Kulit bisa berubah hanya karena hal sederhana seperti keringat, debu, cuaca panas, atau penggunaan produk tertentu. Perubahan berupa gatal, bercak, ruam, benjolan, atau perubahan warna bisa menjadi tanda untuk mengetahui jenis penyakit kulit yang Anda alami.
Penyakit kulit sangatlah beragam karena penyebabnya bisa berasal dari peradangan, infeksi, gangguan sistem imun, faktor genetik, sampai paparan lingkungan. Mengenali perbedaannya bisa membantu Anda menentukan langkah yang tepat untuk pencegahan dan pengobatan.
Kenapa Penting Mengenali Jenis Penyakit Kulit?
Mengenali perubahan pada kulit bukan berarti Anda harus langsung menganggapnya sebagai penyakit yang serius. Pengetahuan dasar justru bisa membantu Anda lebih tahu tentang bagaimana mengambil tindakan yang tepat. Berikut ini alasan pentingnya.
Membedakan kemungkinan penyebab keluhan. Ruam yang terlihat mirip belum tentu mempunyai penyebab yang serupa, sehingga penanganannya pun bisa berbeda.
Mencegah penularan karena beberapa jenis penyakit kulit disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, atau virus dan bisa menular lewat kontak tertentu.
Mendapatkan pemeriksaan lebih cepat. Kondisi seperti kanker kulit dan kusta memerlukan pengenalan dan penanganan sedini mungkin.
Menghindari penggunaan obat yang tidak sesuai. Tidak semua ruam memerlukan obat yang sama. Itulah mengapa diagnosis yang tepat sangat penting sebelum penggunaan obat tertentu.
Mengetahui kapan perlu ke dokter. Perubahan kulit yang semakin luas, menetap, atau tidak kunjung membaik sebaiknya tidak sekadar ditangani berdasarkan prediksi atau perkiraan sendiri.
Jenis Penyakit Kulit yang Umum di Indonesia
Secara umum, penyakit kulit bisa dikelompokkan berdasarkan penyebab maupun mekanismenya, meskipun beberapa kondisi bisa mempunyai lebih dari satu faktor yang berperan. WHO telah mengelompokkan beragam penyakit kulit berdasarkan penyebab, tanda, dan kebutuhan pemeriksaannya.
1. Jenis Penyakit Kulit Akibat Infeksi
Kelompok ini disebabkan oleh mikroorganisme berupa bakteri, virus, jamur, atau parasit. Beberapa di antaranya mudah menular lewat kontak langsung atau benda yang terkontaminasi. Berikut ini jenis-jenisnya.
1. Kurap
Tinea atau kurap adalah infeksi kulit menular akibat jamur dermatofita yang menyerang rambut, kulit, atau kuku. Ciri khasnya berupa ruam yang berbentuk lingkaran, kemerahan, bersisik, dan sering terasa gatal.
2. Panu
Pityriasis versicolor atau panu adalah penyakit infeksi kulit tidak menular yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebih pada kulit. Umumnya, penyakit ini muncul sebagai bercak yang lebih gelap atau lebih terang daripada kulit sekitarnya, khususnya pada punggung, leher, dada, atau lengan.
3. Bisul
Bisul adalah infeksi kulit yang umumnya menyerang folikel rambut dan jaringan di sekitarnya. Biasanya, bisul disebabkan oleh bakteri, khususnya Staphylococcus aureus. Bentuknya berupa benjolan berwarna merah yang terasa nyeri dan bisa berisi nanah.
4. Impetigo
Impetigo merupakan infeksi kulit akibat bakteri yang kerap menyerang anak-anak. Keluhannya bisa diawali oleh lepuhan merah atau luka dan gatal, lalu pecah dan membentuk koreng atau kerak yang berwarna kekuningan seperti madu.
5. Cacar Air
Cacar air adalah penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Ciri khasnya berupa ruam yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan kemudian mengering menjadi keropeng. Penyakit ini umumnya juga disertai dengan rasa lelah atau demam.
6. Herpes
Penyebab herpes adalah virus Herpes simplex yang bisa menyebabkan kelompok lepuhan kecil yang mana terasa perih atau nyeri. Lesi bisa muncul di sekitar mulut (herpes bibir) atau area genital (herpes genital), tergantung pada jenis infeksinya.
7. Kudis (Scabies)
Scabies atau kudis terjadi karena tungau Sarcoptes scabiei. Ciri khas penyakit menular ini adalah rasa gatal yang hebat, khususnya pada malam hari, dan disertai garis kecil atau bintil di sela jari, lipatan tubuh, pergelangan tangan, maupun area tertentu lainnya.
8. Kutil
Kutil adalah pertumbuhan kecil kulit karena infeksi virus Human Papillomavirus (HPV). Bentuk umumnya berupa benjolan dengan permukaan yang kasar, meskipun tampilannya bisa berbeda tergantung lokasi.
