Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Leukosit Itu Apa: Fungsi, Nilai Normal, dan Harga
Kembali ke Artikel & Berita

Leukosit Itu Apa: Fungsi, Nilai Normal, dan Harga

SBAOthers

Saat tubuh sedang melawan infeksi, badan akan terasa kurang enak, mudah lelah, atau sedang mengalami demam. Salah satu bagian tubuh yang bekerja di balik layar dalam kondisi seperti ini adalah leukosit. Lantas, leukosit itu apa sebenarnya? Untuk memahami lebih lanjut simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Leukosit (Sel Darah Putih)?

Leukosit adalah sel darah putih yang beredar di dalam darah dan menjadi bagian dari sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Jika tubuh diibaratkan sebagai sebuah rumah, leukosit bisa dibayangkan seperti petugas keamanan yang terus berpatroli untuk mengenali dan menghadapi potensi ancaman. 

Bentuk “ancaman" tersebut berupa mikroorganisme asing seperti bakteri, virus, jamur, hingga parasit yang masuk ke dalam tubuh. Leukosit inilah yang akan menangkal infeksi akibat mikroorganisme tersebut.

Saat tubuh menghadapi infeksi atau peradangan, jumlah maupun aktivitas leukosit dapat berubah. Perubahan tersebut merupakan salah satu alasan pemeriksaan leukosit sering digunakan untuk membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan seseorang.

Jadi, jika ingin memahami leukosit itu apa, jawabannya tidak hanya sebatas sel yang ada di dalam aliran darah. Sel darah putih ini juga banyak ditemukan di jaringan tubuh dan berbagai organ yang berperan dalam sistem kekebalan.

Selain itu, jumlah leukosit bukanlah satu-satunya penentu seseorang sehat atau sakit. Misalnya, seseorang dengan leukosit tinggi belum tentu mengalami infeksi bakteri. Sebaliknya, leukosit yang berada dalam rentang normal juga tidak otomatis berarti tidak ada masalah kesehatan. 

Karena itu, angka pada hasil laboratorium perlu dipahami dalam konteks gejala, riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, serta hasil pemeriksaan lainnya.

Fungsi Leukosit bagi Tubuh

Fungsi utama leukosit adalah membantu melindungi tubuh. Cara kerjanya cukup kompleks, tetapi secara umum leukosit memiliki beberapa peran penting, di antaranya sebagai berikut.

1. Melawan Infeksi

Ketika mikroorganisme seperti bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan merespons. Beberapa jenis leukosit akan membantu mengenali, menyerang, atau mengendalikan mikroorganisme tersebut. Itulah sebabnya jumlah leukosit dapat berubah ketika seseorang sedang mengalami infeksi.

2. Membantu Proses Peradangan

Peradangan merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Ketika jaringan mengalami cedera atau terpapar sesuatu yang mengganggu, sel-sel kekebalan termasuk leukosit dapat terlibat dalam proses tersebut.

Meski demikian, peradangan tidak selalu berarti sesuatu yang buruk. Dalam kondisi tertentu, peradangan justru merupakan bagian dari proses tubuh untuk melindungi dan memperbaiki diri.

3. Mengenali Zat Asing

Untuk memahami lebih lanjut tentang leukosit itu apa, kita bisa melihat fungsi utamanya yang berperan penting dalam mengenali zat atau organisme asing yang masuk ke dalam tubuh. Respons ini membantu sistem imun menentukan cara terbaik untuk bereaksi dan melawannya.

4. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Setiap jenis leukosit memiliki tugas yang berbeda. Ada yang lebih banyak berperan dalam menghadapi bakteri, ada yang berkaitan dengan respons terhadap virus, dan ada pula yang berhubungan dengan alergi atau respons terhadap parasit. 

Fungsi setiap jenis sel darah putih ini saling melengkapi dan bekerja sama menjaga daya tahan tubuh tetap seimbang.

Jenis-Jenis Leukosit

Setelah mencari tahu leukosit itu apa, pahami juga bahwa komponen ini terdiri dari beberapa jenis yang mempunyai fungsi berbeda, tetapi saling mendukung dalam sistem pertahanan tubuh. Berikut detailnya.

1. Neutrofil

Sebagai lini pertahanan terdepan, neutrofil bertugas menangkal infeksi bakteri dan virus sekaligus memanggil sel imun lain untuk ikut melawan patogen. 

Sumsum tulang mampu menghasilkan kurang lebih 100 miliar neutrofil setiap harinya, namun hanya bertahan 8 jam setelah dilepaskan ke dalam aliran darah. Sisa-sisanya dapat ditemukan pada cairan nanah yang muncul akibat luka atau infeksi.

