Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kista Ateroma: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kista Ateroma: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Pernah mendapati ada benjolan kecil di wajah, leher, atau punggung saat mandi atau bercermin? Benjolan seperti ini sering kali tidak terasa sakit sehingga dibiarkan begitu saja. Tapi, jika benjolan sudah membesar, memerah, atau mengeluarkan cairan berbau, sebaiknya Anda tidak mengabaikannya, karena ini bisa jadi tanda kista ateroma, yaitu benjolan di bawah kulit yang umumnya terbentuk karena ada sumbatan kelenjar minyak. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Dan kapan sebaiknya cek ke dokter? Artikel ini akan membahas kista ini mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, cara mencegah, hingga kapan waktu yang tepat untuk periksa ke dokter sebagai referensi dalam menghadapinya. 

Apa Itu Kista Ateroma?

Kista ateroma adalah kantong tertutup atau benjolan jinak di bawah kulit yang terbentuk akibat dari penumpukan minyak (sebum), sel kulit mati, dan butiran kecil keratin (protein penyusun kulit, rambut, dan kuku). Umumnya, kista ini tidak menimbulkan nyeri dan tidak berbahaya, tapi jika mengalami infeksi atau peradangan, bisa saja membesar, memerah, dan akan terasa sakit.

Kenali Gejala Kista Ateroma Sebelum Bertambah Besar

Kista ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit sehingga sering kali tidak disadari hingga benjolan membesar atau terlihat jelas. Namun, jika kista sudah mengalami peradangan atau infeksi bisa memunculkan gejala nyeri dan kemerahan. Lebih jelasnya, berikut gejala-gejalanya.

  • Muncul benjolan kecil di bawah kulit, biasanya berbentuk bulat atau oval, tumbuh secara perlahan, terasa kenyal, dan kadang bisa digerakkan. Benjolan ini muncul di berbagai bagian tubuh, terutama area yang punya banyak rambut dan kelenjar sebasea, seperti kulit kepala, wajah, belakang telinga, leher, hingga punggung.

  • Ada titik kecil berwarna gelap di permukaan benjolan, yang biasanya disebut dengan punctum.

  • Jika kista ateroma pecah maka akan keluar cairan kental berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan dengan bau khas. 

Adapun jika kista mengalami infeksi, maka akan merasakan beberapa gejala seperti berikut.

  • Ukuran benjolan bertambah besar dengan cepat.

  • Nyeri di area benjolan.

  • Benjolan menjadi merah, hangat, dan bengkak. 

  • Keluar nanah atau darah dari benjolan.

  • Demam hingga menggigil.

Mengapa Kista Ateroma Bisa Muncul?

Secara umum, kista ini terbentuk karena adanya timbunan minyak, sel kulit mati, dan butiran keratin di lapisan kulit akibat dari faktor seperti gangguan folikel rambut hingga masalah genetik. Selengkapnya, berikut uraian penyebab kista ateroma.

  • Terdapat gangguan di folikel rambut, sehingga menyebabkan sel-sel kulit terperangkap di jaringan yang lebih dalam dan membentuk kantong kista yang perlahan bisa membesar. 

  • Cedera atau peradangan kulit akibat dari luka, gesekan berulang, bekas jerawat, atau prosedur kulit tertentu sehingga membuat sel-sel kulit masuk ke jaringan yang lebih dalam dan memunculkan kista.

  • Gangguan genetik tertentu, seperti sindrom Gardner atau kelainan genetik yang dapat menyebabkan munculnya beberapa kista epidermoid sekaligus. Kista ini umumnya bersifat jinak, tumbuh lambat, dan sering muncul di wajah, leher, atau badan.

Adapun risiko terkena gangguan ini akan semakin besar pada orang-orang dengan kondisi seperti:

  • Ada riwayat keluarga dengan gangguan kista.

  • Punya riwayat kista sebelumnya, karena kista bisa muncul kembali jika dinding kista tidak terangkat sepenuhnya.

  • Ada riwayat jerawat atau radang kulit sebelumnya, karena kondisi tersebut menyebabkan kerusakan atau penyumbatan di folikel rambut sehingga sel kulit bisa saja terperangkap di bawah permukaan kulit dan membentuk kista.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kista Ateroma?