9. Kusta
Kusta merupakan penyakit infeksi kronis karena bakteri Mycobacterium leprae. Jenis penyakit kulit ini biasanya menyerang kulit dan saraf tepi. Salah satu tanda pentingnya adalah bercak kulit yang mengalami penurunan atau kehilangan rasa.
2. Jenis Penyakit Kulit Akibat Peradangan
Kelompok ini berhubungan dengan respons peradangan kulit yang bisa terjadi karena faktor alergi, genetik, lingkungan, iritasi, atau kelainan sistem kekebalan tubuh. Jenis-jenisnya bisa Anda lihat di bawah ini.
1. Eksim (Dermatitis Atopik)
Eksim adalah penyakit peradangan yang menyebabkan kulit gatal dan kering yang mana bisa berlangsung secara berulang. Sebab, eksim disebabkan oleh faktor genetik, sedangkan pemicunya berasal dari lingkungan.
2. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak terjadi setelah kulit bersentuhan dengan bahan iritan maupun zat yang memicu alergi, seperti kosmetik, deterjen, logam, maupun bahan kimia tertentu. Kulit bisa menjadi gatal, merah, pecah-pecah, kering, atau melepuh.
3. Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik adalah peradangan yang kerap muncul di area kulit yang banyak memiliki kelenjar minyak, seperti wajah, kulit kepala, dan dada. Gejalanya bisa berupa kulit bersisik, kemerahan, dan terdapat ketombe.
4. Biduran (Urtikaria)
Biduran adalah reaksi bentol pada kulit yang terasa gatal, menonjol, dan bisa muncul kemudian menghilang dalam waktu singkat. Pemicunya bisa berupa reaksi alergi obat atau makanan, suhu yang terlalu dingin atau panas, infeksi, hingga bahkan stres emosional.
3. Jenis Penyakit Kulit Akibat Gangguan Autoimun dan Genetik
Beberapa penyakit kulit juga berhubungan dengan perubahan sistem imun, penyakit autoimun, atau faktor genetik. Tidak semuanya mempunyai pola pewarisan yang sederhana. Berikut ini macam-macam penyakitnya.
1. Psoriasis
Psoriasis adalah kondisi peradangan akibat kelainan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan sel kulit terbentuk terlalu cepat. Ciri yang umum ditemukan pada penderitanya adalah bercak tebal disertai sisik keputihan, khususnya pada lutut, siku, kulit kepala, atau area lain.
2. Vitiligo
Vitiligo adalah penyakit kulit kronis yang mengakibatkan hilangnya pigmen atau warna di area tertentu sehingga terbentuk bercak putih yang mana warnanya kontras dengan kulit sekitarnya. Kondisi ini berhubungan dengan gangguan pada sel pembentuk pigmen dan bisa mempunyai komponen autoimun.
3. Melasma
Sebenarnya, melasma lebih tepat diketahui sebagai gangguan hiperpigmentasi dibandingkan sebagai penyakit autoimun. Kondisi tersebut ditandai oleh bercak berwarna kecokelatan atau keabu-abuan, khususnya pada wajah. Selain itu, melasma juga bisa berkaitan dengan paparan sinar matahari dan perubahan hormonal.
4. Jenis Penyakit Kulit Lainnya
Selain penyakit kulit yang disebutkan sebelumnya, masih ada beberapa jenis lain yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Jerawat
Jerawat terjadi saat folikel rambut tersumbat oleh sel kulit mati dan minyak, lalu mengalami peradangan. Bentuknya bisa berupa papul, komedo, pustul, kista, atau nodul.
2. Bruntusan
Bruntusan adalah istilah awam yang digunakan untuk kulit dengan banyak bintil kecil maupun tekstur yang terasa kasar. Penyebabnya yang beragam menjadikan penyakit ini tidak merujuk pada satu diagnosis medis tertentu.
3. Rosacea
Rosacea adalah peradangan kulit kronis yang umumnya memengaruhi wajah. Efek jangka panjangnya bisa mengakibatkan kemerahan menetap, pembuluh darah kecil terlihat, wajah mudah memerah, dan munculnya bintil yang hampir sama seperti jerawat.
4. Biang Keringat (Miliaria)
Biang keringat atau keringat buntet terjadi karena saluran keringat tersumbat sehingga keringat terperangkap di bawah kulit. Kondisi tersebut lebih mudah muncul saat cuaca lembab atau panas, dengan ciri-ciri berupa bintil kecil yang bisa terasa perih atau gatal.
5. Kanker Kulit
Kanker kulit terjadi ketika sel kulit tumbuh secara tidak terkontrol. Perubahan yang perlu Anda perhatikan antara lain benjolan atau bercak yang terus membesar, kulit mudah berdarah, luka yang tidak kunjung sembuh, atau tahi lalat yang berubah warna, bentuk, dan ukurannya.
Cara Diagnosis Penyakit Kulit
Dari berbagai jenis penyakit kulit di atas, diagnosisnya tidak selalu memerlukan pemeriksaan laboratorium. Dokter bisa menyesuaikan pemeriksaan dengan riwayat dan tampilan keluhan. Tapi, umumnya dokter akan melakukan langkah-langkah berikut.
