Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Entropion pada Mata: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Entropion pada Mata: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Kelopak mata melindungi permukaan mata dari debu, kotoran, dan gangguan dari lingkungan sekitar. Namun, perubahan posisi kelopak mata bisa menyebabkan iritasi yang mengganggu kenyamanan saat beraktivitas. Salah satu masalah yang perlu Anda ketahui adalah entropion.

Apalagi jika Anda sering merasa mata berair, merah, atau terasa seperti ada benda asing. Mari simak gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, hingga penanganannya di sini!

Apa itu Entropion?

Entropion adalah kondisi ketika tepi kelopak mata (palpebra) berputar ke arah dalam, sehingga bulu mata terus bergesekan dengan permukaan bola mata. Masalah ini lebih sering terjadi pada kelopak mata bawah, walau kelopak mata atas juga bisa terkena. 

Kelainan malposisi palpebra ini bisa menyerang satu atau kedua mata, tergantung penyebabnya. Bulu mata yang terus bergesekan pun dapat mengiritasi kornea, lapisan bening di depan mata. Jika gesekan terus berlangsung, permukaan kornea bisa mengalami goresan, luka, atau bahkan jaringan parut yang mengganggu penglihatan.

Gejala dan Tanda yang Perlu Diperhatikan

Keluhan pada mata dapat muncul sesekali, kemudian menjadi lebih sering seiring perkembangan kondisi. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan perubahan yang terjadi, terutama jika keluhan menetap atau mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.

1. Gejala yang umum muncul

Sensasi seperti ada pasir atau benda asing di dalam mata (meskipun tidak ada) adalah keluhan awal paling umum. Kemerahan, air mata berlebihan, gatal, sakit, dan sensasi terbakar pada mata pun bisa terjadi. Sebagian orang dengan entropion melaporkan nyeri saat berkedip karena bulu mata bergesekan dengan permukaan mata.

Penderita bisa mengalami penglihatan kabur, kepekaan terhadap cahaya dan angin, dan keluarnya cairan atau kotoran yang mengering di sekitar mata. Gejala ini mungkin hanya terjadi sesekali di awal penyakit ini. Namun, keluhan dapat menjadi lebih menetap apabila posisi kelopak mata terus mengarah ke dalam.

2. Tanda Bahaya pada Mata

Jika tidak diperbaiki, kelainan ini akan terus mengiritasi kornea sehingga menyebabkan luka pada permukaan mata seperti infeksi, peradangan, hingga pembentukan jaringan parut. Pada kondisi yang parah, bagian kornea bisa menipis sehingga mengakibatkan kerusakan yang serius. 

Jika terjadi gejala seperti penglihatan buruk, mata terasa nyeri sekali, atau adanya kemerahan serta keluhan berat segeralah mencari pertolongan medis.

Penyebab Entropion

Struktur kelopak mata atau jaringan parut perlu diubah. Gangguan pada otot menyebabkan perubahan posisi tepi kelopak mata. Dokter harus mempertimbangkan penyebabnya agar tindakan pengobatannya disesuaikan dengan penyebabnya yang berbeda-beda tersebut.

Pada entropion yang berkaitan dengan pertambahan usia, otot, tendon, dan jaringan penyangga kelopak mata dapat melemah atau mengendur. Akibatnya, kelopak mata kehilangan kestabilan dan lebih mudah berputar ke arah dalam. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun.

Cedera, infeksi, peradangan, dan operasi mata sebelumnya juga dapat memicu perubahan posisi kelopak. Jaringan parut yang terbentuk di bagian dalam kelopak mata dapat menarik tepinya ke arah bola mata. Selain itu, kejang otot kelopak mata dapat menyebabkan kelopak berputar ke dalam. Pada sebagian kasus, kelainan ini sudah ada sejak lahir.

Faktor yang Meningkatkan Risiko

Usia lanjut adalah salah satu faktor risiko utama. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika punya riwayat cedera mata, infeksi berulang, peradangan, atau operasi kelopak. Melansir penelitian klinis di JEC, orang dengan sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur) memiliki risiko lebih tinggi karena kelopak atas biasanya lebih kendur.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Untuk mendiagnosis entropion, dokter memeriksa kelopak mata menggunakan alat pembesar dan mengamati posisinya saat Anda membuka, menutup, atau mengedipkan mata. Dokter juga dapat menarik kelopak mata secara perlahan untuk menilai kelenturan jaringan dan melihat seberapa baik kelopak kembali ke posisi semula.

