Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kaki O dan X: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Kembali ke Artikel & Berita

Kaki O dan X: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

SBATips Kesehatan

Pernahkah Anda memperhatikan kaki di depan cermin? Ketika berdiri tegak, sebagian orang punya tungkai lurus sejajar, sementara sebagian lainnya memiliki celah lebar di antara kedua lutut atau justru lutut yang saling menempel hingga membentuk huruf tertentu. Dalam dunia medis, variasi postur tungkai bawah ini dikenal sebagai kaki O dan X.

Meskipun kondisi ini wajar dialami anak-anak pada masa pertumbuhan awal, bentuk O dan X yang bertahan hingga usia dewasa bisa mengindikasikan gangguan struktur tulang maupun sendi. Mari mengenal tanda yang perlu diwaspadai sampai pemeriksaan dan langkah pencegahannya!

Pengertian Kaki O dan X (Genu Varum dan Genu Valgum)

Secara medis, kaki O dikenal dengan nama genu varum, sedangkan kaki X disebut genu valgum. Pada kaki O, tungkai melengkung keluar di bagian lutut, sehingga muncul celah lebar di antara kedua lutut saat telapak kaki dirapatkan.

Kaki X justru sebaliknya, kedua lutut saling mendekat, sementara kedua mata kaki berjauhan. Dokter biasanya mengukur jarak antarmata kaki ini untuk menilai seberapa berat kondisinya. Banyak orang pun tidak tahu bahwa kedua bentuk ini sebenarnya bagian dari tahap pertumbuhan yang normal. 

Bayi yang baru lahir umumnya berkaki O dan lengkungannya paling jelas terlihat pada usia 6 sampai 12 bulan. Kaki mulai lurus sekitar usia 18 sampai 24 bulan, lalu bergeser menjadi sedikit berbentuk X. Bentuk kaki seperti orang dewasa baru terbentuk pada usia sekitar 6 sampai 7 tahun.

Meski begitu, sebaiknya segera periksakan ke dokter jika lengkungannya sangat mencolok, hanya terjadi di satu sisi, tidak membaik setelah melewati usia perkembangannya, atau baru muncul saat dewasa. 

Gejala dan Tanda yang Perlu Diperhatikan

Pada tahap awal, kelainan bentuk kaki O dan X kerap tidak menimbulkan rasa sakit. Meski demikian, ada beberapa gejala dan tanda fisik yang membedakannya dengan kondisi perkembangan normal. Anda perlu lebih waspada jika menemukan tanda-tanda berikut.

  • Bentuk tungkai asimetris: Satu kaki Anda tampak lebih melengkung dibandingkan dengan kaki yang lain.

  • Gaya berjalan tidak stabil: Anda melangkah dengan canggung, sering tersandung, atau berjalan pincang.

  • Nyeri pada sendi: Anda merasakan pegal, nyeri, atau tidak nyaman di lutut, panggul, pergelangan kaki, hingga punggung bawah.

  • Kekakuan sendi: Anda kesulitan meluruskan tungkai bawah sepenuhnya, terutama setelah beraktivitas fisik.

  • Mudah lelah: Anda cepat lelah saat berjalan jauh atau berdiri lama karena beban tubuh menekan sendi secara tidak merata.

Jika nyeri makin parah atau lutut membengkak, itu tanda bahwa tulang rawan di dalam sendi mulai menanggung tekanan berlebih. Bila dibiarkan, tekanan yang tidak seimbang ini bisa memicu keretakan halus atau kerusakan sendi di kemudian hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Kaki O dan X

Kaki X dan O bisa muncul karena beberapa faktor sekaligus, mulai dari penyakit, gaya hidup, hingga kelainan genetik. Berikut penyebab utamanya.

1. Kekurangan Nutrisi

Anak yang kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfat dalam masa pertumbuhan akan memiliki tulang yang lunak dan rapuh. Tulang seperti ini tidak sanggup menopang berat badan saat anak berdiri. Akibatnya, beban tubuh menekan dan membengkokkan tulang paha serta tulang kering.

2. Penyakit Blount

Penyakit Blount mengganggu lempeng pertumbuhan (growth plate) di bagian atas tulang kering. Bagian dalam tulang tumbuh lebih lambat daripada bagian luarnya, sehingga kaki makin melengkung seperti huruf O dan kondisinya terus memburuk seiring waktu. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun remaja.

