Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Neutropenia Adalah: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Neutropenia Adalah: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

SBAOthers

Saat tubuh sedang melawan infeksi, jumlah sel darah putih berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Namun, neutropenia adalah kondisi kelainan yang harus diwaspadai karena jumlah neutrofil turun hingga di bawah batas normal, sehingga tubuh justru lebih rentan terhadap infeksi.

Oleh karena itu, mengenali gejalanya sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. Dan, dengan memahami penyebab hingga cara diagnosis dan penanganannya, Anda bisa tahu kapan perlu memeriksakan diri ke dokter dan langkah apa yang tepat untuk menjaga kesehatan.

Apa Itu Neutropenia?

Hampir sebagian besar pasien kemoterapi mengalami neutropenia. Secara medis, neutropenia adalah kondisi di mana seseorang kehilangan sebagian besar atau bahkan seluruh neutrofil yang bertugas menjaga tubuh dari serangan infeksi.

Neutrofil merupakan salah satu jenis sel darah putih (leukosit) yang diproduksi oleh sumsum tulang melalui proses granulopoiesis. Sel darah ini terbentuk hingga sekitar 60% dalam tubuh. Tugasnya adalah menjaga imunitas tubuh dari serangan kuman dan infeksi dengan melakukan fagositosis (menelan partikel besar seperti virus) dan menghancurkan patogen penyebab penyakit.

Pada orang dewasa normal, batas jumlah neutrofil sekitar 1.500 sel per mikroliter darah. Apabila di bawah itu, pasien bisa mengalami kekurangan neutrofil sekitar 7–14 hari setelah kemoterapi.

Hal ini terjadi karena saat kemoterapi, obat sitotoksik bekerja tanpa pandang bulu untuk merusak apapun yang dilaluinya, termasuk sel kanker dan sel darah sehat seperti neutrofil. Akibatnya, imun melemah dan rentan terhadap infeksi, terlebih sakit yang disebabkan oleh bakteri atau jamur.

Tingkat Keparahan Neutropenia

Neutropenia adalah kondisi serius yang harus segera mendapatkan penanganan medis sesuai dengan tingkat keparahan pasien. Adapun tabel tingkat keparahan neutropenia adalah sebagai berikut.

Tingkat Keparahan

Jumlah Neutrofil

Ringan

1.000–1.500 sel/mikroliter darah

Sedang

500–1.000 sel/mikroliter darah

Berat

<500 sel/mikroliter darah

Tingkat keparahan ini memengaruhi kondisi dan pengobatan pasien. Misalnya, pada kategori ringan, pasien memiliki risiko infeksi yang relatif rendah dan bisa membaik tanpa tindakan medis.

Neutropenia kategori sedang membuat pasien rentan mengalami infeksi, terutama pada selaput lendir dan kulit. Sedangkan tingkat keparahan berat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi oportunistik (infeksi parah pada sistem kekebalan tubuh).

Penyebab Neutropenia

Penyebab utama neutropenia adalah terganggunya produksi sel neutrofil di sumsum tulang sehingga jumlahnya tidak mencukupi untuk melawan infeksi. Berkurang atau bahkan hilangnya sel darah putih ini disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini.

1. Kemoterapi dan Radioterapi

Efek samping kemoterapi mampu melemahkan bahkan membunuh semua sel dalam tubuh tanpa pandang bulu, termasuk sel kanker dan sel-sel baik. Ini adalah penyebab yang paling umum dialami pasien, terutama mereka yang mengalami kanker dari sistem pembentuk darah (kanker darah).

Sementara efek radioterapi pada neutropenia adalah paparan radiasi, terutama tingkat tinggi, dapat merusak sel-sel di sumsum tulang belakang sehingga tidak mampu membelah dengan cepat. Akibatnya, produksi sel terganggu hingga bahkan mati.

2. Infeksi Virus

Seseorang yang terkena infeksi virus, seperti Epstein-Barr (EBV) atau dikenal sebagai herpes, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan hepatitis rentan mengalami neutropenia. Pasalnya, serangan virus tersebut mampu mengganggu fungsi sumsum tulang sehingga produksi sel darah putih berkurang.

3. Kekurangan Nutrisi

Orang yang kekurangan nutrisi rentan mengalami penyakit ini, terutama vitamin B12, tembaga, dan folat. Ketiga vitamin tersebut berperan penting dalam sintesis dan pembelahan DNA sel, sehingga proses pembentukan sel darah menjadi tidak optimal.

4. Penyakit Autoimun

Antibodi pada tubuh pasien penyakit autoimun secara aktif merespons semua yang ada di sekitarnya, baik kumpulan sel, jaringan, atau organ dalam kondisi sehat maupun rusak.

