Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mengenal Folikulitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Mengenal Folikulitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Pernahkah bercukur, lalu beberapa hari kemudian melihat bintik-bintik merah kecil di bekas cukuran? Atau saat selesai olahraga dengan baju ketat, punggung jadi gatal dan muncul benjolan kecil mirip jerawat? Banyak orang mengira itu cuma jerawat biasa, padahal, kemungkinan besar itu folikulitis (folliculitis) peradangan pada kantong rambut di kulit. 

Kabar baiknya, folliculitis biasanya ringan dan sering sembuh sendiri jika Anda menghentikan pemicunya. Meski begitu, beberapa kondisi membuatnya perlu diperiksakan ke dokter. Mari simak gejala, penyebab, cara pemeriksaan, pengobatan, hingga langkah pencegahannya dengan bahasa yang mudah dipahami!

Apa Itu Folikulitis?

Folikulitis adalah peradangan yang menyerang folikel rambut, yaitu kantong kecil di dalam kulit tempat rambut tumbuh. Kondisi ini bisa muncul di mana saja di bagian tubuh yang berambut, mulai dari wajah, kulit kepala, dada, punggung, lengan, kaki, hingga bokong. 

Penyebabnya pun berbeda-beda. Sering kali karena bakteri masuk melalui folikel yang lecet dan memicu infeksi. Iritasi akibat cukuran atau gesekan pakaian, jamur, bahkan virus juga bisa memicunya. Peradangan ini bisa terjadi di lapisan kulit yang dangkal atau lebih dalam, tergantung letaknya. 

Folikulitis sendiri termasuk salah satu penyakit kulit yang cukup umum di Indonesia. Pada orang yang daya tahan tubuhnya baik, biasanya gejalanya ringan dan akan membaik setelah penyebabnya dihilangkan. 

Gejala dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Tanda yang paling sering muncul berupa sekumpulan bintik kecil mirip jerawat. Kadang lingkaran kemerahan mengelilingi setiap bintik, dan bagian atasnya bisa berisi nanah. Beberapa orang tidak merasakan apa-apa, sementara yang lain merasa gatal atau nyeri saat menyentuhnya.

Gejalanya juga berbeda-beda tergantung penyebabnya. Folikulitis karena jamur Malassezia biasanya membuat gatal dan sering muncul di punggung atau bahu, terutama pada remaja dan dewasa muda. Sementara folliculitis akibat virus herpes muncul sebagai lepuhan kecil yang berkelompok.

Perhatikan bila bintik-bintiknya membesar, semakin nyeri, atau menyatu menjadi benjolan yang dalam. Kondisi ini bisa menandakan infeksi sudah masuk lebih dalam, misalnya menjadi bisul atau furunkel. Karena tampilannya mirip, orang juga sering salah mengira furunkel sebagai jerawat tanpa kepala putih atau mendem.

Penyebab dan Faktor Risiko Folikulitis

Penyebab paling sering adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya sudah hidup di kulit kita sehari-hari tanpa menimbulkan masalah. Bakteri tersebut baru membuat masalah ketika folikel rambut lecet atau teriritasi, sehingga kuman punya jalan masuk. Beberapa pemicunya antara lain:

  • Mencukur, mencabut, atau waxing bulu sering meninggalkan luka kecil di kulit, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke folikel rambut.

  • Memakai pakaian atau perlengkapan olahraga yang ketat membuat kulit terus bergesekan dan tetap lembap, sehingga memicu peradangan.

  • Berendam di kolam atau bak air panas yang kurang bersih bisa membawa bakteri Pseudomonas yang memicu folikulitis.

  • Menggunakan obat tertentu, seperti krim kortikosteroid atau antibiotik minum dalam jangka panjang, bisa mengganggu keseimbangan bakteri di kulit.

  • Memakai produk perawatan kulit yang terlalu berminyak atau yang menutup pori-pori dapat menyumbat folikel dan memicu peradangan.

Selain pemicu di atas, ada kelompok yang lebih mudah terkena atau lebih sulit sembuh. Mereka meliputi orang dengan diabetes, obesitas, atau daya tahan tubuh yang menurun (karena penyakit tertentu atau obat penekan imun). 

Perlu dicatat, memiliki faktor risiko bukan berarti pasti terkena folliculitis. Silakan lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mengetahui hal tersebut lebih lanjut.

Diagnosis dan Pemeriksaan Folikulitis

Pada sebagian besar kasus, dokter cukup menegakkan diagnosis hanya dari riwayat keluhan dan pemeriksaan kulit. Dokter baru mempertimbangkan tes tambahan jika keluhan tidak membaik, sering kambuh, atau tampilannya menyerupai kondisi lain.

Untuk tesnya, dokter akan mengambil usapan dari bintik bernanah untuk diteliti di laboratorium, memeriksa kerokan kulit untuk mencari jamur, atau mengambil sedikit jaringan kulit (biopsi) pada kasus tertentu. Karena folikulitis mirip jerawat, pemeriksaan oleh dokter kulit membantu memastikan Anda tidak salah mengenali kondisinya.

Jika sering muncul, dokter juga akan menelusuri faktor di baliknya, misalnya, bisa jadi efek dari kadar gula darah tinggi. Dalam situasi ini, Anda bisa memilih MCU Skin Panel Core dari Bumame sebagai salah satu pilihan pemeriksaan. 

Paket ini memang tidak mendiagnosis atau mengobati folliculitis. Namun, fungsinya lebih ke memberi gambaran kondisi tubuh yang bisa Anda diskusikan bersama dokter.