3. Cedera atau Infeksi Tulang

Patah tulang yang mengenai lempeng pertumbuhan dapat mengganggu proses penyembuhan alami. Bila lempeng pertumbuhan menutup terlalu dini atau tulang menyambung dengan posisi yang tidak simetris, tungkai bisa membelok ke dalam atau ke luar.

4. Obesitas dan Beban Berlebih

Berat badan berlebih memberi tekanan besar pada sendi lutut yang masih berkembang. Tekanan ini perlahan mengikis permukaan sendi dan mengubah sudut kelurusan alami tulang tungkai.

5. Pengapuran Sendi (Osteoarthritis)

Pada orang dewasa dan lansia, osteoarthritis sering menjadi penyebab kaki O dan X. Tulang rawan di sisi dalam atau luar lutut menipis karena aus, lalu celah sendi menyempit secara tidak seimbang. Kondisi ini mengubah kelurusan kaki saat tubuh bertumpu padanya.

6. Displasia dan Faktor Genetik

Kelainan bawaan pada pembentukan tulang, seperti achondroplasia atau displasia. Di mana hal tersebut dapat mengganggu pertumbuhan struktur penyangga tubuh sejak bayi lahir.

Diagnosis dan Pemeriksaan Medis

Dokter ortopedi biasanya melakukan serangkaian evaluasi menyeluruh untuk menentukan tingkat keparahan dan penyebab yang mendasari kaki bentuk O dan X. Berikut tahapan diagnosis yang umumnya dilakukan.

  • Pemeriksaan fisik dan postur: Dokter akan mengukur jarak antara kedua lutut (pada kaki O) atau jarak antara kedua pergelangan kaki (pada kaki X) saat Anda berdiri tegak. Dokter juga mengamati cara Anda berjalan dan memeriksa rentang gerak sendi (range of motion).

  • Pemeriksaan pencitraan (rontgen/X-ray): Dokter meminta foto rontgen seluruh tungkai dalam posisi berdiri (full-length standing X-ray). Foto ini membantu dokter mengukur sudut mekanis tungkai secara presisi, sekaligus melihat kondisi lempeng pertumbuhan dan tulang rawan sendi.

  • Tes laboratorium dan kepadatan tulang: Dokter akan memeriksa darah untuk menilai kadar kalsium, fosfat, dan vitamin D, serta fungsi metabolisme tulang. Pemeriksaan ini memastikan tidak ada penyakit metabolik, seperti riketsia.

Agar metabolisme tulang dan kadar nutrisi penunjang tubuh tetap optimal, Anda perlu memantau kesehatan secara rutin. Bumame pun menyediakan layanan paket MCU kesehatan tulang untuk evaluasi menyeluruh.

Layanan ini memeriksa dua hal, yaitu vitamin D 25-OH total dan kalsium dalam darah, dengan opsi konsultasi dokter. Petugas hanya mengambil sampel darah selama sekitar 5 sampai 10 menit tanpa perlu puasa khusus, dan Anda bisa menerima hasilnya dalam 1 x 24 jam.

Pilihan Penanganan Kaki O dan X

Cara menanganinya tergantung pada penyebabnya. Kaki O fisiologis tidak perlu diobati dan anak boleh tetap beraktivitas seperti biasa. Kaki X fisiologis juga hampir selalu membaik dengan sendirinya.

Jika penyebabnya penyakit Blount, dokter mungkin menyarankan penyangga (brace) atau operasi. Untuk rakitis, dokter biasanya memberikan tambahan vitamin D dan kalsium. Bila rakitis muncul akibat kelainan genetik, anak perlu ditangani oleh dokter spesialis hormon.

Pada kaki X akibat gangguan metabolisme tulang, kondisi anak bisa membaik setelah dokter mengobati penyakit dasarnya. Untuk kasus berat, dokter bedah ortopedi dapat memotong dan menyesuaikan posisi tulang paha (osteotomi). Intinya, dokter mengobati penyebabnya, bukan sekadar bentuk kakinya.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Bagaimanakah cara pencegahan terjadinya kelainan kaki O dan X pada anak maupun orang dewasa? Sebelum membahas pencegahan, ada satu hal yang perlu diluruskan, kaki O atau X yang fisiologis pada balita adalah bagian dari pertumbuhan normal. Jadi, Anda tidak bisa dan tidak perlu mencegahnya.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah menurunkan risiko dari penyebab yang memang bisa dicegah. Hasilnya tetap tidak bisa menajdi sepenuhnya karena sebagian penyebab, seperti kelainan genetik, berada di luar kendali Anda. Berikut di antaranya.

