Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

deteksi penyakit jantung
Kembali ke Artikel & Berita

Penyakit Jantung: Jenis, Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Bumamemedical check up

Penyakit jantung adalah istilah umum untuk berbagai gangguan yang memengaruhi struktur, irama, atau fungsi pompa jantung, mulai dari penyempitan pembuluh darah, gangguan irama, hingga kelemahan otot jantung. Kondisi ini bisa berkembang perlahan selama bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas, sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah komplikasi muncul.

Menurut WHO, penyakit kardiovaskular menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun secara global dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan lebih dari empat dari lima kematian tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan stroke. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung iskemik tercatat sebagai penyebab sekitar 14,38 persen kematian, hanya kalah dari stroke di angka 19,42 persen.

Sebagian besar penyakit jantung berkembang bertahap dan memberi banyak sinyal peringatan sebelum menjadi kondisi yang serius, sehingga mengenali jenis, penyebab, dan gejalanya sejak awal bisa membuat perbedaan besar untuk penanganannya.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung yang Perlu Anda Kenali

Penyakit jantung bukan satu kondisi tunggal, melainkan payung besar untuk beberapa gangguan dengan penyebab dan penanganan yang berbeda. Sebagian menyerang pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot jantung, sebagian lain memengaruhi otot jantung itu sendiri, katup, atau sistem kelistrikan yang mengatur iramanya.

Mengenali jenis-jenisnya membantu Anda memahami gejala apa yang mungkin muncul dan pemeriksaan apa yang paling relevan untuk masing-masing kondisi. Berikut jenis penyakit jantung yang paling sering ditemukan di Indonesia.

  • Jantung koroner - penyempitan atau penyumbatan arteri yang memasok darah ke otot jantung akibat penumpukan plak; jenis yang paling umum ditemukan.

  • Gagal jantung - kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh, sehingga cairan bisa menumpuk di paru-paru maupun tungkai.

  • Aritmia - gangguan pada irama atau kecepatan detak jantung yang membuatnya berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

  • Kardiomiopati - otot jantung melemah atau ruang jantung membesar dari ukuran normal, sering disebut juga pembengkakan jantung.

  • Penyakit jantung bawaan - kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak lahir, dan biasanya terdeteksi sejak usia anak-anak atau bahkan sebelum lahir.

  • Henti jantung - berhentinya jantung secara mendadak akibat gangguan kelistrikan, kondisi yang berbeda dari serangan jantung meski keduanya sering dianggap sama.

Penyebab Penyakit Jantung

Sebagian besar penyakit jantung, terutama jantung koroner, berkembang akibat penumpukan plak lemak di dinding arteri yang disebut aterosklerosis. Plak ini terbentuk dari kolesterol, lemak, dan zat lain yang menumpuk perlahan di dinding pembuluh darah selama bertahun-tahun. Proses ini membuat aliran darah ke jantung berkurang secara bertahap, dan pada tahap lanjut bisa memicu sumbatan total yang berujung pada serangan jantung.

Selain itu, gangguan pada sistem kelistrikan jantung bisa menyebabkan aritmia, sementara infeksi, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau kelainan katup bisa memicu otot jantung menebal atau melemah seiring waktu. Faktor genetik juga berperan pada beberapa jenis penyakit jantung bawaan maupun kardiomiopati, sehingga riwayat keluarga tetap perlu diperhitungkan meski gaya hidup Anda sudah cukup sehat.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Penyakit Jantung

Kementerian Kesehatan mencatat beberapa faktor risiko utama yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung. Sebagian faktor ini bisa dikendalikan lewat perubahan gaya hidup, sementara faktor seperti usia dan riwayat keluarga memang tidak bisa diubah.

Semakin banyak faktor risiko yang Anda miliki, semakin penting untuk melakukan pemeriksaan rutin sejak usia muda, bukan menunggu sampai muncul keluhan. Berikut faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung.

  • Kolesterol tinggi - kadar LDL yang tinggi mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah.

  • Hipertensi - tekanan darah tinggi yang dibiarkan tanpa kontrol membebani kerja jantung dalam jangka panjang karena jantung harus memompa lebih keras dari biasanya.

  • Diabetes yang tidak terkendali - kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dapat merusak dinding pembuluh darah, termasuk yang menyuplai jantung.

  • Kebiasaan merokok - zat kimia dalam rokok mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah dan menurunkan kadar oksigen dalam darah.

