Pernah mendengar tentang istilah hematokrit? Hematokrit adalah persentase volume sel darah merah dalam total volume darah. Nilainya dapat membantu mendeteksi kondisi seperti anemia atau eritrositosis yang dapat memengaruhi kesehatan dan produktivitas.
Apa itu Hematokrit?
Hematokrit menunjukkan seberapa besar bagian darah yang terdiri dari sel darah merah. Umumnya, dalam darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma darah. Sel darah merah sendiri berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Mengetahui jumlah sel darah merah sangatlah penting untuk mengukur kemampuannya dalam mengedarkan oksigen ke seluruh sel dan jaringan tubuh.
Nilai hematokrit dapat membantu menunjukkan kondisi kesehatan seseorang. Persentase hematokrit yang terlalu tinggi dapat menjadi tanda eritrositosis, sedangkan persentase yang terlalu rendah dapat mengindikasikan anemia.
Fungsi Mengetahui Nilai Hematokrit
Untuk mengetahui kadarnya diperlukan pemeriksaan hematokrit (yang biasanya termasuk dalam pemeriksaan darah lengkap) guna mendeteksi kemungkinan penyakit akibat ketidakseimbangan kadarnya sebelum terlalu parah.
Beberapa fungsi pemeriksaan hematokrit meliputi:
Mengecek kondisi kesehatan secara umum.
Mendiagnosis masalah kesehatan yang ada di darah.
Memonitor penanganan medis yang sedang berlangsung.
Kadar Hematokrit Normal
Normalnya, kadar hematokrit ini berbeda tiap umur. Untuk orang dewasa, laki-laki di rentang 40%-52% sedangkan perempuan sedikit lebih rendah yaitu 37%-45%. Berbeda untuk bayi dan anak-anak, berikut adalah tabel rentang kadar normalnya.
Penyebab Hematokrit Tinggi
Hematokrit tinggi ini biasa disebut dengan eritrositosis, yaitu ketika jumlah sel darah merah berada di atas normal. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa tubuh memproduksi terlalu banyak sel darah merah karena tubuh membutuhkan banyak oksigen untuk mencapai sel.
Hal ini bisa didasari oleh beberapa kondisi berikut:
Keracunan karbon monoksida.
Dehidrasi.
Penyakit jantung.
Fibrosis paru, gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut dalam jaringan paru-paru.
Obstructive sleep apnea (OSA), gangguan pernapasan saat tidur akibat penyempitan pada saluran pernapasan.
Merokok.
Mengonsumsi hormon testoteron.
Tinggal di dataran tinggi seperti di pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1500 hingga 2500 di atas permukaan laut.
Pada orang yang tinggal di dataran tinggi, peningkatan hematokrit dapat merupakan respons normal tubuh terhadap kadar oksigen yang lebih rendah. Namun, penyebab lain tetap perlu dievaluasi berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan secara keseluruhan.
Gejala Hematokrit yang Tinggi
Kondisi hematokrit ini erat kaitannya dengan darah yang tidak bisa menyebarkan oksigen karena terlalu banyak sel darah merah. Orang dengan sel darah merah yang tinggi biasanya mengalami beberapa gejala berikut.
Pusing.
Kulit kemerahan.
Napas putus-putus.
Splenomegali, kondisi di mana organ limpa mengalami pembesaran melebihi ukuran aslinya.
Penglihatan kabur.
Cara Menurunkan Kadar Hematokrit yang Tinggi
Untuk menurunkan produksi sel darah merah yang tinggi, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Hidrasi yang Cukup
Salah satu penyebab dari hematokrit yang tinggi adalah dehidrasi karena jumlah cairan dalam darah berkurang. Maka dari itu, minum air yang cukup adalah langkah awal untuk menurunkan kadar sel darah merah.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, sehingga anjuran minum sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari yang umum digaungkan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, aktivitas, dan anjuran tenaga kesehatan.
2. Mengubah Gaya Hidup
Ada beberapa hal yang bisa diubah untuk menurunkan kadar hematokrit seperti, berhenti merokok, berolahraga untuk meningkatkan sirkulasi tubuh, dan melakukan diet sehat. Diet sehat ini bisa dimulai dengan makan sayur dan minum vitamin.
3. Tindakan Medis
Jika kadar hematokrit tetap tinggi dan tidak dapat dikendalikan, dokter dapat merekomendasikan tindakan medis sesuai penyebab dan risiko komplikasinya. Penanganannya dapat meliputi:
Pemberian obat engencer darah, dilakukan ketika ada kemungkinan risiko trombosis atau penggumpalan darah.
Flebotomi, untuk mengeluarkan kelebihan sel darah merah pada kondisi seperti polisitemia vera, yaitu jenis kanker langka ketika sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah secara tidak terkontrol.
Penanganan medis pada kondisi yang mendasari tingginya hematokrit, seperti sleep apnea atau penyakit paru-paru.
Penyebab Hematokrit Rendah
Hematokrit rendah bisa menjadi pertanda seseorang tidak memproduksi sel darah merah yang cukup. Di banyak kasus, hal ini bisa terjadi karena seseorang menderita anemia. Namun, ada beberapa penyebab lain yang bisa menyebabkan sel darah merah rendah, seperti:
Kehilangan banyak darah.
