Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Polip rahim: jenis, gejala, dan pemeriksaannya
Kembali ke Artikel & Berita

Polip rahim: jenis, gejala, dan pemeriksaannya

Bumame Editormedical check up

Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan pada lapisan dalam rahim (endometrium) yang menonjol ke rongga rahim. Sebagian besar polip rahim bersifat jinak, tetapi sebagian kecil dapat mengandung sel yang tidak normal, sehingga tetap perlu diperiksa untuk memastikan kondisinya.

Polip rahim sering tidak menimbulkan keluhan, namun pada banyak kasus ia menjadi penyebab perdarahan menstruasi yang tidak normal, perdarahan di luar siklus haid, atau perdarahan setelah menopause. Karena gejalanya mirip dengan gangguan kandungan lain, polip rahim kerap baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan.

Mengenali jenis, gejala, dan faktor risikonya akan membantu Anda memahami kapan sebuah keluhan sebaiknya diperiksa, serta pemeriksaan apa saja yang biasanya dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Apa itu polip rahim?

Polip rahim terbentuk ketika sel-sel pada lapisan endometrium tumbuh berlebihan hingga membentuk tonjolan. Ukurannya bervariasi, mulai dari sekecil biji wijen hingga beberapa sentimeter, dan jumlahnya bisa satu atau lebih. Polip dapat menetap di dalam rongga rahim, dan pada sebagian kasus menjulur sampai ke leher rahim.

Polip rahim perlu dibedakan dari mioma. Keduanya sama-sama berupa pertumbuhan pada rahim, tetapi polip berasal dari lapisan endometrium dan umumnya lunak, sedangkan mioma berasal dari otot rahim dan bersifat lebih padat. Perbedaan ini memengaruhi gejala dan pilihan penanganannya, sehingga pemeriksaan diperlukan untuk memastikan jenisnya.

Jenis-jenis polip rahim

Polip pada organ reproduksi wanita dapat muncul di beberapa lokasi, dan letaknya memengaruhi gejala yang dirasakan. Mengenali jenisnya membantu Anda memahami hasil pemeriksaan yang mungkin disampaikan dokter. Secara umum, polip yang berkaitan dengan rahim dibedakan menjadi:

  • Polip endometrium - jenis yang paling umum, tumbuh dari lapisan dalam rahim dan paling sering dikaitkan dengan perdarahan tidak normal.

  • Polip serviks - tumbuh pada leher rahim (serviks), sering ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan kandungan dan umumnya bersifat jinak.

  • Polip desidua - polip serviks yang berubah bentuk pada masa kehamilan akibat pengaruh hormon, dan biasanya diawasi tanpa tindakan khusus selama tidak menimbulkan keluhan.

Gejala polip rahim yang perlu diwaspadai

Sebagian wanita dengan polip rahim tidak merasakan gejala apa pun, sehingga kondisinya baru diketahui saat pemeriksaan rutin. Namun, ketika gejala muncul, umumnya berkaitan dengan pola perdarahan yang berubah. Beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan antara lain:

  • Perdarahan di luar siklus haid, termasuk bercak darah di antara dua periode menstruasi.

  • Menstruasi tidak teratur dengan jumlah atau durasi yang berubah-ubah.

  • Perdarahan menstruasi yang sangat banyak dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

  • Perdarahan setelah menopause, yang selalu perlu diperiksa karena tidak dianggap normal.

  • Sulit hamil pada sebagian kasus, karena polip dapat mengganggu proses kehamilan.

Perdarahan yang berlangsung lama juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi dan memunculkan tanda anemia, seperti mudah lelah dan pucat. Laporan kasus di jurnal kedokteran Indonesia bahkan menunjukkan polip endometrium dapat menyebabkan perdarahan berkepanjangan hingga memicu anemia yang membutuhkan penanganan.

