Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kista Payudara: Ciri-ciri, Penyebab, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Kista Payudara: Ciri-ciri, Penyebab, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Mendapati adanya benjolan kecil di area dada bagi sebagian orang tentu menjadi pengalaman yang cukup membuat panik. Berbagai pikiran buruk bermunculan dan berujung pada kekhawatiran mengidap penyakit mematikan. Tenang, tarik napas, karena mungkin benjolan tersebut adalah kista payudara.

Istilah medis tersebut kadang kala justru menimbulkan ketakutan yang lebih dalam. Padahal, kista merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh wanita di usia reproduktif. Mari berkenalan lebih jauh dengan benjolan ini, dari penyebab, ciri-ciri, hingga metode penanganannya.

Apa Itu Kista Payudara?

Secara sederhana, kista payudara merujuk pada sebuah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam jaringan payudara. Benjolan di payudara ini bersifat jinak, jadi jauh dari ketakutan tentang “kondisi yang mengancam jiwa” yang mungkin Anda khawatirkan.

Melansir Cleveland Clinic, kista di bagian dada ini terbagi dalam dua kategori berdasarkan ukurannya, yaitu mikrokista dan makrokista.

  • Mikrokista memiliki ukuran sangat kecil, bahkan tidak teraba oleh jari. Biasanya, keberadaan jenis kista yang satu ini baru diketahui saat sedang melakukan USG atau rontgen khusus dada (mammografi).

  • Makrokista merupakan kebalikannya, karena memiliki ukuran cukup besar, sehingga bisa langsung terasa ketika diraba. Ukurannya berkisar antara 2,5–5 cm dan umumnya menimbulkan ketidaknyamanan karena terasa menekan area sekitarnya.

Penyebab Kista Payudara

Faktor yang membuat benjolan di area dada ini menjadi kondisi yang umum terjadi adalah penyebab kemunculannya, yaitu hormon perempuan estrogen dan progesteron. Kedua jenis hormon ini sangat berpengaruh pada siklus menstruasi wanita.

Menjelang periode datang bulan, kista akan terasa membesar dan nyeri. Kemudian, ketika menstruasi sudah selesai, benjolan tersebut akan mengempis secara otomatis dan tidak menyebabkan payudara terasa nyeri. Fenomena tersebut biasanya akan terus berlangsung hingga pemilik tubuh mencapai fase menopause.

Namun, selain ketidakstabilan hormon yang melonjak drastis menjelang dan selama periode datang bulan, penyebab lain kista payudara adalah penyumbatan saluran ASI. Terkadang, kelenjar yang berfungsi memproduksi ASI memang dapat mengalami penyumbatan hingga membentuk kantong kista.

Kantong atau benjolan itulah yang kemudian dikenal luas sebagai “kista”. Semakin banyak cairan ASI yang tersumbat pada jaringan tersebut, maka semakin besar pula ukuran benjolan dan rasa nyeri yang ditimbulkan.

Faktor Risiko Kista Payudara

Selain wanita dengan jadwal menstruasi aktif dan ibu menyusui dengan kondisi penyumbatan jaringan ASI, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang terkena kista ini, yaitu:

  • Wanita di rentang usia 35–40 tahun, tepatnya pada masa premenopause;

  • Wanita yang mengikuti terapi hormon menopause yang bertujuan menunda fase tersebut, sehingga hormon estrogen dan progesteron kembali aktif. Kedua hormon tersebut otomatis meningkatkan peluang terjadinya kista; serta

  • Faktor bawaan (carrier) saat seseorang memiliki riwayat panjang keluarga dengan keluhan nyeri di area payudara dan kista.

Ciri-ciri Kista Payudara

Benjolan tubuh tidak selalu merupakan kista. Sebab, secara medis, ada banyak jenis benjolan yang bisa tubuh alami. Ada yang terasa mengganggu, ada pula yang tidak. Supaya Anda bisa membedakan apakah benjolan pada tubuh merupakan kista atau bukan, berikut ini beberapa ciri khasnya.

  • Saat ditekan dengan jari, benjolan terasa mudah digerakkan atau digeser, tidak menempel kuat di satu titik.

  • Muncul rasa nyeri, pegal, dan ngilu di area sekitar benjolan berada.

  • Ukuran benjolan membesar menjelang masa menstruasi dan rasa nyerinya juga bertambah kuat, lalu menyusut dan sensasi nyerinya menghilang setelah haid selesai.

