Lewati ke konten

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

medical check up

Gejala Flu Burung: Kenali Tanda Awal, Cara Penularan, hingga Pencegahannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing · General Practitioner

Terbit pada

Gejala Flu Burung: Kenali Tanda Awal, Cara Penularan, hingga Pencegahannya

Di banyak rumah, ayam dan bebek masih dipelihara di pekarangan. Ketika demam dan batuk muncul setelah membersihkan kandang, kebanyakan orang menganggapnya flu biasa. Dugaan itu umumnya benar, karena flu burung pada manusia jarang terjadi.

Meski jarang, gejalanya tetap perlu dikenali. Keluhan awalnya mirip flu biasa, tetapi pada sebagian orang bisa berkembang menjadi radang paru yang berat. Riwayat kontak dengan unggas yang sakit atau mati menjadi petunjuk pembedanya.

Artikel ini membahas cara penularan, kelompok berisiko, enam gejala utama, bedanya dengan flu musiman, hingga pemeriksaan, pengobatan, dan pencegahannya.

Apa Itu Flu Burung?

Flu burung atau avian influenza adalah infeksi virus influenza tipe A yang secara alami beredar di antara burung liar, lalu bisa menular ke unggas ternak seperti ayam dan bebek. Virus ini memiliki beberapa subtipe. Salah satu yang dikenal bisa menginfeksi manusia adalah H5N1.

Infeksi pada manusia jarang terjadi. WHO menjelaskan bahwa manusia umumnya tertular melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau lingkungan yang tercemar virus.

Karena menyerang saluran napas, flu burung termasuk salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, dengan sumber penularan yang berasal dari hewan.

Cara Flu Burung Menular ke Manusia

Virus flu burung ditemukan dalam air liur, lendir, dan kotoran unggas yang terinfeksi. Virus masuk ke tubuh lewat mata, hidung, atau mulut, biasanya melalui situasi berikut:

  • Menyentuh unggas yang sakit atau mati. Risiko bertambah bila tangan menyentuh wajah sebelum dicuci.

  • Menyentuh kotoran, alas kandang, atau permukaan yang tercemar. Virus bisa menempel di tangan dan alat kerja.

  • Menyembelih atau membersihkan unggas yang sakit. Kegiatan ini membuat seseorang bersentuhan dengan darah, bulu, dan organ dalam unggas.

  • Berada di pasar unggas hidup atau peternakan yang terjangkit. Percikan cairan dan debu dari kandang bisa terhirup.

Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi dan tidak menyebar dengan mudah. Daging unggas dan telur yang dimasak hingga matang juga tidak menularkan flu burung. Olahan unggas dan telur yang mentah atau setengah matang sebaiknya dihindari.

Siapa yang Lebih Berisiko Tertular?

Risiko berkaitan dengan seberapa sering dan seberapa dekat seseorang bersentuhan dengan unggas. Kelompok berikut perlu lebih waspada:

  • Peternak dan pekerja peternakan. Mereka memegang unggas dan membersihkan kandang setiap hari. Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat ada unggas yang mati mendadak.

  • Pedagang pasar unggas hidup dan pemotong unggas. Pekerjaan ini melibatkan kontak dengan darah, bulu, dan kotoran. Menyembelih unggas yang tampak sakit tanpa pelindung menambah paparan.

  • Keluarga yang memelihara unggas di rumah. Anak yang bermain di dekat kandang ikut terpapar. Begitu pula orang dewasa yang membersihkan kandang tanpa sarung tangan.

  • Petugas kesehatan dan keluarga yang merawat pasien. Kontak dekat tanpa pelindung dengan pasien termasuk jalur penularan yang jarang. Karena itu, petugas memakai alat pelindung diri saat menangani kasus yang dicurigai.

Gejala Flu Burung yang Perlu Diperhatikan

Gejala biasanya muncul beberapa hari setelah kontak. Menurut CDC, keluhannya beragam, mulai dari tanpa gejala, mata merah, atau gejala mirip flu ringan, sampai sakit berat. Enam gejala berikut termasuk yang sering dilaporkan.

1. Demam Tinggi

Suhu tubuh naik tinggi, sering disertai rasa panas atau menggigil. CDC mencatat demam tidak selalu muncul, sehingga tidak adanya demam belum menyingkirkan infeksi bila ada riwayat kontak dengan unggas sakit.

2. Batuk dan Sakit Tenggorokan

Batuk muncul bersama tenggorokan perih serta hidung berair atau tersumbat. Keluhan ini sama dengan flu musiman maupun radang tenggorokan biasa, jadi riwayat kontak dengan unggas perlu diceritakan kepada dokter.

3. Nyeri Otot dan Sakit Kepala

Badan pegal, otot nyeri, kepala sakit, dan tubuh cepat lelah, umumnya di awal sakit bersamaan dengan demam. Keluhan ini perlu diperiksakan bila muncul setelah kontak dengan unggas, meski terasa seperti flu biasa.

