Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kekurangan Vitamin C: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kekurangan Vitamin C: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Keluhan gusi sering berdarah dan luka kecil yang lama sembuh sering kali dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal jika tidak ditangani, bisa menimbulkan komplikasi karena ini jadi salah satu tanda kekurangan vitamin C, yaitu vitamin yang membantu pembentukan kolagen dan menjaga kesehatan gusi serta pembuluh darah.

Untuk itulah, saat kadarnya rendah akan menimbulkan berbagai gejala termasuk keluhan gusi dan luka yang sulit sembuh. Lebih jelasnya tentang gejala, penyebab kenapa tubuh bisa kekurangan vitamin ini, serta cara mengatasinya akan dibahas berikut.

Apa Itu Kekurangan Vitamin C dan Kenapa Perlu Waspada?

Kekurangan vitamin C adalah kondisi saat tubuh tidak bisa mendapatkan cukup vitamin C untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Manfaat vitamin C atau asam askorbat sendiri adalah membantu pembentukan kolagen, meningkatkan penyerapan zat besi, menjaga kesehatan kulit dan pembuluh darah, serta melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Kekurangan asam askorbat yang berlangsung lama bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti skorbut (scurvy), yang ditandai dengan gusi mudah sekali berdarah, nyeri sendiri parah, hingga rambut rontok.

Ciri-Ciri Kekurangan Vitamin C

Kekurangan vitamin ini umumnya akan menimbulkan gejala yang bisa muncul secara bertahap, mulai dari keluhan ringan hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut gejala akibat kekurangan vitamin C.

  1. Mudah lelah, karena kekurangan vitamin ini bisa mengganggu penyerapan zat besi sehingga meningkatkan risiko anemia, yang membuat tubuh kekurangan pasokan oksigen dan pada akhirnya membuat cepat lelah.

  2. Kulit kering dan kasar, karena kurangnya vitamin C bisa menghambat pembentukan kolagen, yaitu protein yang membantu menjaga struktur dan elastisitas kulit.

  3. Mudah memar akibat dari kekurangan kolagen yang bisa melemahkan dinding pembuluh darah kecil sehingga lebih mudah rusak dan membuat darah merembes ke jaringan bawah kulit.

  4. Luka sulit sembuh, akibat dari kekurangan kolagen yang berperan dalam memperbaiki jaringan dan penutupan luka karena rendahnya vitamin C.

  5. Gusi lebih mudah bengkak dan berdarah sebagai efek dari kekurangan kolagen yang bisa melemahkan jaringan gusi dan pembuluh darah di sekitarnya.

  6. Rambut mudah patah atau rontok, karena kekurangan vitamin ini bisa mengganggu pembentukan kolagen yang mendukung kesehatan jaringan kulit, termasuk kulit kepala, serta mengurangi penyerapan zat besi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut.

  7. Nyeri sendi, tulang, dan otot, karena kekurangan vitamin C di level berat seperti skorbut bisa mengganggu pembentukan kolagen di jaringan ikat, tulang, dan pembuluh darah sehingga memunculkan nyeri.

  8. Nafsu makan turun, karena kurangnya vitamin C berat bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, lemas, hingga nyeri pada tubuh yang bisa mengurangi keinginan untuk makan.

  9. Lebih mudah sakit, karena kurangnya vitamin C bisa membuat peranannya dalam menjaga sistem imun tubuh jadi tidak optimal.

  10. Gigi cepat goyang dan tanggal, akibat dari pembentukan kolagen yang terganggu sehingga bisa membuat jaringan gusi dan jaringan penyangga gigi cepat rusak.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kekurangan Vitamin C?

Kekurangan vitamin ini tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan satu gejala seperti mudah lelah atau gusi berdarah. Dokter perlu menilai pola makan, riwayat kesehatan, faktor risiko, hingga tanda-tanda fisik lainnya yang terlihat. Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pengecekan penunjang untuk konfirmasi diagnosis kekurangan vitamin ini seperti:

  1. Tes kadar vitamin C, dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk kemudian dicek kadar asam askorbatnya. Jika nilainya dibawah 0,2 mg/dL, artinya ada defisiensi vitamin C. 