2. Limfosit

Limfosit berperan dalam pertahanan tubuh yang terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit B bertugas memproduksi antibodi untuk menetralisir virus, bakteri, serta racun.

Sementara limfosit T berfungsi membasmi sel tubuh yang terinfeksi virus atau berkembang menjadi kanker. Sel T juga menghasilkan sitokin, yaitu zat yang merangsang sel-sel imun lain agar lebih sigap melawan patogen. 

3. Monosit

Monosit diproduksi di sumsum tulang sebelum akhirnya beredar ke aliran darah dan organ limpa untuk mendeteksi sinyal ancaman. Jumlah monosit ada sekitar 2–8% dari total sel darah putih.

4. Eosinofil

Sebagai bagian dari pemahaman mengenai leukosit itu apa, jenis sel yang disebut eosinofil berkaitan erat dengan respons tubuh terhadap infeksi parasit tertentu dan reaksi alergi. Populasinya di dalam darah hanya di bawah 5%, tapi konsentrasinya bisa lebih tinggi di area saluran pencernaan.

5. Basofil

Basofil merupakan jenis leukosit yang paling langka karena hanya mencakup sekitar 1% dari total sel darah putih. Fungsi utamanya adalah memperkuat sistem kekebalan non-spesifik dalam menghadapi mikroorganisme seperti virus dan bakteri.

Di samping itu, basofil juga dapat memicu reaksi alergi dan asma. Ketika terpapar pemicu seperti debu, sel ini akan melepaskan histamin yang memicu peradangan pada saluran napas.

Nilai Normal Leukosit

Nilai normal sel darah putih atau leukosit bervariasi tergantung pada usia seseorang, dengan rincian sebagai berikut:

  • Bayi baru lahir: 9.400 hingga 34.000 per mikroliter darah.

  • Balita usia 3–5 tahun: 4.000 hingga 12.000 per mikroliter darah.

  • Remaja usia 12–15 tahun: 3.500 hingga 9.000 per mikroliter darah.

  • Orang dewasa (15 tahun ke atas): 3.500 hingga 10.500 per mikroliter darah.

Penyebab Leukosit Tinggi atau Rendah

Perubahan jumlah leukosit dapat terjadi karena berbagai alasan. Jadi, leukosit tinggi atau rendah tidak bisa langsung dianggap sebagai diagnosis suatu penyakit.

1. Leukosit Tinggi

Saat memahami leukosit itu apa, perlu diketahui bahwa kondisi ketika jumlahnya lebih tinggi dari rentang normal disebut leukositosis. Salah satu penyebabnya adalah infeksi, karena tubuh sedang meningkatkan respons pertahanannya. Selain infeksi, leukosit dapat meningkat akibat faktor-faktor berikut.

  • Peradangan atau kondisi tertentu yang memicu respons imun.

  • Stres fisik, misalnya setelah cedera atau aktivitas berat.

  • Penggunaan obat.

  • Kebiasaan merokok.

  • Reaksi alergi pada kondisi tertentu.

  • Beberapa gangguan pada sistem pembentukan darah seperti limfoma (kanker pada sistem kelenjar getah bening), leukemia (kanker darah akibat produksi sel darah putih berlebihan), ataupun mielofibrosis (jaringan parut di sumsum tulang yang merusak produksi sel darah).

Sementara sejumlah gejala yang kerap menyertai tingginya jumlah leukosit meliputi:

  • demam, 

  • tubuh gampang lelah, 

  • susutnya berat badan secara drastis tanpa sebab jelas, 

  • keringat berlebih pada malam hari, 

  • kemerahan atau ruam pada kulit, serta

  • tubuh yang lebih rentan mengalami memar dan pendarahan sulit berhenti.

2. Leukosit Rendah

Sebaliknya, jumlah leukosit yang berada di bawah rentang rujukan dapat disebut leukopenia. Kondisi ini juga dapat memiliki banyak penyebab. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Infeksi virus dengan gejala berupa demam, munculnya luka atau bercak kemerahan/keputihan di area mulut, rasa nyeri saat berkemih, luka bernanah, keputihan tidak wajar, hingga sensasi gatal di bagian vagina.

  • Efek samping obat.

  • Kekurangan nutrisi.

  • Gangguan pada sumsum tulang.

  • Kondisi medis seperti HIV, autoimun, anemia aplastik, atau mieloma multipel.

Cek Leukosit Lewat Pemeriksaan Hematologi Lengkap di Bumame

Setelah memahami leukosit itu apa dan sedang mencari cara untuk mengetahui kondisinya, salah satu pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan adalah Hematologi Lengkap dari Bumame dengan harga mulai dari Rp125.000,00.