Dalam mendiagnosis gangguan ini, dokter biasanya akan melakukan beberapa pengecekan antara lain:

  • Wawancara medis (anamnesis), dilakukan dengan menanyakan kapan benjolan muncul, apakah ukurannya bertambah, terasa nyeri, atau pernah pecah dan mengeluarkan cairan. Tujuannya adalah untuk tahu perkembangan kista dan risiko infeksi.

  • Cek fisik, dilakukan dengan memeriksa ukuran, bentuk, tekstur, lokasi, dan kondisi kulit di sekitar benjolan. Pengecekan ini bisa membantu dokter untuk membedakan antara kista dengan gangguan lainnya seperti lipoma, bisul, atau abses.

  • Ultrasonografi (USG) jaringan lunak, biasanya dilakukan jika hasil cek fisik belum cukup untuk mendiagnosis kista. Pengecekan ini bisa membantu dokter dalam menilai apakah benjolan berisi cairan atau material kental, mengetahui ukuran dan kedalamannya, serta membedakannya dari jenis benjolan lain.

  • Biopsi dan pengecekan histopatologi, umumnya dilakukan jika karakteristik benjolan tidak khas dan dokter mencurigai kondisi lain. Caranya yaitu dengan mengambil sampel jaringan melalui biopsi atau memeriksa seluruh jaringan kista yang telah diangkat, untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Selain pengecekan tersebut, Anda mungkin juga akan direkomendasikan untuk melakukan cek darah. Tujuannya adalah untuk membantu mendeteksi adanya infeksi, salah satunya melalui peningkatan jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Pilihan Pengobatan Kista Ateroma

Pengobatan kista biasanya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan atau ada tidaknya infeksi. Berikut pengobatan yang bisa dilakukan. 

  • Suntikan obat antiradang, seperti kortikosteroid, dapat dilakukan jika kista mengalami peradangan tetapi belum terinfeksi. Tindakan ini bertujuan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada area yang terdampak. Namun, tindakan ini tidak bisa menghilangkan dinding kista sehingga benjolan masih berpeluang muncul kembali.

  • Sayatan dan pengeluaran isi kista (insisi dan drainase), dilakukan jika kista terinfeksi dan membentuk abses atau kantung nanah. Metode ini bisa meredakan tekanan dan keluhan. Akan tetapi, kista bisa saja tumbuh kembali karena dindingnya tidak diangkat sepenuhnya.

  • Pemberian antibiotik jika kista mengalami infeksi bakteri seperti klindamisin, amoksisilin, atau sefaleksin. Tujuannya adalah untuk mengatasi infeksi, meredakan peradangan, dan mencegah terjadinya abses (penumpukan nanah) nantinya. 

  • Tindakan laser, dilakukan untuk membuat lubang kecil pada kista dan mengeluarkan isinya. 

  • Operasi minor (eksisi kista), yaitu pengangkatan kista serta dinding atau kapsulnya melalui pembedahan kecil. Tindakan ini umumnya dilakukan jika kista terus kambuh, membesar, dan mengganggu.

  • Perawatan mandiri, yaitu dengan menjaga kebersihan area kulit dan merawat luka dengan baik selama proses pengobatan untuk mengurangi risiko infeksi dan kekambuhan. 

  • Cek kesehatan secara rutin untuk memantau apakah tindak pengobatan sudah tepat atau tidak, demi meningkatkan keberhasilan pengobatan dan membuat kista tidak kambuh lagi.

Bisakah Kista Ateroma Dicegah?

Kista ini tidak selalu bisa dicegah karena bisa muncul akibat penyumbatan folikel rambut, kerusakan kulit, atau karena faktor genetik. Meski demikian, beberapa kebiasaan bisa membantu mengurangi risiko kemunculannya.

  • Jaga kebersihan kulit, dengan cara membersihkan kulit secara teratur, terutama di area yang mudah berkeringat, untuk menjaga kesehatan kulit dan mengurangi penumpukan kotoran.

  • Hindari iritasi dan cedera kulit, dengan meminimalkan gesekan berlebihan, menghindari penggunaan produk yang mengiritasi, serta menangani peradangan kulit dengan cepat untuk mengurangi risiko kerusakan kulit yang bisa memicu terbentuknya kista.

