Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

penyebab flu
Kembali ke Artikel & Berita

Flu: Penyebab, Gejala dan Penanganan

Bumame Editor

Di Indonesia, hampir semua keluhan hidung tersumbat disebut flu. Anak yang meler sepulang sekolah dibilang kena flu. Orang kantoran yang bersin sepanjang pagi juga merasa sedang flu. Kebiasaan menyebut ini sudah lama melekat dan kita memakainya tanpa berpikir dua kali.

Secara medis, flu dan pilek adalah dua penyakit yang berbeda. Keduanya berangkat dari kelompok virus yang berbeda dan memberi pola gejala yang berbeda pula. Flu yang sebenarnya, yaitu influenza, umumnya datang mendadak dan terasa berat di sekujur badan. Pilek biasa umumnya reda sendiri dalam beberapa hari. Membedakan keduanya berguna karena influenza bisa menimbulkan komplikasi pada kelompok tertentu, seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.


Apa Penyebab Flu?

Penyebab flu adalah virus influenza. Pada manusia, tipe yang paling sering menimbulkan penyakit musiman adalah influenza tipe A dan tipe B. Virus ini menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan sampai ke paru-paru, sehingga keluhannya sering terasa di sekujur badan.

Virus influenza punya satu sifat khas. Susunan permukaannya berubah sedikit demi sedikit dari musim ke musim, sehingga versi yang beredar tahun ini bisa berbeda dari versi tahun lalu. Tubuh yang sudah mengenali versi lama belum tentu langsung mengenali versi barunya. Karena itu kekebalan terhadap influenza perlu disegarkan secara berkala, dan komposisi vaksin influenza pun ditinjau ulang setiap tahun.

Pilek biasa berangkat dari kelompok virus yang lain. Penyebab tersering adalah rhinovirus, yaitu virus yang menyerang lapisan saluran napas bagian atas. Beberapa jenis coronavirus musiman, virus parainfluenza, dan adenovirus juga bisa menimbulkan keluhan serupa. Virus-virus ini umumnya membuat hidung berair dan tenggorokan gatal, dengan badan yang masih terasa cukup enak untuk beraktivitas.

Cara Penularan Flu

Virus influenza berpindah antar orang lewat percikan kecil yang keluar saat penderita batuk, bersin, dan berbicara. Percikan ini bisa terhirup oleh orang di dekatnya, terutama di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang terbatas.

Jalur kedua melewati permukaan benda. Percikan yang menempel di gagang pintu, meja, tombol lift, atau layar ponsel bisa berpindah ke tangan, lalu masuk ke tubuh ketika tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Kebiasaan menyentuh wajah tanpa sadar membuat jalur ini sering terjadi.

Penderita influenza umumnya sudah bisa menularkan virus sekitar satu hari sebelum gejala muncul, dan tetap menularkan sampai kira-kira lima sampai tujuh hari setelah gejala pertama. Rentang ini bisa lebih panjang pada anak kecil dan pada orang dengan daya tahan tubuh yang menurun. Karena itu seseorang bisa menularkan flu di kantor atau di sekolah pada saat dirinya masih merasa sehat.

Faktor Risiko Komplikasi

Sebagian besar orang sehat pulih dari influenza tanpa masalah berarti. Beberapa kelompok berikut memerlukan perhatian lebih karena tubuhnya bekerja lebih keras saat melawan infeksi.

1. Usia

Anak kecil, terutama di bawah lima tahun, dan lansia di atas 65 tahun berada di kelompok ini. Sistem kekebalan anak masih berkembang, sementara pada lansia daya tahan tubuh menurun seiring bertambahnya usia.

2. Ibu Hamil

Kehamilan mengubah cara kerja sistem kekebalan, jantung, dan paru-paru. Ibu hamil karena itu cenderung mengalami gejala yang lebih berat, dan perhatian ini berlanjut sampai sekitar dua minggu setelah melahirkan.

3. Penyakit Kronis

Asma, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol membuat tubuh punya beban tambahan saat melawan infeksi. Pada penderita asma, influenza juga bisa memicu keluhan pernapasan yang lebih sering kambuh.

4. Daya Tahan Tubuh Menurun

Orang yang sedang menjalani pengobatan kanker, penerima transplantasi organ, pengguna obat penekan kekebalan jangka panjang, dan penderita HIV termasuk di kelompok ini. Pada kondisi tersebut tubuh membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengenali dan melawan virus, sehingga gejala bisa berlangsung lebih lama dari biasanya. Memeriksakan diri sejak gejala pertama muncul memberi dokter ruang untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi masing-masing.

5. Obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas, terutama pada indeks massa tubuh 40 ke atas, berkaitan dengan gejala yang lebih berat. Fungsi pernapasan yang terbebani menjadi salah satu alasannya.

Komplikasi yang mungkin terjadi mencakup radang paru atau pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, serta memberatnya penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya. Kejadian ini muncul pada sebagian kecil kasus, dengan risiko yang lebih tinggi pada kelompok di atas.

Gejala Flu yang Perlu Diwaspadai

Sebagian besar keluhan flu membaik dengan istirahat di rumah. Ada beberapa tanda yang sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

  • Sesak napas atau napas yang terasa berat

  • Nyeri dada atau rasa tertekan di dada

  • Demam yang sempat turun lalu naik lagi

  • Tanda dehidrasi, seperti buang air kecil jauh berkurang, bibir kering, dan badan lemas

  • Kebingungan atau penurunan kesadaran, terutama pada lansia

  • Pada anak, sulit dibangunkan, napas cepat, atau menolak minum

Bila Anda merawat anggota keluarga yang termasuk kelompok berisiko, ambang untuk memeriksakan sebaiknya lebih rendah. Pemeriksaan lebih awal memberi ruang bagi dokter untuk menangani sebelum keluhan berkembang.