Wawancara medis, seperti kapan keluhan muncul, obat atau produk yang Anda gunakan, perubahan yang terjadi, dan kemungkinan kontak dengan penderita penyakit menular.
Pemeriksaan kulit secara langsung untuk mengetahui bentuk, warna, pola, lokasi, tekstur, dan karakter lesi.
Pemeriksaan dengan dermoskop dilakukan untuk penyakit kulit tertentu agar bisa mengetahui struktur kulit secara lebih detail.
Kerokan atau pemeriksaan sampel kulit bisa dilakukan ketika dokter mencurigai tungau, infeksi jamur, atau penyebab tertentu lainnya.
Biopsi kulit bisa dibutuhkan ketika diagnosis belum jelas atau terdapat kecurigaan kanker kulit, lalu jaringan diperiksa di laboratorium.
Cara Mencegah Penyakit Kulit
Tidak semua penyakit kulit bisa Anda cegah sepenuhnya. Namun, beberapa kebiasaan berikut bisa membantu Anda menjaga kulit tetap sehat dan mengurangi risiko tertentu.
Selalu menjaga kebersihan kulit dengan cara mencuci tangan dan mandi secara rutin.
Menjaga kulit agar tetap kering, terutama di area lipatan tubuh yang mudah lembap.
Tidak berbagi pakaian, handuk, maupun perlengkapan pribadi dengan orang lain yang mengalami infeksi kulit tertentu.
Hindari menggaruk atau memencet lesi agar tidak mengakibatkan luka dan infeksi tambahan.
Gunakan pelindung dari sinar matahari, seperti tabir surya (sunscreen) dan pakaian penutup.
Perhatikan perubahan pada kulit dan jangan abaikan bercak atau luka yang menetap.
Menjaga pola makan sehat, termasuk pola makan yang seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.
Untuk penyakit menular seperti skabies; kebersihan pakaian dan barang yang bersentuhan dengan kulit juga penting untuk mencegah penyebaran.
Kenali Kondisi Tubuh di Balik Masalah Kulit
Tidak semua jenis penyakit kulit berhubungan dengan kondisi permukaan kulit. Keluhan yang berulang atau menetap terkadang bisa berjalan bersama dengan faktor lain, seperti status nutrisi, perubahan metabolisme, proses peradangan, maupun kondisi tubuh tertentu.
Maka dari itu, biasanya dokter akan mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan tambahan agar memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Salah satu pilihan yang bisa Anda pertimbangkan adalah MCU Skin panel (Core) dari Bumame.
Paket tersebut sudah mencakup enam jenis pemeriksaan, yaitu HbA1c, glukosa puasa, zinc serum, vitamin D 25-OH total, hs-CRP, dan protein total untuk membantu mengevaluasi beberapa faktor nutrisi, metabolik, dan peradangan yang berhubungan dengan kesehatan kulit.
Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah yang tersedia melalui layanan Home Care dan Walk-In. Bagi Anda yang mengalami keluhan seputar kulit, hasil pemeriksaan bisa menjadi informasi untuk mendapatkan tindakan yang lebih tepat.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Pemeriksaan sebaiknya tidak Anda tunda ketika keluhan semakin luas, menetap, sering kambuh tanpa sebab yang jelas, atau bahkan sampai mengganggu aktivitas dan tidur. Konsultasi juga penting ketika kelainan muncul setelah penggunaan produk atau obat tertentu.
Jangan Abaikan Perubahan Kecil pada Kulit
Ada beragam jenis penyakit kulit yang harus Anda waspadai, bukan? Beberapa hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, sementara kondisi lainnya memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut
Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan perubahan kulit dan berkonsultasi dengan dokter ketika keluhan menetap. Ini akan menjadi langkah sederhana dalam menjaga kesehatan kulit.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
World Health Organization (WHO). (2026). Integrated approach to management of skin-related neglected tropical diseases and common skin conditions: A practical handbook for health-care workers.
World Health Organization (WHO). (2026). Leprosy
National Cancer Institute (NCI). (2025). Skin Cancer Prevention and Screening.
World Health Organization (WHO). (2025). Ringworm (Tinea).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). About Impetigo.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Chickenpox Symptoms and Complications.
World Health Organization (WHO). Scabies. Organisasi Kesehatan Dunia
American Academy of Dermatology Association (AAD). Diseases and Conditions – Eczema, Psoriasis, Acne and other skin conditions.
NHS. Contact Dermatitis – Symptoms and Causes.
American Academy of Dermatology Association (AAD). Psoriasis and Skin Conditions.
American Academy of Dermatology Association (AAD). Skin Conditions by the Numbers – Acne.
American Academy of Dermatology Association (AAD). (2024). Rosacea: Overview.
World Health Organization (WHO). (2026). Classification of Common Skin Diseases for Management or Referral at Primary Health Care Level.
Bumame. (2026). MCU Skin Panel (Core): Tes, Persiapan, Harga & Manfaat.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
