Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyebab Anyang-Anyangan: Gejala dan Harga Cek | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Anyang-Anyangan, Gejala, Pencegahan dan Penanganan

SBATips Kesehatan

Anyang-anyangan menjadi salah satu keluhan yang cukup sering terjadi. Banyak yang mengira penyebab anyang-anyangan hanya karena terlalu sering menahan buang air kecil sehingga muncul rasa perih seperti terbakar atau nyeri disertai ingin buang air terus menerus, tetapi hanya sedikit urin yang keluar.

Padahal, anyang-anyangan bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan menjadi tanda adanya masalah serius pada saluran kemih. Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Baca artikel ini sampai habis untuk mendapatkan informasi lebih dalam.

Apa Itu Anyang-anyangan?

Secara medis, anyang-anyangan dikenal sebagai disuria, yaitu kondisi di mana seseorang merasakan nyeri atau perih saat buang air kecil dengan frekuensi buang air kecil lebih sering tapi volume urine sedikit sehingga terasa tidak tuntas.

Meski bukan termasuk penyakit, kondisi ini menjadi tanda adanya gangguan tertentu pada saluran kemih yang serius. Oleh karena itu, keberadaannya tidak boleh disepelekan dan membutuhkan tindakan pengobatan dari tenaga medis sebelum menjalar menjadi infeksi saluran kemih (ISK).

Hal ini yang menjadi perbedaan antara anyang-anyangan dan ISK. Anyang-anyangan adalah salah satu gejala dari ISK, sementara ISK merupakan penyakit akibat adanya bakteri dari tinja yang masuk ke saluran kemih, yakni ginjal, ureter, kandung kemih, dan saluran kemih (uretra).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut jenis bakteri yang menginfeksi saluran kemih ini umumnya berasal dari Escherichia coli (E.coli). Bakteri ini secara alami hidup di saluran pencernaan manusia dan bisa berpindah ke uretra kemudian berhasil masuk ke kandung kemih. Ini yang memicu terjadi infeksi dan membuat seseorang merasa sakit saat buang air kecil.

Berdasarkan titik sakitnya, nyeri saat berkemih bisa terjadi di dua lokasi, yaitu atas dan bawah. Masalah pada bagian bawah ini paling sering dijumpai karena melibatkan uretra dan kandung kemih sehingga memunculkan rasa nyeri saat buang air kecil dengan frekuensi berlebihan.

Untuk ISK bagian atas adalah kondisi serius yang sudah melibatkan ginjal sehingga membutuhkan penanganan intensif di layanan kesehatan. Selain itu, meski bisa dialami oleh siapa saja, Kementerian Kesehatan menerangkan bahwa infeksi saluran kemih justru paling rentan terjadi pada perempuan. 

Salah satu penyebab anyang-anyangan utama pada perempuan adalah anatomi tubuh di mana uretra cenderung lebih pendek dan dekat dengan anus sehingga bakteri mudah masuk dan mencapai kandung kemih. Itulah mengapa dalam membersihkan area kewanitaan, perempuan cenderung lebih kompleks demi menjaga kebersihan dan terhindar dari penyakit.

Disuria juga sering menjadi gejala vaginitis atau peradangan pada vagina, sedangkan laki-laki muncul akibat prostatitis atau peradangan pada kelenjar prostat. Tak hanya itu, disuria bisa terjadi akibat infeksi menular seksual (IMS) yang bisa dialami laki-laki maupun perempuan.

Penyebab Anyang-anyangan secara Umum

Beberapa penyebab anyang-anyangan yang sering dijumpai adalah sebagai berikut.

1. Infeksi Saluran Kemih

Penyebab paling umum adalah infeksi saluran kemih akibat masuknya bakteri ke area saluran kemih yang membuat buang air kecil menjadi sakit. Bahkan, pada beberapa kasus, urine berbau menyengat dan bercampur darah.

2. Kurang Konsumsi Air Putih

Kurang mengonsumsi air putih tidak hanya membuat tubuh dehidrasi, tapi memicu munculnya penyakit ginjal sekaligus infeksi saluran kencing seperti anyang-anyangan. Hal ini dapat terjadi karena ketika tubuh kekurangan cairan, tubuh akan sulit membersihkan bakteri penyebab anyang-anyangan.

Selain itu, kurang air putih membuat mineral pembentuk batu dalam tubuh mengendap sehingga lama-kelamaan membentuk batu ginjal. Ini yang membuat berkemih menjadi sangat sakit hingga menyebabkan kencing batu.