Penyebab dan faktor risiko polip rahim

Penyebab pasti polip rahim belum sepenuhnya dipahami, tetapi hormon estrogen diyakini berperan penting karena polip cenderung tumbuh dan merespons kadar estrogen dalam tubuh. Karena itu, kondisi yang berhubungan dengan paparan estrogen tinggi sering dikaitkan dengan risiko polip yang lebih besar. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:

  • Usia perimenopause dan pascamenopause, ketika terjadi perubahan keseimbangan hormon.

  • Berat badan berlebih atau obesitas, yang berkaitan dengan kadar estrogen lebih tinggi.

  • Penggunaan tamoxifen, obat untuk kanker payudara yang dapat memengaruhi lapisan rahim.

  • Terapi hormon tertentu pada masa menopause.

Karena faktor hormonal berperan besar, keluhan seputar organ reproduksi sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemeriksaan seperti cek kesehatan reproduksi dapat membantu memberi gambaran kondisi hormon dan organ reproduksi secara lebih menyeluruh.

Kapan harus ke dokter?

Tidak semua perubahan siklus haid berbahaya, tetapi ada keluhan yang sebaiknya segera diperiksakan. Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami perdarahan setelah menopause, perdarahan di antara periode menstruasi, atau perdarahan haid yang jauh lebih banyak dan lebih lama dari biasanya.

Pemeriksaan juga dianjurkan bila Anda mengalami kesulitan hamil yang belum diketahui penyebabnya, atau perdarahan yang disertai gejala anemia seperti lemas dan pusing. Semakin awal keluhan diketahui, semakin banyak pilihan penanganan yang bisa dipertimbangkan bersama dokter.

Pemeriksaan dan diagnosis polip rahim

Untuk memastikan adanya polip rahim, dokter biasanya menggabungkan wawancara keluhan dengan satu atau beberapa pemeriksaan penunjang. Tujuannya bukan hanya memastikan keberadaan polip, tetapi juga menilai ukuran, lokasi, dan apakah jaringannya perlu diperiksa lebih lanjut. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:

  • USG transvaginal - pemeriksaan dengan alat yang dimasukkan melalui vagina untuk menghasilkan gambaran rongga rahim secara lebih jelas.

  • Histerosonografi - USG yang disertai penyuntikan cairan steril ke dalam rahim agar polip lebih mudah terlihat.

  • Histeroskopi - pemeriksaan menggunakan alat berkamera yang dimasukkan melalui leher rahim untuk melihat langsung bagian dalam rahim.

  • Biopsi endometrium - pengambilan sampel jaringan lapisan rahim untuk diperiksa di laboratorium.

Jenis pemeriksaan yang dipilih disesuaikan dengan keluhan dan kondisi tiap pasien. Pemeriksaan USG sendiri memegang peran besar dalam menilai kondisi organ kandungan secara lebih jelas. Informasi dan harga terbaru tiap pemeriksaan dapat Anda cek langsung pada halaman layanannya.

Pengobatan polip rahim

Penanganan polip rahim bergantung pada ukuran, gejala, serta risiko yang menyertainya. Pada polip kecil yang tidak menimbulkan keluhan, dokter kadang menyarankan pemantauan terlebih dahulu, karena sebagian polip dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya.

Bila polip menimbulkan gejala, terapi hormonal seperti progestin terkadang digunakan untuk mengurangi keluhan. Namun, efeknya umumnya bersifat sementara, dan gejala dapat kembali setelah pengobatan dihentikan. Karena itu, terapi hormonal lebih sering dipakai sebagai penanganan jangka pendek.

Tindakan yang paling umum untuk polip bergejala adalah pengangkatan polip, yang biasanya dilakukan melalui histeroskopi. Jaringan yang diangkat kemudian diperiksa di laboratorium untuk memastikan sifatnya. Pada kasus tertentu dengan risiko lebih tinggi, dokter dapat mempertimbangkan tindakan yang lebih luas setelah mendiskusikannya dengan pasien.

