Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Generalized Anxiety Disorder: Gejala hingga Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Generalized Anxiety Disorder: Gejala hingga Pengobatan

SBATips Kesehatan

Apakah pernah mengalami perasaan seolah-olah benak Anda dipenuhi oleh banyak hal, mulai dari urusan pekerjaan hingga masalah keluarga, meskipun semua itu mungkin hanya ada dalam imajinasi? Kekhawatiran yang tidak berhenti bisa mengganggu fokus ketika bekerja, belajar, atau menyelesaikan tugas-tugas.

Hal semacam ini dapat berkaitan dengan generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan cemas menyeluruh atau gangguan kecemasan umum. GAD dapat muncul akibat kecemasan yang berlebihan dan sulit untuk dikendalikan dalam berbagai situasi. Kondisi ini membuat individu merasa gelisah tanpa henti dan sulit untuk menjalani kegiatan rutin dengan tenang.

Kapan rasa cemas memerlukan perhatian tambahan? Di bawah ini, Anda akan menemukan informasi tentang gejala kecemasan berlebih, tanda-tandanya, dan opsi pengobatan yang tersedia.

Gambaran Umum Generalized Anxiety Disorder

Generalized anxiety disorder (GAD) adalah sebuah gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang cemas terlalu berlebihan atas hal seperti pekerjaan, keluarga, masalah uang, atau kegiatan sehari-hari. Bahkan ketika tidak ada masalah sebenarnya, kecemasan ini sulit untuk dihilangkan dan dapat bertahan lama.

Berbeda dengan perasaan cemas yang datang sesekali, GAD dapat membuat seseorang terus-menerus memikirkan hal-hal negatif, sehingga sulit untuk berkonsentrasi, beristirahat, atau menjalankan kegiatan sehari-hari. Situasi ini tidak sekadar mengenai terlalu banyak memikirkan sesuatu dan bukan pula merupakan indikasi bahwa seseorang lemah ketika menghadapi rintangan.

GAD dapat memengaruhi kualitas hidup jika seseorang tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Mendeteksi tanda-tandanya lebih awal bisa membantu individu menyadari situasinya dan mengatur langkah penanganannya.

Tanda Emosional dan Fisik dari Gangguan Cemas Menyeluruh

Generalized anxiety disorder bisa memengaruhi perasaan sekaligus kondisi fisik seseorang. Rasa cemas bisa muncul saat memikirkan pekerjaan yang menumpuk, kondisi keluarga, masalah keuangan, atau rutinitas sehari-hari. Seseorang juga dapat merasakan otot yang tegang, sakit kepala, atau rasa tidak nyaman di tubuhnya, apalagi ketika menghadapi situasi yang membuatnya merasa cemas.

Berikut adalah beberapa indikasi yang perlu diperhatikan.

1. Kekhawatiran Berlebihan

Seseorang terus memikirkan banyak hal buruk yang mungkin terjadi, meskipun masalahnya belum pasti atau mungkin tidak akan terjadi. Rasa khawatir ini bisa muncul berulang kali dan sukar untuk dihentikan, sehingga orang tersebut merasa gelisah meskipun keadaan sebenarnya terkendali.

2. Sulit Merasa Tenang

Seseorang dapat merasa tidak tenang atau stres jika pikiran mereka selalu penuh dengan kecemasan. Beberapa orang mungkin sulit untuk menikmati waktu santai, merasa perlu selalu bersiap menghadapi sesuatu, bahkan susah untuk sekedar beristirahat karena terus memikirkan hal-hal yang belum pasti terjadi.

3. Kesulitan Berkonsentrasi

Kekhawatiran yang terus-menerus dapat menghambat konsentrasi saat menjalani pekerjaan, belajar, atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Seseorang bisa dengan mudah kehilangan fokus, menghadapi masalah saat menentukan pilihan, atau harus mengulang pekerjaan karena pikirannya selalu teralihkan.

4. Mudah Lelah dan Sulit Tidur

Rasa cemas juga dapat membuat tubuh memberikan reaksi fisik, seperti otot yang terasa kaku dalam waktu yang lama. Hal ini bisa menyebabkan perasaan capek saat bangun, kehilangan semangat saat beraktivitas, dan kesulitan untuk tetap fokus sepanjang hari.

5. Ketegangan Otot

Kecemasan juga bisa menyebabkan tubuh bereaksi secara fisik, contohnya otot yang menegang dalam jangka waktu yang panjang. Seseorang mungkin juga mengalami otot yang keras, sakit kepala, atau ketidaknyamanan pada tubuhnya, khususnya saat menghadapi kondisi yang membuatnya khawatir.

6. Mudah Tersinggung

Ketika seseorang terus-menerus merasa gelisah atau kehabisan tenaga karena kurang tidur, mereka mungkin menjadi lebih peka terhadap hal-hal sepele. Situasi yang biasanya tampak biasa bisa saja memicu rasa marah atau frustrasi karena mereka sulit mengatasi ketegangan yang mereka rasakan.

