Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Jerawat Mendem: Penyebab dan Cara Mengatasinya Tanpa Dipencet
Kembali ke Artikel & Berita

Jerawat Mendem: Penyebab dan Cara Mengatasinya Tanpa Dipencet

SBATips Kesehatan

Saat bercermin, wajah Anda tampak bersih. Namun ketika jari menyentuh dagu, terasa benjolan keras yang nyeri tanpa titik putih di atasnya. Banyak orang menyebutnya jerawat mendem.

Karena tidak punya kepala, jerawat ini sering memancing keinginan untuk memencet atau menusuknya. Cara tersebut justru bisa mendorong isinya lebih dalam, menambah peradangan, dan meninggalkan bekas.

Artikel ini membahas apa yang terjadi di bawah kulit, pemicunya, bedanya dengan bisul, perawatan yang aman di rumah, dan kapan perlu ke dokter.

Apa Itu Jerawat Mendem?

Jerawat mendem adalah sebutan sehari-hari untuk jerawat yang tumbuh jauh di bawah permukaan kulit tanpa kepala putih. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), jerawat dalam yang nyeri seperti ini termasuk jenis nodul atau kista, yang terbentuk lebih dalam dibanding komedo.

NHS menggambarkan nodul dan kista sebagai benjolan besar di bawah kulit yang bisa saling menyatu dan terasa sakit. Jerawat seperti ini tergolong berat dan, menurut AAD, bisa meninggalkan bekas. Sebagai gambaran, penelitian pada 138 siswa SMK di Jambi menemukan 9% siswa berjerawat derajat berat, sisanya ringan atau sedang.

Kenapa Jerawat Bisa Tumbuh di Bawah Kulit?

Jerawat berawal dari folikel rambut, saluran kecil tempat rambut halus tumbuh dan kelenjar minyak bermuara. NHS menjelaskan bahwa saluran ini bisa tersumbat minyak berlebih dan sel kulit mati. Bakteri lalu berkembang di dalamnya dan memicu peradangan.

Pada jerawat mendem, proses ini terjadi di lapisan kulit yang dalam sehingga benjolan tidak membentuk kepala putih. Menurut AAD, hormon androgen ikut berperan karena merangsang kelenjar minyak dan folikel rambut. Kemenkes juga menyebut pengaruh hormon sebagai alasan jerawat banyak muncul sejak remaja.

Faktor yang Membuat Jerawat Mendem Mudah Kambuh

Beberapa kondisi berikut membuat jerawat mendem lebih sering muncul:

  • Perubahan hormon. Jerawat sering dipicu perubahan hormon saat pubertas, haid, kehamilan, dan menopause. Pada perempuan dewasa, kadar hormon perempuan juga bisa berubah setelah mulai atau berhenti memakai pil KB.

  • Kondisi medis lain. Jerawat kadang menjadi tanda kondisi yang belum terdiagnosis, misalnya gangguan hormon pada PCOS. Setelah kondisinya ditangani, jerawat sering ikut membaik.

  • Keturunan. Risiko lebih tinggi bila orang tua atau saudara kandung juga berjerawat. Kemenkes mencatat faktor ini sebagai salah satu pemicu.

  • Produk kulit dan rambut. Produk yang membuat kulit berminyak bisa menyumbat pori. AAD menyarankan produk berlabel non-comedogenic atau bebas minyak.

  • Stres dan obat. Stres meningkatkan produksi androgen sehingga jerawat mudah kambuh. Obat tertentu juga bisa memicu jerawat, jadi bila curiga, tetap minum obatnya dan diskusikan dengan dokter yang meresepkan.

  • Pola makan dan iklim. Kemenkes memasukkan makanan tinggi lemak, gula olahan, iklim, dan suhu sebagai pemicu. Meski begitu, penelitian di Jambi tadi tidak menemukan perbedaan konsumsi lemak berdasarkan derajat jerawat.

Ciri-Ciri Jerawat Mendem yang Bisa Anda Kenali

Ciri berikut membantu Anda mengenali jerawat mendem:

1. Benjolan Terasa tetapi Sulit Terlihat

Permukaan kulit tampak rata atau sedikit menonjol, tetapi jari bisa merasakan gumpalan di bawahnya. AAD menyebut benjolan ini sering tidak tampak, sementara nyerinya jelas terasa.

2. Nyeri dan Terasa Hangat

Peradangan di lapisan dalam membuat benjolan sakit, terutama saat tertekan. NHS mencatat kulit yang berjerawat bisa terasa panas atau nyeri bila disentuh.

3. Tidak Memiliki Kepala Putih

Komedo putih dan komedo hitam tampak sebagai titik di permukaan kulit. Jerawat mendem tidak memilikinya karena sumbatan berada jauh di dalam.

4. Warna Kulit Berubah

Kulit di atasnya bisa tampak merah pada kulit terang, atau kecokelatan hingga keunguan pada kulit sawo matang dan gelap. Perubahan warna pada kulit gelap lebih sulit dikenali.

5. Bisa Menyatu

Beberapa nodul atau kista bisa tumbuh berdekatan lalu menyatu. Benjolan yang menyatu bisa terasa nyeri dan perlu diperiksakan ke dokter.

6. Kambuh di Area yang Sama

Menurut AAD, jerawat bandel di dagu dan garis rahang serta jerawat yang selalu muncul saat haid termasuk tanda jerawat hormonal. Perempuan juga lebih sering berjerawat di usia dewasa dibanding laki-laki.

Risiko Bila Jerawat Mendem Dipencet atau Dibiarkan

Jerawat yang tumbuh dalam lebih mudah meninggalkan jejak, terutama bila dipencet. NHS mencatat jerawat bisa meninggalkan cekungan dangkal di kulit. Bila bekas sudah terbentuk, beberapa cara menghilangkan bekas luka bisa dibahas bersama dokter.

Menurut AAD, memencet nodul atau kista juga meningkatkan risiko infeksi dan perubahan warna kulit, terutama pada kulit gelap. Bakteri dari tangan bisa masuk ke kulit dan memicu infeksi. Noda gelap pun bisa tertinggal setelah jerawat kempis.

Dampaknya juga menyentuh perasaan. NHS mencatat jerawat bisa memicu kecemasan, depresi, dan rasa rendah diri, sedangkan Kemenkes mengaitkannya dengan turunnya rasa percaya diri pada remaja dan dewasa muda.

Jerawat Mendem atau Bisul, Apa Bedanya?

Bisul atau furunkel juga berupa benjolan merah yang nyeri sehingga sering tertukar dengan jerawat mendem. Perbedaannya terlihat pada tabel berikut:

Ciri

Jerawat mendem

Bisul

Penyebab

Pori tersumbat minyak dan sel kulit mati yang meradang di lapisan dalam

Umumnya infeksi bakteri

Bentuk

Benjolan nyeri yang lebih mudah diraba daripada dilihat

Benjolan keras dan nyeri yang lama-lama berisi nanah

Lokasi

Wajah, dada, dan punggung

Bagian tubuh mana pun

Perawatan awal

Kompres hangat 10 sampai 15 menit, tiga kali sehari

Kompres hangat 10 menit, empat kali sehari

Saatnya ke dokter

Tidak membaik, bertambah banyak, atau meninggalkan bekas

Tidak membaik setelah 2 minggu, sering kambuh, muncul di wajah, atau tubuh panas dingin

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Keduanya sebaiknya tidak dipencet sendiri. Benjolan yang terus membesar atau tidak kunjung kempis perlu diperiksakan, termasuk benjolan di bawah dagu yang tidak hilang.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Periksakan jerawat mendem ke dokter bila:

  • Belum membaik setelah 4 sampai 6 minggu memakai produk jerawat yang dijual bebas.

  • Muncul banyak, terasa sangat nyeri, atau mulai meninggalkan bekas. Penanganan lebih awal membantu menekan risiko bekas.

  • Kulit di sekitarnya terasa panas, bengkak, dan merah, yang bisa menandakan infeksi.

  • Jerawat membuat Anda cemas, sedih, atau enggan bertemu orang lain.

  • Muncul bersama keluhan lain yang tidak biasa, karena jerawat kadang menjadi tanda kondisi medis lain.

Bagaimana Dokter Memeriksa Jerawat Mendem?

Dokter umumnya mendiagnosis jerawat dengan melihat langsung jenis dan lokasinya, karena tiap jenis membutuhkan pengobatan berbeda. Dokter juga menanyakan produk yang dipakai, obat yang diminum, dan pola kambuhnya.

Pemeriksaan ini juga membedakan jerawat dari kondisi yang mirip. Contohnya hidradenitis suppurativa, folikulitis yang berupa infeksi kulit, dan dermatitis perioral, jenis dermatitis dengan ruam mirip jerawat di sekitar mulut. Bila ada tanda gangguan hormon, dokter bisa menyarankan pemeriksaan seperti tes hormon testosteron.

Cara Mengatasi Jerawat Mendem dengan Aman

Untuk satu atau dua jerawat mendem, AAD menyarankan langkah berikut di rumah:

  • Jauhkan tangan. Hindari memencet, menusuk, atau mengorek benjolan. Menyentuh wajah membuat jerawat lebih lama pulih.

  • Kompres hangat. Tempelkan kain bersih yang dibasahi air hangat selama 10 sampai 15 menit, tiga kali sehari. Cara ini membantu jerawat yang dalam bergerak ke permukaan agar bisa pulih.

  • Es untuk nyeri. Es membantu meredakan peradangan pada nodul dan kista yang nyeri. Bungkus es dengan kain sebelum ditempelkan.

  • Obat jerawat oles. Oleskan tipis produk antijerawat yang dijual bebas, yang bekerja lebih baik setelah jerawat mendekati permukaan. Plester hidrokoloid bisa membantu melindungi kulit.

  • Tabir surya. Beberapa bahan antijerawat membuat kulit peka terhadap matahari. Gunakan tabir surya SPF 30 atau lebih yang non-comedogenic.

Untuk jerawat mendem yang banyak atau sering kambuh, dokter bisa memberikan pilihan berikut:

  • Obat oles resep. Golongan retinoid membantu membuka pori dan memudarkan noda gelap. Antibiotik oles menekan bakteri dan peradangan, biasanya bersama obat jerawat lain.

