Pernah alami flu, demam, atau tidak enak badan tiba-tiba? Kondisi ini bisa jadi tanda kalau sel-sel tubuh Anda sedang melawan infeksi. Salah satu sel tersebut adalah limfosit. Apa itu?
Limfosit adalah salah satu jenis dari sel darah putih yang punya peranan penting dalam membantu tubuh mendeteksi benda asing atau mikroorganisme, kemudian memberikan respons untuk melawannya.
Untuk lebih jelasnya, berikut uraian tentang sel darah putih ini, mulai dari pengertian, kadar normalnya, hingga penyebab jika kadarnya di luar batas normal.
Apa Itu Limfosit?
Limfosit adalah salah satu dari jenis sel darah putih yang punya peranan penting dalam sistem imun tubuh. Sel ini pada dasarnya diproduksi di sumsum tulang dan bisa berada di dalam darah serta getah bening, karena fungsinya untuk mendeteksi mikroorganisme atau zat asing yang masuk ke tubuh.
Jenis-Jenis Limfosit
Secara umum, sel darah putih ini bisa dibagi menjadi tiga jenis, antara lain sebagai berikut.
1. Limfosit B (Sel B)
Sel B adalah jenis sel darah putih yang tugasnya memproduksi antibodi untuk melawan atau menghancurkan zat asing yang masuk ke tubuh dengan antigen tertentu. Selain itu, beberapa diantaranya juga punya peranan penting dalam menyimpan informasi tentang antigen sehingga tubuh bisa memberikan respons lebih cepat jika ada serangan yang sama di kemudian hari.
2. Limfosit T (Sel T)
Sel T adalah jenis sel darah putih yang berfungsi untuk mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi. Adapun sel T bisa dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan fungsinya.
Sel T sitotoksik, peranannya adalah menghancurkan sel yang terinfeksi.
Sel T pembantu, yang sesuai namanya bertugas untuk membantu sel imun lain termasuk sel B dalam menjalankan tugasnya.
Sel T regulator, berfungsi membantu mengendalikan respons imun agar tidak bekerja secara berlebihan.
3. Sel Natural Killer (NK)
Sesuai namanya, jenis limfosit ini bertugas sebagai pertahanan tubuh, tepatnya adalah mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus, tanpa memerlukan paparan antigen spesifik sebelumnya, tidak seperti pada sel T.
Namun, selain membunuh sel target secara langsung, sel ini juga bisa memproduksi zat yang bisa mengatur respons imun tubuh.
Fungsi Limfosit dalam Sistem Imun
Pada dasarnya, fungsi sel darah putih ini bersama dengan sel darah putih lainnya seperti neutrofil adalah mendeteksi dan melawan berbagai ancaman infeksi dari luar tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut paparan mengenai beberapa fungsinya.
Mendeteksi antigen tertentu sehingga tubuh bisa memberikan respons imun yang tepat.
Memproduksi antibodi untuk mengenali dan membantu menghancurkan atau menetralkan antigen tertentu.
Menyerang atau menghancurkan sel-sel yang terinfeksi di dalam tubuh.
Mengatur dan mengendalikan respons imun terhadap serangan sehingga tidak akan bekerja secara berlebihan.
Menyimpan memori untuk kemudian membantu tubuh dalam mengenali antigen yang sama jika serangan yang sama kembali terjadi.
Kadar Limfosit Normal
Umumnya, nilai normal dari sel darah putih ini adalah sekitar 20-40% dari total sel darah putih, dengan jumlah absolutnya yaitu sekitar 1.000-4.800 sel/µL darah, tergantung dari rentang rujukan yang laboratorium gunakan.
Penyebab Limfosit Tinggi
Kadar sel darah putih ini bisa terlalu tinggi dari jumlah normalnya di dalam tubuh karena berbagai faktor, seperti:
Adanya infeksi, terutama infeksi karena virus seperti mononukleosis, cytomegalovirus, hepatitis, HIV, hingga virus influenza. Selain itu, serangan beberapa bakteri, seperti pertussis, tuberkulosis, dan sifilis, juga bisa meningkatkan kadar dari sel ini. Tingginya kadar limfosit ini merupakan bagian dari respons sistem imun untuk mengatasi serangan dari beberapa mikroorganisme tersebut.
Ada peradangan di bagian tubuh tertentu, karena adanya radang bisa membuat sistem imun menjadi lebih aktif sehingga terjadi kenaikan jumlah sel darah putih, termasuk sel limfosit.
Mengidap penyakit autoimun, karena sistem imun yang menyerang jaringan tubuh sendiri akan menjadi tetap aktif dan berefek pada perubahan jumlah limfosit dalam darah.
Mengalami stres fisik berat atau trauma, karena kondisi ini bisa menimbulkan respons stres tubuh yang pada akhirnya berefek pada jumlah dan distribusi sel darah putih, termasuk sel limfosit.
Reaksi terhadap obat tertentu, seperti fenitoin, karbamazepin, atau beberapa jenis antibiotik lainnya, karena obat-obat tersebut bisa merangsang respons imun pada tubuh sebagian orang sehingga menimbulkan perubahan jumlah sel darah putih, termasuk limfosit.
