Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Diabetes Tipe 1: Gejala, Penyebab, dan Harga Cek
Kembali ke Artikel & Berita

Diabetes Tipe 1: Gejala, Penyebab, dan Harga Cek

SBA

Rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, dan kelelahan berat sering kali dianggap sebagai hal biasa. Namun, gejala yang disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda awal dari kondisi medis serius, seperti diabetes tipe 1 yang merupakan gangguan autoimun pada tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi pada anak hingga dewasa akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Karakteristik serangan imun inilah yang menjadi pembeda utama tipe diabetes 1 dan 2 secara keseluruhan.

Apa Itu Diabetes Tipe 1 dan Apa Bedanya dengan Tipe 2?

Diabetes tipe 1, yang merupakan salah satu jenis diabetes mellitus, adalah penyakit kronis ketika sistem imun menyerang sel beta pankreas yang berfungsi memproduksi insulin. Kerusakan ini membuat produksi insulin berhenti, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah dan menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Meskipun sering terdiagnosis pada masa kanak-kanak dan remaja, kondisi ini dapat dialami oleh orang dewasa. Oleh karena itu, gangguan tersebut tidak boleh dianggap sebagai penyakit yang hanya bisa menyerang anak-anak.

Perbedaan utama dengan tipe 2 terletak pada mekanismenya, di mana tipe 1 melibatkan serangan imun terhadap sel penghasil insulin. Sementara itu, tipe 2 umumnya berkaitan dengan resistensi insulin serta penurunan kemampuan organ tubuh.

Pemicu Utama Diabetes Tipe 1 

Penyebab pasti diabetes tipe 1 belum sepenuhnya diketahui, namun berkaitan erat dengan gangguan autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari virus dan bakteri, justru keliru mengenali dan menyerang jaringan sehat dalam tubuh.

Pada diabetes tipe 1, sel beta di pankreas menjadi sasaran serangan sistem kekebalan tubuh. Ketika sel-sel ini rusak, kemampuan pankreas untuk menghasilkan insulin semakin berkurang.

Sejumlah faktor yang diduga berperan dalam proses tersebut, antara lain:

  • Faktor genetik, yang dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap proses autoimun.

  • Faktor lingkungan tertentu, yang diduga dapat memicu proses autoimun pada individu yang memiliki kerentanan.

  • Respons sistem kekebalan tubuh, yang pada diabetes tipe 1 menyerang sel beta pankreas.

Hal lain yang tidak kalah penting yakni diabetes tipe 1 bukan semata-mata disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis. Kondisi ini juga bukan tanda bahwa seseorang gagal menjaga pola hidup sehat. Karena itu, tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau keluarga ketika seseorang didiagnosis mengalaminya.

Gejala Umum yang Dialami Penderita Diabetes Tipe 1 

Gejala diabetes tipe 1 dapat berkembang cukup cepat. Pada sebagian orang, keluhannya mungkin awalnya terlihat ringan sehingga mudah dianggap sebagai kelelahan biasa. Beberapa gejala yang umum yakni:

  • Sering merasa haus, meskipun sudah minum dalam jumlah yang cukup.

  • Lebih sering buang air kecil, termasuk pada malam hari.

  • Sering merasa lapar, meskipun sudah makan.

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

  • Mudah lelah atau merasa lemas.

  • Penglihatan menjadi kabur.

Pada sebagian orang, dapat muncul mual atau rasa tidak nyaman pada tubuh, terutama ketika kadar gula darah sudah sangat tinggi atau bahkan mengalami gejala dan penyebab gula darah rendah akibat fluktuasi penanganan.

Ciri-ciri diabetes di atas dapat dialami baik oleh anak maupun orang dewasa. Namun, pada anak dan remaja, perubahan tertentu mungkin lebih mudah terlihat melalui kebiasaan sehari-hari.

Gejala Khas Diabetes Tipe 1 pada Anak dan Remaja?

Orang tua perlu mewaspadai gejala awal diabetes tipe 1 pada anak apabila menemukan beberapa perubahan berikut:

  • tiba-tiba lebih sering meminta minum;

  • lebih sering buang air kecil;

  • kembali mengompol pada malam hari setelah sebelumnya sudah tidak mengompol;

  • berat badan menurun tanpa alasan yang jelas;

  • terlihat lebih mudah lelah atau tidak seaktif biasanya.

Selain menjaga aktivitas fisik, penting juga bagi orang tua untuk bijak mengatur konsumsi gula dan garam dalam makanan anak guna mendukung kesehatan jangka panjang mereka.

Hal yang Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 1 

Diabetes tipe 1 tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Seseorang dapat memiliki faktor risiko tertentu, tetapi belum tentu mengalami kondisi ini.

Salah satu faktor yang diketahui berperan adalah riwayat kesehatan keluarga. Memiliki anggota keluarga dengan diabetes tipe 1 dapat meningkatkan risiko, meskipun banyak orang yang mengalaminya tidak memiliki riwayat kesehatan keluarga yang jelas.

Faktor genetik tertentu juga dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap proses autoimun. Selain itu, faktor lingkungan diduga dapat menjadi pemicu pada individu yang sudah memiliki kerentanan tertentu.

Karena penyebabnya kompleks, tidak adanya faktor risiko bukan berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari kondisi tersebut. Sebaliknya, memiliki faktor risiko juga tidak berarti seseorang pasti akan mengalami gangguan kesehatan ini.

Komplikasi Diabetes Tipe 1 Jika Tidak Terkontrol

Diabetes tipe 1 membutuhkan pengelolaan dan pemantauan secara konsisten. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan berbagai organ tubuh. Beberapa komplikasi jangka panjang yang dapat berkaitan dengan diabetes antara lain gangguan pada:

  • mata,

  • ginjal,

  • saraf,

  • jantung, dan

  • pembuluh darah.

Selain komplikasi jangka panjang, terdapat kondisi akut yang penting untuk dikenali, yaitu ketoasidosis diabetik (KAD).

KAD terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan insulin sehingga mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Proses tersebut menghasilkan keton dalam jumlah berlebihan. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis karena dapat membuat darah menjadi asam hingga menyebabkan penurunan kesadaran.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • mual atau muntah;

  • sakit perut;

  • napas cepat atau dalam;

  • tubuh terasa sangat lemas;

  • mengantuk berat atau mengalami perubahan kesadaran.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, terutama pada seseorang yang memiliki atau dicurigai mengalami diabetes tipe 1, segera cari pertolongan medis.

Diagnosis dan Pemeriksaan Gula Darah serta Insulin

Gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami diabetes tipe 1. Dokter biasanya melakukan penilaian berdasarkan keluhan, riwayat kesehatan, kondisi fisik, serta hasil pemeriksaan laboratorium melalui pemeriksaan diabetes dan tes gula darah. Berikut beberapa pemeriksaan untuk menilai kondisi tersebut.

1. Gula Darah Puasa (GDP)

Pemeriksaan ini mengukur kadar glukosa setelah berpuasa minimal 8 jam untuk melihat kemampuan tubuh dalam mengontrol gula darah. Hasil di bawah 100 mg/dL dianggap normal, sedangkan angka 126 mg/dL atau lebih tinggi mengarah pada diagnosis diabetes.

2. Gula Darah Sewaktu (GDS)

Pemeriksaan ini mengukur kadar glukosa kapan saja tanpa perlu memerhatikan kapan terakhir kali Anda makan. Angka 200 mg/dL atau lebih, terutama jika disertai gejala klasik, sudah cukup kuat untuk mencurigai adanya diabetes.

3. HbA1c

Pemeriksaan ini memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir melalui ikatan glukosa pada hemoglobin (protein di sel darah merah). Kadar normalnya berada di bawah 5,7 persen, sementara angka 6,5 persen atau lebih tinggi menandakan diabetes.

4. C-peptide

C-peptide adalah zat yang dilepaskan bersamaan dengan insulin, sehingga dapat menjadi penanda seberapa banyak insulin yang diproduksi tubuh. Tes ini sangat berguna bagi dokter untuk membantu membedakan antara diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

5. Pemeriksaan Antibodi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya proses kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel penghasil insulin. Tes ini sangat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis diabetes tipe 1 secara akurat.

Medical Check Up Basic untuk Memantau Kondisi Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah diabetes tipe 1. Bagi Anda yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, Medical Check Up Basic dari Bumame dengan harga Rp695.000,00 menyediakan sejumlah pemeriksaan dalam satu paket.

Paket ini mencakup pemeriksaan dasar yang meliputi fungsi hati, fungsi ginjal, kolesterol, dan kadar gula darah, serta pemeriksaan hematologi dan urine lengkap. Semua parameter tersebut merupakan beberapa indikator kesehatan tubuh yang umum digunakan untuk membantu mendeteksi perubahan kondisi kesehatan sejak dini.

Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel darah yang cepat dan nyaman. Untuk pengambilan sampel urine, Anda dapat mengikuti metode aliran tengah (midstream/clean-catch) jika diarahkan oleh tim Bumame. Sementara untuk hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam 1x24 jam.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa gejala diabetes tipe 1 secara bersamaan, terutama jika gejala tersebut baru muncul atau semakin sering terjadi. Segera periksakan diri jika mengalami:

  • sering haus dan buang air kecil;

  • berat badan turun tanpa sebab yang jelas;

  • mudah lapar dan mudah lelah;

  • penglihatan kabur; atau

  • beberapa gejala tersebut muncul secara bersamaan.

Pada anak dan remaja, orang tua sebaiknya memberikan perhatian lebih jika terdapat perubahan kebiasaan seperti sering minum, sering buang air kecil, atau kembali mengompol setelah sebelumnya sudah tidak mengompol.

Sementara itu, gejala semacam muntah berulang, sakit perut, napas cepat atau dalam, tubuh sangat lemas, mengantuk berat, atau penurunan kesadaran membutuhkan pertolongan medis segera. Tanda-tanda tersebut dapat berkaitan dengan ketoasidosis diabetik yang memerlukan penanganan secepatnya.

Mulai dari Peduli pada Kondisi Kesehatan Tubuh Anda Sendiri

Diabetes tipe 1 dapat terjadi pada siapa saja dan sering kali muncul dengan gejala yang tidak langsung disadari. Mengenali tanda-tandanya, memahami faktor risikonya, dan melakukan pemeriksaan ketika diperlukan dapat membantu Anda dalam mengambil langkah kesehatan yang lebih tepat.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejalanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Semakin Anda memahami kondisi tubuh, semakin mudah untuk menentukan langkah yang sesuai demi menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

References:

  1. National Library of Medicine. (2024). Type 1 Diabetes.

  2. Cardiovascular Diabetology. (2024). Double diabetes—when type 1 diabetes meets type 2 diabetes: definition, pathogenesis and recognition.

  3. National Library of Medicine. (2023). Type 1 Diabetes Mellitus and Autoimmune Diseases: A Critical Review of the Association and the Application of Personalized Medicine.

  4. BMJ Open Diabetes Research and Care. (2020). Effect of high-salt diet on blood pressure and body fluid composition in patients with type 1 diabetes.

  5. KESANS: International Journal of Health and Science. (2021). Diabetic Ketoasidosis.

  6. Journal of Applied Science and Health. (2025). Body Mass Index, Glucose, and Triglycerides as Predictors of HbA1c Control in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Cross-Sectional Study.

  7. National Library of Medicine. (2021). C-Peptide as a Therapy for Type 1 Diabetes Mellitus.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa itu diabetes tipe 1?
Diabetes tipe 1 adalah penyakit kronis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas sehingga produksi insulin berhenti dan gula darah meningkat.
Apa penyebab diabetes tipe 1?

Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi diabetes tipe 1 berkaitan dengan proses autoimun yang dapat dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. 

Apa saja gejala diabetes tipe 1?
Gejalanya meliputi sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, berat badan turun tanpa sebab, mudah lelah, dan penglihatan kabur. 
Bagaimana cara mengetahui seseorang mengalami diabetes tipe 1?
Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, HbA1c, C-peptide, dan pemeriksaan antibodi sesuai penilaian dokter. 
Kapan diabetes tipe 1 membutuhkan pertolongan medis segera?

Pertolongan medis segera diperlukan jika muncul muntah berulang, sakit perut, napas cepat atau dalam, tubuh sangat lemas, mengantuk berat, atau penurunan kesadaran karena dapat berkaitan dengan ketoasidosis diabetik.