Komplikasi yang mungkin terjadi

Sebagian besar polip rahim tidak berbahaya, tetapi ada beberapa komplikasi yang perlu dipahami. Perdarahan berkepanjangan dapat menyebabkan anemia akibat kekurangan zat besi, yang membuat tubuh terasa lemas dan mudah lelah. Pada sebagian kasus, polip juga dikaitkan dengan kesulitan hamil, meski bukti mengenai manfaat pengangkatannya untuk meningkatkan peluang kehamilan masih belum sepenuhnya pasti.

Risiko yang paling diperhatikan adalah adanya perubahan sel yang tidak normal di dalam polip. Meski jarang, kemungkinan ini menjadi alasan mengapa jaringan polip yang diangkat sebaiknya diperiksa di laboratorium, terutama pada wanita yang sudah menopause.

Pencegahan dan deteksi dini

Polip rahim tidak selalu bisa dicegah karena berkaitan dengan faktor hormonal, tetapi beberapa langkah dapat membantu menurunkan risiko dan mendukung deteksi dini. Menjaga berat badan ideal membantu mengendalikan kadar estrogen, sementara mengenali pola menstruasi sendiri memudahkan Anda menyadari perubahan yang tidak biasa.

Pemeriksaan kesehatan berkala juga berperan penting, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan hormon wanita maupun medical check up secara rutin dapat membantu memantau kondisi kesehatan reproduksi dan menemukan gangguan sejak dini, saat pilihan penanganannya masih lebih luas.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

1. Mayo Clinic - Uterine polyps: Symptoms, causes, diagnosis & treatment

2. Shariff FO, dkk., dipublikasikan di Jurnal Medika Malahayati (2025) - Laporan Kasus: Perempuan 44 Tahun dengan Perdarahan Uterus Abnormal Et Causa Polip Endometrium

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apakah polip rahim berbahaya?

Sebagian besar polip rahim bersifat jinak dan tidak berbahaya. Meski begitu, sebagian kecil dapat mengandung sel yang tidak normal, terutama pada wanita yang sudah menopause. Karena itu, polip tetap dianjurkan untuk diperiksa agar sifatnya dapat dipastikan.


Apa beda polip dan kista?

Polip adalah pertumbuhan jaringan padat yang menonjol dari lapisan organ, misalnya endometrium rahim. Kista adalah kantong berisi cairan yang umumnya terbentuk di indung telur. Keduanya berbeda asal dan sifatnya, sehingga penanganannya pun tidak sama dan perlu dipastikan melalui pemeriksaan.


Apa yang dirasakan penderita polip rahim?

Banyak penderita tidak merasakan gejala sama sekali. Jika ada, keluhan yang paling sering muncul adalah perdarahan di luar siklus haid, menstruasi tidak teratur, perdarahan yang banyak, atau perdarahan setelah menopause. Pada perdarahan berkepanjangan, bisa muncul rasa lemas akibat anemia.


Apakah polip rahim bisa sembuh?

Polip kecil yang tidak bergejala terkadang dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya. Polip yang menimbulkan keluhan umumnya ditangani dengan pengangkatan, dan setelah diangkat polip jarang tumbuh kembali. Keputusan penanganan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.


Bagaimana cara mengetahui polip rahim?

Polip rahim diketahui melalui pemeriksaan seperti USG transvaginal, histerosonografi, histeroskopi, atau biopsi endometrium. Dokter akan memilih metode yang paling sesuai dengan keluhan Anda untuk memastikan keberadaan dan sifat polip.


Apa pantangan bagi penderita polip rahim?

Tidak ada pantangan makanan khusus yang terbukti secara medis untuk polip rahim. Yang lebih dianjurkan adalah menjaga berat badan ideal, pola makan seimbang, dan mengikuti anjuran dokter terkait pemeriksaan serta penanganan. Perubahan gejala sebaiknya selalu dikonsultasikan.