Apa yang Membuat Rasa Cemas Sulit Dikendalikan?

Gangguan kecemasan umum ini tidak selalu muncul karena satu penyebab tertentu. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai hal, tergantung pada setiap orang. Selain itu, situasi hidup yang menekan juga bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan kecemasan, meskipun tidak semua orang yang mengalami stres akan mengembangkan GAD. 

Berikut beberapa faktor yang membuat rasa cemas muncul.

1. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga

Orang-orang yang memiliki anggota keluarga pernah menderita gangguan kecemasan lebih berisiko mengalami masalah yang sama. Genetik juga bisa menjadi faktor dari sejauh mana seseorang rentan terhadap kecemasan. Namun, hubungan ini tidak selalu berarti bahwa perilaku tertentu secara langsung memicu GAD.

2. Faktor Biologis

Aktivitas otak berperan penting dalam mengatur emosi dan reaksi terhadap situasi yang mengancam. Adanya perbedaan cara kerja bagian otak yang mengatur rasa takut dan kecemasan dapat membuat tubuh lebih mudah merespons berbagai situasi sebagai ancaman.

Ketidakseimbangan neurotransmiter atau zat kimia yang membantu komunikasi antarsel saraf juga dapat berperan. Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi pengaturan suasana hati, rasa takut, dan tingkat kecemasan sehingga penderita lebih sulit merasa tenang.

3. Pengalaman Hidup yang Penuh Tekanan

Mengalami kejadian yang menyakitkan, kehilangan orang yang dicintai, masalah dalam keluarga, atau tekanan yang berlangsung lama di tempat kerja dan sekolah juga bisa meningkatkan risiko munculnya gangguan kecemasan.

4. Kebiasaan dan Kondisi Keseharian Tertentu 

Ritme tidur yang tidak teratur serta kurangnya pemulihan rasa lelah setelah tidur dapat berhubungan dengan peningkatan risiko GAD. Penelitian pada remaja juga menunjukkan adanya kaitan antara generalized anxiety disorder dan kualitas tidur yang buruk.

Kebiasaan merokok juga termasuk faktor yang berkaitan dengan GAD. Paparan nikotin pada masa remaja dapat memengaruhi bagian otak yang berperan dalam regulasi emosi serta mengganggu sistem neurotransmiter yang penting bagi kesehatan mental. Konsumsi makanan cepat saji setiap hari, yang umumnya tinggi lemak dan gula, juga dapat dikaitkan dengan risiko GAD yang lebih tinggi.

Namun, temuan tersebut tidak serta-merta berarti kebiasaan tertentu secara langsung menyebabkan GAD.

Proses Diagnosis dan Pemeriksaan GAD

Dokter mendiagnosis gangguan cemas umum dengan menilai gejala, riwayat kesehatan, dan pengaruh kecemasan terhadap aktivitas sehari-hari. Mereka juga memperhitungkan kondisi lain yang mungkin menimbulkan gejala serupa. 

Tidak ada tes laboratorium khusus yang dapat menjamin diagnosis GAD. Namun berikut ini beberapa proses pemeriksaannya.

1. Penilaian Gejala

Dokter akan melihat gejala tambahan seperti ketegangan otot, kesulitan berkonsentrasi, rasa lelah yang berlebihan, dan masalah tidur. Mereka juga akan melihat kapan kecemasan pertama kali muncul dan seberapa sering terjadi.

2. Pemeriksaan Fisik dan Tes Pendukung

Jika dokter menduga ada masalah pada hormon tiroid, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisi tersebut. Misalnya, masalah tiroid dapat menyebabkan detak jantung cepat, perasaan cemas, dan kesulitan tidur.

Jika dokter merekomendasikan pemeriksaan laboratorium untuk menilai kondisi fisik, Anda bisa cek layanan Medical Check Up Bumame. Layanan ini berguna untuk menilai kesehatan tertentu, tetapi pemeriksaan laboratorium tidak dapat menentukan diagnosis GAD secara langsung.

3. Pemeriksaan Tambahan Jika Diperlukan

Dalam beberapa situasi, para profesional mungkin memeriksa fungsi kognitif seseorang, seperti perhatian dan kemampuan untuk memproses informasi, dalam upaya untuk memahami masalah yang dikeluhkan individu tersebut. Namun, pemeriksaan kognitif bukanlah pemeriksaan GAD yang umum.

Penanganan untuk Mengatasi Kelainan

Mengatasi generalized anxiety disorder (GAD) dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, terapi, atau kombinasi dari keduanya. Ahli akan mengatur perawatan sesuai dengan tanda-tanda, kebutuhan, dan keadaan kesehatan masing-masing individu. Berikut beberapa pilihan penanganannya.

1. Terapi untuk Mengatasi Kekhawatiran

Terapi perilaku kognitif (CBT) membantu orang memahami pola pikir yang menyebabkan kecemasan, menilai kekhawatiran, dan menemukan cara untuk mengatasi situasi stres. Terapis dapat membantu orang belajar merespons pikiran yang mengganggu dengan cara yang lebih terarah.

