Pernah mendapati hasil tes darah yang mencantumkan eosinofil dan bertanya-tanya mengenai maksudnya? Angka ini memang bukan metrik yang lazim kita cermati sehari-hari. Walau demikian, sel darah putih ini memegang peran penting dalam sistem kekebalan tubuh, khususnya terkait reaksi alergi serta infeksi parasit.
Meski begitu, jumlahnya tidak boleh melampaui atau berada di bawah rentang normal, karena fluktuasi nilai tersebut bisa saja mengindikasikan adanya penyakit tertentu. Lantas kira-kira berapa nilai normal eosinofil dalam tubuh? Berikut ulasannya!
Apa Itu Eosinofil?
Eosinofil atau eosinophil adalah salah satu jenis sel darah putih atau leukosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Sel ini termasuk kelompok granulosit dan umumnya hanya membentuk sebagian kecil dari seluruh sel darah putih yang beredar di dalam darah.
Dalam kondisi normal, eosinofil dapat ditemukan di dalam darah maupun jaringan tertentu, termasuk saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Sel darah putih ini dikenal memiliki peran dalam respons tubuh terhadap parasit, terutama cacing, serta berhubungan dengan reaksi alergi dan proses peradangan.
Menariknya, fungsinya ternyata tidak sesederhana “melawan parasit”. Lebih jauh, sel ini juga terlibat dalam pengaturan respons imun, interaksi dengan sel kekebalan lain, serta proses pemeliharaan dan perbaikan jaringan. Jadi, keberadaannya sangat normal. Yang perlu diperhatikan adalah ketika jumlahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Fungsi Eosinofil dalam Sistem Imun
Secara umum, eosinofil mempunyai beberapa fungsi penting dalam sistem imun, yakni sebagai berikut.
Membantu respons terhadap parasit karena dapat berinteraksi dengan parasit tertentu dan melepaskan protein dari granula selnya sebagai bagian dari respons imun.
Terlibat dalam reaksi alergi yang berperan dalam proses peradangan yang berkaitan dengan penyakit alergi, termasuk beberapa bentuk asma.
Mengatur respons peradangan. Eosinofil tidak hanya berfungsi sebagai sel “penyerang”, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai komponen sistem imun seperti sel T, serta sel mast dan basofil.
Berperan dalam kesehatan jaringan karena mempunyai fungsi dalam homeostasis atau keseimbangan lingkungan jaringan.
Kadar Eosinofil Normal
Kadar eosinofil dapat dilaporkan dalam bentuk persentase dari seluruh leukosit atau sebagai absolute eosinophil count (AEC), yaitu jumlah eosinofil dalam satu mikroliter darah. Sebagai gambaran umum, eosinofil biasanya berada di bawah 500 sel/µL pada orang dewasa.
Meski begitu, beberapa sumber juga mencantumkan kisaran sekitar 100–500 sel/µL sebagai kisaran yang umum. Nilai rujukan dapat sedikit berbeda antar-laboratorium, sehingga hasil pemeriksaan sebaiknya dibandingkan dengan nilai rujukan yang tercantum pada lembar hasil.
Dalam pemeriksaan diferensial leukosit, eosinofil pada orang sehat umumnya hanya mencakup sebagian kecil dari total leukosit, sekitar 1–4% menurut salah satu rujukan pemeriksaan laboratorium.
Jika jumlah absolut eosinofil lebih dari 500 sel/µL, kondisi tersebut disebut eosinofilia. Secara umum, eosinofilia dapat dibagi menjadi 3.
Ringan: 500–1.500 sel/µL
Sedang: 1.500–5.000 sel/µL
Berat: lebih dari 5.000 sel/µL
Klasifikasi tersebut membantu dokter menilai tingkat peningkatan eosinofil, tetapi angka saja belum dapat menentukan penyebabnya.
Penyebab Eosinofil Tinggi (Eosinofilia)
Eosinofil tinggi atau eosinofilia sebenarnya bukanlah penyakit tunggal. Faktanya, kondisi ini merupakan temuan laboratorium yang dapat muncul akibat berbagai keadaan.
Salah satu penyebab yang cukup dikenal adalah reaksi alergi, misalnya pada kondisi alergi tertentu atau asma. Eosinofil juga dapat meningkat pada infeksi parasit, terutama infeksi yang melibatkan cacing atau helminth.
Selain itu, eosinofilia dapat berhubungan dengan:
Alergi debu dan penyakit terkait saluran napas, termasuk beberapa tipe asma.
Infeksi parasit, terutama kelompok cacing tertentu.
Reaksi terhadap obat, karena beberapa obat dapat memicu respons imun dan peningkatan eosinofil.
Penyakit inflamasi atau autoimun tertentu.
Gangguan darah atau sumsum tulang, meskipun penyebab ini jauh lebih spesifik dan memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Sindrom hipereosinofilik, yaitu kondisi langka ketika eosinofil meningkat secara menetap dan dapat berkaitan dengan kerusakan organ.
Meski demikian, jangan langsung menyimpulkan bahwa eosinofil tinggi berarti seseorang terkena cacingan. Hal itu karena alergi terhadap makanan tertentu, obat-obatan, penyakit inflamasi, dan kondisi lain juga dapat menjadi penyebab.
Pada pasien asma, misalnya, eosinofil darah dapat digunakan sebagai salah satu biomarker dalam menilai karakteristik peradangan dan pengelolaan penyakit. Namun, penelitian mengenai hubungan kadar eosinofil dengan kontrol asma tidak selalu menghasilkan kesimpulan yang sama pada setiap populasi.
