat kebugaran lebih rendah.
Konsumsi obat jantung golongan beta-blocker, seperti propranolol atau bisoprolol yang dapat memperlambat dan menstabilkan denyut jantung.
Kapan Denyut Jantung Disebut Terlalu Cepat atau Lambat
Umumnya, denyut jantung dikatakan cepat jika melebihi batas normal atau lebih dari 100 kali per menit. Sebaliknya, dikatakan lambat jika di bawah batas normal atau kurang dari 60 kali per menit.
Laju detak jantung terlalu cepat ataupun lambat ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Ketika frekuensinya secara konsisten berada di luar batas normal, kondisi ini secara medis dikategorikan sebagai gangguan irama jantung, yaitu bradikardia (detak terlalu lambat) atau takikardia (detak terlalu cepat).
Jika mengalami bradikardia, biasanya akan ditandai dengan gejala pusing, lemas, mudah lelah, sesak napas, nyeri dada, hingga pingsan. Sedangkan, saat mengalami takikardia, gejala penandanya adalah jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, pusing, hingga pingsan.
Cara Mengukur Denyut Jantung Sendiri
Pada dasarnya, Anda bisa mengetahui denyut jantung normal atau tidak hanya dengan meraba denyut nadi di pergelangan tangan. Caranya yaitu:
Ambil posisi duduk yang nyaman dan rileks terlebih dahulu, kemudian diam selama beberapa menit sebelum mulai mengukur denyut jantung agar hasilnya tidak dipengaruhi oleh emosi atau aktivitas sesaat, jadi lebih akurat.
Letakkan jari telunjuk dan jari tengah di bagian dalam pergelangan tangan, tepatnya di sebelah bawah pangkal ibu jari.
Tekan perlahan bagian tersebut sampai denyut nadi terasa, dan sebaiknya hindari menggunakan ibu jari karena ibu jari juga punya denyut yang bisa membuat pengukuran kurang akurat.
Hitung jumlah denyutannya selama kurang lebih 60 detik untuk mendapatkan hasil per menitnya. Jika Anda kesulitan, mungkin bisa mulai dengan hitung selama 15 detik, kemudian hasilnya dikalikan empat.
Untuk hasil yang lebih akurat, lakukan pengulangan sampai tiga kali pengukuran, kemudian hitung nilai rata-ratanya. Hasil dari perhitungan inilah yang nantinya akan menjadi nilai denyut jantung Anda.
Selain itu, Anda juga bisa coba ukur denyut jantung dengan alat seperti smartwatch atau mesin treadmill dengan monitor detak jantung sebagai bahan pembanding untuk hasil yang lebih akurat.
Kapan Perubahan Detak Jantung Memerlukan Penanganan Dokter?
Tidak semua perubahan denyut jantung pertanda adanya penyakit. Tapi sebaiknya Anda langsung periksa ke dokter jika sudah mengalami beberapa gejala seperti ini.
Denyut jantung sering terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak teratur, meski sedang tidak melakukan aktivitas apapun.
Jantung terus berdebar dan terjadi dalam waktu cukup lama, terlebih jika rasanya berbeda dari biasanya.
Nyeri atau rasa tidak nyaman muncul di bagian dada, terutama jika diikuti dengan sesak napas.
Pusing, tubuh terasa lemah, atau mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
Detak jantung yang terlalu cepat hampir membuat pingsan atau kehilangan kesadaran.
Memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, pembengkakan jantung, atau riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.
Cek Kesehatan Jantung Lebih Dini bersama Bumame
Denyut jantung yang tidak normal bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung. Oleh karena itu, penting sekali memerhatikan perubahan denyut jantung dan, bila perlu, melakukan cek kesehatan secara berkala untuk mengenali faktor risikonya lebih awal.
Salah satunya adalah melalui Medical Check-Up Metabolisme Tubuh Bumame, pengecekan kesehatan komprehensif yang mencakup berbagai parameter metabolisme, mulai dari glukosa puasa, HbA1c, hingga profil lemak darah lengkap yang meliputi kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL.