Pemeriksaan dengan memakai mikroskop lampu celah atau slit lamp akan memberikan kesempatan bagi dokter untuk melihat kondisi dari kornea serta jaringan sekitar mata. Dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter bisa mendiagnosis adanya goresan, peradangan, atau kerusakan lainnya yang disebabkan oleh gesekan bulu mata.

Selama proses diagnosa, dokter juga akan bertanya tentang riwayat cedera, operasi, infeksi, penyakit, serta penggunaan obat tetes mata yang sudah digunakan pasien. Selain melakukan pemeriksaan spesifik dari dokter mata, Anda juga bisa mencoba paket MCU Basic Bumame untuk mengenal gambaran kesehatan tubuh secara umum. 

Pemeriksaannya mencakup pemeriksaan darah dan urine, termasuk profil lipid atau kolesterol lengkap, tes gula darah, tes asam urat, serta indikator yang berkaitan dengan anemia, infeksi, dan gangguan kesehatan umum lainnya.

MCU Basic tidak secara khusus untuk mendiaognisis entropion atau mengecek posisi kelopak mata serta keadaan kornea. Jika merasa mata merah, air mata terus-menerus, nyeri, maupun penglihatan kabur, segera konsultasikan keluhan ini kepada dokter mata supaya mendapatkan pemeriksaan yang cocok.

Persiapan Sebelum Konsultasi

Tuliskan kapan gejala tersebut dimulai serta seberapa sering Anda merasakan keluhan ini. Jika pernah mengalami cedera atau menjalani operasi mata, beri tahu dokter tentang hal itu.

Bawa pula daftar obat, vitamin, maupun suplemen yang dikonsumsi ke tempat pemeriksaan. Karena bisa memperjelas keadaan mata, siapkan foto mata sebelumnya ketika perubahan kelopak mata terlihat.

Pilihan Penanganan Entropion

Dokter akan menentukan langkah terbaik bagi Anda berdasarkan penyebab, tingkat keparahan kondisi, kondisi kornea, serta kesehatan secara umum. Beberapa jenis perawatan dapat membantu meredakan iritasi untuk sementara, sementara perawatan lainnya dirancang untuk memperbaiki posisi kelopak mata.

1. Perawatan untuk Meredakan Keluhan

Air mata buatan atau salep pelumas mata bisa dianjurkan dokter untuk mengurangi gesekan di sekitar bola mata serta menjaga permukaan matanya tetap lembap. Lensa kontak lunak khusus bisa menjadi perlindungan terhadap kornea. Selain itu, pita perekat khusus bisa ditempelkan untuk menjaga posisi kelopak tidak berputar ke dalam.

Tidak jarang, suntikan toksin botulinum atau jahitan tertentu dilakukan untuk memutar kelopak mata ke arah luar secara sementara. Efek dari suntikan biasanya akan bertahan beberapa bulan, sementara waktu efektivitas jahitan tergantung pada kondisi pasien.

Sayangnya, tindakan ini tidak selamanya bisa menyembuhkan secara permanen sehingga dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan keluhan datang lagi.

2. Operasi untuk Memperbaiki Posisi Kelopak

Anda mungkin memerlukan operasi untuk membantu menggerakkan kelopak mata secara permanen. Dokter bedah dapat mengangkat sebagian jaringan, mengencangkan otot atau tendon yang meregang, dan menjahit kembali kelopak mata agar mengarah ke luar.

Jika jaringan parut menjadi penyebab entropion, dokter mungkin perlu mengangkat jaringan tersebut atau menggunakan cangkok jaringan untuk memperbaiki lapisan dalam kelopak mata. Sebelum tindakan, dokter memberikan anestesi lokal agar area kelopak mata mati rasa. 

Setelah operasi, Anda mungkin perlu memakai penutup mata selama 24 jam, menggunakan salep antibiotik dan steroid sesuai resep, serta mengompres mata dengan kompres dingin. Batasi aktivitas selama minggu pertama, hindari menggosok, dan jangan memakai lensa kontak selama dua minggu atau sesuai petunjuk dokter.

Langkah untuk Menjaga Kesehatan Mata

Belum ada langkah yang dapat menjamin seseorang terhindar dari semua penyebab kelainan posisi kelopak mata. Meski demikian, Anda dapat mengurangi risiko iritasi dan mencari pertolongan ketika muncul perubahan pada mata.