3. Sering Menahan Kencing

Keseringan menahan kencing juga jadi salah satu penyebab anyang-anyangan. Kencing yang tertahan dalam kandung kemih dalam waktu terlalu lama justru memicu berkembangnya bakteri dalam kandung kemih.

Bahkan, menahan kencing bisa berpotensi munculnya penyakit sistitis, yakni infeksi pada kandung kencing. Oleh karena itu, kotoran seperti air kencing dan feses yang seharusnya segera dikeluarkan tidak boleh ditahan supaya tidak menimbulkan penyakit lain.

4. Batu Ginjal

Jarang minum air membuat mineral dalam tubuh terus mengendap lalu mengeras membentuk batu. Nah, batu inilah yang disebut baju ginjal yang dapat menyumbat saluran kencing apabila masuk dalam ureter yang membuat berkemih menjadi sangat sakit.

5. Hubungan Seksual 

Hubungan seksual yang dilakukan secara tidak higienis bisa memicu masuknya bakteri ke area genital lalu masuk ke saluran kemih. Kondisi inilah yang nantinya berpotensi menjadi ISK, terutama pada perempuan yang anatomi tubuhnya lebih dekat dengan vagina sehingga rentan mengalami infeksi.

6. Kurang Menjaga Area Genital

Bakteri adalah penyebab anyang-anyangan paling banyak sehingga ketika seseorang tidak menjaga kebersihan dengan baik, maka bakteri mudah berkembang biak dalam saluran kemih dan menimbulkan iritasi bahkan infeksi.

Faktor Risiko Anyang-anyangan

Gejala anyang-anyangan yang tidak segera ditangani memang bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti infeksi saluran kemih. Namun, ada faktor lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko terkena anyang-anyang, yaitu:

  • Perempuan, karena anatomi uretra yang lebih pendek dan lebih dekat dengan anus sehingga bakteri mudah masuk ke kandung kemih;

  • Kehamilan, karena ada perubahan hormon yang membuat uretra mengalami perubahan. Belum lagi karena ada tekanan fisik dari rahim sehingga aliran urin terhambat;

  • Menopause, karena berkurangnya kadar estrogen yang mengubah keseimbangan flora normal di sekitar vagina;

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah;

  • Penggunaan kateter urine dalam waktu lama; serta

  • Pada laki-laki yang memiliki gangguan saluran kemih dan prostat.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Sebenarnya, ada beberapa gejala umum anyang-anyangan dan ISK yang harus Anda waspadai. Gejala ini biasanya tampak ringan sampai dianggap sepele karena hanya berlangsung sesekali, yaitu:

  • Terlalu sering buang air kecil tapi urine yang keluar hanya sedikit;

  • Merasa nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil;

  • Muncul rasa kurang tuntas setiap kali berkemih seolah kandung kemih masih penuh;

  • Terasa nyeri atau ada tekanan di perut bagian bawah atau panggul pada perempuan; serta

  • Urin tampak berwarna keruh, baunya lebih menyengat dari biasanya, bahkan beberapa kasus mengeluarkan darah.

Apabila kondisi ini sudah merambat ke ginjal, maka gejala yang muncul biasanya lebih berat, seperti mual, muntah, tubuh lemas, muncul nyeri di punggung bawah dan pinggang.

Cara Mengatasi dan Mencegah Anyang-anyangan

Karena penyebab anyang-anyangan dan ISK muncul karena bakteri, maka pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan area genital dan memperbanyak konsumsi air putih. Di samping itu, hindari kebiasaan menahan kencing supaya bakteri tidak semakin berkembang biak yang membuat saluran kemih terinfeksi.

Untuk perempuan, penting untuk mengetahui cara menjaga organ kewanitaan, terutama saat bersuci (membasuh) yang benar. Saat membasuh area genital, sebaiknya lakukan dari arah depan ke belakang (anus), bukan sebaliknya supaya bakteri tidak mudah masuk ke uretra. 

Begitu pula dengan pakaian dalam, gunakan celana longgar berbahan katun yang menyerap keringat. Kemudian, setelah berhubungan seks, usahakan berkemih untuk membersihkan bakteri yang rentan masuk ke saluran kencing.

Pemeriksaan Urine Lengkap untuk Deteksi Masalah Kesehatan

Selain menjaga kebersihan, penting bagi Anda untuk melakukan cek kesehatan rutin, terutama menggunakan tes urin sebagai upaya mendeteksi berbagai masalah kesehatan. Bumame menyediakan layanan tes urine lengkap yang cocok untuk siapapun, terutama kelompok yang paling dianjurkan, seperti perempuan, usia lanjut, dan riwayat penyakit tertentu.