Tidak punya limpa atau setelah pengangkatan limpa, karena organ ini punya peranan cukup besar dalam menyaring darah dan memengaruhi distribusi serta menghancurkan sel darah. Jadi, ketika limpa tidak ada atau tidak berfungsi, jumlah beberapa jenis sel darah, termasuk sel darah putih ini bisa meningkat dalam sirkulasi darah.
Mengidap gangguan darah atau sistem limfatik tertentu, karena beberapa kondisi bisa memicu produksi atau pertumbuhan limfosit yang tidak terkendali sehingga kadarnya pun akan menjadi tinggi di dalam darah. Misalnya gangguan leukemia limfositik kronis dan leukemia limfositik akut.
Penyebab Limfosit Rendah
Kadar sel ini juga bisa lebih rendah dari batasnya normalnya dan biasanya terjadi karena beberapa faktor seperti:
Ada infeksi, terutama infeksi oleh virus seperti HIV, COVID-19, influenza, hingga hepatitis. Namun, rendahnya kadar limfosit ini umumnya terjadi setelah infeksi, karena sebagian sel ini digunakan untuk melawan infeksi, ada yang mengalami kerusakan, atau berpindah dari aliran darah ke jaringan yang terinfeksi.
Tubuh kurang gizi, terutama kekurangan energi dan protein yang berat, karena tubuh butuh zat gizi tersebut untuk membentuk atau mempertahankan fungsi sel-sel imun.
Menderita penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik dan rheumatoid arthritis, karena aktivitas sistem imun yang tidak normal pada kondisi tersebut bisa membuat jumlah limfosit jadi turun.
Konsumsi obat atau menjalani terapi tertentu, seperti kemoterapi dan terapi radiasi serta konsumsi kortikosteroid dan obat imunosupresan, karena hal-hal tersebut bisa menekan produksi atau aktivitas sel imun sehingga jumlah sel darah putih ini pun menjadi turun.
Menderita gangguan produksi sel darah, terutama gangguan pada sumsum tulang atau tempat pembentukan sel darah sehingga membuat produksi limfosit menjadi terhambat dan jumlahnya pun menjadi berkurang.
Mengidap limfoma, karena penyakit ini bisa berefek pada produksi, kelangsungan hidup, atau fungsi sel darah putih ini sehingga jumlahnya pun menjadi berkurang.
Kapan Perlu Tes Darah Lengkap?
Tes darah sebaiknya dilakukan jika Anda sudah mengalami beberapa gejala seperti:
Demam berkepanjangan atau tidak bisa berhenti bahkan setelah minum obat, apalagi jika Anda curiga ada infeksi tertentu.
Mudah lelah, bahkan saat tidak melakukan aktivitas apapun, karena bisa menjadi tanda mengidap anemia.
Mengalami gejala yang mengarah pada gangguan sel darah, seperti pucat, lemas, pusing, atau mudah memar tanpa sebab yang jelas.
Sedang hamil, karena cek darah bisa membantu memantau kondisi kesehatan ibu dan mendeteksi kemungkinan kelainan darah yang terjadi selama hamil.
Adapun jika hasil pengecekan menunjukkan kadar limfosit terlalu tinggi atau rendah, dokter biasanya akan melakukan cek lanjutan untuk tahu penyebab pasti dari masalah tersebut dan menentukan penanganan yang tepat.
Kenali Kondisi Tubuh Lebih Baik dengan Cek Darah Lengkap!
Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang punya peranan penting dalam sistem imun tubuh. Kadarnya bisa meningkat atau menurun karena berbagai faktor, seperti infeksi, radang, hingga konsumsi obat tertentu.
Namun, nilai limfosit di luar batas normal biasanya berarti ada infeksi atau masalah penyakit tertentu yang jika tidak ditangani dengan cepat bisa menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, cek darah secara berkala sangat disarankan untuk mengenali jumlah sel darah putih ini dalam tubuh, untuk kemudian bisa mengarahkan ke saran penanganan terbaik jika kadarnya tidak normal.
Salah satu yang direkomendasikan yaitu Tes Hematologi Lengkap Bumame. Melalui paket ini, Anda tidak hanya akan tahu kadar sel darah putih, tapi juga sel darah merah, trombosit, hingga hemoglobin sehingga kondisi darah pun bisa Anda ketahui lebih menyeluruh.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Cleveland Clinic. (2022). Lymphocytes.
Nanavati Max Super Speciality Hospital. (2023). Things To Know About Lymphocytes.
Siloam Hospitals. (2025). Mengenal Jenis Limfosit & Kondisi yang Mempengaruhi Kadarnya.
Physiopedia. (2026). Lymphocytes.
RSU Meuraxa Kota Banda Aceh. (2025). Mengenal Sistem Imun Tubuh, Perlindungan Alami dari Penyakit.
Dr. Mathangi J. (2026). Normal Lymphocyte Count in Adults.
Harvard Health Publishing. (2026). What Could Cause a High Lymphocyte Count?
Apollo Hospitals. (2025). Limfositosis (Jumlah Limfosit Tinggi) - Penyebab, Gejala & Pengobatan.
UCSF Benioff Children’s Hospitals. (2026). What Do Low Lymphocytes Mean?
Your Health Magazine. (2025). Low Lymphocyte Levels: What They Indicate About Your Health.
Westerindo. (2026). Pemeriksaan Darah Lengkap: Waktu Ideal untuk Melakukannya.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
.jpg&w=3840&q=75)