Bagi seorang ibu, proses kelahiran yang panjang akan disyukuri dengan sukacita walau prosesnya berat. Sama halnya dengan menyusui, di mana ibu pasti akan melakukan apapun demi gizi buah hati terpenuhi. Termasuk dalam prosesnya merasakan payudara sakit saat menyusui.
ASI mulai diproduksi sejak bayi dalam kandungan. Saat ibu melahirkan, terjadi perubahan hormon wanita, yaitu hadirnya hormon prolaktin yang dirangsang oleh isapan bayi pada payudara. Namun, kenyataan tidak sesederhana itu. Dalam perjalanan menyusui, rasa sakit pada payudara kadang cukup mengganggu.
Penyebab Payudara Sakit saat Menyusui
Payudara yang sakit saat menyusui ditandai dengan rasa panas, sakit berdenyut, atau sakit seperti ditusuk yang cukup mengganggu proses menyusui. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan bisa membuat seorang ibu berhenti menyusui karena sakit yang tak tertahankan. Berikut penyebab payudara sakit saat menyusui yang umum terjadi.
1. Pelekatan Menyusui yang Kurang Tepat
Pelekatan bayi yang kurang tepat menjadi penyebab umum yang membuat payudara terasa nyeri. Saat pelekatan menyusui dilakukan secara asal-asalan, pengosongan ASI tidak akan sempurna dan sisa-sisa ASI berisiko tersumbat dan membuat payudara menjadi sakit.
2. Pembengkakan Payudara
Pembengkakan payudara bisa terjadi ketika ASI terlalu banyak disimpan di jaringan payudara dan hanya sedikit yang dikeluarkan. Pembengkakan ini biasanya disertai dengan rasa sakit dan puting yang menegang, sehingga bayi enggan menyusu karena merasa tidak nyaman.
Pembengkakan ini umumnya terjadi di masa awal menyusui ketika bayi dan ibu sama-sama sedang beradaptasi. Oleh karena itu, untuk mengurangi pembengkakan, ibu diimbau untuk menyusui 2–3 jam sekali di masa awal menyusui atau rutin memompa ASI.
3. Penyempitan Saluran ASI
Pelekatan yang kurang tepat juga memicu terjadinya penyempitan saluran ASI, lho. Hal ini karena pada struktur payudara, terdapat kantong-kantong seperti anggur yang berisi ASI.
Kantong-kantong ini akan kosong saat ASI dikeluarkan secara efektif dengan pelekatan ASI yang tepat. Nah, saat pelekatan terjadi kurang baik, kantong-kantong ini akan mengeras karena terdapat ASI yang tersumbat (stasis ASI).
Selain karena pelekatan, penyempitan saluran ASI juga bisa terjadi karena jaringan payudara yang terkena trauma atau tertekan. Yang paling umum adalah pemakaian bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman yang terlalu kencang.
4. Mastitis
Mastitis atau peradangan jaringan payudara juga menjadi salah satu penyebab payudara sakit saat menyusui. Mastitis umumnya terjadi pada 2–3 minggu pertama menyusui saat ASI berada pada produksi terbanyak. Hal ini membuat jaringan payudara membengkak, terasa hangat, dan menimbulkan rasa sakit.
5. Infeksi
Terdapat beberapa infeksi yang bisa menyebabkan payudara sakit, yaitu:
Infeksi bakteri yang masuk ke payudara lewat puting yang lecet akibat mastitis atau abses;
Infeksi jamur dari jenis Candida atau Tinea yang tumbuh di area kulit yang lembab dan hangat, yakni area mulut bayi dan payudara. Infeksi jamur ini bisa berasal dari kurangnya higienitas setelah menyusui atau bra dan pakaian ibu yang lembab dan kotor; serta
Infeksi dari dermatitis atau penyakit herpes yang menyerang area kulit.
6. Sindrom Raynaud pada Payudara
Jika Anda pernah merasa puting memutih disertai rasa sakit saat menyusui, waspadai sindrom Raynaud. Sindrom ini umumnya terjadi pada tangan atau kaki, tapi juga bisa menyerang payudara. Sindrom Raynaud biasanya dipicu oleh perubahan suhu drastis, misalnya di kamar yang dingin, atau stres yang dialami ibu.
Puting yang memutih diakibatkan oleh kurangnya aliran darah, sementara puting yang berubah menjadi ungu atau biru diakibatkan kekurangan oksigen (vasospasme). Hal ini bisa terjadi selama beberapa jam saat menyusui dan sering memburuk setelah menyusui selesai.
7. Tongue-Tie pada Bayi
Tongue-tie adalah kondisi ketika lidah bayi tidak dapat bergerak bebas karena selaput di bagian bawah lidah yang menghubungkannya dengan rongga mulut bagian bawah terlalu tebal. Kondisi ini sering kali membuat pelekatan menjadi kurang optimal sehingga payudara sakit saat menyusui.
Gejala Payudara Sakit saat Menyusui yang Normal dan Berbahaya
Pada dasarnya, rasa sakit pada payudara adalah hal yang biasa dirasakan ibu di masa awal menyusui. Namun, Anda perlu waspada terhadap gejala-gejala yang menetap dan intensitas rasa sakit yang meningkat. Berikut ini penjelasan selengkapnya.
Gejala yang Normal
Terasa sakit hanya beberapa detik saat puting dihisap bayi, setelah itu berangsur membaik.
Jika payudara terasa sakit tanpa ada luka pada puting, rasa sakit akan menghilang setelah pelekatan dilakukan dengan baik, umumnya dalam 10 hari; serta
Saat payudara penuh dan mengeras, akan ada rasa sakit sementara dan menghilang saat payudara mulai kosong.
Gejala yang Berbahaya
Payudara sakit, kemerahan, dan bengkak karena indikasi mastitis terinfeksi;
Terdapat benjolan pada payudara yang sakit dalam waktu cukup lama; dan
Puting lecet atau luka karena infeksi bakteri.
Diagnosis Payudara Sakit saat Menyusui
Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas dan hendak melakukan pemeriksaan ke dokter, berikut diagnosis yang biasanya dilakukan.
1. Interview Medis
Sebelum memulai pemeriksaan, dokter akan mewawancarai pasien seputar rasa sakit pada payudara yang dirasakan, sejak kapan mulai terasa, bagaimana frekuensi menyusuinya, dan apa yang sudah dilakukan sebagai penanganan sementara di rumah.
2. Pemeriksaan Payudara
Dokter kemudian akan memeriksa payudara untuk mengecek apakah ada benjolan, luka, atau lecet pada payudara yang terindikasi sebagai mastitis atau infeksi.
3. Observasi Teknik Pelekatan
Jika ternyata teknik pelekatan menjadi penyebab umum payudara sakit saat menyusui, dokter akan mengedukasi posisi dan cara pelekatan bayi yang benar.
Muka dan badan bayi membentuk garis lurus dengan muka bayi menghadap payudara ibu.
Mulut bayi terbuka lebar dan menghisap areola (bagian hitam di sekitar puting) bagian atas lebih banyak daripada di bagian bawah bibir, dengan bibir bawah memutar.
Dagu menempel dengan payudara ibu saat menyusui.
Badan bayi didekap sehingga menempel dengan badan ibu.
4. Kultur ASI
Untuk kasus mastitis, dokter akan melakukan kultur ASI, yaitu pemeriksaan sampel ASI di laboratorium untuk memeriksa apakah ada infeksi pada ASI dan meresepkan antibiotik yang sesuai.
5. USG Payudara
Bila dibutuhkan, dokter akan melakukan USG untuk melihat ukuran dan bentuk benjolan atau abses pada payudara.
Komplikasi Payudara Sakit saat Menyusui
Meskipun payudara sakit saat menyusui tergolong normal dan akan berangsur membaik seiring waktu, Anda perlu memerhatikan gejala yang cenderung berbahaya. Sebab, jika dibiarkan, berisiko terjadi komplikasi berikut.
Sakit yang dibiarkan berisiko menjadi mastitis.
Terjadinya infeksi karena luka atau bakteri yang masuk ke payudara.
Luka pada puting karena perlekatan kurang baik.
Mengganggu proses menyusui karena sakit yang dibiarkan.
Cara Mengatasi Payudara Sakit pada Ibu Menyusui
Saat payudara terasa sakit, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk mengurangi atau mengatasi rasa sakitnya. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan di rumah atau secara medis.
Secara Mandiri
Melakukan pelekatan menyusui dengan tepat dan posisikan bayi dengan benar sehingga rasa sakit bisa berkurang.
Kompres payudara dengan kain atau daun kol dingin saat payudara bengkak dan sakit.
Rutin menyusui bayi atau memompa ASI untuk mengurangi bengkak. Namun, hindari mengosongkan payudara secara berlebihan karena akan merangsang produksi ASI lebih banyak.
Jangan menekan payudara yang sakit dengan keras.
Cukupi kebutuhan cairan, makan, dan istirahat.
Secara Medis
Konsumsi paracetamol atau ibuprofen saat merasakan demam dan sakit pada payudara.
