Lewati ke konten

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

medical check up

Gejala Kekurangan Vitamin D: Kenali Penyebab, Dampak, hingga Cara Memeriksanya

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri · General Practitioner

Terbit pada

Gejala Kekurangan Vitamin D: Kenali Penyebab, Dampak, hingga Cara Memeriksanya

Badan terasa pegal padahal aktivitas biasa saja. Rasa lelah tidak kunjung hilang meski tidur sudah cukup, dan punggung sering nyeri. Banyak orang menganggapnya akibat kurang istirahat.

Keluhan seperti ini punya banyak penyebab, salah satunya kadar vitamin D yang rendah. Kekurangan vitamin D sering tidak bergejala jelas, sehingga banyak orang baru mengetahuinya setelah pemeriksaan darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi kekuatan tulang dan otot.

Artikel ini membahas gejala, penyebab, faktor risiko, dampak, hingga cara mengetahui kadar vitamin D.

Apa Itu Vitamin D dan Mengapa Tubuh Bisa Kekurangan?

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Tubuh membentuknya saat kulit terkena sinar matahari, dan sebagian lagi didapat dari makanan serta suplemen. Vitamin ini membantu mengatur kadar kalsium dan fosfat, dua mineral yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, gigi, dan fungsi otot.

Vitamin D2 berasal dari tumbuhan dan jamur, sedangkan vitamin D3 dibentuk kulit dan terdapat pada pangan hewani. Kekurangan terjadi bila tubuh tidak mendapat cukup vitamin D, tidak mampu menyerapnya, atau tidak bisa mengubahnya ke bentuk aktif di hati dan ginjal.

Penyebab Kadar Vitamin D Rendah

Beberapa kondisi berikut bisa menurunkan kadar vitamin D:

  • Kurang paparan sinar matahari. Kulit yang jarang terkena sinar matahari membentuk lebih sedikit vitamin D. Kondisi ini umum pada orang yang banyak beraktivitas di dalam ruangan atau berpakaian tertutup.

  • Kulit lebih gelap. Pigmen melanin yang lebih banyak menurunkan kemampuan kulit membentuk vitamin D. Dengan waktu berjemur yang sama, kulit gelap bisa menghasilkan vitamin D lebih sedikit.

  • Obesitas. Lemak tubuh mengikat sebagian vitamin D sehingga lebih sedikit yang masuk ke aliran darah. Karena itu, kadar vitamin D pada orang dengan obesitas cenderung lebih rendah.

  • Gangguan penyerapan. Vitamin D butuh lemak agar bisa diserap usus, sehingga gangguan penyerapan lemak atau malabsorpsi ikut menurunkan kadarnya. Contohnya adalah penyakit Crohn, penyakit celiac, dan riwayat operasi bypass lambung.

  • Penyakit ginjal atau hati. Kedua organ ini mengubah vitamin D ke bentuk aktif. Bila fungsinya terganggu, proses tersebut ikut terhambat.

  • Obat tertentu. Beberapa obat jangka panjang, misalnya obat antikejang dan golongan steroid, bisa mengganggu cara tubuh menyerap atau mengolah vitamin D. Tetap minum obat sesuai resep dan diskusikan dengan dokter.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Lansia termasuk kelompok berisiko, khususnya yang jarang keluar rumah. Seiring bertambahnya usia, kulit membentuk vitamin D lebih sedikit dan ginjal kurang mampu mengubahnya ke bentuk aktif.

Bayi yang mendapat ASI juga perlu diperhatikan karena kandungan vitamin D dalam ASI rendah. ASI tetap asupan utama bayi, dan dokter anak bisa menilai perlu tidaknya suplemen.

Gejala Kekurangan Vitamin D yang Perlu Dikenali

Banyak orang dengan kadar vitamin D rendah tidak merasakan keluhan, apalagi di tahap awal. Bila muncul, gejalanya samar dan mirip keluhan sehari-hari. Semua tanda berikut tidak khas dan bisa muncul pada banyak kondisi lain.

1. Lelah Berkepanjangan

Rasa lelah yang tidak membaik meski cukup tidur sering dilaporkan pada kekurangan vitamin D. Gejala ini tidak khas, karena penyebab badan cepat lelah sangat beragam, mulai dari kurang tidur hingga stres. Bila lelah bertahan berminggu-minggu tanpa sebab jelas, periksakan diri ke dokter.

2. Nyeri Tulang dan Punggung Bawah

Salah satu peran vitamin D bagi kesehatan tulang adalah membantu penyerapan kalsium, sehingga kadar yang rendah dalam waktu lama bisa memicu nyeri tulang, termasuk di punggung bawah. Keluhan ini tidak spesifik, karena nyeri punggung bawah juga bisa berasal dari otot, sendi, atau postur. Nyeri yang menetap atau makin berat sebaiknya diperiksakan ke dokter.

3. Nyeri atau Lemah Otot

Kekurangan vitamin D bisa membuat otot lemah, pegal, atau mudah kram, dan pada lansia ikut meningkatkan risiko jatuh. Meski begitu, rasa sakit di seluruh badan juga sering muncul karena kelelahan, aktivitas berat, atau kondisi lain. Otot yang terus melemah tanpa sebab jelas perlu dievaluasi dokter.

4. Sering Sakit atau Mudah Terkena Infeksi

Vitamin D ikut berperan dalam sistem imun, sehingga kadar yang rendah sering dikaitkan dengan tubuh yang lebih mudah terserang infeksi. Keluhan ini tidak khas, karena kualitas tidur, stres, dan pola makan juga memengaruhi daya tahan tubuh. Bila infeksi terus berulang meski sudah menerapkan cara meningkatkan imun tubuh, dokter bisa membantu mencari penyebabnya.

5. Luka Lama Sembuh

Luka yang sembuh lebih lambat dari biasanya juga kerap disebut sebagai tanda kekurangan vitamin D. Tanda ini bisa muncul pada banyak kondisi, karena penyembuhan luka dipengaruhi gula darah, aliran darah, gizi, dan infeksi. Luka yang tak kunjung membaik, makin merah, atau bernanah perlu segera diperiksa dokter.

6. Suasana Hati Menurun

Sebagian orang dengan kadar vitamin D rendah mengalami perubahan suasana hati, misalnya lebih mudah murung atau sedih. Keluhan ini punya banyak penyebab lain, mulai dari stres dan kurang tidur hingga masalah kesehatan mental. Bila rasa murung berlangsung lama dan mengganggu aktivitas, bicarakan dengan tenaga profesional.

7. Rambut Rontok

Rambut rontok juga banyak disebut sebagai tanda kekurangan vitamin D. Namun kerontokan bisa dipicu banyak hal lain, seperti stres, perubahan hormon, kekurangan zat gizi lain, atau masalah kulit kepala. Kerontokan yang tiba-tiba, meninggalkan area botak, atau disertai keluhan lain sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Dampak Jangka Panjang bagi Tulang

Kekurangan yang berlangsung lama mengganggu kadar kalsium dan fosfat yang dibutuhkan tulang. Dampaknya berbeda pada orang dewasa dan anak.

  • Tulang melunak pada orang dewasa. Kondisi ini disebut osteomalasia, yaitu tulang yang lunak karena kekurangan mineral. Keluhannya berupa nyeri tulang dan otot yang lemah.

  • Tulang keropos. Kadar yang rendah dalam waktu lama ikut meningkatkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis, jatuh, dan patah tulang, khususnya pada lansia. Kecukupan vitamin D dan kalsium membantu tulang tetap kuat.

  • Rakitis pada anak. Kekurangan vitamin D yang berat bisa menyebabkan rakitis, yaitu tulang lunak dan lemah yang bisa berubah bentuk, misalnya kaki melengkung. Kondisi ini juga bisa menghambat pertumbuhan, sehingga kecukupan vitamin D penting untuk tumbuh kembang anak.

Dari Mana Tubuh Mendapat Vitamin D?

Tubuh mendapat vitamin D dari tiga sumber yang saling melengkapi.

Sumber

Contoh

Yang perlu diperhatikan

Sinar matahari

Paparan sinar matahari pada kulit

Hasilnya dipengaruhi warna kulit, usia, pakaian, dan lama berada di luar ruangan. Lindungi kulit agar tidak terbakar.

Makanan

Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel, kuning telur, hati sapi, daging merah, serta makanan yang diperkaya vitamin D

Hanya sedikit makanan yang mengandung vitamin D, sehingga asupan dari makanan saja sering belum cukup.

Suplemen

Suplemen vitamin D

Jenis dan dosis ditentukan dokter dari hasil pemeriksaan.

Tabel ini hanya gambaran umum dan tidak menggantikan saran dokter.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter bila mengalami kondisi berikut:

  • Lelah, nyeri tulang, atau otot lemah yang bertahan berminggu-minggu tanpa sebab jelas. Dokter bisa menilai perlu tidaknya pemeriksaan kadar vitamin D.

  • Termasuk kelompok berisiko, misalnya lansia, jarang terkena matahari, atau memiliki penyakit ginjal, penyakit hati, atau gangguan penyerapan. Pemeriksaan membantu mengetahui kadar meski belum ada keluhan.

  • Anak tampak tumbuh lebih lambat, mengeluh nyeri tulang, atau kakinya melengkung. Kondisi ini perlu dievaluasi dokter anak.

Bagaimana Kekurangan Vitamin D Diketahui?

Dokter biasanya menanyakan keluhan, kebiasaan di luar ruangan, pola makan, riwayat penyakit, dan obat yang diminum, lalu melakukan pemeriksaan fisik.

Kadar vitamin D diketahui lewat tes darah 25-hidroksivitamin D atau 25(OH)D, bentuk vitamin D yang beredar dalam darah. Hasilnya dibaca bersama nilai rujukan laboratorium dan kondisi Anda. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

Dokter juga bisa meminta pemeriksaan lain, seperti kadar kalsium atau fungsi ginjal.