Pilihan Pengobatan Folikulitis

Folliculitis ringan biasanya bisa sembuh sendiri jika Anda menghentikan pemicunya. Untuk pengobatan di rumah, Anda bisa mengompres area yang meradang dengan kain hangat selama 15–20 menit beberapa kali sehari. Jangan menggaruk, memencet bintik, atau bercukur di tempat yang terkena. 

Kalau cukuran, cabutan, atau waxing yang diduga jadi penyebab, hentikan dulu selama sekitar satu bulan. Jika keluhan belum reda, dokter akan memilih obat sesuai penyebabnya. Untuk infeksi bakteri, dokter bisa meresepkan salep antibiotik atau antibiotik minum jika infeksinya lebih dalam. 

Untuk folikulitis karena jamur, dokter biasanya memberikan obat antijamur oles atau minum selama beberapa minggu. Sedangkan folliculitis akibat virus herpes ditangani dengan obat antivirus. Karena jenis obatnya berbeda-beda, jangan membeli antibiotik sendiri tanpa resep dokter. 

Sebagian besar orang mendapatkan hasil pengobatan yang baik. Namun, jika Anda membiarkannya, infeksi bisa menjalar menjadi radang jaringan di bawah kulit (selulitis) atau kumpulan nanah (abses). Beberapa bentuk yang lebih jarang juga bisa meninggalkan jaringan parut dan kerontokan rambut permanen.

Cara Mencegah Folikulitis

Inti pencegahan folikulitis sangat sederhana, yaitu jaga supaya folikel rambut tidak terus-menerus teriritasi dan tetap bersih. Berikut penerapannya.

  • Pakai pakaian longgar saat cuaca panas dan lembap supaya kulit tetap bisa bernapas. Setelah olahraga dengan baju ketat, segera mandi lalu ganti pakaian kering. Cuci handuk secara rutin dan jangan berbagi handuk dengan orang lain agar kuman tidak menyebar.

  • Pilih kolam atau bak air panas yang terawat dengan baik. Kalau ragu dengan kebersihannya, lebih baik dihindari saja. Setelah berendam, segera lepas baju renang, mandi pakai sabun, lalu cuci baju renang setiap kali selesai dipakai.

  • Cukur dengan hati-hati. Pakai gel atau busa cukur (bukan sabun biasa) supaya pisau lebih gampang digunakan dan mengurangi iritasi. Jangan terlalu sering bercukur agar kulit cepat pulih.

  • Pilih pelembap yang oil-free dan hindari produk yang membuat kulit terasa tertutup atau lengket. Produk yang terlalu berminyak juga bisa menyumbat folikel rambut.

  • Kalau Anda punya riwayat diabetes atau kondisi serupa, silakan ikuti anjuran dokter karena kondisi tersebut termasuk faktor risiko yang bisa memperparah folliculitis.

Kapan harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika bintik tidak membaik setelah satu hingga dua minggu perawatan di rumah, atau jika bintik malah membuat nyeri, membengkak, dan kemerahannya menyebar. Segera datang ke fasilitas kesehatan jika Anda mengalami demam, menggigil, atau badan terasa tidak enak, karena infeksi bisa saja sedang menyebar.

Cari bantuan medis juga jika sering kambuh, muncul pada orang dengan diabetes atau daya tahan tubuh lemah, atau kalau Anda ragu apakah itu benar folikulitis atau kondisi kulit lain. Dokter bisa memastikan diagnosisnya dan menentukan apakah Anda perlu obat.

Kalau Anda ingin menelusuri faktor lain di balik keluhan kulit yang berulang, gunakan layanan MCU Skin Panel Core di Bumame. Bawa hasil pemeriksaannya ke dokter supaya bisa dibahas bersama keluhan yang Anda alami.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. American Academy of Dermatology — Folliculitis

  2. Winters, R. D., & Mitchell, M. — Folliculitis

  3. Oakley, A. — Folliculitis

  4. Mayo Clinic — Folliculitis: Symptoms & Causes

  5. Centers for Disease Control and Prevention — Preventing Hot Tub Rash

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu folikulitis?

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut, yaitu kantong kecil di kulit tempat rambut tumbuh. Kondisi ini dapat muncul di wajah, kulit kepala, dada, punggung, lengan, kaki, hingga bokong.

Apa saja penyebab folikulitis?

Folikulitis paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penyebab lainnya meliputi bakteri Pseudomonas dari air yang kurang bersih, jamur, virus, iritasi akibat bercukur, gesekan pakaian ketat, dan penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu berminyak.

Apa gejala folikulitis yang perlu diwaspadai?

Gejala folikulitis meliputi bintik-bintik kecil mirip jerawat, kulit kemerahan, benjolan berisi nanah, gatal, atau nyeri saat disentuh. Jika bintik membesar, semakin nyeri, atau kemerahan menyebar, segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara mengobati folikulitis di rumah?

Folikulitis ringan dapat dirawat dengan mengompres area yang meradang menggunakan kain hangat selama 15–20 menit beberapa kali sehari. Hindari menggaruk, memencet bintik, dan bercukur di area tersebut. Jika tidak membaik, dokter dapat memberikan obat sesuai penyebabnya.

Kapan folikulitis harus diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri ke dokter jika folikulitis tidak membaik setelah satu hingga dua minggu perawatan di rumah, semakin nyeri, membengkak, atau kemerahannya menyebar. Segera cari bantuan medis jika disertai demam, menggigil, atau badan terasa tidak enak.