Di Indonesia, hampir semua keluhan hidung tersumbat disebut flu. Anak yang meler sepulang sekolah dibilang kena flu. Orang kantoran yang bersin sepanjang pagi juga merasa sedang flu. Kebiasaan menyebut ini sudah lama melekat dan kita memakainya tanpa berpikir dua kali.
Secara medis, flu dan pilek adalah dua penyakit yang berbeda. Keduanya berangkat dari kelompok virus yang berbeda dan memberi pola gejala yang berbeda pula. Flu yang sebenarnya, yaitu influenza, umumnya datang mendadak dan terasa berat di sekujur badan. Pilek biasa umumnya reda sendiri dalam beberapa hari. Membedakan keduanya berguna karena influenza bisa menimbulkan komplikasi pada kelompok tertentu, seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.
Apa Penyebab Flu?
Penyebab flu adalah virus influenza. Pada manusia, tipe yang paling sering menimbulkan penyakit musiman adalah influenza tipe A dan tipe B. Virus ini menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan sampai ke paru-paru, sehingga keluhannya sering terasa di sekujur badan.
Virus influenza punya satu sifat khas. Susunan permukaannya berubah sedikit demi sedikit dari musim ke musim, sehingga versi yang beredar tahun ini bisa berbeda dari versi tahun lalu. Tubuh yang sudah mengenali versi lama belum tentu langsung mengenali versi barunya. Karena itu kekebalan terhadap influenza perlu disegarkan secara berkala, dan komposisi vaksin influenza pun ditinjau ulang setiap tahun.
Pilek biasa berangkat dari kelompok virus yang lain. Penyebab tersering adalah rhinovirus, yaitu virus yang menyerang lapisan saluran napas bagian atas. Beberapa jenis coronavirus musiman, virus parainfluenza, dan adenovirus juga bisa menimbulkan keluhan serupa. Virus-virus ini umumnya membuat hidung berair dan tenggorokan gatal, dengan badan yang masih terasa cukup enak untuk beraktivitas.
Cara Penularan Flu
Virus influenza berpindah antar orang lewat percikan kecil yang keluar saat penderita batuk, bersin, dan berbicara. Percikan ini bisa terhirup oleh orang di dekatnya, terutama di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang terbatas.
Jalur kedua melewati permukaan benda. Percikan yang menempel di gagang pintu, meja, tombol lift, atau layar ponsel bisa berpindah ke tangan, lalu masuk ke tubuh ketika tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Kebiasaan menyentuh wajah tanpa sadar membuat jalur ini sering terjadi.
Penderita influenza umumnya sudah bisa menularkan virus sekitar satu hari sebelum gejala muncul, dan tetap menularkan sampai kira-kira lima sampai tujuh hari setelah gejala pertama. Rentang ini bisa lebih panjang pada anak kecil dan pada orang dengan daya tahan tubuh yang menurun. Karena itu seseorang bisa menularkan flu di kantor atau di sekolah pada saat dirinya masih merasa sehat.
Faktor Risiko Komplikasi
Sebagian besar orang sehat pulih dari influenza tanpa masalah berarti. Beberapa kelompok berikut memerlukan perhatian lebih karena tubuhnya bekerja lebih keras saat melawan infeksi.
1. Usia
Anak kecil, terutama di bawah lima tahun, dan lansia di atas 65 tahun berada di kelompok ini. Sistem kekebalan anak masih berkembang, sementara pada lansia daya tahan tubuh menurun seiring bertambahnya usia.
2. Ibu Hamil
Kehamilan mengubah cara kerja sistem kekebalan, jantung, dan paru-paru. Ibu hamil karena itu cenderung mengalami gejala yang lebih berat, dan perhatian ini berlanjut sampai sekitar dua minggu setelah melahirkan.
3. Penyakit Kronis
Asma, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol membuat tubuh punya beban tambahan saat melawan infeksi. Pada penderita asma, influenza juga bisa memicu keluhan pernapasan yang lebih sering kambuh.
4. Daya Tahan Tubuh Menurun
Orang yang sedang menjalani pengobatan kanker, penerima transplantasi organ, pengguna obat penekan kekebalan jangka panjang, dan penderita HIV termasuk di kelompok ini. Pada kondisi tersebut tubuh membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengenali dan melawan virus, sehingga gejala bisa berlangsung lebih lama dari biasanya. Memeriksakan diri sejak gejala pertama muncul memberi dokter ruang untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi masing-masing.
5. Obesitas
Berat badan berlebih atau obesitas, terutama pada indeks massa tubuh 40 ke atas, berkaitan dengan gejala yang lebih berat. Fungsi pernapasan yang terbebani menjadi salah satu alasannya.
Komplikasi yang mungkin terjadi mencakup radang paru atau pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, serta memberatnya penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya. Kejadian ini muncul pada sebagian kecil kasus, dengan risiko yang lebih tinggi pada kelompok di atas.