  2. Cek zat gizi lain seperti zat besi, vitamin B12, atau folat dalam darah, yang dilakukan jika dokter mencurigai ada kekurangan nutrisi lain yang terjadi bersamaan.

  3. Cek pencitraan tulang seperti rontgen, umumnya dilakukan jika kekurangan vitamin ini sudah di tahap serius, seperti ada dugaan penyakit skorbut, untuk melihat perubahan tulang akibat kekurangan vitamin C yang berkepanjangan.

Selain itu, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan tambahan, seperti tes darah lengkap hingga tes fungsi saluran pencernaan, untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala serta mendeteksi kemungkinan komplikasi. 

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Anda mengalami kekurangan vitamin C, dokter biasanya akan merekomendasikan perubahan pola makan dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya vitamin C. Bila diperlukan, asupannya bisa ditambah dengan mengonsumsi suplemen vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan harian tubuh.

Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin C

Untuk mengatasi gangguan ini, umumnya bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi vitamin C melalui perubahan pola makan. Selengkapnya, berikut cara-cara lain mengatasi gangguan ini.

  • Hindari memasak sayuran terlalu lama.

  • Konsumsi suplemen vitamin C jika diperlukan.

  • Atasi penyebab yang mendasarinya, misalnya dengan mengobati radang usus atau gangguan saluran pencernaan lainnya yang bisa menghambat penyerapan vitamin C.

  • Pemberian vitamin C dari infus jika diperlukan.

  • Cek kesehatan secara rutin terutama pemeriksaan kadar vitamin C dalam darah selama pengobatan, sehingga jika ada kenaikan atau penurunan bisa langsung diketahui untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Bagaimana Cara Mencegah Kekurangan Vitamin C?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kekurangan vitamin ini dalam tubuh, antara lain:

  • Usahakan untuk mengonsumsi buah dan sayuran kaya vitamin C setiap hari, seperti jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi, papaya, paprika, brokoli, dan sayuran hijau.

  • Perhatikan cara mengolah makanan. Vitamin C cukup sensitif terhadap panas, sehingga memasak sayuran terlalu lama atau dengan suhu terlalu tinggi dapat mengurangi kandungannya. Sebaiknya sayuran dimasak sebentar, dikukus, atau dikonsumsi dalam kondisi segar bila memungkinkan. 

  • Batasi rokok dan alkohol. Merokok dapat meningkatkan kebutuhan vitamin C tubuh karena paparan radikal bebas.

  • Jika mengalami gangguan pencernaan, segera periksa ke dokter agar bisa cepat ditangani untuk mencegah masalah penyerapan vitamin C nantinya.

  • Cek kadar vitamin C dalam darah secara rutin, sehingga jika ada indikasi kekurangan bisa langsung diatasi.

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terlebih jika Anda memiliki kebiasaan pola makan terbatas, sedang menjalani diet ketat, atau memiliki kondisi medis tertentu.

  • Jika sulit memenuhi kebutuhan vitamin C dari makanan, konsultasikan penggunaan suplemen kepada dokter atau ahli gizi. Suplemen sebaiknya dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasikan ke dokter sebaiknya langsung dilakukan jika ada indikasi atau gejala yang mengarah pada kekurangan vitamin C. Selain itu, konsultasi juga sebaiknya dilakukan jika setelah pengobatan, keluhan tidak membaik sama sekali.  Apalagi jika kondisi Anda malah semakin memburuk karena ini bisa jadi tanda komplikasi atau ada gangguan lain yang perlu penanganan segera.

Selain itu, konsultasikan penggunaan suplemen vitamin C kepada dokter jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti riwayat batu ginjal, gangguan ginjal, atau sedang mengonsumsi obat tertentu. Dokter dapat membantu menentukan dosis yang aman sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.

