Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kardiomiopati Adalah: Gejala dan Penyebabnya
Kembali ke Artikel & Berita

Kardiomiopati Adalah: Gejala, Jenis, dan Pengobatannya

SBAOthers

Merasa sesak napas saat sedang aktif bergerak, pingsan, hingga pembengkakan di telapak kaki? Segera cek kondisi Anda karena hal tersebut bisa saja merupakan gejala kardiomiopati. Secara sederhana, kardiomiopati adalah keadaan yang memengaruhi kinerja otot jantung. 

Dalam keseharian, kondisi ini bisa membuat seseorang lebih mudah lelah atau merasakan jantung berdebar saat melakukan aktivitas seperti naik tangga, berjalan, atau berolahraga. Meksi terdengar umum, jika sering muncul atau terasa mengganggu, ada baiknya untuk melakukan evaluasi lebih lanjut. Yuk, kenali lebih dalam!

Apa Itu Kardiomiopati?

Cardiomyopathy atau kardiomiopati adalah kondisi ketika otot jantung mengalami perubahan atau kelainan yang dapat memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah. Perubahan tersebut bisa membuat otot jantung menjadi lebih tebal, kaku, melebar, atau mengalami jaringan parut.

Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh dapat terganggu dan menimbulkan keluhan, seperti mudah lelah, sesak napas, atau jantung berdebar. Meski begitu, gejala dapat berbeda pada setiap orang dan tidak selalu muncul sejak awal.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, hingga stroke. Penyakit ini pun berbeda dengan jenis penyakit jantung lain seperti miokarditis yang merupakan peradangan pada otot jantung. Meski begitu, gejalanya memang sering tumpang tindih.

Gejala Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah kondisi yang pada sebagian orang mungkin tidak menimbulkan keluhan di tahap awal. Namun, ketika mulai muncul, beberapa gejala yang dapat dirasakan antara lain.

  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas atau melakukan kegiatan fisik.

  • Mudah lelah, meskipun hanya melakukan aktivitas ringan.

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.

  • Jantung berdebar atau terasa berdetak lebih cepat dari biasanya.

  • Pusing atau mudah pingsan.

  • Perut terasa kembung, yang dapat terjadi akibat penumpukan cairan.

  • Pembengkakan pada kaki, perut, atau pembuluh darah di leher akibat adanya penumpukan cairan dalam tubuh.

Penyebab Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah kondisi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor genetik, yaitu perubahan pada gen yang diwariskan dari orang tua. Selain itu, beberapa penyakit atau kondisi tertentu juga dapat memunculkan penyakit ini. Berikut di antaranya:

  • penyakit arteri koroner,

  • tekanan darah tinggi,

  • penyakit autoimun,

  • infeksi atau peradangan yang memengaruhi otot jantung,

  • diabetes dan penyakit tiroid,

  • penyakit jantung,

  • distrofi otot,

  • kolesterol tinggi,

  • sarkoidosis,

  • amiloidosis, dan

  • hemokromatosis atau penumpukan zat besi berlebih dalam tubuh.

Jenis-Jenis Kardiomiopati

Perlu Anda pahami, bahwa kondisi ini memiliki perubahan yang berbeda pada setiap jenisnya. Adapun jenis-jenis kardiomiopati adalah sebagai berikut.

1. Kardiomiopati Dilatasi

Jenis pertama adalah kardiomiopati dilatasi, yakni pelebaran yang membuat otot jantung menjadi lebih lemah sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh dapat berkurang. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik maupun kondisi medis tertentu. 

Beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan dilatasi kardiomiopati adalah infeksi, penyakit autoimun, kehamilan, konsumsi alkohol secara berlebihan, penggunaan obat atau zat tertentu. Kekurangan nutrisi, gangguan fungsi tiroid, dan ketidakseimbangan elektrolit juga masih menjadi faktornya.

2. Kardiomiopati Hipertrofik

Kardiomiopati hipertrofik umumnya berkaitan dengan faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga dan dapat terjadi pada berbagai usia. Kondisi ini ditandai dengan penebalan otot jantung yang tidak normal, terutama pada ventrikel kiri.

Penebalan tersebut dapat membuat ruang jantung menjadi lebih sulit terisi atau menghambat proses pemompaan darah. Akibatnya, kerja jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh dapat terganggu.

3. Kardiomiopati Restriktif

Pada jenis restriktif, kekakuan otot jantung membuat jantung sulit mengembang dan menerima darah dengan baik. Jenis ini tergolong jarang dan penyebabnya tidak selalu diketahui. 

Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini berkaitan dengan penyakit tertentu, seperti amiloidosis, sarkoidosis, dan hemokromatosis atau penumpukan zat besi dalam tubuh. Restriktif lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun.

4. Kardiomiopati Aritmogenik Ventrikel Kanan

Jenis ini tergolong jarang dan pada sebagian kasus berkaitan dengan faktor genetik. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika protein yang menjaga sel-sel otot jantung tetap menyatu mengalami kelainan. 

Akibatnya, sebagian sel otot jantung dapat mengalami kerusakan dan digantikan oleh jaringan lemak atau jaringan parut. Perubahan ini terutama dapat memengaruhi ventrikel kanan dan menyebabkan irama jantung menjadi tidak teratur, sekaligus mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah.

Apakah Kardiomiopati Bisa Sembuh?

Kardiomiopati adalah kondisi yang tidak selalu bisa sembuh sepenuhnya. Namun, pada beberapa kasus, fungsi jantung dapat membaik, terutama jika kondisi yang menjadi penyebabnya dapat ditangani dengan optimal.

