Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Hipoglikemia: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya
Kembali ke Artikel & Berita

Hipoglikemia: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

SBAOthers

Pernah merasa pusing tiba-tiba setelah makan sesuatu? Bisa jadi itu tanda gula darah Anda sedang rendah, atau mengalami suatu kondisi yang disebut hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah turun di bawah normal sehingga menyebabkan beberapa masalah seperti pingsan dan kejang.

Artikel ini membahas gangguan kadar gula darah tersebut secara lengkap, mulai dari cara mengatasi hingga pencegahannya.

Apa itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia atau gula darah rendah merupakan kondisi di mana ketika kadar gula dalam darah rendah. Gangguan ini biasanya sering ditemui pada penderita diabetes, khususnya orang yang menggunakan insulin.

Gula darah yang rendah ini biasanya berada di bawah angka 70 mg/dL. Jika seseorang mengalami gula darah yang rendah, mereka membutuhkan penanganan secepatnya agar tidak menjadi masalah yang lebih serius.

Gula darah merupakan sumber energi utama tubuh. Jika kadarnya menurun drastis, sel dan otak tidak bisa bekerja secara optimal. Kondisi ini akan membuat seseorang gemetar dan kebingungan dan harus segera dibawa ke rumah sakit karena bisa mengancam nyawa.

Hipoglikemia ini juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir. Kadar gula dalam bayi bisa turun karena beberapa hal seperti, lahir prematur, bayi memproduksi banyak insulin, dan tidak cukup oksigen saat lahir. Hipoglikemia pada bayi ini biasanya juga disebabkan oleh ibu penderita diabetes.

Gejala yang Menyertai Hipoglikemia

Gejala gula darah rendah umumnya muncul dengan cepat dan tidak selalu sama pada setiap orang. Tingkat keparahannya pun beragam, dari yang ringan hingga berat, berikut adalah beberapa gejala yang harus diwaspadai.

1. Gejala Hipoglikemia Ringan hingga Sedang

Saat kadar gula darah rendah, seseorang bisa merasakan: 

  • Gemetar atau tremor, kadang disertai rasa gelisah;

  • Berkeringat dan menggigil;

  • Detak jantung lebih cepat, berdebar, atau tidak teratur;

  • Pusing;

  • Rasa lapar yang berlebihan;

  • Badan terasa lemas atau mudah lelah;

  • Bingung atau sulit berkonsentrasi;

  • Cemas;

  • Kulit tampak pucat;

  • Sakit kepala;

  • Pandangan kabur atau bicara tidak jelas.

Pada orang dengan kadar gula darah yang sering tinggi, tubuh bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Akibatnya, gejala gula darah rendah dapat muncul meski kadarnya sebenarnya normal.

2. Gejala Hipoglikemia Berat

Jika terjadi kondisi kadar gula darah sangat rendah, otak bisa berhenti bekerja dengan semestinya sehingga tubuh dapat mengalami beberapa gejala berikut:

  • Kehilangan kesadaran;

  • Mengalami kejang;

  • Penglihatan kabur atau ganda;

  • Gerakan yang sulit terkoordinasi;

  • Disorientasi atau linglung;

  • Tidak mampu merespons atau menolong diri sendiri;

  • Koma, meski jarang terjadi.

Kondisi hipoglikemia berat ini dapat mengancam nyawa sehingga memerlukan tindakan medis segera.

3. Dalam Keadaan Tidur

Gula darah rendah juga bisa terjadi saat tidur (hipoglikemia nokturnal). Gejala gula darah rendah saat tidur dapat berupa: 

  • Berteriak atau mengalami mimpi buruk;

  • Berkeringat hingga baju tidur atau sprei terasa lembab;

  • Merasa lelah dan bingung setelah bangun.

Meski sering kali tidak terbangun atau tidak menyadari gejalanya, gula darah rendah tetap dapat mengganggu kualitas tidur. Dampaknya bisa terasa pada suasana hati hingga produktivitas saat bekerja.

Penyebab Terjadinya Gula Darah Menurun Drastis

Ada beberapa hal yang bisa memicu seseorang mengalami hipoglikemia, Penyebabnya berbeda, tergantung apakah seseorang menderita diabetes atau tidak. 