  • Obat minum. Pilihannya antara lain antibiotik, pil KB kombinasi untuk perempuan, dan retinoid minum. Menurut AAD, jerawat nodul yang tidak membaik dengan pengobatan lain biasanya ditangani dengan retinoid minum.

  • Tindakan oleh dokter. Suntikan kortikosteroid ke nodul atau kista besar bisa mengempiskan sebagian besar benjolan dalam 48 sampai 72 jam dan menurunkan risiko bekas. Cara ini hanya untuk satu atau beberapa benjolan. Dokter juga bisa mengeluarkan isinya dengan alat steril.

NHS mencatat apoteker juga bisa menyarankan suplemen seperti zinc dan vitamin A. Sebelum mencoba vitamin untuk jerawat, diskusikan dulu dengan apoteker atau dokter.

Langkah Mencegah Jerawat Mendem Kambuh

Pencegahan berfokus menjaga pori tetap bersih dan kulit tetap tenang:

  • Cuci wajah dua kali sehari. Kemenkes menyarankan mencuci wajah pagi dan malam dengan pembersih lembut, tidak lebih dari dua kali agar kulit tidak kering. Hindari sabun batangan dan scrub kasar.

  • Bersihkan riasan sebelum tidur. Pilih riasan dan pelembap bebas minyak, lalu batasi riasan tebal saat jerawat meradang.

  • Pakai pakaian longgar. NHS menyarankan pakaian longgar yang menyerap keringat bila jerawat muncul di badan, termasuk jerawat punggung.

  • Kelola stres dan pola makan. Stres memicu produksi androgen, jadi sisihkan waktu untuk beristirahat. Perbanyak buah, sayur, dan biji-bijian seperti saran Kemenkes, lalu amati makanan yang tampak memicu jerawat Anda.

  • Catat pola kambuh. Bila jerawat selalu muncul bersama tanda mau haid, catat tanggalnya untuk dibahas dengan dokter.

Rawat dengan Sabar, Periksakan Lebih Awal

Hampir semua jerawat bisa dikendalikan dengan perawatan yang lembut, konsisten, dan bantuan dokter bila perlu. Biarkan benjolan tanpa dipencet, beri waktu bagi pengobatan untuk bekerja, dan periksakan jerawat yang dalam atau mulai meninggalkan bekas. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila jerawat kambuh bersama keluhan lain, medical check up bisa membantu dokter melihat gambaran kesehatan yang lebih luas. Untuk informasi layanan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. American Academy of Dermatology. Tips to Treat a Deep, Painful Pimple.

  2. NHS. Acne.

  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.

  4. American Academy of Dermatology. Adult Acne.

  5. American Academy of Dermatology. Acne: Diagnosis and Treatment.

  6. American Academy of Dermatology. Pimple Popping: Why Only a Dermatologist Should Do It.

  7. NHS. Boils.

  8. Sulistia N, Lipoeto NI, Lestari S. Perbandingan Konsumsi Lemak Berdasarkan Tingkat Keparahan Akne Vulgaris pada Siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi. Jurnal Kesehatan Andalas.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa penyebab jerawat mendem?

Jerawat mendem terjadi ketika folikel rambut tersumbat minyak dan sel kulit mati, lalu mengalami peradangan di lapisan kulit yang lebih dalam. Perubahan hormon, faktor keturunan, stres, produk perawatan yang menyumbat pori, dan kondisi medis tertentu dapat memicu atau memperburuk jerawat.

Bagaimana cara mengatasi jerawat mendem tanpa dipencet?

Kompres benjolan dengan kain bersih yang dibasahi air hangat selama 10–15 menit, tiga kali sehari. Es yang dibungkus kain dapat membantu meredakan nyeri. Hindari memencet atau menusuk jerawat, gunakan produk berlabel non-comedogenic, dan pakai tabir surya minimal SPF 30.

Apa perbedaan jerawat mendem dan bisul?

Jerawat mendem berasal dari folikel rambut yang tersumbat minyak dan sel kulit mati, sehingga muncul sebagai benjolan nyeri tanpa kepala putih. Bisul umumnya disebabkan infeksi bakteri dan dapat berkembang menjadi benjolan berisi nanah. Keduanya sebaiknya tidak dipencet sendiri.

Berapa lama jerawat mendem bisa membaik?

Waktu pemulihan berbeda pada setiap orang. Produk jerawat yang dijual bebas umumnya membutuhkan 4–6 minggu sebelum hasilnya terlihat. Jika jerawat tidak membaik, semakin banyak, sangat nyeri, atau mulai meninggalkan bekas, konsultasikan dengan dokter.

Kapan jerawat mendem perlu diperiksa dokter?

Periksakan jerawat jika tidak membaik setelah 4–6 minggu menggunakan produk bebas, terasa sangat nyeri, semakin banyak, meninggalkan bekas, atau disertai kulit sekitar yang panas, merah, dan bengkak. Jerawat yang memengaruhi kepercayaan diri atau muncul bersama keluhan lain juga perlu dievaluasi.