Sementara itu, beberapa jenis kardiomiopati dapat berlangsung dalam jangka panjang sehingga perlu dikontrol secara rutin. Pengobatan biasanya dilakukan untuk membantu meredakan gejala, menjaga fungsi jantung, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Diagnosis Lewat MCU Jantung

Jika sering mengalami sesak napas, mudah lelah, jantung berdebar, atau pusing tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter. Keluhan ini bisa berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk kardiomiopati yang dapat memengaruhi kerja otot jantung. 

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti EKG, untuk melihat aktivitas listrik jantung. Untuk mendapatkan gambaran kesehatan jantung secara lebih menyeluruh, Anda juga dapat melakukan Paket Kesehatan Jantung dari Bumame. 

Paket ini mencakup EKG, treadmill, rontgen thorax, profil kolesterol lengkap, HbA1c, serta penanda jantung seperti CK, CK-MB, dan hs-CRP. Pemeriksaan tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi jantung dan faktor yang berkaitan dengan kesehatan jantung. 

Namun, paket ini bukan pengobatan kardiomiopati dan tidak menggantikan diagnosis dokter. Hasil pemeriksaan dapat menjadi informasi awal untuk membantu menentukan apakah diperlukan evaluasi lebih lanjut.

Pengobatan Kardiomiopati

Pengobatan kardiomiopati bertujuan untuk membantu mengurangi gejala, menjaga fungsi jantung, dan mencegah komplikasi. Beberapa pilihan penanganan kardiomiopati adalah sebagai berikut.

  • Obat-obatan Kardiomiopati

Dokter dapat memberikan obat sesuai dengan kondisi yang pasien alami. Beberapa jenis obat yang mungkin akan dokter berikan adalah obat tekanan darah, anticoagulants, antiarrhythmics, obat untuk mengurangi kolesterol, aldosterone antagonists, dan corticosteroids.

  • Tindakan Medis

Jika obat belum cukup membantu, dokter dapat mempertimbangkan tindakan tertentu. Pada kardiomiopati hipertrofik yang menyebabkan aliran darah terhambat, misalnya, dapat dilakukan ablasi alkohol atau operasi untuk mengurangi bagian otot jantung yang menebal.

  • Transplantasi Jantung

Pada kondisi yang sudah menyebabkan gagal jantung berat dan tidak membaik dengan pengobatan lain, transplantasi jantung dapat menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti jantung yang mengalami kerusakan dengan jantung dari donor yang sesuai.

Selain pengobatan rutin, Anda juga dapat mengubah gaya hidup untuk memperkuat jantung dan menghindari risiko lebih buruk. Berikut beberapa hal yang dapat Anda terapkan sehari-hari.

  • Konsumsi makanan yang rendah garam dan lemak.

  • Menjaga berat badan yang normal dan ideal.

  • Olahraga secara rutin.

  • Istirahat dan tidur yang cukup.

  • Mengurangi stres.

  • Hindari rokok dan alkohol.

  • Lakukan check up rutin, terutama jika memiliki risiko lebih tinggi dan memiliki warisan genetik untuk mendapatkan diagnosis dini.

Kapan Harus ke Dokter Jantung?

Kardiomiopati tidak selalu menimbulkan gejala sejak awal. Namun, jika mulai muncul keluhan seperti mudah lelah, sesak napas, atau jantung berdebar yang terasa semakin sering, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Segera cari pertolongan medis jika mengalami hal berikut.

  • Nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba.

  • Jantung berdebar atau berdetak sangat cepat, terutama jika disertai sesak napas.

  • Sulit bernapas meskipun sedang tidak beraktivitas.

  • Tiba-tiba merasa sangat lemas.

  • Pusing yang muncul secara mendadak.

  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.

  • Memiliki risiko tipe congenital cardiomyopathy.

Kenali Keluhan dan Lebih Peduli pada Kesehatan Jantung!

Kesimpulannya, kardiomiopati adalah kondisi yang dapat membuat kemampuan jantung dalam memompa darah menjadi terganggu. Keluhannya dapat berupa mudah lelah, sesak napas, jantung berdebar, pusing, hingga pingsan. Namun, gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh kondisi lain.

Jika keluhan sering muncul atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, hindari melakukan self diagnosis. Jangan ragu untuk segera mendapatkan bantuan medis untuk mendapat pemeriksaan akurat dan pengobatan yang tepat!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Mengenal Kardiomiopati.  

  2. Siloam Hospitals. (2026). Kardiomiopati Bisa Berujung Gagal Jantung, Kenali Gejala dan Penyebabnya.  

  3. Cleveland Clinic. (2026). Kardiomiopati.  

  4. American Heart Association. (2024). Prevention and Treatment of Cardiomyopathy.  

  5. Rumah Sakit Pondok Indah. (2024). Apakah Kelainan Otot Jantung bisa Sembuh, Jenis, Penyebab, dan Penanganannya

  6. Primaya Hospital. (2024). Lemah Jantung (Kardiomiopati), Bagaimana Cara Mengatasinya?.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa itu kardiomiopati?
Kardiomiopati adalah kondisi ketika otot jantung mengalami perubahan atau kelainan yang dapat memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah.
Apa saja gejala kardiomiopati?
Gejalanya dapat berupa sesak napas, mudah lelah, nyeri dada, jantung berdebar, pusing, pingsan, serta pembengkakan pada kaki atau perut.
Apa penyebab kardiomiopati?
Kardiomiopati dapat dipengaruhi faktor genetik, penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, autoimun, diabetes, penyakit tiroid, infeksi, dan kondisi lainnya.
Apakah kardiomiopati bisa sembuh?
Kardiomiopati tidak selalu dapat sembuh sepenuhnya, tetapi fungsi jantung pada beberapa kasus dapat membaik jika penyebabnya ditangani dengan optimal.
Bagaimana kardiomiopati didiagnosis?
Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti EKG, ekokardiografi, rontgen dada, atau pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien.