Betis kram setelah diare beberapa hari, atau hasil cek darah yang mencantumkan huruf K di samping natrium. Dua situasi ini memunculkan pertanyaan yang sama, kalium adalah zat apa dan mengapa angkanya penting.
Kalium bekerja di setiap sel. Bila kadarnya dalam darah terlalu rendah atau terlalu tinggi, otot, saraf, dan irama jantung bisa terganggu. Kabar baiknya, ginjal yang sehat umumnya mampu menjaga kadarnya tetap stabil.
Berikut penjelasan tentang fungsi, kebutuhan, sumber, dan kadar normal kalium, serta alasan hasil lab tidak selalu mencerminkan isi piring Anda.
Apa Itu Kalium?
Kalium adalah mineral yang juga berperan sebagai elektrolit, yaitu mineral bermuatan listrik yang membantu mengatur cairan tubuh, keseimbangan asam basa, serta kerja otot dan saraf. Bersama natrium, klorida, dan bikarbonat, kalium termasuk empat elektrolit utama dalam pemeriksaan profil elektrolit.
Tinjauan di Jurnal Kesehatan Andalas menyebut sekitar 98% kalium tubuh berada di dalam sel, dan hanya sekitar 2% di cairan luar sel, termasuk darah. Selisih ini dijaga oleh pompa natrium-kalium di dinding sel. Menurut NIH, selisih itulah yang memungkinkan saraf menghantarkan sinyal, otot berkontraksi, dan ginjal bekerja.
Fungsi Kalium bagi Tubuh
Tubuh membutuhkan kalium untuk hampir semua kerjanya. Beberapa perannya yang sudah banyak dipelajari adalah sebagai berikut:
Menghantarkan sinyal saraf. Kalium ikut membentuk muatan listrik yang dipakai saraf untuk mengirim pesan. Kadar yang terganggu bisa memunculkan kesemutan atau kebas.
Membantu otot berkontraksi. Otot membutuhkan kalium untuk bergerak normal. Saat kadarnya turun, keluhan yang sering muncul berupa otot lemah, kram, atau berkedut.
Menjaga irama jantung. Kalium membantu detak jantung tetap teratur. Perubahan kadar yang besar, baik turun maupun naik, bisa memicu gangguan irama jantung yang dalam istilah medis disebut aritmia.
Menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah. Kalium punya hubungan erat dengan natrium, pengatur volume cairan di luar sel, sehingga peran natrium dalam tubuh tidak bisa dilepaskan dari kalium. Pola makan kaya kalium membantu mengimbangi sebagian efek buruk natrium terhadap tekanan darah. NIH mencatat asupan kalium yang rendah meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama bila makanan juga tinggi garam.
Berapa Kebutuhan Kalium dan dari Mana Sumbernya?
Kebutuhan kalium harian berbeda menurut usia, jenis kelamin, kehamilan, dan masa menyusui. Sebagai acuan dari Amerika Serikat, NIH menganjurkan sekitar 3.400 mg per hari untuk pria dewasa, 2.600 mg untuk wanita dewasa, 2.900 mg saat hamil, dan 2.800 mg saat menyusui.
Banyak orang bisa memenuhi kebutuhan ini dari makanan sehari-hari, seperti:
Buah. Pisang, jeruk, anggur, kismis, aprikot kering, dan plum kering mengandung kalium. Buah utuh juga membawa vitamin, mineral lain, dan serat.
Sayur dan umbi. Bayam dan sayuran hijau lain, tomat, brokoli, wortel, kentang, dan labu termasuk sumber kalium. Semuanya mudah ditemukan dan bisa diolah dengan banyak cara.
Kacang, susu, dan lauk. Kacang merah, lentil, kedelai, susu, yoghurt, ikan, daging, dan unggas juga mengandung kalium. Lauk yang beragam membantu asupan tetap cukup tanpa bergantung pada satu jenis makanan.
Perlu diingat, banyak produk pengganti garam memakai kalium klorida. Menurut NIH, kandungan kaliumnya sekitar 440 sampai 2.800 mg per sendok teh, sehingga orang dengan penyakit ginjal atau pengguna obat tertentu perlu bertanya ke dokter sebelum memakainya.
Kalium dari Makanan dan Kalium dalam Darah, Apa Bedanya?
Banyak orang mengira hasil kalium rendah berarti kurang makan pisang, dan hasil tinggi berarti kebanyakan. Kenyataannya, kadar kalium dalam darah dijaga ketat oleh ginjal. Menurut NIH, sekitar 90% kalium dari makanan diserap, lalu ginjal menyesuaikan jumlah yang dibuang lewat urine dengan asupan.
Karena itu, kadar yang terlalu rendah atau tinggi jarang terjadi pada orang sehat dengan ginjal normal. Hipokalemia atau kalium darah rendah jarang disebabkan asupan yang kurang saja, dan lebih sering muncul akibat diare, muntah, obat peluruh cairan atau diuretik, serta pencahar. NIH mencatat kondisi ini dialami hingga 21% pasien rawat inap, umumnya terkait obat.
Kelebihan kalium dari makanan juga dibuang lewat urine pada ginjal yang normal. Masalah muncul saat ginjal tidak mampu membuangnya, misalnya pada penyakit ginjal kronis atau akibat obat tertentu.
Angka di hasil lab juga hanya menggambarkan sebagian kecil kalium tubuh dan, menurut NIH, sering kurang mencerminkan simpanan di jaringan. Kekurangan magnesium pun bisa membuat ginjal membuang lebih banyak kalium, sehingga kebutuhan magnesium harian ikut perlu diperhatikan.
Kadar Kalium Normal dalam Darah
Tinjauan di Jurnal Kesehatan Andalas mencantumkan nilai rujukan kalium dalam darah orang dewasa 3,5 sampai 5,3 mmol/L, sedangkan NIH memakai kisaran sekitar 3,6 sampai 5,0 mmol/L. Nilai untuk anak dan bayi berbeda.
Perbedaan ini wajar karena nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, jadi bandingkan hasil Anda dengan rentang di lembar hasil laboratorium yang sama.
Kadar di bawah batas bawah disebut hipokalemia, dan di atas batas atas disebut hiperkalemia atau kalium darah tinggi. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter, dan menurut MedlinePlus hasil di luar rentang tidak selalu berarti ada penyakit yang perlu diobati.
Saat Kalium Terlalu Rendah atau Terlalu Tinggi
Kalium rendah dan tinggi bisa menimbulkan keluhan yang mirip, dan sebagian orang tidak merasakan apa pun. Tabel berikut merangkum pola umumnya menurut MedlinePlus dan NIH.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Baca Juga: Gejala dan Penyebab Hipokalemia
Siapa yang Perlu Lebih Memperhatikan Kadar Kalium?
Beberapa kelompok lebih mungkin mengalami perubahan kadar kalium:
Orang dengan penyakit ginjal. Ginjal yang terganggu mungkin tidak mampu membuang kelebihan kalium, bahkan dari asupan makanan biasa. Dokter biasanya memantau kalium bersama pemeriksaan fungsi ginjal dan kadang menganjurkan diet khusus.
Pengguna obat tertentu. ACE inhibitor dan diuretik hemat kalium bisa menaikkan kadar kalium, sedangkan diuretik golongan loop dan tiazid bisa menurunkannya. Jangan menghentikan atau mengganti obat tanpa arahan dokter.
Orang dengan gangguan hormon atau metabolik. Diabetes tipe 1, gagal jantung kongestif, penyakit hati, dan insufisiensi adrenal berkaitan dengan kalium tinggi. Sebaliknya, sindrom Cushing dan aldosteronisme bisa menurunkan kalium.
Pengguna suplemen kalium atau pengganti garam. Jumlah yang sangat besar bisa melampaui kemampuan ginjal membuang kalium, bahkan pada orang sehat. Bicarakan dengan dokter sebelum memakainya secara rutin.
Baca Juga: Gejala dan Penanganan Hiperkalemia
Kapan Perlu ke Dokter atau IGD?
Segera ke IGD bila muncul kelumpuhan atau otot yang tiba-tiba sangat lemah, sulit bernapas, atau jantung berdebar dengan irama tidak teratur. Keluhan ini perlu ditangani lebih dulu sebelum memikirkan pemeriksaan lain.
Buat janji dengan dokter bila Anda sering kram, lemas, atau sembelit tanpa sebab jelas, karena keluhan ini termasuk tanda kekurangan kalium yang sering dianggap kelelahan biasa. Konsultasi juga dianjurkan bila diare atau muntah berlangsung beberapa hari, atau bila Anda rutin memakai obat tekanan darah, diuretik, maupun pencahar.
Persiapan Tes Kalium dan Faktor yang Memengaruhi Hasil
Tes kalium memakai sampel darah dari vena lengan, biasanya selesai kurang dari lima menit, dan sering menjadi bagian dari panel elektrolit. Dokter memintanya saat pemeriksaan rutin, saat memantau penyakit ginjal, diabetes, atau gangguan adrenal, dan saat seseorang memakai obat yang memengaruhi kalium.
Tes ini tidak memerlukan persiapan khusus, kecuali dokter meminta puasa untuk tes lain. Beberapa hal berikut bisa membuat hasilnya keliru:
Mengepalkan tangan berulang kali. Menggenggam lalu membuka kepalan tangan saat tornikuet atau ikatan karet di lengan terpasang bisa menaikkan kadar kalium sampel. Tinjauan di Jurnal Kesehatan Andalas mencatat kenaikannya bisa mencapai 2 mmol/L, jadi biarkan tangan rileks.