Pemeriksaan Kadar Vitamin D di Bumame

Gejala kekurangan vitamin D tidak khas, sehingga kadarnya hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan darah. Angka hasil pemeriksaan ini juga menjadi dasar dokter menentukan dosis suplemen.

Bumame menyediakan pemeriksaan Vitamin D 25-OH Total untuk mengetahui kadar vitamin D dalam darah. Untuk bertanya seputar persiapan dan jadwal pemeriksaan, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan Kekurangan Vitamin D

Pengobatan bertujuan mengembalikan kadar vitamin D ke rentang yang cukup sekaligus menangani penyebabnya. Umumnya dokter memberikan suplemen vitamin D dengan dosis dan lama pemakaian sesuai hasil pemeriksaan darah dan kondisi Anda. Penyebabnya, misalnya gangguan penyerapan atau obat tertentu, juga ikut ditangani.

Hindari suplemen dosis tinggi tanpa arahan dokter. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang bisa membuat kalsium menumpuk dalam darah, atau hiperkalsemia, yang bisa melemahkan tulang serta merusak ginjal dan jantung.

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin D

Kebiasaan berikut membantu menjaga kadar vitamin D tetap cukup:

  • Luangkan waktu di luar ruangan. Aktivitas ringan di luar, seperti berjalan kaki, memberi kesempatan kulit membentuk vitamin D. Lindungi kulit bila berada lama di bawah matahari.

  • Pilih makanan sumber vitamin D. Masukkan ikan berlemak, kuning telur, dan makanan yang diperkaya vitamin D ke menu mingguan. Pola makan seimbang juga membantu mencukupi kalsium.

  • Diskusikan suplemen dan pemeriksaan berkala. Kelompok berisiko mungkin butuh suplemen. Dokter akan menentukan dosisnya dan memantau kadar vitamin D secara berkala.

Kenali Kadar Vitamin D Anda untuk Tulang dan Otot yang Sehat

Gejala kekurangan vitamin D sering samar dan mirip keluhan sehari-hari. Mengenali tandanya membantu Anda lebih peka terhadap tubuh, dan pemeriksaan darah memberi jawaban yang jelas. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, dari perubahan kebiasaan hingga suplemen sesuai arahan dokter. Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan, silakan chat CS Bumame.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Bahaya Kekurangan Vitamin D. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4048/bahaya-kekurangan-vitamin-d

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal Rakitis. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/718/mengenal-rakitis

  3. NHS. Vitamin D. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-d

  4. Cleveland Clinic. Vitamin D Deficiency: Causes, Symptoms & Treatment. Retrieved 23 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15050-vitamin-d-vitamin-d-deficiency

  5. StatPearls, NCBI Bookshelf. Vitamin D Deficiency. Retrieved 23 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532266

  6. MedlinePlus. Vitamin D Deficiency. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/vitaminddeficiency.html

Referensi

1. Holick MF. Vitamin D Deficiency. N Engl J Med. 2007;357(3):266-81.

2. Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Calcium and Vitamin D. Washington, DC: The National Academies Press; 2011.

3. World Health Organization (WHO). Vitamin D supplementation in pregnant women. WHO Guidelines, 2020.

4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Vitamin D and Health. CDC Fact Sheet, 2022.

5. American Academy of Pediatrics (AAP). Prevention of rickets and vitamin D deficiency: new guidelines for vitamin D intake. Pediatrics. 2008;122(5):1142-52.

Ditulis oleh: Tim Editorial Bumame

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja gejala kekurangan vitamin D?

Gejala yang sering dikaitkan antara lain lelah berkepanjangan, nyeri tulang dan punggung, otot lemah atau pegal, sering sakit, luka lama sembuh, suasana hati menurun, dan rambut rontok. Semua gejala ini tidak khas, sehingga kadar vitamin D perlu diketahui lewat pemeriksaan darah.

Apa penyebab kekurangan vitamin D?

Penyebabnya antara lain kurang paparan sinar matahari, gangguan penyerapan di usus, penyakit ginjal atau hati, dan obat tertentu. Kulit yang lebih gelap, usia lanjut, dan obesitas juga meningkatkan risikonya.

Apakah kekurangan vitamin D bisa menyebabkan nyeri tulang?

Bisa. Kekurangan yang berlangsung lama bisa membuat tulang orang dewasa melunak, kondisi yang disebut osteomalasia, dengan keluhan nyeri tulang dan otot lemah.

Bagaimana cara mengetahui kekurangan vitamin D?

Kadar vitamin D diketahui lewat tes darah 25-hidroksivitamin D. Hasilnya dibaca dokter bersama keluhan dan riwayat kesehatan Anda.

Berapa lama berjemur agar kebutuhan vitamin D tercukupi?

Lama berjemur yang dibutuhkan berbeda pada tiap orang karena dipengaruhi warna kulit dan luas kulit yang terpapar. Luangkan waktu di luar ruangan secara wajar dan tetap lindungi kulit agar tidak terbakar.

Rekomendasi Layanan

Promo Bumame

Filter koleksi

Lokasi Bumame

Lihat artikel lainnya
WhatsApp CTA