Penyebab Eosinofil Rendah (Eosinopenia)
Jika jumlah eosinofil lebih rendah dari nilai rujukan, kondisi ini disebut eosinopenia. Berbeda dengan eosinofilia, eosinofil rendah umumnya tidak menimbulkan masalah kesehatan secara langsung karena sistem imun memiliki banyak jenis sel lain yang menjalankan fungsi pertahanan tubuh.
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan eosinopenia, misalnya:
Stres fisik atau respons stres tubuh.
Penggunaan obat kortikosteroid.
Kadar kortisol yang tinggi, termasuk pada kondisi hiperkortisolisme.
Infeksi tertentu, termasuk infeksi berat pada beberapa keadaan.
Kadar eosinofil juga mengalami variasi alami sepanjang hari dan dapat dipengaruhi oleh kadar kortisol tubuh. Satu hasil eosinofil rendah, terutama jika tidak disertai keluhan atau kelainan darah lainnya, biasanya tidak cukup untuk menunjukkan adanya penyakit tertentu.
Cara Menurunkan Eosinofil Tinggi
Tidak ada satu cara yang berlaku untuk semua orang untuk menurunkan eosinofil. Yang ditangani adalah penyebab yang mendasarinya, bukan sekadar mengejar angka eosinofil agar kembali normal.
Jika eosinofil tinggi berkaitan dengan alergi, dokter dapat mengevaluasi pemicu alergi dan memberikan terapi sesuai kondisi. Bila penyebabnya infeksi parasit, pengobatan ditujukan pada parasit tersebut. Sementara itu, eosinofilia yang berkaitan dengan obat perlu dievaluasi berdasarkan jenis obat, lama penggunaan, dan kondisi pasien.
Karena itu, sebaiknya jangan mengonsumsi obat cacing, obat alergi, kortikosteroid, atau suplemen tertentu hanya berdasarkan hasil eosinofil tinggi tanpa mengetahui penyebabnya.
Langkah yang lebih tepat adalah:
Periksa kembali hasil laboratorium, termasuk nilai absolut eosinofil jika tersedia.
Perhatikan gejala yang menyertai, seperti gatal, ruam, sesak, batuk berulang, gangguan pencernaan, atau keluhan lain.
Informasikan obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi kepada dokter.
Lakukan pemeriksaan lanjutan bila diperlukan untuk mencari penyebab eosinofilia.
Dengan begitu, hasil pemeriksaan darah dapat digunakan sebagai bagian dari proses diagnosis, bukan sebagai diagnosis itu sendiri.
Kapan Perlu Tes Darah Lengkap?
Tes darah lengkap atau complete blood count (CBC) dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin maupun ketika dokter perlu mengevaluasi keluhan atau kondisi tertentu.
Pada dasarnya, CBC mengukur berbagai komponen darah, termasuk sel darah merah, hemoglobin, trombosit, dan sel darah putih. Pemeriksaan dengan diferensial leukosit dapat memberikan informasi mengenai jenis-jenis sel darah putih, termasuk eosinofil.
Pemeriksaan mungkin dipertimbangkan ketika seseorang mengalami keluhan yang perlu dievaluasi, memiliki kondisi medis tertentu, atau sedang menjalani pemantauan pengobatan.
Meski begitu, perlu diketahui bahwa hasil yang tidak normal juga tidak selalu berarti penyakit serius. Dokter akan menginterpretasikannya bersama gejala, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta hasil pemeriksaan lain.
Cek Kondisi Darah dengan Hematologi Lengkap
Eosinofil adalah jenis sel darah putih yang berperan dalam respons alergi, infeksi parasit, dan peradangan. Perubahan kadarnya tidak selalu menandakan penyakit tertentu, sehingga hasil pemeriksaan perlu dilihat bersama kondisi kesehatan secara menyeluruh dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan dokter.
Untuk membantu mengevaluasi kondisi darah, Bumame menyediakan layanan Hematologi Lengkap dengan harga mulai dari Rp125.000. Pemeriksaan ini mencakup berbagai komponen utama darah seperti:
sel darah merah,
sel darah putih,
trombosit,
hemoglobin,
hematokrit, dan
indeks eritrosit seperti MCV, MCH, dan MCHC.
Pemeriksaan menggunakan sampel darah dan tidak memerlukan puasa. Sebelum pemeriksaan, pasien dianjurkan menginformasikan obat, vitamin, atau suplemen yang rutin dikonsumsi, serta memberi tahu petugas jika baru menjalani transfusi darah.
Untuk layanannya tersedia dua opsi yakni melalui walk in maupun home care. Sementara untuk hasilnya dapat dirilis dalam rentang 1×24 jam. Setelah memahami hasil pemeriksaan darah, Anda dapat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal dan menentukan langkah pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
References:
National Library of Medicine. (2018). Eosinophils from Physiology to Disease: A Comprehensive Review.
Journal of Oral and Maxillofacial Pathology. (2003). Eosinophils in health and disease.
National Library of Medicine. (2024). Normal Blood Eosinophil Counts in Humans.
Frontiers. Eosinophil-Driven Diseases: Understanding the Role of Eosinophils in Tissue and Organ Damage.
Journal of Experimental & Clinical Cancer Research. (2026). Eosinophils in solid cancers: sentinels, predictors, and therapeutic allies.
Journal of Society Medicine. (2024). The Relationship of Blood Eosinophils Levels with Degree of Exacerbation in COPD Patient at Usu General Hospital.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