  • Terkadang keluar cairan dari area puting (bisa berwarna bening, kekuningan, atau kecokelatan gelap).

Apakah Kista Payudara Berbahaya dan Bisa Menjadi Kanker?

Pertanyaan tersebut paling sering menghantui para wanita yang baru saja menemukan keberadaan benjolan pada tubuh mereka. Jawabannya adalah kista tidak berbahaya dan juga tidak berpotensi berubah menjadi kanker payudara. Namun, jangan lantas abai sepenuhnya terhadap kesehatan payudara Anda.

Proses Diagnosis oleh Dokter

Jika merasa belum tenang setelah mengenali faktor risiko dan ciri-ciri kista payudara, tidak ada salahnya bila Anda melakukan pemeriksaan medis. Justru lebih baik, karena Anda bisa memperoleh diagnosis pasti terkait benjolan yang muncul. Tidak perlu takut, karena tahapan diagnosisnya minim rasa sakit, seperti:

  • Pemeriksaan fisik dengan meraba benjolan untuk mengetahui ukuran dan teksturnya;

  • USG untuk memastikan benjolan tersebut murni berisi cairan (kista) atau jaringan padat (tumor);

  • Mamografi atau pemeriksaan rontgen khusus usia 40 tahun ke atas yang menunjukkan tanda-tanda perimenopause agar dokter dapat melihat gambaran jaringan payudara secara keseluruhan; serta

  • Sedot cairan (fine needle aspiration) menggunakan jarum tipis untuk menarik cairan dalam kantong keluar. Bila kantongnya mengempis sempurna, artinya benjolan tersebut memang kista payudara.

Jika USG menunjukkan benjolan berbentuk jaringan padat dan saat disedot tidak ada cairan yang keluar, baru dokter akan melakukan prosedur biopsi. Jadi, dokter akan mengambil sampel jaringan payudara untuk diteliti di laboratorium menggunakan mikroskop.

Komplikasi Kista Payudara

Pada sebagian besar kasus, benjolan jinak ini bisa mengecil atau mengempis, lalu hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Namun, jika ukurannya terus membesar dan tidak ditangani, kantong tersebut bisa terkena infeksi, yang memicu nyeri hebat hingga demam.

Pengobatan Kista Payudara

Kecuali kista yang Anda alami menunjukkan gejala infeksi, sebenarnya benjolan ini tidak membutuhkan pengobatan khusus. Namun, jika Anda merasa tidak nyaman dan tidak tenang akibat adanya benjolan asing pada tubuh, bisa melakukan perawatan mandiri di rumah maupun secara medis.

Perawatan secara Mandiri

  • Kompres benjolan pada payudara menggunakan air hangat supaya peredaran darahnya lancar dan kantongnya mengempis perlahan. 

  • Gunakan bra dengan penyangga untuk meminimalisir benjolan terkena gesekan dan terasa sakit.

Perawatan Secara Medis

  • Penyedotan cairan menggunakan metode fine needle aspiration, yang memang bisa merangkap sebagai pemeriksaan sekaligus pengobatan.

  • Meminum obat-obatan untuk menstabilkan hormon agar benjolan tidak muncul terus-menerus.

  • Prosedur bedah kecil, tetapi hanya dilakukan untuk kondisi darurat. Misalnya ketika penyedotan ternyata cairan dalam kantong bercampur dengan darah atau rasa nyerinya tidak tertahankan.

Cara Mengurangi Risiko Penyakit

Jika kista payudara dapat dicegah, tentu Anda memilih langkah preventif tersebut, bukan? Ya, kabar baiknya, peluang risiko terkena kista memang bisa ditekan dengan cara-cara sederhana berikut ini.

  • Terapkan pola diet sehat dengan asupan nutrisi yang seimbang.

  • Olahraga ringan secara teratur, seperti jogging atau yoga.

  • Kelola stres dengan baik.

  • Cukup istirahat, minimal 7–8 jam sehari.

Langkah-langkah di atas memang cukup mudah, tetapi efektif untuk mencegah lonjakan hormon pemicu kista.

Deteksi Dini Kanker Payudara Bersama Bumame

Selain metode pencegahan di atas, melakukan skrining kesehatan secara berkala juga penting. Saat memikirkan tentang benjolan kista pada tubuh, banyak orang juga khawatir mengidap kanker payudara. Daripada bertanya-tanya dan membuat tidak tenang beraktivitas, sebaiknya lakukan skrining kanker payudara di Bumame.