4. Sesak Napas yang Memberat

Napas terasa pendek, berat, atau cepat, bahkan saat beristirahat. Keluhan ini bisa menandakan infeksi sudah mengenai paru-paru dan berkembang menjadi pneumonia, yaitu peradangan pada kantong udara paru. Sesak napas adalah tanda untuk segera ke fasilitas kesehatan.

5. Diare atau Nyeri Perut

Sebagian orang mengalami diare, mual, muntah, atau nyeri perut. CDC menyebut keluhan pencernaan ini lebih jarang dibanding keluhan pernapasan. Cukupi cairan tubuh dan periksakan diri bila keluhan muncul setelah kontak dengan unggas.

6. Mata Merah atau Konjungtivitis

Mata merah, berair, atau perih bisa menjadi tanda konjungtivitis, yaitu peradangan selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan kelopak bagian dalam. CDC mencatat mata merah sebagai salah satu keluhan pada kasus ringan. Periksakan diri bila mata merah muncul setelah terkena percikan dari unggas atau kandangnya.

Pada sebagian orang, kondisi bisa memburuk. CDC menyebut komplikasinya termasuk radang paru yang berat dan gangguan pernapasan akut yang membutuhkan perawatan rumah sakit.

Apa Bedanya dengan Flu Musiman?

Flu burung dan flu musiman sama-sama disebabkan virus influenza, sehingga keluhan awalnya mirip. Flu musiman menular dari orang ke orang melalui percikan saat batuk atau bersin, sedangkan flu burung umumnya berasal dari unggas yang terinfeksi. Berikut perbandingan keduanya:

Aspek

Flu musiman

Flu burung

Sumber penularan

Percikan batuk dan bersin dari orang yang sakit

Unggas terinfeksi, kotorannya, dan lingkungan yang tercemar. Penularan antarmanusia jarang.

Kelompok berisiko

Siapa saja yang berada dekat dengan penderita flu

Peternak, pedagang dan pemotong unggas, serta keluarga yang memelihara unggas

Gejala pembeda

Demam, batuk, pilek, dan pegal tanpa riwayat kontak dengan unggas sakit

Keluhan serupa, bisa disertai mata merah atau diare, dan pada sebagian orang memburuk menjadi sesak napas

Penanganan

Istirahat, cukup minum, dan obat pereda gejala

Pemeriksaan di fasilitas kesehatan, tes di laboratorium rujukan, dan obat antivirus dengan resep

Perbandingan di atas bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Baca Juga: Perbedaan Influenza dan Flu Biasa

Kapan Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan?

Segera datang ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit bila muncul salah satu kondisi berikut:

  • Demam, batuk, atau gejala flu lain setelah kontak dengan unggas yang sakit atau mati. Kontak ini termasuk memegang, menyembelih, atau membersihkan kandangnya.

  • Gejala flu setelah mengunjungi pasar unggas hidup atau peternakan. Hal yang sama berlaku saat bepergian ke daerah yang sedang terjangkit.

  • Mata merah setelah terkena percikan atau debu dari unggas maupun kandangnya. Keluhan ini bisa muncul tanpa demam.

  • Sesak napas, napas cepat, atau nyeri dada. Kondisi ini perlu segera ditangani di instalasi gawat darurat.

Ceritakan riwayat kontak dengan unggas kepada petugas, termasuk kapan dan di mana kontak terjadi. Sambil menunggu pemeriksaan, pakai masker dan batasi kontak dekat dengan orang lain.

Cara Dokter Memastikan Flu Burung

Flu burung tidak bisa dipastikan hanya dari gejala. CDC menjelaskan bahwa diagnosis membutuhkan pemeriksaan laboratorium dari sampel usap atau swab hidung dan tenggorokan, ditambah usap mata bila ada mata merah. Hasilnya lebih akurat bila sampel diambil pada hari-hari awal sakit.

Sampel diambil oleh fasilitas kesehatan, lalu dikirim ke laboratorium rujukan yang mampu mengenali subtipe virus flu burung. Tes antigen flu yang biasa dipakai untuk flu musiman tidak digunakan untuk memastikan flu burung. Dokter juga menilai kondisi pernapasan untuk menentukan perlu tidaknya rawat inap.

Pengobatan Flu Burung pada Manusia

Pengobatan utama berupa obat antivirus yang hanya diberikan dengan resep dokter. Obat ini bekerja lebih baik bila diberikan segera setelah gejala muncul, dan penanganan sedini mungkin membantu mencegah komplikasi.

Pasien dengan gejala berat atau dugaan kuat bisa disarankan dirawat di rumah sakit, termasuk di ruang isolasi untuk membatasi penyebaran. Perawatan penunjang seperti bantuan pernapasan diberikan sesuai kebutuhan. Obat antivirus terkadang juga diberikan kepada orang yang kontak erat dengan pasien, berdasarkan penilaian dokter.