Sehingga, ia gagal mengenali apapun di sekitarnya kemudian menyerang karena menganggap semua itu adalah benda asing. Mekanisme kekebalan tubuh yang terganggu seperti ini tentu memengaruhi jumlah sel neutrofil, karena neutrofil sehat ikut dibasmi oleh antibodi pasien.

5. Efek Samping Obat

Penyebab lain neutropenia adalah pengaruh obat-obatan, seperti sulfasalazine, klozapin, antibiotik jangka panjang, dan obat antitiroid yang dikonsumsi oleh pasien hipertiroidisme (gangguan kelenjar tiroid). Obat-obatan ini menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang mampu menghancurkan neutrofil sehingga jumlahnya semakin berkurang.

6. Kelainan Genetik (Kongenital)

Kelainan genetik juga bisa menjadi sebab seseorang kehilangan sel darah putih. Kondisi ini rentan terjadi pada pengidap sindrom Warts, Hypogammaglobulinemia, Infections, and Myelokathexis (WHIM) yang membuat sistem kekebalan tubuh pasien tidak berfungsi dengan baik.

Faktor Risiko Neutropenia 

Dari penyebab tersebut, beberapa faktor yang juga meningkatkan risiko terkena neutropenia adalah sebagai berikut.

  • Bayi lahir prematur: Sistem imun belum berfungsi dengan baik sehingga belum bisa memproduksi sel darah putih dalam jumlah cukup.

  • Pasien kanker: Karena menjalani pengobatan kemoterapi memengaruhi keberadaan sel darah putih dalam tubuh.

  • Avitaminosis: Kelainan kekurangan vitamin dan gizi yang berperan dalam pembentukan sel darah dan pembelahan DNA.

  • Kelainan bawaan, termasuk sindrom WHIM dan Kostmann: Kelainan pada sistem imun yang memicu rendahnya kadar neutrofil.

  • Menderita penyakit autoimun dan HIV: Ini adalah penyakit berbahaya yang menyebabkan rendahnya sel darah putih akibat serangan virus dan rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Gejala Neutropenia

Nah, di antara gejala yang bisa diketahui dari neutropenia adalah sebagai berikut.

  • Demam, yang menjadi salah satu adanya infeksi berat (komplikasi akibat kemoterapi), khususnya pada pasien kanker anak.

  • Muncul sariawan yang tidak sembuh, karena sariawan termasuk infeksi sehingga sel darah tubuh tidak mampu melawan dan menjaga kesehatan jaringan mulut.

  • Pasien merasakan sakit tenggorokan, yang bisa terjadi akibat kehilangan sistem imun sehingga muncul infeksi dan peradangan. 

  • Luka sulit sembuh, karena sel yang bertugas melawan kuman dan membersihkan jaringan telah berkurang drastis atau bahkan hilang.

  • Pasien kelelahan, karena energinya terkuras habis menggantikan sistem imun untuk melawan infeksi.

Diagnosis Neutropenia  

Diagnosis neutropenia biasanya bermula dari menelusuri riwayat medis pasien, mulai dari gejala awal hingga durasi keluhan yang dirasakan. Setelah itu, dokter atau tenaga medis juga melakukan pemeriksaan berikut.

  • Pemeriksaan darah lengkap: Dilakukan dengan menghitung jenis leukosit, khususnya neutrofil, menggunakan absolute neutrophil count (ANC) untuk mengidentifikasi adanya penurunan sel darah atau kelainan hematologis lainnya.

  • Pemeriksaan darah tepi: Tujuannya untuk mendeteksi bentuk sel yang belum matang. Tes ini bisa Anda lakukan sebagai cara untuk menemukan indikasi infiltrasi sumsum tulang belakang atau sindrom Mielodisplastik.

  • Pemeriksaan imunologi dan genetik: Tujuannya untuk mendeteksi adanya neutropenia kongenital maupun gangguan sistem imun. Pasien akan mendapatkan gambaran kondisi antibodi terhadap kerja sel darah putih, khususnya neutrofil, dan menilai status nutrisi yang memengaruhi kadar neutrofil.

Cara Mengobati Neutropenia

Cara terbaik untuk mengobati neutropenia adalah dengan melihat penyebab yang mendasarinya. Misalnya, pada pasien yang mengalami infeksi berat, dokter akan memberikan resep antibiotik untuk melawan bakteri.

Begitu pun dengan pasien tingkat keparahan berat yang mengalami demam lebih dari 38°C, dokter akan menyarankan rawat inap serta memberikan obat antibiotik. Untuk neutropenia berat akibat virus, pasien akan menjalani terapi antivirus dan perawatan suportif menggunakan G-CSF untuk memulihkan jumlah neutrofil.