Gejala Flu yang Perlu Diwaspadai
Sebagian besar keluhan flu membaik dengan istirahat di rumah. Ada beberapa tanda yang sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Sesak napas atau napas yang terasa berat
Nyeri dada atau rasa tertekan di dada
Demam yang sempat turun lalu naik lagi
Tanda dehidrasi, seperti buang air kecil jauh berkurang, bibir kering, dan badan lemas
Kebingungan atau penurunan kesadaran, terutama pada lansia
Pada anak, sulit dibangunkan, napas cepat, atau menolak minum
Bila Anda merawat anggota keluarga yang termasuk kelompok berisiko, ambang untuk memeriksakan sebaiknya lebih rendah. Pemeriksaan lebih awal memberi ruang bagi dokter untuk menangani sebelum keluhan berkembang.
Cara Mengatasi Flu di Rumah
Tubuh membutuhkan waktu dan tenaga untuk melawan virus influenza. Perawatan di rumah bertujuan meringankan gejala dan menjaga kondisi tubuh selama proses itu berlangsung.
Istirahat cukup. Tidur yang panjang memberi tubuh kesempatan memulihkan diri.
Banyak minum. Air putih, kuah hangat, dan teh hangat membantu mengganti cairan yang hilang lewat demam dan keringat.
Makan bergizi meski nafsu makan sedang menurun. Porsi kecil yang lebih sering biasanya lebih mudah diterima.
Hirup uap hangat dari air panas atau mandi dengan air hangat untuk melegakan hidung yang tersumbat.
Gunakan obat penurun demam dan pereda gejala sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter.
Satu hal yang sering keliru dipahami adalah soal antibiotik. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus penyebab flu, sehingga meminumnya tidak mempercepat kesembuhan. Antibiotik hanya diresepkan dokter bila terbukti ada infeksi bakteri tambahan yang menyertai, misalnya radang paru atau infeksi sinus. Pemakaian tanpa indikasi juga mendorong kuman menjadi kebal terhadap obat di kemudian hari.
Pencegahan Flu
Langkah pencegahan influenza sebagian besar sederhana dan bisa Anda jalankan setiap hari.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, terutama setelah dari tempat umum. Hand sanitizer berbahan alkohol bisa dipakai saat air tidak tersedia.
Terapkan etika batuk dengan menutup mulut dan hidung memakai tisu atau lipatan siku, lalu buang tisu dan cuci tangan.
Kurangi kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
Pakai masker saat sedang sakit dan saat berada di keramaian atau ruangan tertutup.
Jaga pola makan bergizi seimbang dan cukupi jam tidur normal setiap malam, karena kurang tidur berkaitan dengan daya tahan tubuh yang menurun.
Lakukan vaksinasi influenza tahunan sebagai lapisan perlindungan tambahan.
Vaksinasi Flu di Bumame
Kembali ke sifat virus influenza yang susunannya berubah dari musim ke musim. Karena perubahan itu, komposisi vaksin influenza diperbarui setiap tahun agar sesuai dengan versi virus yang diperkirakan beredar. Tingkat perlindungan dari vaksin juga menurun seiring berjalannya waktu. Dua hal ini yang membuat vaksinasi influenza diulang setahun sekali.
Vaksinasi influenza direkomendasikan WHO terutama untuk kelompok berisiko, yaitu ibu hamil, anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, lansia, orang dengan penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.
Vaksin Influenza di Bumame bisa Anda jadwalkan sesuai waktu yang Anda pilih. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk memastikan jadwal vaksinasi yang sesuai. Untuk keluarga yang ingin divaksinasi bersama, layanan home care Bumame umumnya bisa menjadi pilihan sesuai ketersediaan wilayah.
Kenali Bedanya, Lindungi yang Rentan
Menyebut semua hidung tersumbat sebagai flu adalah kebiasaan yang sulit hilang, dan itu wajar. Yang lebih berguna adalah mengenali polanya. Gejala yang datang mendadak dengan demam tinggi dan badan pegal mengarah ke influenza. Gejala yang muncul perlahan dan berpusat di hidung mengarah ke pilek biasa.
Dengan mengenali bedanya, Anda bisa merawat diri dengan tepat di rumah, tahu kapan waktunya memeriksakan diri, dan memberi perlindungan tambahan bagi orang di sekitar Anda yang lebih rentan. Orang tua di rumah, anak kecil, dan anggota keluarga dengan penyakit kronis adalah alasan yang cukup untuk mulai memperhatikan hal ini.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
Referensi
World Health Organization. Influenza (Seasonal). Retrieved 2 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
Centers for Disease Control and Prevention. Cold Versus Flu. Retrieved 2 September 2026 from https://www.cdc.gov/flu/signs-symptoms/cold-versus-flu.html
Mayo Clinic. Influenza (flu) - Symptoms and causes. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
National Health Service. Flu. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/flu/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Influenza. Retrieved 2 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik/influenza
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