Dengan Rp65.000,00 saja, layanan Bumame bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik. Jadi, Anda tetap bisa mengontrol kondisi kesehatan hanya dari rumah bersama tenaga profesional.

Layanan medical check up Bumame juga cocok untuk perusahaan yang ingin mengontrol kesehatan karyawan dengan cara lebih praktis dan terjangkau. Anda dapat memilih layanan Paket MCU Basic, Plus, atau Paket MCU Premium secara on-site sesuai kebutuhan dan anggaran.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Tidak semua gejala anyang-anyangan bisa Anda atasi sendiri. Karena itu, Anda perlu memperhatikan tanda-tanda kapan harus mendapatkan  pertolongan medis, seperti:

  • Gejala tidak kunjung membaik atau malah memburuk dalam 2-3 hari;

  • Urin berwarna kemerahan karena telah bercampur darah;

  • Muncul demam tinggi, nyeri di bagian punggung, dan menggigil;

  • Nyeri saat buang air kecil yang terjadi pada kelompok rentan, seperti ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, maka akan memicu komplikasi, salah satunya kelahiran prematur.

Nantinya, dokter akan memberikan resep antibiotik sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Antibiotik ini berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab anyang-anyangan

Sebagai tambahan, untuk penanganan anyang-anyangan sebaiknya percayakan pada profesional. Bukan dengan mitos yang justru membuat semakin parah, misalnya diikat menggunakan karet di bagian jempol kaki.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, menegaskan bahwa itu adalah cara salah yang justru akan mengganggu proses aliran darah.

Kenali dan Cegah Penyebab Anyang-Anyangan dengan Tepat

Anyang-anyangan bukanlah suatu penyakit tersendiri, melainkan gejala dari Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang perlu segera dideteksi lalu ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan pencegahan dengan rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sebagai tindakan preventif sebelum muncul penyakit rentan lainnya.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Kenali Apa Itu Infeksi Saluran Kemih. 

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Infeksi Saluran Kemih (ISK): Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya. 

  3. Natural Farm Blog. (2025). Perbedaan Anyang Anyangan dan Infeksi Saluran Kemih. 

  4. Science Direct. (2018). Dysuria. 

  5. American Family Physician. (2015).Dysuria: Evaluation and Differential Diagnosis in Adults. 

  6. Info Sehat FKUI. (2021). Ramai soal Jempol Kaki Diikat Karet untuk Obati Anyang-anyangan, Ini Kata Dokter. 

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Dampak Kurang Minum Air Putih. 

  8. Universitas Airlangga. (2021). Profil Bakteri Penderita Infeksi Saluran Kemih.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa yang dimaksud dengan anyang-anyangan?
Anyang-anyangan atau disuria adalah kondisi ketika seseorang merasa nyeri atau perih saat buang air kecil, sering ingin berkemih, tetapi urine yang keluar hanya sedikit dan terasa tidak tuntas. Kondisi ini merupakan gejala yang dapat berkaitan dengan gangguan saluran kemih, termasuk ISK. 
Apa saja penyebab anyang-anyangan?
Penyebab anyang-anyangan antara lain infeksi saluran kemih, kurang minum air, sering menahan kencing, batu ginjal, hubungan seksual yang tidak higienis, dan kurang menjaga kebersihan area genital. 
Apa saja gejala anyang-anyangan yang perlu diperhatikan?
Gejalanya dapat berupa sering buang air kecil dengan urine sedikit, rasa nyeri atau terbakar saat berkemih, rasa tidak tuntas, nyeri atau tekanan di perut bagian bawah, serta urine keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah. 
Bagaimana cara mencegah dan mengatasi anyang-anyangan?
Pencegahan dapat dilakukan dengan mencukupi kebutuhan air, tidak menahan kencing, menjaga kebersihan area genital, serta membasuh dari arah depan ke belakang. Setelah berhubungan seksual, berkemih juga dapat membantu membersihkan bakteri yang berpotensi masuk ke saluran kemih. 
Kapan anyang-anyangan perlu diperiksakan ke dokter?
Pemeriksaan diperlukan jika keluhan tidak membaik atau memburuk dalam 2–3 hari, urine bercampur darah, atau muncul demam tinggi, nyeri punggung, dan menggigil. Keluhan saat berkemih pada ibu hamil, lansia, dan anak-anak juga perlu mendapatkan perhatian medis.