Sementara pada neutropenia yang disebabkan oleh autoimun, dokter akan menyesuaikan dengan tingkat keparahan pasien. Misalnya, tingkat sekunder akan diberikan terapi imunosupresif menggunakan kortikosteroid. Pasien yang mengalami malnutrisi akan diarahkan untuk memperbaiki pola makan serta pemberian G-CSF untuk mempercepat pemulihan.

Cara Mencegah Infeksi pada Penderita Neutropenia 

Berikut adalah cara mudah agar tidak terjadi infeksi pada pasien neutropenia.

  • Jaga kebersihan dengan cuci tangan teratur sebelum makan dan setelah memegang benda kotor.

  • Pasien butuh diet rendah bakteri, seperti menghindari makan sayuran dan telur mentah, serta sebaiknya jangan minum susu tanpa proses pasteurisasi.

  • Sebaiknya hindari tempat yang banyak orang sakit.

  • Jangan berbagi alat makan maupun peralatan pribadi dengan orang lain.

  • Mengonsumsi makanan yang benar-benar matang.

  • Menjaga kesehatan, terlebih setelah sakit dengan infus multivitamin.

  • Jangan menyentuh kotoran hewan atau benda-benda kotor lain, selain pakai sarung tangan lalu cuci tangan.

  • Jangan memakai tato dan tindik.

Jaga Kesehatan Darah dengan MCU 

Karena neutropenia adalah kondisi ketika jumlah neutrofil dalam darah berada di bawah batas normal dan dapat meningkatkan risiko infeksi, pertimbangkan untuk rutin memeriksakan kesehatan secara rutin dengan layanan Medical Check Up Plus dari Bumame.

Pemeriksaan MCU ini mencakup pemeriksaan hematologi lengkap untuk mengevaluasi sel darah putih, sel darah merah, trombosit, dan komponen darah lainnya. Selain itu, MCU juga mencakup pemeriksaan gula darah, kolesterol, fungsi hati dan ginjal, serta kadar vitamin D untuk memberikan gambaran kesehatan yang lebih menyeluruh. 

Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi demam neutropenia tinggi mencapai 38°C harus segera mendapat perawatan dari tim medis. Biasanya, demam terjadi selang seminggu setelah kemoterapi, ditambah muncul gejala lain sampai membuat tubuh menggigil dan lemas drastis.

Cek Kondisi Darah dengan Rutin Melakukan Pemeriksaan

Neutropenia adalah kondisi serius yang membutuhkan tindakan medis karena pasien kehilangan sel darah putih. Padahal, sel darah putih ini sangat penting untuk melawan infeksi, bakteri, dan virus. Oleh karena itu, sebagai langkah preventif, lakukan pemeriksaan darah rutin bersama Bumame. Yuk, cek kondisi darah mulai sekarang!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Atlas University Hospital. (2023). Neutropenia.

  2. CDC. (2025). Neutropenia and Risk for Infection.

  3. National Neutropenia Network. (.n.d). What is Neutropenia.

  4. Kementerian Kesehatan. (2024). Demam Neutropenia pada Anak dengan Keganasan.

  5. National Library of Medicine. (2025). Diagnosis and Management of Neutropenia.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu neutropenia?

Neutropenia adalah kondisi ketika jumlah neutrofil, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi, berada di bawah batas normal. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, terutama akibat bakteri dan jamur.

Apa saja penyebab neutropenia?

Neutropenia dapat disebabkan oleh kemoterapi dan radioterapi, infeksi virus, kekurangan vitamin B12, tembaga, dan folat, penyakit autoimun, efek samping obat-obatan, serta kelainan genetik atau bawaan.

Apa saja gejala neutropenia?

Gejala neutropenia meliputi demam, sariawan yang tidak kunjung sembuh, sakit tenggorokan, luka yang sulit sembuh, dan kelelahan. Demam mencapai 38°C pada penderita neutropenia, terutama setelah kemoterapi, memerlukan penanganan medis segera.

Bagaimana neutropenia didiagnosis?

Diagnosis neutropenia dilakukan melalui penelusuran riwayat medis, pemeriksaan darah lengkap untuk menghitung neutrofil, pemeriksaan darah tepi, serta pemeriksaan imunologi dan genetik sesuai kebutuhan.

Apakah neutropenia bisa disembuhkan?

Neutropenia dapat membaik atau sembuh bergantung pada keberhasilan penanganan penyebabnya. Pengobatan disesuaikan dengan kondisi pasien, misalnya antibiotik untuk infeksi bakteri, terapi antivirus untuk kasus tertentu, atau penanganan kekurangan nutrisi.