Panel-panel pemeriksaan di dalamnya bisa digunakan sebagai bahan untuk mendeteksi beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan kesehatan jantung, terutama kadar gula darah dan profil lemak dalam darah. Kedua indikator ini dapat menentukan seberapa berat beban kerja dan kestabilan ritme jantung Anda.
Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat merusak jaringan saraf pengatur detak jantung, sehingga memicu gangguan irama jantung. Sementara itu, penumpukan kolesterol LDL dan trigliserida berlebih berisiko menyempitkan pembuluh darah yang akan memaksa jantung untuk memompa lebih kuat dan berdetak lebih cepat.
Menariknya, paket ini sudah tersedia dalam layanan home care dengan harga pemeriksaan mulai dari Rp1.780.000, sehingga bisa lebih praktis dan menguntungkan.
Tidak hanya itu, paket ini juga sudah mencakup konsultasi dokter yang bisa membantu Anda memahami hasil pemeriksaan dan mengambil keputusan yang paling tepat berdasarkan kondisi kesehatan.
Mulai Pantau Kesehatan Jantung untuk Capai Hidup Lebih Sehat!
Denyut jantung normal bisa berbeda berdasarkan usia, aktivitas, dan tingkat kebugaran seseorang. Pada orang dewasa, denyut nadi normal saat istirahat umumnya ada di kisaran 60-100 kali per menit.
Adapun denyut jantung di bawah atau di atas batas normal secara berulang bisa menjadi tanda adanya masalah di jantung. Jadi sebaiknya Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter jika masalah ini terjadi berulang dan disertai dengan keluhan seperti yang disebutkan sebelumnya.
Namun, alangkah lebih baik jika Anda melakukan tindakan pencegahan. Penanganan penyakit sistem kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, membutuhkan perawatan jangka panjang yang tidak mudah. Salah satu tindakan pencegahan tersebut adalah melalui cek kesehatan secara rutin.
Tapi, jika saat ini Anda mungkin sudah mengalami beberapa gejala yang mengarah ke penyakit jantung, maka sebaiknya disarankan untuk melakukan pemeriksaan jantung seperti pemeriksaan jantung aritmia, pemeriksaan jantung koroner, atau pemeriksaan EKG untuk jantung.
Jika melakukan pemeriksaan yang tepat dan sesuai kebutuhan, Anda akan bisa memperoleh penanganan yang tepat untuk mewujudkan tubuh yang lebih sehat.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. 2024. Denyut Nadi Normal dan Cara Menghitungnya.
Ensure Gold. (2021). Cara Menghitung Denyut Nadi Setelah Olahraga guna Melihat Kesehatan Jantung.
British Hearth Foundation. (2025). What should my heart rate be when I exercise?.Mandaya Hospital Group. (2026). Kenali Detak Jantung Normal Sesuai Usia dan Cara Mengukurnya. Retrieved from https://mandayahospitalgroup.com/id/kenali-detak-jantung-normal-sesuai-usia-dan-cara-mengukurnya/
Eka Hospital. (2025). 7 Penyebab Detak Jantung Cepat.
Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Detak Jantung Lambat: Apakah Selalu Menyebabkan Kondisi Serius?.
Mandaya Hospital Group. (2026). Detak Jantung di Atas 100 Kali per Menit, Apakah Kondisi Ini Normal?.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2024). Heart Rate (Denyut Jantung) dan Cara Menghitungnya. Harvard Health Publishing. (2026). Want to check your heart rate? Here's how.
Mandaya Hospital Group. (2025). Apakah Saya Sakit Jantung? Kenali Gejala dan Waktu yang Tepat untuk Periksa.
Mount Elizabeth. (2021). Mengapa Jantung Saya Berdetak Sant Cepat?.
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Berapa denyut jantung normal berdasarkan usia?
Denyut nadi normal saat istirahat berkisar 100–160 kali per menit pada bayi, 70–120 pada usia 1–10 tahun, 60–100 pada usia 11–17 tahun, dan 60–100 pada orang dewasa.
.jpg&w=3840&q=75)