Hiponatremia, kondisi ketika natrium berada di batas normal.
Leukemia, kanker darah yang terjadi akibat sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih secara berlebihan.
Penyakit ginjal kronik.
Penyakit tiroid, yaitu gangguan fungsi pada kelenjar tiroid.
Sel darah merah yang rendah juga bisa terjadi ketika masa kehamilan karena tubuh membawa banyak cairan. Hal tersebut menandakan bahwa kadar plasma darah lebih tinggi daripada sel darah merah namun kondisi ini bukan menjadi masalah yang serius.
Gejala Hematokrit yang Rendah
Hematokrit yang rendah tentunya akan memunculkan beberapa gejala. Berikut adalah beberapa gejala yang biasa muncul:
Pusing dan lelah.
Pucat.
Napas putus-putus.
Palpitasi jantung, yaitu ketika jantung berdetak terlalu cepat dan keras.
Kehilangan nafsu makan.
Tangan dan kaki terasa dingin.
Cara Menaikkan Hematokrit yang Rendah
Beberapa cara menaikkan hematokrit yang rendah adalah sebagai berikut.
1. Mengonsumsi Makanan Sumber Zat Besi
Pola makan sangat penting bagi seseorang yang telah didiagnosis mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Zat besi dari makanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu zat besi heme dan nonheme.
Zat besi heme berasal dari produk hewani, seperti daging sapi, ayam, dan makanan laut. Sementara itu, zat besi nonheme berasal dari sumber nabati, seperti biji-bijian, bayam, dan sayuran hijau lainnya.
2. Memenuhi Kebutuhan Vitamin B12 dan Asam Folat
Vitamin B12 dan asam folat sangat penting dalam pematangan sel darah merah. Kandungan ini bisa berasal dari daging, ikan, telur, dan produk olahan susu, sedangkan asam folat banyak tersebar pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan sereal terfortifikasi.
3. Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Perubahan gaya hidup akan membantu dalam menaikkan kadar hematokrit seperti olahraga rutin, tidur cukup, dan mengontrol stres. Stres dan kurang tidur dalam jangka waktu yang lama akan memperparah anemia. Maka dari itu, mengatur pola tidur dan stres bisa menaikkan kadar hematokrit.
Prosedur dan Persiapan Tes Hematokrit
Fungsi utama dari tes hematokrit adalah untuk menghitung persentase sel darah merah yang ada di tubuh. Pada orang dewasa, sampel darah biasanya diambil dari pembuluh darah di lengan, sedangkan pada anak-anak dapat diambil melalui tumit.
Sampel tersebut kemudian ditempatkan dalam tabung kecil dan diputar dengan alat khusus untuk memisahkan sel darah merah dari komponen darah lainnya. Karena sel darah merah memiliki massa lebih berat, sel tersebut akan mengendap di bagian bawah tabung. Persentasenya kemudian diukur untuk menentukan nilai hematokrit.
Umumnya, tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes hematokrit. Anda tidak perlu berpuasa dan tetap dapat makan, minum, serta mengonsumsi obat seperti biasa, kecuali mendapat instruksi berbeda dari dokter. Setelah darah diambil dalam jumlah kecil, sampel akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.
Bumame menyediakan tes hematologi lengkap untuk membantu menilai kondisi darah secara menyeluruh. Pemeriksaan ini dapat mengukur beberapa komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Hasilnya dapat membantu mendeteksi anemia, kelainan darah, serta memberikan gambaran umum mengenai kondisi sistem imun tubuh.
Pemeriksaan hematologi juga dapat digunakan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin atau untuk membantu dokter mengevaluasi keluhan tertentu. Selengkapnya, hubungi WhatsApp Bumame untuk konsultasikan kebutuhan Anda.
Kapan Perlu Tes Hematokrit?
Tes hematokrit biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa kondisi kesehatan secara umum.
Dokter juga dapat menyarankan tes hematokrit jika Anda mengalami keluhan seperti mudah lelah, lemas, pusing, sesak napas, atau sakit kepala yang belum diketahui penyebabnya serta membantu mencari penyebab keluhan tersebut, terutama jika berkaitan dengan gangguan sel darah merah.
Selain itu, tes hematokrit juga perlu dilakukan untuk:
Memantau anemia atau eritrositosis yang sudah terdiagnosis.
Memeriksa kondisi darah selama pengobatan kanker.
Memantau respons tubuh terhadap pengobatan.
Membantu menilai kondisi setelah kehilangan banyak darah atau sebelum dan sesudah tindakan medis tertentu.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 153102. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 125503.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 116104. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 101605. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Source:
Cleveland Clinic. (2025). Hematocrit Test
Medline Plus. (2024). Hematocrit Test.
National Health Service. (2026). Hematocrit
Ubie Health. (2026). Does living at high altitude or using a CPAP machine affect hematocrit?
WebMD. (2026). Hematocrit Test: Levels and Normal Range
Jinfiniti. (2026). How to Increase Low Hematocrit Levels Naturally
Bloedwaardentest. (2025). Hematocrit too high: Causes, consequences and solutions
Anadolu Medical Center Hospital. (2023). What is HCT (Hematocrit), Its Low and High Levels, and Treatment
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