Langkah Mencegah Flu Burung Sehari-hari

Pencegahan bertumpu pada kebiasaan sederhana di rumah, di pasar, dan di tempat kerja:

  • Hindari menyentuh unggas yang sakit atau mati. Bila harus memindahkannya, lapisi tangan dengan sarung tangan atau plastik, lalu cuci tangan.

  • Laporkan unggas yang mati mendadak. Sampaikan kepada pengurus lingkungan atau petugas peternakan setempat, dan jangan mengolahnya untuk dimakan.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Lakukan setelah memegang unggas, telur atau daging mentah, dan setelah membersihkan kandang.

  • Masak daging unggas dan telur hingga matang. Pastikan tidak ada bagian daging yang masih merah muda, dan gunakan talenan terpisah untuk bahan mentah.

  • Pakai alat pelindung saat bekerja dengan unggas. Masker, sarung tangan, sepatu bot, dan pelindung mata membantu mengurangi paparan. Lepas alat pelindung sebelum masuk rumah.

  • Kandangkan unggas peliharaan di luar rumah. Bersihkan kandang secara rutin dengan memakai sarung tangan dan masker.

  • Hindari pasar unggas hidup saat bepergian ke daerah terjangkit. Pantau kondisi tubuh setelah pulang dan periksakan diri bila muncul gejala flu.

Perlu diketahui juga, vaksin influenza musiman disusun untuk virus flu yang beredar setiap musim, sehingga tidak melindungi dari virus flu burung.

Kenali Gejalanya, Lindungi Diri dan Keluarga

Flu burung pada manusia jarang terjadi, dan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan serta memasak unggas hingga matang membantu menurunkan risikonya. Demam, batuk, mata merah, atau sesak napas setelah kontak dengan unggas sakit atau mati adalah alasan untuk segera memeriksakan diri. Lebih awal diketahui, lebih banyak yang bisa dilakukan.

Bila gejala tersebut muncul, datanglah langsung ke puskesmas atau rumah sakit, karena dugaan flu burung ditangani fasilitas kesehatan bersama laboratorium rujukan. Untuk pertanyaan umum seputar layanan Bumame, termasuk medical check-up rutin, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Mengenal Gejala Flu Burung pada Manusia. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-gejala-flu-burung-pada-manusia

  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Flu Burung. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/infeksi-pernapasan/flu-burung-pada-anak

  3. World Health Organization. Avian and other zoonotic influenza. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/health-topics/influenza-avian-and-other-zoonotic

  4. Centers for Disease Control and Prevention. Signs and Symptoms of Bird Flu in People. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/bird-flu/signs-symptoms/index.html

  5. NHS. Bird flu. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/bird-flu/

  6. Cleveland Clinic. Avian Influenza (Bird Flu): H5N1, Causes, Symptoms & Treatment. Retrieved 23 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22401-bird-flu

Referensi

1. Peiris JSM, de Jong MD, Guan Y. Avian influenza virus (H5N1): a threat to human health. Clin Microbiol Rev. 2007;20(2):243-67.

2. World Health Organization. Influenza at the human-animal interface.

3. Uyeki TM, Peiris M. Human infection with highly pathogenic avian influenza A (H5N1) virus: review of epidemiology. Clin Infect Dis. 2019;68(2):237-46.

4. Centers for Disease Control and Prevention. Avian influenza (Flu).

5. Kawaoka Y. Emerging highly pathogenic H5N1 influenza viruses: the threat and response. Annu Rev Med. 2006;57:139-50.

Ditulis oleh: Tim Editorial Bumame

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja gejala awal flu burung pada manusia?

Gejala awalnya mirip flu biasa, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kadang mata merah. Riwayat kontak dengan unggas yang sakit atau mati menjadi petunjuk penting.

Apakah flu burung menular dari manusia ke manusia?

Penularan antarmanusia jarang terjadi dan tidak menyebar dengan mudah. Sebagian besar kasus berasal dari kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang tercemar.

Apakah daging ayam dan telur aman dimakan?

Daging unggas dan telur yang dimasak hingga matang tidak menularkan flu burung. Pisahkan alat untuk bahan mentah dan matang, lalu cuci tangan setelah memegang bahan mentah.

Apakah vaksin flu biasa bisa mencegah flu burung?

Vaksin flu musiman tidak melindungi dari virus flu burung. Pencegahan flu burung bertumpu pada menghindari unggas yang sakit, menjaga kebersihan tangan, dan memasak unggas hingga matang.

Kapan harus ke dokter bila curiga flu burung?

Segera ke puskesmas atau rumah sakit bila muncul demam, batuk, atau mata merah setelah kontak dengan unggas sakit atau mati, atau setelah mengunjungi pasar unggas hidup, lalu sampaikan riwayat kontak tersebut kepada petugas. Bila muncul sesak napas atau nyeri dada, langsung ke IGD.

Rekomendasi Layanan

Promo Bumame

Filter koleksi

Lokasi Bumame

Lihat artikel lainnya
WhatsApp CTA