  • Obesitas dan kurang aktivitas fisik - berdasarkan data Amerika Serikat yang dipublikasikan American Heart Association di jurnal Circulation, hanya sekitar 24 persen orang dewasa yang rutin memenuhi rekomendasi aktivitas fisik, padahal kurang gerak berkontribusi pada obesitas dan tekanan darah tinggi.

  • Riwayat keluarga dan stres berkepanjangan - faktor genetik dan stres kronis tetap meningkatkan risiko meski gaya hidup Anda sudah cukup sehat.

Gejala Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai

Gejala penyakit jantung sering muncul secara bertahap dan mudah disalahartikan sebagai kelelahan biasa, apalagi kalau Anda masih berusia muda dan merasa tubuh baik-baik saja.

Padahal, mengenali sinyal jantung tidak sehat sejak dini memberi lebih banyak waktu untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya berkembang lebih jauh. Berikut tanda-tanda yang sebaiknya tidak Anda anggap sepele.

  • Mudah lelah dan sesak napas - muncul saat beraktivitas ringan atau bahkan saat istirahat.

  • Bengkak di kaki atau pergelangan kaki - terjadi akibat penumpukan cairan karena jantung kurang optimal memompa darah.

  • Kesulitan tidur saat berbaring rata - karena cairan yang menumpuk di paru-paru terasa lebih berat saat posisi tidur datar.

  • Nyeri dada atau tidak nyaman di dada - kadang menjalar ke lengan, punggung, atau rahang, apalagi jika disertai keringat dingin.

  • Jantung berdebar - perlu diwaspadai terutama kalau muncul saat istirahat dan berlangsung lebih dari dua minggu.

Karena gejalanya bisa tumpang tindih dengan gangguan pencernaan seperti asam lambung, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Cara Mendiagnosis Penyakit Jantung

Dokter biasanya memulai dengan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik, sebelum melanjutkan ke pemeriksaan penunjang yang lebih spesifik sesuai keluhan dan faktor risiko yang Anda miliki.

Beberapa metode berikut umum digunakan dokter untuk memastikan kondisi jantung Anda secara lebih akurat.

  • Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik - langkah awal yang dilakukan dokter sebelum melanjutkan ke pemeriksaan penunjang.

  • EKG - merekam aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi aritmia maupun tanda kerusakan otot jantung.

  • Treadmill test - menilai fungsi jantung saat tubuh bekerja lebih keras lewat aktivitas fisik yang meningkat bertahap.

  • Ekokardiografi - melihat struktur dan pergerakan jantung secara langsung lewat gelombang suara.

  • CT scan jantung atau kateterisasi jantung - dipakai untuk kasus yang butuh gambaran pembuluh darah lebih detail.

  • Medical check up jantung lengkap - memetakan kondisi jantung secara menyeluruh, terutama kalau Anda punya beberapa faktor risiko sekaligus.

Hasil dari pemeriksaan-pemeriksaan ini membantu dokter menentukan langkah penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Pengobatan Penyakit Jantung

Penanganan penyakit jantung disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Pada banyak kasus, perbaikan gaya hidup seperti mengatur pola makan rendah garam dan lemak jenuh, rutin berolahraga minimal 30 menit sehari, serta berhenti merokok, menjadi langkah dasar yang direkomendasikan.

Untuk kondisi yang lebih serius seperti pengobatan jantung koroner, dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti antiplatelet, statin, atau obat penurun tekanan darah, tergantung kebutuhan pasien. Pada kasus dengan sumbatan yang signifikan, tindakan seperti pemasangan ring jantung atau operasi bypass mungkin diperlukan untuk mengembalikan aliran darah yang optimal.

Untuk aritmia, penanganan bisa berupa obat pengatur irama jantung, prosedur ablasi, atau pemasangan alat pacu jantung, tergantung jenis dan tingkat keparahan gangguannya. Apa pun jenis penyakit jantung yang dialami, kepatuhan pada rencana pengobatan dan kontrol rutin ke dokter tetap jadi kunci utama keberhasilan penanganan jangka panjang.