  • Hindari memencet atau menusuk jerawat karena bisa menyebabkan kerusakan kulit dan peradangan yang berpotensi memicu pembentukan kista.

Kapan Benjolan Perlu Diperiksa Dokter?

Kista  ini umumnya tidak berbahaya dan tidak selalu memerlukan pengobatan. Tapi, jika benjolan sudah membesar dan mulai mengganggu, sebaiknya Anda langsung periksa ke dokter. 

Jika benjolan membesar dengan cepat, pecah, nyeri, bengkak dan mengeluarkan nanah, serta membuat demam, maka pengecekan menjadi harus, karena ini bisa jadi tanda adanya komplikasi atau infeksi yang perlu penanganan medis segera.

Deteksi Risiko Kista Lebih Dini dengan Pemeriksaan Rutin

Kista ateroma adalah benjolan di bawah kulit yang umumnya tidak berbahaya, tapi bisa membesar, meradang, atau terinfeksi. Untuk itu, jika benjolan mulai tumbuh dengan cepat, terasa nyeri, kemerahan, atau mengeluarkan nanah, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain memeriksakan benjolan tersebut, menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh juga penting, terutama karena infeksi dan gangguan kesehatan tertentu dapat memengaruhi proses penyembuhan kulit. Salah satunya melalui Medical Check Up Basic Bumame.

Paket ini mencakup cek darah lengkap untuk membantu mendeteksi tanda infeksi melalui perubahan jumlah sel darah putih, serta pemeriksaan fungsi hati dan ginjal, profil kolesterol, gula darah, dan urine. Pemeriksaan tersebut juga dilengkapi dengan layanan konsultasi dokter gratis agar hasil pemeriksaan dapat dibahas lebih lanjut.

Jadi, Anda pun bisa tahu kondisi tubuh secara menyeluruh, sehingga jika ada risiko gangguan kesehatan tertentu bisa langsung diketahui dan ditangani dengan lebih cepat dan tepat.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI — Benjolan di Bawah Kulit Muncul Tiba-Tiba, Waspadai Kista Ateroma

  2. RSU Wajak Husada — Apa Itu Kista Ateroma, yang Sering Dianggap Bisul atau Jerawat? Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

  3. Apotek Mandjur — Kista Ateroma: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

  4. Apollo Hospitals — Sebaceous Cysts: Causes, Symptoms, Diagnosis, Treatment, and Prevention

  5. IC Clinic Tokyo — Steatocystoma

  6. IC Clinic Ueno — FAQ: Epidermoid Cysts (Atheromas) & Lipomas

  7. Cleveland Clinic — Epidermal Inclusion Cyst (Sometimes Called Sebaceous Cyst)

  8. Dr. Mert Ersan — Sebaceous Cysts: Causes, Symptoms, and Treatment Methods

  9. Mayo Clinic — Epidermoid Cysts: Symptoms and Causes

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah kista ateroma bisa tumbuh kembali?

Ya, kista ateroma dapat tumbuh kembali jika dinding atau kapsulnya tidak terangkat sepenuhnya saat penanganan.

Apa yang harus dilakukan jika kista ateroma pecah?

Bersihkan area secara perlahan, tutup dengan kasa bersih, dan hindari memencet atau mengorek benjolan. Segera konsultasikan dengan dokter untuk menilai apakah diperlukan penanganan lebih lanjut.

Apakah kista ateroma bisa menjadi kanker?

Kista ateroma umumnya bersifat jinak dan sangat jarang dikaitkan dengan perubahan menjadi ganas. Namun, benjolan yang berubah cepat atau memiliki ciri tidak biasa perlu diperiksa dokter.

Apa perbedaan kista ateroma dan bisul?

Kista ateroma biasanya berupa benjolan bulat yang tumbuh perlahan dan awalnya tidak nyeri. Bisul umumnya berkembang akibat infeksi folikel rambut, sehingga benjolan cenderung merah, nyeri, dan berisi nanah.

Apakah kista ateroma menular?

Tidak. Kista ateroma bukan penyakit menular. Namun, jika kista pecah atau terinfeksi, cairan yang keluar dapat mengandung bakteri sehingga area tersebut perlu dibersihkan dan ditangani dengan tepat.