Penuhi Kebutuhan Vitamin C melalui V-Boost Immune Booster

Kekurangan vitamin C bisa terjadi saat asupan harian tidak mencukupi kebutuhan tubuh, terutama jika Anda jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Ciri-ciri yang bisa terlihat dari gangguan ini yaitu tubuh mudah lelah hingga luka yang lambat sembuh. Apabila tidak ditangani akan menimbulkan komplikasi seperti anemia dan skorbut.

Untuk itulah, jika ada indikasi kekurangan vitamin ini, sebaiknya Anda langsung cek ke dokter dan melakukan tindakan penanganan. Salah satunya melalui V-Boost Immune Booster Bumame, yang menawarkan pemberian vitamin C melalui infus sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda. Hubungi Bumame sekarang, untuk booking layanan!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Healthdirect Australia — Vitamin C deficiency

  2. Puskesmas Kediri, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat — Waspadai Penyakit yang Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin C

  3. Siloam Hospitals — 10 Akibat Kekurangan Vitamin C Bagi Kesehatan Tubuh

  4. Ciputra Hospital — 17 Akibat Kekurangan Vitamin C, Apa Saja Gejalanya?

  5. National Center for Biotechnology Information — Factors Affecting Vitamin C Status and Prevalence of Deficiency: A Global Health Perspective

  6. Manual MSD — Defisiensi Vitamin C

  7. iCliniq — Vitamin C or Ascorbic Acid Deficiency

  8. Merck Manual Professional Edition — Vitamin C Deficiency

  9. BIOGENA — Vitamin C deficiency: Symptoms, causes and treatment

  10. Dr. Nutrition — Signs and Symptoms of Vitamin C Deficiency, Causes and Treatment

  11. Cleveland Clinic — Scurvy

  12. Amrita Hospital — Scurvy: What You Need to Know to Identify and Prevent Vitamin C Deficiency

  13. Apollo Hospitals — Vitamin Deficiency Anemia - Symptoms, Diagnosis and Treatment

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah kekurangan vitamin C bisa diatasi tanpa suplemen?

Kekurangan vitamin C ringan dapat diatasi dengan memperbaiki pola makan dan mengonsumsi makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi, paprika, dan brokoli. Namun, kekurangan yang lebih berat mungkin membutuhkan suplemen sesuai anjuran dokter. Penanganan disesuaikan dengan tingkat kekurangan dan kondisi kesehatan.

Berapa kebutuhan vitamin C harian?

Kebutuhan vitamin C harian bergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 75–90 mg vitamin C per hari. Kebutuhan dapat berbeda pada kondisi tertentu, sehingga sebaiknya sesuaikan asupan dengan rekomendasi tenaga kesehatan.

Kapan sebaiknya mengonsumsi suplemen vitamin C?

Suplemen vitamin C dapat dipertimbangkan jika asupan dari makanan tidak mencukupi atau pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan. Konsultasikan jenis dan dosisnya dengan dokter, terutama jika memiliki gangguan ginjal, riwayat batu ginjal, atau sedang mengonsumsi obat tertentu. Hindari penggunaan suplemen dalam dosis berlebihan tanpa arahan medis.

Apakah kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyakit serius?

Ya. Kekurangan vitamin C yang berat dan berlangsung lama dapat menyebabkan skorbut. Kondisi ini dapat menimbulkan gusi berdarah, mudah memar, luka sulit sembuh, nyeri sendi, dan gigi goyang. Risiko kekurangan vitamin C lebih tinggi pada orang dengan pola makan sangat terbatas atau gangguan penyerapan nutrisi.

Apa saja ciri-ciri kekurangan vitamin C yang perlu diwaspadai?

Ciri-ciri kekurangan vitamin C meliputi mudah lelah, kulit kering dan kasar, mudah memar, luka sulit sembuh, gusi bengkak atau berdarah, rambut mudah patah, serta nyeri sendi dan otot. Gejala ini tidak selalu menunjukkan kekurangan vitamin C. Jika keluhan menetap atau memburuk, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.