1. Pada Penderita Diabetes

Situasi yang umum memicu gula darah rendah pada penderita diabetes antara lain:

  • Menyuntik insulin terlalu banyak, salah jenis, atau menyuntiknya ke otot, bukan ke jaringan lemak;

  • Waktu pemberian insulin dan asupan karbohidrat tidak sesuai, misalnya makan terlalu lama setelah menyuntik insulin;

  • Minum obat diabetes oral dengan dosis berlebih;

  • Minum alkohol tanpa makan;

  • Berpuasa; 

  • Aktivitas fisik yang meningkat melebihi rutinitas biasa, karena bisa menurunkan gula darah hingga 24 jam setelahnya; 

  • Makan lebih lambat dari jadwal atau melewatkan waktu makan.

Pada ibu hamil dengan diabetes tipe 1, risiko gula darah rendah juga lebih tinggi di trimester pertama karena perubahan hormon.

2. Bukan Penderita Diabetes

Kondisi gula darah rendah yang tidak berkaitan dengan diabetes terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu hipoglikemia reaktif dan hipoglikemia puasa.

Hipoglikemia Reaktif

Hipoglikemia reaktif terjadi ketika gula darah turun setelah makan, biasanya dua hingga empat jam kemudian. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi kondisi ini berkaitan dengan lonjakan gula darah yang disusul penurunan mendadak setelah mengonsumsi karbohidrat tertentu, seperti kentang, roti putih, kue, dan pastri.

Hipoglikemia Puasa

Pada kebanyakan orang tanpa diabetes, puasa umumnya tidak menyebabkan hipoglikemia, karena tubuh mampu menjaga gula darah tetap dalam batas sehat. Namun, kondisi tertentu dapat memicu hipoglikemia puasa, antara lain: 

  • Konsumsi alkohol berlebihan;

  • Penyakit kritis seperti penyakit hati stadium akhir, sepsis, atau gagal ginjal;

  • Insufisiensi adrenal, yaitu kondisi yang menyebabkan kadar kortisol rendah, padahal kortisol berperan menjaga gula darah tetap normal;

  • Hipoglikemia tumor non-sel islet (NICTH). Kondisi langka ini terjadi ketika tumor melepaskan hormon yang bekerja seperti insulin dalam jumlah berlebihan; 

  • Insulinoma, yaitu tumor langka di pankreas.

Faktor Risiko Terjadinya Gula Darah Rendah

Seseorang akan lebih berisiko mengalami gula darah rendah jika:

  • Mengidap diabetes tipe 1;

  • Menggunakan insulin atau obat diabetes lainnya;

  • Berusia 65 tahun ke atas;

  • Pernah mengalami hipoglikemia sebelumnya;

  • Memiliki masalah kesehatan seperti penyakit ginjal dan penyakit jantung.

Pemeriksaan untuk Menentukan Seseorang Mengalami Hipoglikemia

Gula darah dapat diperiksa dengan alat ukur gula darah (glukometer) atau continuous glucose monitor (CGM). Glukometer mengukur kadar gula dari setetes kecil darah, biasanya dari ujung jari. Sementara itu, CGM memakai sensor di bawah kulit yang mengukur gula darah setiap beberapa menit.

Selain itu, pemeriksaan kadar gula darah juga bisa Anda lakukan melalui layanan Paket Gula Darah dan Kolesterol Lengkap dari Bumame. Layanan ini dirancang untuk memeriksa kadar gula darah dan kolesterol sekaligus. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi diabetes sejak dini sekaligus memantau kesehatan jantung.

Cukup dengan harga mulai dari Rp425.000, Anda sudah bisa mengetahui kondisi gula darah dan kolesterol secara lengkap. Segera hubungi WhatsApp Bumame untuk jadwalkan pemeriksaan, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga lainnya, sekaligus konsultasikan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda.