Komplikasi Penyakit Jantung

Kalau tidak ditangani, penyakit jantung berisiko berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, misalnya gagal jantung, serangan jantung, hingga henti jantung mendadak. Beberapa jenis penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko stroke, terutama pada kasus aritmia seperti fibrilasi atrium yang memicu pembekuan darah. Penanganan sejak gejala awal muncul jadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kapan Harus Segera ke Dokter atau IGD

Segera cari pertolongan medis kalau Anda atau orang di sekitar Anda mengalami nyeri dada yang berat, sesak napas mendadak, pingsan, atau detak jantung yang sangat tidak teratur. Kondisi seperti serangan jantung membutuhkan penanganan cepat, dan mengetahui pertolongan pertama serangan jantung bisa membuat perbedaan besar sebelum bantuan medis tiba.

Jangan menunggu gejala mereda dengan sendirinya, apalagi kalau Anda punya riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau beberapa faktor risiko sekaligus. Semakin cepat kondisi ditangani, semakin banyak pilihan penanganan yang tersedia.

Cara Mencegah Penyakit Jantung

Sebagian besar penyakit jantung dapat dicegah atau ditunda dengan kebiasaan sehat jantung yang konsisten. WHO merekomendasikan berhenti merokok, mengurangi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, rutin bergerak, serta membatasi konsumsi alkohol sebagai langkah pencegahan yang terbukti efektif.

Selain itu, memantau tekanan darah dan kadar kolesterol secara berkala membantu Anda mengenali risiko sejak dini, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan penanganan, jadi tidak perlu menunggu sampai muncul gejala untuk mulai memeriksakan diri.

Jaga Kesehatan Jantung Anda Mulai Sekarang

Mengenali jenis, gejala, dan faktor risiko penyakit jantung adalah langkah awal yang penting, tapi pemeriksaan rutin tetap jadi cara paling akurat untuk mengetahui kondisi jantung Anda yang sebenarnya. Kalau Anda punya satu atau lebih faktor risiko seperti kolesterol tinggi, hipertensi, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung, paket medical check up kesehatan jantung dari Bumame bisa jadi langkah lanjutan untuk memetakan kondisi kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi:

1. World Health Organization - "Cardiovascular Diseases"

2. Kementerian Kesehatan RI - "Penyakit Jantung"

3. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, mengutip Kementerian Kesehatan RI - "Kemenkes: Penyakit Kardiovaskular Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia"

4. Mayo Clinic - "Heart Disease: Symptoms and Causes"

5. American Heart Association, dipublikasikan di jurnal Circulation - "Heart Disease and Stroke Statistics, 2023 Update: A Report From the American Heart Association"

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa saja jenis penyakit jantung yang paling umum?

Jenis yang paling sering ditemukan meliputi jantung koroner, gagal jantung, aritmia, kardiomiopati atau pembengkakan jantung, serta penyakit jantung bawaan. Masing-masing punya penyebab dan cara penanganan yang berbeda.

Apa saja gejala atau ciri-ciri penyakit jantung yang perlu diwaspadai?

Gejala umum meliputi mudah lelah, sesak napas, nyeri atau tidak nyaman di dada, jantung berdebar tanpa sebab jelas, serta bengkak di kaki atau pergelangan kaki. Gejala ini bisa muncul bertahap dan sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa.


Apa penyebab utama penyakit jantung?

Penyebab paling umum adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dinding arteri yang menghambat aliran darah ke jantung. Gangguan kelistrikan jantung, infeksi, kelainan katup, dan faktor genetik juga bisa menjadi penyebab pada jenis penyakit jantung tertentu.


Bagaimana cara mengetahui apakah seseorang punya penyakit jantung?

Dokter biasanya menggabungkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti EKG, treadmill test, atau ekokardiografi. Medical check up jantung lengkap juga bisa membantu mendeteksi risiko sebelum gejala serius muncul.


Apakah penyakit jantung bisa disembuhkan sepenuhnya?

Sebagian jenis penyakit jantung, seperti gagal jantung, umumnya tidak bisa disembuhkan total, tapi gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup yang konsisten. Banyak penderita tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan penanganan yang tepat.


Bagaimana cara mencegah penyakit jantung?

Pencegahan meliputi berhenti merokok, menjaga pola makan rendah garam dan lemak jenuh, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memeriksakan tekanan darah dan kolesterol secara berkala.


Apa bedanya sakit jantung dengan gangguan lain seperti asam lambung?

Nyeri akibat asam lambung biasanya terasa panas di ulu hati dan berhubungan dengan makan, sementara nyeri jantung cenderung terasa seperti tekanan berat di dada dan bisa menjalar ke lengan atau rahang. Kalau Anda ragu membedakannya, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.