Pemeriksaan ini dapat memantau kondisi leukosit bersama dengan komponen darah lainnya seperti hemoglobin, hematokrit, sel darah merah beserta indeksnya, sel darah putih dan jenisnya, trombosit, serta morfologi sel darah. Anda akan dapat melihat beberapa parameter sekaligus, jadi hasilnya dapat memberikan gambaran kondisi darah secara lebih menyeluruh.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai bagian dari check-up rutin, pemantauan kondisi kesehatan tertentu, maupun evaluasi awal ketika terdapat keluhan seperti mudah lelah, pucat, atau sering sakit. Layanan ini tersedia dalam bentuk walk in maupun home care, sehingga pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Jenis pemeriksaan ini umumnya tidak memerlukan puasa terlebih dahulu. Meski demikian, Anda disarankan untuk menginformasikan kepada petugas medis mengenai obat, vitamin, atau suplemen yang sedang dikonsumsi, serta tidak menghentikan pengobatan rutin tanpa anjuran dokter.

Kapan Perlu Cek Leukosit?

Tidak semua orang perlu memeriksa leukosit setiap kali merasa kurang enak badan. Namun, pemeriksaan darah dapat dipertimbangkan ketika ada keluhan atau kondisi yang membuat dokter ingin mengetahui gambaran darah secara lebih lengkap. Misalnya, Anda mengalami demam yang tidak kunjung membaik, sering mengalami infeksi, atau merasa sangat lelah tanpa penyebab yang jelas yang perlu dievaluasi. 

Pemeriksaan darah dapat dilakukan sebagai bagian dari medical check-up atau untuk memantau kondisi kesehatan yang sudah diketahui sebelumnya. Jika Anda sudah mendapatkan hasil pemeriksaan dan menemukan leukosit lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai rujukan, tidak perlu langsung panik. 

Angka tersebut hanyalah salah satu indikator, di mana dokter tetap perlu menganalisis gejala, riwayat medis, obat yang sedang diminum, hingga pemeriksaan penunjang lainnya untuk menyimpulkan kondisi kesehatan Anda.

Jadikan Pemeriksaan Darah Bagian dari Perawatan Diri

Jadi, leukosit itu apa? Leukosit adalah sel darah putih yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Sel ini membantu tubuh menghadapi infeksi, merespons peradangan, dan melindungi tubuh dari berbagai zat atau organisme yang dianggap asing.

Jumlah leukosit yang terlalu tinggi atau rendah dapat terjadi karena banyak faktor dan tidak bisa digunakan untuk menentukan diagnosis secara mandiri. Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya dilihat secara menyeluruh dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan tenaga medis. 

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

References:

  1. National Library of Medicine. (2026. Histology, White Blood Cell. 

  2. MDPI. (2022). Classification of White Blood Cells: A Comprehensive Study Using Transfer Learning Based on Convolutional Neural Networks. 

  3. Healthline. (2024). What to Know About White Blood Cell (WBC) Count. 

  4. National Library of Medicine. (2023). Etiologies of Extreme Leukocytosis. 

  5. European Journal of Orthopaedic Surgery & Traumatology. (2025). Leukopenia and leukocytosis are associated with early postoperative complications following aseptic revision total shoulder arthroplasty. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu leukosit?

Leukosit adalah sel darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel ini membantu tubuh mengenali dan melawan mikroorganisme asing seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. 

Apa saja fungsi leukosit bagi tubuh?
Leukosit berfungsi melawan infeksi, membantu proses peradangan, mengenali zat asing, serta mendukung sistem kekebalan tubuh. Setiap jenis leukosit memiliki tugas berbeda yang saling melengkapi dalam menjaga pertahanan tubuh. 
Berapa nilai normal leukosit dalam tubuh?
Nilai normal leukosit berbeda berdasarkan usia. Bayi baru lahir memiliki kisaran 9.400–34.000 per mikroliter darah, sedangkan orang dewasa berusia 15 tahun ke atas berada pada kisaran 3.500–10.500 per mikroliter darah. 
Apa penyebab leukosit tinggi atau rendah?
Leukosit tinggi dapat dipengaruhi oleh infeksi, peradangan, stres fisik, obat-obatan, merokok, alergi, atau gangguan pembentukan darah. Sementara itu, leukosit rendah dapat berkaitan dengan infeksi virus, efek obat, kekurangan nutrisi, gangguan sumsum tulang, atau kondisi medis tertentu. 
Kapan perlu melakukan pemeriksaan leukosit?

Pemeriksaan leukosit dapat dipertimbangkan ketika mengalami demam yang tidak kunjung membaik, sering mengalami infeksi, atau merasa sangat lelah tanpa penyebab yang jelas. Hasil leukosit perlu dinilai bersama gejala, riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, dan pemeriksaan lainnya.