  1. Cukupi vitamin D dan kalsium sejak dini. Rakitis termasuk masalah yang bisa dicegah. Anak di atas 1 tahun yang asupan kalsiumnya terlalu rendah (kurang dari 300 mg per hari) berisiko lebih tinggi mengalami kelainan kaki O dan X. Anda bisa mendapatkan vitamin D dari sinar matahari, juga dari makanan seperti ikan berlemak dan telur.

  2. Beri perhatian ekstra jika anak punya batasan makanan. Jika anak alergi dan harus menghindari susu atau pemicu lain, carikan pengganti sumber kalsium dan vitamin D dengan arahan dokter atau ahli gizi.

  3. Tangani cedera dengan benar. Cedera di sekitar lutut bisa memengaruhi pertumbuhan tulang dan menyebabkan kaki X hanya pada satu sisi.

  4. Pantau tumbuh kembang anak. Kalau kaki O belum membaik saat anak berusia sekitar 3 tahun, periksakan ke dokter. Dengan begitu, penyebab seperti rakitis atau penyakit Blount bisa ditemukan lebih awal.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan menunggu sampai kondisi kaki O dan X semakin parah. Segera konsultasi ke dokter spesialis ortopedi jika Anda atau keluarga mengalami hal-hal berikut.

  • Kaki melengkung sangat ekstrem atau hanya salah satu tungkai yang melengkung (asimetris).

  • Kaki O anak makin parah setelah ia berusia 2 tahun, atau kaki X tidak membaik juga setelah ia berusia 7 tahun.

  • Sendi terasa nyeri, bengkak, atau kaku sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Tinggi badan anak jauh lebih pendek dibandingkan dengan teman-teman seusianya, yang bisa jadi pertanda gangguan tulang (stunting).

  • Bentuk kaki tiba-tiba berubah setelah benturan atau cedera.

Semakin cepat Anda mengetahui masalahnya, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Untuk memeriksa kondisi tubuh secara menyeluruh, Anda bisa menjadwalkan MCU Kesehatan Tulang di Bumame. Dengan begitu, dokter dapat memantau kondisi tulang Anda secara rutin dan tepat sasaran.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Steward, K., & Raja, A. — Physiology, Ovulation and Basal Body Temperature. StatPearls Publishing

  2. Patel, M., & Nelson, R. — Genu Valgum. StatPearls Publishing

  3. KidsHealth — Bowlegs. Nemours KidsHealth

  4. Knipe, H. — Genu Varum. Radiopaedia.org

  5. Fritz, K., Taylor, K., & Parmar, M. — Calcium Carbonate. StatPearls Publishing

  6. Pediatric Orthopaedic Society of North America — Adolescent Blount Disease. POSNA Physician Education Study Guide

  7. Mayo Clinic — Knock Knees: Symptoms and Causes

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah kaki O dan X bisa lurus sendiri?

Ya, pada anak-anak, kaki O dan X fisiologis umumnya membaik seiring pertumbuhan. Namun, jika bentuk kaki disebabkan oleh kondisi seperti rakitis atau penyakit Blount, penanganan medis sesuai penyebabnya mungkin diperlukan.

Apa penyebab kaki O dan X?

Kaki O dan X dapat dipengaruhi oleh kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfat, penyakit Blount, cedera atau infeksi tulang, obesitas, osteoarthritis, serta kelainan bawaan atau faktor genetik. Penyebabnya dapat berbeda pada anak-anak dan orang dewasa.

Bagaimana cara mencegah kelainan kaki O dan X?

Pencegahan dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium, memperhatikan kecukupan nutrisi anak, menangani cedera tulang dengan benar, serta memantau pertumbuhan dan bentuk tungkai. Namun, kaki O atau X fisiologis pada balita merupakan bagian dari perkembangan normal dan tidak perlu dicegah.

Kapan kaki O dan X perlu diperiksa oleh dokter?

Periksakan diri ke dokter jika lengkungan kaki sangat mencolok, hanya terjadi pada satu tungkai, disertai nyeri atau pembengkakan, atau muncul tiba-tiba setelah cedera. Pada anak, pemeriksaan juga diperlukan jika kaki O semakin parah setelah usia 2 tahun atau kaki X tidak membaik setelah usia 7 tahun.

Apakah suplemen kalsium saja cukup untuk mencegah kelainan kaki O dan X?

Tidak. Kecukupan vitamin D juga penting karena membantu tubuh menyerap kalsium dan mendukung kesehatan tulang. Kebutuhan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga medis.