Hanya membutuhkan pengambilan sampel darah, prosesnya tidak akan menimbulkan rasa sakit dan sangat cepat. Sampel darah kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk mendeteksi kadar CEA dan protein CA 15-3 yang menjadi penanda sel kanker dalam tubuh.

Hasil pemeriksaan akan pihak Bumame kirimkan melalui WhatsApp dalam waktu 24 jam setelah pengambilan sampel. Anda dapat mendiskusikan laporan tes tersebut bersama dokter untuk langkah medis selanjutnya.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasusnya tidak berbahaya, tapi dalam beberapa situasi berikut, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

  • Munculnya benjolan baru dan tidak hilang meskipun siklus menstruasi sudah selesai.

  • Ukuran benjolan semakin membesar dan mengeras.

  • Kulit di area benjolan berubah menjadi kemerahan, terasa tebal atau justru mengerut menyerupai kulit jeruk. 

  • Puting tiba-tiba mengeluarkan cairan berwarna merah yang mengandung darah.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Payudara dengan Baik

Kista payudara merupakan benjolan yang sangat umum muncul seiring dengan siklus menstruasi wanita. Ketika haid selesai, biasanya benjolan akan otomatis mengempis lalu hilang dengan sendirinya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir, apalagi panik ketika mengalami situasi tersebut.

Namun, Anda juga bisa mencegahnya dengan menerapkan pola hidup sehat, mulai dari nutrisi yang dikonsumsi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Jangan lupa juga melakukan skrining kesehatan berkala seperti MCU Plus agar segala risiko gangguan kesehatan dapat terdeteksi sejak dini.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Cleveland Clinic — Breast Cysts

  2. Medpark Hospital — Breast Cysts: Causes, Symptoms, Risks, Treatments

  3. Mayo Clinic — Breast Cysts

  4. National Breast Cancer Foundation — Breast Cysts

  5. Siloam Hospitals — Kista Payudara

  6. Rumah Sakit Onkologi Surabaya — Kista Pada Payudara, Apakah Berbahaya?

  7. Ciputra Hospital — Kista Payudara, Apakah Bisa Menjadi Kanker? Ini Faktanya!

  8. Healthdirect — Breast Cysts

  9. Klinik Kirana — Penyakit Kista Payudara: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

  10. RSNA — Cystic Breast Lesions: Diagnostic Approach and US Assessment

  11. Thomson Medical — Breast Cyst: Symptoms, Causes, and Treatment Options

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah kista payudara bisa hilang dengan sendirinya tanpa obat?

Ya, sebagian besar kista payudara dapat mengecil atau mengempis dengan sendirinya, terutama setelah siklus menstruasi berakhir. Namun, benjolan yang menetap atau membesar tetap perlu diperiksa oleh dokter.

Apa saja ciri-ciri kista payudara?

Kista payudara dapat terasa sebagai benjolan yang mudah digerakkan, disertai nyeri atau pegal. Benjolan biasanya membesar dan terasa lebih nyeri menjelang menstruasi, lalu mengecil setelah haid. Terkadang, cairan bening, kekuningan, atau kecokelatan keluar dari puting.

Apa penyebab kista payudara?

Kista payudara umumnya berkaitan dengan perubahan hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi. Penyumbatan saluran ASI juga dapat menyebabkan terbentuknya kantong berisi cairan. Faktor risiko lainnya meliputi usia 35–40 tahun, terapi hormon menopause, dan riwayat keluarga.

Apakah kista payudara berbahaya dan bisa menjadi kanker?

Kista payudara merupakan benjolan jinak yang tidak berpotensi berubah menjadi kanker. Meski demikian, benjolan baru atau perubahan pada payudara tetap perlu diperiksa untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain.

Bagaimana cara mengobati kista payudara dan kapan harus ke dokter?

Kista yang tidak menimbulkan masalah biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Kompres hangat dan bra dengan penyangga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Dokter dapat melakukan penyedotan cairan atau tindakan lain sesuai kondisi. Segera periksakan diri jika benjolan menetap setelah menstruasi, membesar atau mengeras, kulit payudara berubah, atau puting mengeluarkan cairan berdarah.