Pertama, hindari kebiasaan menggosok mata karena gesekan berulang dapat memperburuk iritasi. Ikuti petunjuk dokter mengenai penggunaan air mata buatan, salep, atau pelindung kornea. Jangan menempelkan pita pada kelopak mata atau menggunakan obat tanpa arahan apabila Anda belum mengetahui penyebab keluhannya.

Kedua, jika pernah mengalami kecelakaan, infeksi, atau operasi, pastikan perubahan posisi kelopak mata dan laporkan keluhan kepada dokter. Pemeriksaan mata akan memudahkan untuk mendeteksi masalah pada kelopak ataupun kornea.

Selain itu, penanganan penyakit yang menyebabkan masalah tersebut, seperti peradangan atau infeksi, juga penting dilakukan jika diketahui menjadi pemicu dari perubahan posisi kelopak.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jangan menunggu sampai nyeri menjadi berat untuk mencari pemeriksaan. Mata yang terus berair, merah, atau terasa seperti kemasukan pasir dapat menjadi tanda entropion dan gesekan pada permukaan mata. Pemeriksaan akan membantu dokter menilai penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jika memiliki masalah atau merasa kelopak mata mulai berputar ke dalam dan membutuhkan bantuan dari dokter mata, jadwalkan konsultasi sekarang. Atau cari pertolongan segera jika mengalami nyeri berat, penglihatan kabur/menurun, kepekaan terhadap cahaya yang mengganggu, atau kemerahan yang semakin memburuk. 

Dengan mempersiapkan catatan tentang semua gejala, riwayat penyakit mata, dan daftar obat yang sedang digunakan sebelumnya, akan membantu Anda mendapatkan rekomendasi penanganan lebih tepat. 

Sebaiknya hubungi langsung kepada dokter mata atau fasilitas kesehatan yang menyediakan pemeriksaan oftalmologi apakah keluhan Anda fokus pada posisi kelopak mata atau penglihatan. Ingin memeriksa kesehatan diri ataupun keluarga? Hubungi Bumame untuk mendapatkan medical check up basic tetapi tetap komprehensif.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. National Center for Biotechnology Information — Entropion

  2. Cleveland Clinic — Entropion

  3. Leading Medicine Guide — Entropion

  4. Mayo Clinic — Entropion: Diagnosis and Treatment

  5. Jakarta Eye Center (JEC) — What Is Entropion? Discover the Causes and How to Treat Them

  6. American Academy of Ophthalmology — Diagnosis and Management of Involutional Entropion

  7. Sugiarti, Rety — Penatalaksanaan Entropion

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Berapa lama operasi entropion berlangsung?

Operasi entropion umumnya berlangsung sekitar 30–60 menit per mata dengan anestesi lokal. Pasien biasanya dapat pulang pada hari yang sama, tetapi durasi tindakan dan pemulihan dapat berbeda sesuai kondisi serta prosedur yang dilakukan dokter.

Apakah entropion bisa sembuh tanpa operasi?

Air mata buatan atau salep pelumas mata dapat membantu mengurangi iritasi untuk sementara. Namun, perawatan tersebut tidak selalu memperbaiki posisi kelopak mata secara permanen. Dokter dapat merekomendasikan operasi jika diperlukan untuk mengembalikan posisi kelopak mata dan mencegah kerusakan kornea.

Bisakah entropion mengganggu penglihatan?

Ya. Gesekan bulu mata dengan kornea dapat menyebabkan iritasi, goresan, peradangan, infeksi, atau jaringan parut. Pada kasus berat, kerusakan kornea dapat mengganggu penglihatan. Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri mata berat atau penglihatan menurun.

Siapa yang berisiko mengalami entropion?

Entropion lebih sering terjadi pada orang lanjut usia karena otot dan jaringan penyangga kelopak mata dapat melemah seiring pertambahan usia. Risiko juga berkaitan dengan riwayat cedera, infeksi, peradangan, operasi mata, jaringan parut, dan kondisi bawaan tertentu.

Apa saja gejala entropion yang perlu diwaspadai?

Gejala entropion meliputi sensasi seperti ada pasir atau benda asing di mata, kemerahan, mata berair, gatal, nyeri saat berkedip, sensasi terbakar, dan penglihatan kabur. Segera periksa ke dokter mata jika muncul nyeri berat, sensitivitas terhadap cahaya, atau penglihatan menurun.