Cara Mengatasi Flu di Rumah

Tubuh membutuhkan waktu dan tenaga untuk melawan virus influenza. Perawatan di rumah bertujuan meringankan gejala dan menjaga kondisi tubuh selama proses itu berlangsung.

  • Istirahat cukup. Tidur yang panjang memberi tubuh kesempatan memulihkan diri.

  • Banyak minum. Air putih, kuah hangat, dan teh hangat membantu mengganti cairan yang hilang lewat demam dan keringat.

  • Makan bergizi meski nafsu makan sedang menurun. Porsi kecil yang lebih sering biasanya lebih mudah diterima.

  • Hirup uap hangat dari air panas atau mandi dengan air hangat untuk melegakan hidung yang tersumbat.

  • Gunakan obat penurun demam dan pereda gejala sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter.

Satu hal yang sering keliru dipahami adalah soal antibiotik. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus penyebab flu, sehingga meminumnya tidak mempercepat kesembuhan. Antibiotik hanya diresepkan dokter bila terbukti ada infeksi bakteri tambahan yang menyertai, misalnya radang paru atau infeksi sinus. Pemakaian tanpa indikasi juga mendorong kuman menjadi kebal terhadap obat di kemudian hari.


Pencegahan Flu

Langkah pencegahan influenza sebagian besar sederhana dan bisa Anda jalankan setiap hari.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, terutama setelah dari tempat umum. Hand sanitizer berbahan alkohol bisa dipakai saat air tidak tersedia.

  • Terapkan etika batuk dengan menutup mulut dan hidung memakai tisu atau lipatan siku, lalu buang tisu dan cuci tangan.

  • Kurangi kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

  • Pakai masker saat sedang sakit dan saat berada di keramaian atau ruangan tertutup.

  • Jaga pola makan bergizi seimbang dan cukupi jam tidur normal setiap malam, karena kurang tidur berkaitan dengan daya tahan tubuh yang menurun.

  • Lakukan vaksinasi influenza tahunan sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Vaksinasi Flu di Bumame

Kembali ke sifat virus influenza yang susunannya berubah dari musim ke musim. Karena perubahan itu, komposisi vaksin influenza diperbarui setiap tahun agar sesuai dengan versi virus yang diperkirakan beredar. Tingkat perlindungan dari vaksin juga menurun seiring berjalannya waktu. Dua hal ini yang membuat vaksinasi influenza diulang setahun sekali.

Vaksinasi influenza direkomendasikan WHO terutama untuk kelompok berisiko, yaitu ibu hamil, anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, lansia, orang dengan penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.

Vaksin Influenza di Bumame bisa Anda jadwalkan sesuai waktu yang Anda pilih. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk memastikan jadwal vaksinasi yang sesuai. Untuk keluarga yang ingin divaksinasi bersama, layanan home care Bumame umumnya bisa menjadi pilihan sesuai ketersediaan wilayah.

Kenali Bedanya, Lindungi yang Rentan

Menyebut semua hidung tersumbat sebagai flu adalah kebiasaan yang sulit hilang, dan itu wajar. Yang lebih berguna adalah mengenali polanya. Gejala yang datang mendadak dengan demam tinggi dan badan pegal mengarah ke influenza. Gejala yang muncul perlahan dan berpusat di hidung mengarah ke pilek biasa.

Dengan mengenali bedanya, Anda bisa merawat diri dengan tepat di rumah, tahu kapan waktunya memeriksakan diri, dan memberi perlindungan tambahan bagi orang di sekitar Anda yang lebih rentan. Orang tua di rumah, anak kecil, dan anggota keluarga dengan penyakit kronis adalah alasan yang cukup untuk mulai memperhatikan hal ini.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi

  • World Health Organization. Influenza (Seasonal). Retrieved 2 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)

  • Centers for Disease Control and Prevention. Cold Versus Flu. Retrieved 2 September 2026 from https://www.cdc.gov/flu/signs-symptoms/cold-versus-flu.html

  • Mayo Clinic. Influenza (flu) - Symptoms and causes. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719

  • National Health Service. Flu. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/flu/

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Influenza. Retrieved 2 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik/influenza

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa penyebab flu?
Penyebab flu adalah virus influenza, terutama tipe A dan tipe B pada manusia. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan menular lewat percikan saat batuk, bersin, dan berbicara, serta lewat permukaan benda yang terkontaminasi.
Apa bedanya flu dan pilek?
Flu atau influenza umumnya datang mendadak dengan demam tinggi, nyeri otot, dan rasa lelah yang berat. Pilek biasa muncul bertahap dengan hidung tersumbat dan bersin sebagai keluhan utama, dan jarang disertai demam tinggi. Keduanya juga disebabkan oleh kelompok virus yang berbeda.
Berapa lama flu sembuh?
Sebagian besar kasus influenza membaik dalam 1 sampai 2 minggu. Rasa lelah dan batuk bisa bertahan lebih lama pada sebagian orang. Bila gejala memberat atau demam naik kembali setelah sempat turun, sebaiknya periksakan ke dokter.
Apakah flu perlu antibiotik?
Tidak. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus penyebab flu. Antibiotik hanya diresepkan dokter bila ada infeksi bakteri tambahan yang menyertai, seperti radang paru atau infeksi sinus.
Kapan perlu vaksin flu?
Vaksinasi influenza diberikan setahun sekali karena virusnya terus berubah dan perlindungannya menurun seiring waktu. Vaksinasi terutama direkomendasikan untuk kelompok berisiko, yaitu ibu hamil, anak kecil, lansia, orang dengan penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.