Sel darah merah pecah. Hemolisis atau pecahnya sel darah merah, serta sampel yang terlambat diperiksa, bisa membuat hasil tampak tinggi. Kalium dari dalam sel terlepas ke sampel walau kadar di tubuh normal.
Obat, suplemen, dan akar manis. Obat dan suplemen tertentu bisa menaikkan kadar kalium. Akar manis atau licorice alami bisa menurunkannya, sehingga MedlinePlus menyarankan tidak mengonsumsinya dua minggu sebelum tes.
Cek Kadar Kalium di Bumame
Karena keluhan kalium rendah dan tinggi bisa mirip, angka kalium hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan darah. Bumame menyediakan pemeriksaan Kalium yang mengukur kadar kalium sebagai bagian dari evaluasi keseimbangan elektrolit, dengan sampel darah, lewat kunjungan langsung (Walk In) maupun Home Care. Pemeriksaan ini ditujukan antara lain bagi orang dengan keluhan lemah atau kram, penyakit ginjal, atau pengguna diuretik.
Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa. Sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi, dan jangan menghentikan obat tanpa arahan tenaga medis. Hasil bisa diperoleh dalam 1x24 jam dan sebaiknya dibahas bersama dokter. Untuk mengatur jadwal, chat CS Bumame.
Jaga Keseimbangan Kalium Lewat Langkah Sederhana
Bagi kebanyakan orang, piring berisi sayur, buah, kacang, dan lauk yang beragam sudah membantu mencukupi kalium. Pemeriksaan darah berguna saat muncul keluhan, kehilangan cairan, penyakit ginjal, atau pemakaian obat yang memengaruhi kalium. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Frequently Asked Question
P: Kalium adalah zat apa?
J: Kalium adalah mineral sekaligus elektrolit yang membantu kerja saraf, kontraksi otot, irama jantung, dan keseimbangan cairan tubuh. Sebagian besar kalium tubuh tersimpan di dalam sel.
P: Berapa kadar kalium normal dalam darah?
J: Untuk orang dewasa, salah satu rujukan di Indonesia mencantumkan 3,5 sampai 5,3 mmol/L. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter.
P: Makanan apa saja yang tinggi kalium?
J: Pisang, jeruk, kentang, bayam, tomat, brokoli, kacang-kacangan, susu, yoghurt, ikan, dan daging termasuk sumber kalium.
P: Apakah makan banyak pisang bisa membuat kalium tinggi?
J: Pada orang sehat dengan ginjal normal, kelebihan kalium dari makanan dibuang lewat urine. Kadar tinggi lebih berkaitan dengan penyakit ginjal, obat tertentu, atau suplemen dan pengganti garam dalam jumlah besar.
P: Apakah perlu puasa sebelum tes kalium?
J: Tes kalium umumnya tidak memerlukan persiapan khusus, kecuali dokter meminta puasa untuk tes lain pada sampel yang sama. Biarkan tangan rileks dan hindari mengepalkan tangan berulang kali saat darah diambil.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Yaswir R, Ferawati I. Jurnal Kesehatan Andalas. Fisiologi dan Gangguan Keseimbangan Natrium, Kalium dan Klorida serta Pemeriksaan Laboratorium.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Potassium.
National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. Potassium, Fact Sheet for Consumers.
National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. Potassium, Fact Sheet for Health Professionals.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Potassium Blood Test.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Kalium adalah zat apa dan apa fungsinya bagi tubuh?
Kalium adalah mineral sekaligus elektrolit yang membantu menghantarkan sinyal saraf, mengatur kontraksi otot, menjaga irama jantung, serta menyeimbangkan cairan dan tekanan darah.
Berapa kadar kalium normal dalam darah?
Salah satu rentang rujukan untuk orang dewasa adalah 3,5–5,3 mmol/L. Namun, rentang normal dapat berbeda antar laboratorium, sehingga hasil perlu dibandingkan dengan nilai rujukan pada lembar pemeriksaan.
Makanan apa saja yang menjadi sumber kalium?
Sumber kalium meliputi pisang, jeruk, kentang, bayam, tomat, brokoli, kacang-kacangan, susu, yoghurt, ikan, dan daging. Konsumsi makanan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan harian.
Apakah makan banyak pisang bisa menyebabkan kalium darah tinggi?
Pada orang dengan ginjal sehat, kelebihan kalium dari makanan umumnya dibuang melalui urine. Kalium darah tinggi lebih sering berkaitan dengan gangguan ginjal, obat tertentu, atau konsumsi suplemen dan pengganti garam tinggi kalium secara berlebihan.
Apakah perlu puasa sebelum menjalani tes kalium darah?
Tes kalium umumnya tidak memerlukan puasa, kecuali dokter meminta puasa untuk pemeriksaan lain. Saat pengambilan darah, biarkan tangan rileks dan hindari mengepalkan tangan berulang kali karena dapat memengaruhi hasil.