Jika sakit payudara karena mastitis terinfeksi bakteri, maka konsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter.
Jika terdapat benjolan atau abses, dokter akan melakukan tindakan aspirasi atau pengeluaran nanah dengan alat suntik.
Lakukan konsultasi dengan konsultan laktasi untuk membantu pelekatan dengan tepat.
Bila perlu, dokter akan melakukan USG sesuai dengan keluhan.
Jika sakit pada payudara berasal dari tongue-tie, dokter akan melakukan tindakan pemotongan selaput atau fretonomy pada mulut bayi.
Cara Mencegah Payudara Sakit saat Menyusui
Payudara yang sakit saat menyusui kadang tidak bisa dihindari, namun Anda bisa berupaya mencegahnya. Berikut adalah langkah yang akan membantu.
Kenakan bra dan pakaian yang nyaman dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat serta tidak menekan payudara dengan keras.
Lakukan pelekatan dan posisikan bayi dengan baik.
Konsumsi makanan sehat dan air yang cukup.
Kenali gejalanya sejak awal agar tidak berkomplikasi.
Jaga Kesehatan Payudara dengan Pemeriksaan Bumame
Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan payudara secara berkala, Bumame menyediakan layanan Skrining Kanker Payudara. Skrining ini dilakukan untuk memeriksa penanda tumor CA 15-3 dan CEA yang bisa menjadi informasi tambahan dalam pemantauan kesehatan sesuai indikasi.
Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan secara rutin setiap tahun oleh perempuan dengan risiko kanker payudara genetik, atau mengalami rasa sakit yang tidak biasa pada payudara.
Kapan Harus ke Dokter?
Bila Anda merasa payudara sakit disertai demam, menggigil, kemerahan, dan pembengkakan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Jangan menunda pemeriksaan jika muncul benjolan menetap atau perubahan bentuk kulit dan puting yang tidak biasa. Dokter akan menentukan pemeriksaan lanjutan, seperti USG payudara, berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Kenali Penyebabnya, Atasi Nyeri pada Payudara dengan Tepat
Kesimpulannya, payudara sakit saat menyusui bisa disebabkan oleh pelekatan bayi yang kurang tepat, pembengkakan, mastitis, hingga vasospasme pada puting. Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab, mulai dari memperbaiki posisi menyusui hingga mendapatkan pengobatan dari dokter jika diperlukan.
Jangan mengabaikan nyeri yang menetap, benjolan, demam, atau perubahan pada payudara. Dengan mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan pemeriksaan yang tepat, ibu dapat menjaga kesehatan payudara sekaligus menjalani proses menyusui dengan lebih nyaman.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Nyeri saat Menyusui, Bagaimana Mengatasinya?
National Health Service (NHS) — Breast Pain
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Payudara Nyeri dan ASI Tersumbat, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Mayo Clinic — Breast Pain: Symptoms and Causes
The Breastfeeding Network — Raynaud’s Phenomenon in Breastfeeding
Apollo Hospitals — Nipple Yeast Infection
ScienceDirect — Investigative Case Report
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah payudara sakit saat menyusui merupakan hal yang normal?
Nyeri ringan dapat terjadi pada awal menyusui, terutama ketika ibu dan bayi masih beradaptasi. Namun, nyeri yang menetap, semakin parah, atau disertai luka pada puting perlu diperiksakan ke dokter.
Bagaimana cara mengatasi payudara sakit pada ibu menyusui?
Perbaiki posisi dan pelekatan bayi, gunakan kompres dingin untuk membantu meredakan pembengkakan, serta susui bayi sesuai kebutuhannya. Hindari memijat payudara terlalu keras atau memompa ASI secara berlebihan. Jika nyeri menetap, konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi.
Apa penyebab payudara sakit saat menyusui?
Penyebabnya meliputi pelekatan bayi yang kurang tepat, pembengkakan payudara, penyempitan saluran ASI, mastitis, infeksi, sindrom Raynaud pada payudara, dan tongue-tie pada bayi. Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya.
Apakah ibu yang mengalami mastitis boleh tetap menyusui?
Umumnya, ibu dengan mastitis tetap dapat menyusui. Namun, jika nyeri semakin parah, muncul demam atau kemerahan, maupun gejala tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penanganan yang tepat.
Kapan payudara sakit saat menyusui harus diperiksakan ke dokter?
Segera periksakan diri jika nyeri disertai demam, menggigil, kemerahan, pembengkakan yang semakin parah, atau benjolan yang menetap dan terasa nyeri. Pemeriksaan juga diperlukan jika nyeri tidak membaik atau terdapat perubahan pada kulit maupun puting payudara.