2. Pengobatan dengan Obat Sesuai Petunjuk Dokter

Dokter dapat memberikan pengobatan jika seseorang memerlukannya. Antidepresan kelompok SSRI dan SNRI adalah beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengobati GAD. Dokter akan memilih obat yang tepat berdasarkan kondisi pasien dan memantau manfaat serta kemungkinan efek sampingnya.

3. Kebiasaan Harian sebagai Pendukung

Selain penanganan medis, kebiasaan harian yang sehat dapat membantu mendukung pengelolaan GAD. Rutinitas olahraga teratur, waktu bersantai yang cukup, teknik relaksasi, serta pola tidur yang konsisten dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat stres sehari-hari.

Namun, kebiasaan-kebiasaan ini sebaiknya dipandang sebagai pendukung, bukan pengganti terapi atau pengobatan yang direkomendasikan dokter.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika perasaan cemas terus-menerus muncul, sulit dikendalikan, atau mulai mengganggu pekerjaan, istirahat, atau hubungan dengan orang lain, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk atasi masalah GAD. Para profesional dapat membantu menilai gejala dan menentukan pengobatan yang tepat.

Gejala seperti jantung berdebar, tubuh mudah lelah, dan sulit tidur memang dapat muncul pada kondisi kecemasan. Namun, gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, termasuk masalah hormon tiroid. 

Jika dokter mencurigai hal ini, pemeriksaan keadaan hormon tiroid mungkin Anda butuhkan. Di Bumame, Anda dapat melakukan Tes Hormon Tiroid untuk mengetahui keadaan hormon tiroid dalam tubuh. Namun, pemeriksaan ini tidak dapat menentukan apakah seseorang menderita generalized anxiety disorder jadi evaluasi oleh dokter atau profesional kesehatan mental tetap diperlukan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Cureus — A Comprehensive Review of the Generalized Anxiety Disorder

  2. Gadjah Mada Medical Center, Universitas Gadjah Mada

  3. Jurnal Biologi Tropis — Generalized Anxiety Disorder (GAD): A Literature Review

  4. National Institute of Mental Health — Generalized Anxiety Disorder: What You Need to Know

  5. Frontiers in Public Health — Key Risk Factors of Generalized Anxiety Disorder in Adolescents: Machine Learning Study

  6. MSD Manual Professional Edition — Generalized Anxiety Disorder

  7. Journal of Affective Disorders — Screening for anxiety in adolescents: Validation of the Generalized Anxiety Disorder Assessment-7 in a representative sample of adolescents

  8. International Journal of Counseling and Psychotherapy — Generalized Anxiety Disorder and Treatment Options

  9. InformedHealth.org — Treatment Options for Generalized Anxiety Disorder

  10. World Health Organization — Anxiety disorders

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah generalized anxiety disorder (GAD) bisa sembuh?

GAD dapat dikelola dengan penanganan yang tepat, meskipun proses pemulihan berbeda pada setiap orang. Terapi perilaku kognitif (CBT), obat-obatan sesuai resep dokter, serta kebiasaan sehat dapat membantu mengurangi kecemasan dan mendukung aktivitas sehari-hari. Konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Apa penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan?

Gangguan kecemasan dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk riwayat keluarga, faktor biologis, pengalaman hidup yang penuh tekanan, stres berkepanjangan, serta kebiasaan tidur yang kurang baik. Kondisi medis tertentu juga dapat menimbulkan gejala serupa. Penyebabnya tidak selalu satu faktor dan dapat berbeda pada setiap orang.

Apakah anxiety disorder termasuk gangguan kesehatan mental?

Ya. Anxiety disorder atau gangguan kecemasan termasuk gangguan kesehatan mental. Pada generalized anxiety disorder, seseorang mengalami kekhawatiran berlebihan yang sulit dikendalikan dalam berbagai situasi. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi, tidur, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari, sehingga evaluasi oleh tenaga kesehatan mental dapat membantu menentukan penanganan yang tepat.

Apa saja gejala generalized anxiety disorder?

Gejala GAD dapat berupa kekhawatiran berlebihan yang sulit dihentikan, sulit merasa tenang, kesulitan berkonsentrasi, mudah lelah, gangguan tidur, ketegangan otot, dan mudah tersinggung. Gejala tersebut dapat berbeda pada setiap orang. Jika kecemasan terus-menerus mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Bagaimana generalized anxiety disorder didiagnosis dan ditangani?

Diagnosis dilakukan melalui penilaian gejala, riwayat kesehatan, dan dampak kecemasan terhadap aktivitas sehari-hari. Dokter juga dapat mengevaluasi kondisi lain yang menimbulkan gejala serupa, misalnya gangguan tiroid. Penanganan dapat mencakup terapi perilaku kognitif (CBT), obat seperti SSRI atau SNRI sesuai resep dokter, serta kebiasaan sehat sebagai pendukung.