Pernahkah Anda tiba-tiba merasa dada sesak seperti ditekan selepas naik tangga atau melalui perjalanan yang cukup jauh? Meski terdengar sepele, tapi bisa jadi ini adalah gejala angin duduk dan tubuh Anda mungkin sedang memberi tanda bahwa ada yang tidak benar dalam tubuh.
Dalam dunia medis, angin duduk kerap dipanggil sebagai angina pektoris, yaitu rasa nyeri atau tidak nyaman di dada karena otot jantung tidak mendapatkan cukup aliran darah dan oksigen. Jika Anda ingin tahu lebih lengkap tentang penyebab hingga gejala angin duduk, simak artikel ini.
Apa Itu Angin Duduk (Angina Pektoris)?
Angin duduk atau angina pektoris adalah gejala dari permasalahan jantung, di mana aliran darah yang membawa oksigen ke jantung berkurang. Melansir NHS UK, gejala angin duduk tidak selalu sakit menusuk, melainkan bisa berupa rasa tertekan, dada seperti diremas atau tertindih, rasa penuh, sesak napas, hingga sensasi terbakar.
Keluhan tersebut juga bisa menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, punggung, atau perut bagian atas. Kondisi ini paling sering berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah koroner.
Saat pembuluh darah menyempit, aliran darah mungkin masih cukup. Namun, ketika jantung bekerja lebih keras, kebutuhan oksigen meningkat dan aliran darah yang tersedia tidak lagi mencukupi. Akibatnya, muncul rasa tidak nyaman di dada hingga berkeringat dingin.
Akan tetapi, nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh masalah pada jantung. Keluhan ini juga dapat muncul akibat gangguan pada organ atau kondisi lain, seperti pencernaan, otot, paru-paru, maupun kecemasan. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebab nyeri dada agar Anda dapat mengenali kemungkinan pemicunya dengan lebih baik.
Penyebab Angin Duduk
Sekarang Anda pasti bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat aliran darah menuju jantung berkurang? Penyebabnya cukup beragam, tetapi beberapa kondisi berikut merupakan faktor yang paling sering berkaitan dengan angin duduk.
1. Atherosclerosis
Aterosklerosis adalah kondisi di mana terjadi penumpukan plak dalam pembuluh darah yang berasal dari lemak, kolesterol, dan zat lain. Penumpukan inilah yang membuat ruang di dalam arteri semakin sempit sehingga darah lebih sulit mengalir menuju jantung dan terjadilah angin duduk.
2. Penyakit Jantung Koroner
Selain aterosklerosis, penyakit jantung koroner (PJK) juga menjadi salah satu penyebab utama angin duduk. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah koroner yang bertugas mengalirkan darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan.
Akibatnya, jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup, terutama ketika tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen saat melakukan aktivitas fisik. Risikonya bisa meningkat jika Anda memiliki penyakit kolesterol dan tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, obesitas, atau jarang beraktivitas fisik.
3. Kejang Arteri Koroner
Tidak semua angin duduk disebabkan oleh penumpukan plak atau lemak di dalam pembuluh darah. Pada kondisi vasospasme atau kejang arteri koroner, pembuluh darah yang membawa darah ke jantung tiba-tiba mengalami penyempitan sehingga aliran darah menuju otot jantung berkurang.
Kejang arteri koroner pun bisa terjadi meskipun pembuluh darah tidak mengalami penyumbatan akibat plak. Kondisi ini bisa dikarenakan beberapa faktor, seperti paparan udara dingin, stres, merokok, atau penggunaan zat tertentu.
4. Kondisi yang Membuat Kebutuhan Oksigen Jantung Meningkat
Dalam beberapa kondisi, masalahnya bukan hanya pada penyempitan pembuluh darah. Ada kalanya, tubuh memerlukan banyak oksigen atau jantung bekerja sangat keras, seperti berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat, namun supply yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan.
Gejala Angin Duduk
Sebenarnya, gejala angin duduk bisa muncul dengan cara yang berbeda pada tiap orang. Namun, Anda bisa mengenali berbagai tanda yang cukup khas berikut ini.
1. Nyeri atau Tekanan di Dada
Keluhan yang paling umum adalah rasa tidak nyaman di dada. Anda mungkin merasa seperti dada sedang ditekan, diremas, dihimpit, atau terasa penuh. Pada angin duduk yang stabil (stable angina), keluhan biasanya muncul ketika jantung bekerja lebih keras, seperti saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat, kemudian membaik setelah beristirahat.
2. Nyeri Menjalar ke Bagian Tubuh Lain
Rasa sakit dan tidak nyaman tidak selalu berhenti di area dada. Sebab, pada sebagian orang, nyeri bahkan bisa terasa hingga lengan, bahu, leher, rahang, hingga bahkan punggung.
Oleh karenanya, jangan hanya fokus pada “sakit di dada atau tidak”. Hal ini karena rasa tidak nyaman di beberapa area tersebut juga bisa menjadi bagian dari gejala angin duduk.
3. Sesak Napas
Saat jantung tidak mendapatkan cukup oksigen, pernapasan Anda akan jadi lebih pendek atau bahkan terasa berat. Rasa sesak ini juga dapat muncul bersamaan dengan dada yang seperti tertekan. Jika hal ini muncul setelah Anda beraktivitas ringan, sebaiknya Anda tidak menyepelekannya.
4. Keringat Dingin
Gejala angin duduk berikutnya adalah keringat dingin. Keringat dingin sebenarnya wajar terjadi dalam kondisi khusus, misalnya jika Anda sedang dalam kondisi stres, grogi, cemas, ataupun panik.
Namun, lain halnya dengan keringat dingin yang menjadi gejala angin duduk. Keringat yang tiba-tiba muncul, terutama ketika disertai nyeri dada, mual, atau sesak, juga perlu diperhatikan. Keringat berlebih termasuk salah satu gejala yang dapat menyertai angin duduk maupun kondisi koroner akut.
5. Rasa Mual, Pusing, dan Mudah Lelah
Sebagian orang dapat mengalami mual, pusing, lemas, atau kelelahan bersamaan dengan angin duduk. Jika keluhan tersebut muncul berulang kali bersama dengan rasa tidak nyaman di dada, pemeriksaan medis menjadi langkah yang aman.
Faktor Risiko Angin Duduk
Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan angin duduk. Namun, perlu Anda pahami bahwa kondisi ini tidak muncul begitu saja. Ada faktor yang bisa diubah dan ada yang tidak, misalnya usia atau riwayat keturunan keluarga.
Mengutip dari Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, potensi seseorang mengalami penyakit jantung semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Riwayat sakit keluarga juga berperan penting.
Namun, kabar baiknya, tidak semua faktor di luar kendali kita. Misalnya, faktor lain seperti kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, jarang berolahraga, hingga pola makan yang tidak seimbang menjadi hal yang masih di dalam kontrol dan kendali kita dalam menjaga kondisi jantung.
Selain menjaga pola hidup dan makan yang sehat, alangkah baiknya Anda mengetahui lebih lanjut soal gambaran tubuh dan deteksi dini penyakit jantung.
Perbedaan Angin Duduk dan Serangan Jantung
Pada dasarnya, gejala angin duduk dan serangan jantung terlihat serupa, di mana keduanya menimbulkan dada yang terasa tertekan, sesak, keringat dingin, mual, hingga ada perasaan tidak nyaman yang menjalar ke leher, lengan, dan punggung.
Jika Anda mengalami stable angina, semua gejala tersebut hanya berlangsung singkat sekitar 1–5 menit. Rasa sakitnya juga akan mereda dengan cepat jika Anda duduk diam atau menghentikan aktivitas yang sedang Anda lakukan.
Namun, tak seperti angin duduk, pada kondisi serangan jantung, aliran darah yang berjalan ke otot jantung terhambat sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan jantung. Oleh karenanya, rasa sakitnya bisa terasa lebih berat, berlangsung lama, dan tidak kunjung membaik meski Anda telah beristirahat.
Meski gejala angin duduk lebih ringan, jika terus dibiarkan dan tidak ditangani dengan segera, maka angin duduk bisa menjadi serangan jantung. Jadi, jika sudah terjadi secara terus-menerus, segeralah cari pertolongan medis.
Cek Kesehatan Metabolisme Tubuh secara Menyeluruh
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, kesehatan jantung tidak berdiri sendiri. Jika Anda memiliki riwayat penyakit kolesterol tinggi, gula darah yang cenderung tidak stabil, berat badan yang berlebih (obesitas) atau memiliki gangguan metabolisme, maka risiko penyakit kardiovaskular akan meningkat.
Oleh karenanya, lakukanlah MCU (Medical Check Up) secara rutin untuk mengenali faktor risiko lebih awal. Jika Anda masih bingung di mana bisa melakukan pengecekan, ada pilihan terbaik yang bisa Anda pertimbangkan, yakni MCU Metabolisme Tubuh dari Bumame.
Namun, seandainya Anda ingin melakukan pemeriksaan yang lebih umum atau menyeluruh, Bumame juga menyediakan MCU Plus dengan pemeriksaan profil kolesterol, gula darah, fungsi hati, fungsi ginjal, dan HbA1c.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Pertanyaan seperti, “Kapan sebaiknya saya ke dokter?” atau “Kondisi apa yang harus saya periksakan?” mungkin pernah terbesit di benak Anda. Singkatnya, jika Anda sudah merasakan nyeri dada yang berulang dan menetap lama, sesak napas, nyeri yang menjalar atau bahkan pingsan, sebaiknya Anda tidak menunda lagi ke dokter.
Jangan berharap gejalanya akan menghilang dan menunggu terlalu lama, karena serangan jantung membutuhkan penanganan secepat mungkin. Bahkan, saat muncul keluhan jantung berdebar namun dalam durasi lama, segera cari pertolongan tenaga medis terdekat.
Sudah Tahu Apa Saja Gejala Angin Duduk?
Dengan lebih mawas diri akan gejala angin duduk, Anda bisa lebih cepat melakukan pemeriksaan ketika diperlukan. Dengan begitu, Anda bisa mengambil langkah lebih cepat untukmenjaga kesehatan jantung. Jadi, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan di tempat terpercaya, ya!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
NHS UK. (2025). Angina.
Bumame. (2026). Penyebab Nyeri Dada yang Harus Diwaspadai.
Bumame. (2026). Medical Check Up Kolesterol Lengkap: Membaca Risiko Jantung Lewat Angka Kolesterol.
Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia. (2026). Hubungan Lama Hari Rawat Dengan Kualitas Hidup Pasien Sindroma Koroner Akut Di Ruang ICVCU RS Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Tangerang: Universitas Yatsi Madani.
Bumame. (2026). Penyakit Jantung: Jenis, Gejala. Penyebab dan Cara Mencegahnya.
Bumame. (2026). Paket MCU Metabolisme Tubuh.
Bumame. (2026). Paket MCU Plus.
Bumame. (2026). Jantung sering Berdebar Tanpa Alasan? Ini Penyebabnya dan Kapan Harus Periksa.
Gleneagles Hospital. Angin Duduk (Nyeri Dada).Siloam Hospital. (2026). Mengenal Angina (Angin Duduk) Ini Gejalanya. Pondok Indah Hospital. (2025). Angin Duduk, Apa Bedanya dengan Serangan Jantung.
Honest Docs. (2019). 7 Gejala Utama Angin Duduk.Siloam Hospitals. (2026). Mengenal Angina (Angin Duduk), Ini Gejalanya.
Aurora Health Care. Why Do People Sweat When They’re Nervous?.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa yang dimaksud dengan angin duduk (angina pektoris)?
Apa saja penyebab angin duduk?
Apa saja gejala angin duduk yang perlu diperhatikan?
Apa perbedaan angin duduk dengan serangan jantung?
Pada stable angina, keluhan biasanya berlangsung singkat sekitar 1–5 menit dan membaik setelah beristirahat atau menghentikan aktivitas. Sementara itu, serangan jantung dapat menyebabkan nyeri yang lebih berat, berlangsung lebih lama, dan tidak membaik meski sudah beristirahat.
_(1).jpg&w=3840&q=75)