Penanganan untuk Hipoglikemia

Penderita diabetes yang mengalami gejala gula darah rendah dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang cepat menaikkan gula darah, seperti segelas kecil jus buah atau minuman manis bersoda, 5 tablet glukosa atau dekstrosa, 3 sendok teh gula atau permen;

  • Mengecek gula darah setelah 10 hingga 15 menit;

  • Jika gula darah masih di bawah 70 mg/dL, minum atau makan makanan manis lagi, lalu cek ulang setelah 10 menit;

  • Setelah gejala membaik, konsumsi makanan yang bisa menjaga gula darah tetap stabil, seperti biskuit, sandwich, atau makan berat.

Jika seseorang mengalami gula darah rendah hingga tidak sadarkan diri, berikut adalah beberapa cara untuk menanganinya:

  • Tidak memberikan makanan atau minuman apa pun;

  • Membaringkannya pada posisi miring dengan kepala sedikit menengadah;

  • Memberikan suntikan glukagon sesegera mungkin;

  • Jika mulai pulih dalam 10 menit setelah suntikan glukagon, maka berarti sudah bisa menelan dengan aman sehingga bisa diberi makan atau minum.

Cara Mengontrol Gula Darah agar Selalu Normal

Cara yang sangat efektif dalam mengontrol gula darah adalah dengan menerapkan pola makan sehat, menjaga berat badan, dan rutin beraktivitas fisik. Selain itu, ada beberapa tips lain yang bisa mengontrol gula darah agar tidak turun.

  • Pantau kadar gula darah untuk tahu apa saja yang membuatnya naik atau turun;

  • Makan di jam yang teratur dan jangan melewatkan waktu makan;

  • Pilih makanan yang lebih rendah kalori, gula, dan garam;

  • Batasi minuman beralkohol;

  • Saat ingin makan yang manis, pilih buah;

  • Atur porsi makan;

  • Pastikan keluarga dan teman tahu cara menangani gula darah rendah yang parah; 

  • Selalu bawa sesuatu yang bisa menaikkan gula darah dengan cepat, seperti minuman manis, permen, atau tablet glukosa;

  • Hindari konsumsi kafein yang berlebihan;

  • Batasi makan makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti gorengan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera pergi ke dokter dan mendapatkan pertolongan medis ketika mengalami gejala berikut:

  • Mengalami gejala hipoglikemia seperti kejang, pingsan, dan penglihatan kabur.

  • Gejala gula darah rendah tidak membaik setelah mendapatkan penanganan seperti dengan minum jus atau mengonsumsi makanan manis.

Jangan menunda mencari pertolongan medis jika gejala hipoglikemia tidak membaik atau semakin memburuk. Penanganan yang tepat dan cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius serta menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Cleveland Clinic — Hypoglycemia (Low Blood Sugar)

  2. National Health Service — Low Blood Sugar (Hypoglycaemia)

  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases — Low Blood Glucose (Hypoglycemia)

  4. U.S. Centers for Disease Control and Prevention — Manage Blood Sugar

  5. Mayo Clinic — Hypoglycemia

  6. MedlinePlus — Low Blood Sugar in Newborns

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah hipoglikemia berbahaya?

Ya, hipoglikemia dapat berbahaya jika tidak segera ditangani, terutama ketika menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, atau koma.

Apa saja gejala hipoglikemia yang perlu dikenali?

Gejala hipoglikemia meliputi gemetar, berkeringat, jantung berdebar, pusing, lapar, lemas, sulit berkonsentrasi, pandangan kabur, hingga kejang atau kehilangan kesadaran.

Apa penyebab hipoglikemia pada penderita diabetes?

Hipoglikemia pada penderita diabetes dapat disebabkan dosis insulin atau obat diabetes berlebihan, melewatkan waktu makan, berpuasa, konsumsi alkohol, atau peningkatan aktivitas fisik.

Bagaimana cara menangani hipoglikemia?

Jika masih sadar dan mampu menelan, konsumsi sumber gula yang cepat diserap, lalu periksa kembali gula darah setelah 10–15 menit. Jika tidak sadarkan diri, jangan berikan makanan atau minuman; segera cari pertolongan medis.

Apa penyebab hipoglikemia pada bayi baru lahir?

Hipoglikemia pada bayi baru lahir dapat berkaitan dengan kelahiran prematur, produksi insulin berlebih, kekurangan oksigen saat lahir, atau ibu yang mengalami diabetes.