Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Mengenal Apa Itu Fisioterapi dan Manfaatnya
Kembali ke Artikel & Berita

Apa Itu Fisioterapi: Manfaat, Jenis, dan Harga

SBAOthers


Ketika mendengar fisioterapi, sebagian dari Anda mungkin langsung berpikir atlet yang cedera. Namun, apa itu fisioterapi yang sebenarnya bisa berlaku untuk semua orang dari segala usia, baik anak-anak, dewasa, hingga tua yang memiliki masalah fisik akibat cedera atau penyakit. 

Pembahasan berikut ini akan membahas fisioterapi dengan lebih dalam supaya Anda mendapat gambaran yang lebih lengkap tentang pengertian, manfaat bagi kesehatan, sampai dengan kondisi yang membutuhkan terapi fisik. Simak terus sampai akhir!

Apa Itu Fisioterapi?

Perawatan penyakit tidak terbatas hanya dengan minum obat-obatan atau melalui prosedur pembedahan (operasi). Dalam layanan kesehatan, tersedia opsi rehabilitasi nonmedik, yaitu fisioterapi atau terapi fisik yang membantu memulihkan fungsi tubuh setelah mengalami cedera, penyakit, atau kondisi tertentu.

Selain itu, fisioterapi juga bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kemampuan bergerak supaya pasien dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan mandiri.

Adapun sebutan orang yang berwenang melakukan fisioterapi disebut fisioterapis. Fisioterapis umumnya menangani pasien yang mengalami gangguan pada otot kerangka tubuh, gangguan pernapasan, gangguan sistem saraf, hingga penyakit kardiovaskular.

Rencana teknik terapi akan dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien, apakah manual atau menggunakan alat tertentu. Tindakan terapi fisik ini pada dasarnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari dan menjaga kesehatan jangka panjang.

Kondisi yang Bisa Ditangani dengan Fisioterapi

Ada banyak kondisi yang dapat fisioterapis bantu, tergantung dari keluhan yang dirasakan.

  • Masalah muskuloskeletal seperti keseleo punggung, leher, bahu, lutut, pinggul, dan pergelangan kaki.

  • Gangguan sistem saraf seperti stroke, penyakit parkinson, cedera kepala, cedera otak traumatis, dan kerusakan sumsum tulang belakang.

  • Lansia yang mulai mengalami hilangnya kemampuan gerak, nyeri pada persendian (artritis), Alzheimer, dan tulang keropos atau osteoporosis.

  • Kondisi kronis yang memengaruhi jantung dan paru-paru.

  • Pemulihan pasien yang baru saja melakukan operasi.

  • Penyandang disabilitas yang menderita cerebral palsy, distrofi otot, dan nyeri kronis.

Dengan pendekatan fisioterapi yang tepat, masalah-masalah di atas dapat berangsur-angsur membaik. Lalu, pasien fisioterapi dapat menjalani hidup yang lebih aktif dan bebas dari nyeri.

Jenis-Jenis Metode Fisioterapi

Setelah mengetahui apa itu fisioterapi beserta kondisi yang dapat ditangani, fisioterapis dapat melakukan beberapa metode terapi berikut untuk mengembalikan fungsi, mengelola nyeri, dan mempercepat proses pemulihan.

1. Terapi Manual

Fisioterapis akan menggunakan pijatan tangan untuk memanipulasi dan memobilisasi sendi yang terkena. Ini bukan sekadar memijat biasa, tetapi terdapat teknik khusus yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan, merelaksasi otot, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan rentang gerak.

Terapi manual ini bisa untuk menangani kondisi muskoleskeletal seperti sakit punggung, leher, bahu, atau lutut. Metode ini terasa lebih personal dan pasien juga akan mendapat edukasi terkait postur dan pola gerakan yang benar.

2. Terapi Latihan

Metode terapi ini hadir dalam berbagai bentuk latihan seperti latihan keseimbangan, latihan penguatan, hingga latihan fleksibilitas. Tujuan dari latihan-latihan ini yaitu memperbaiki gangguan, memulihkan fungsi otot dan tulang, membantu menjaga keseimbangan fungsi tubuh, memperkuat tubuh, serta mengurangi risiko cedera dan jatuh.

Kelompok orang yang bisa mendapatkan terapi latihan ini yaitu individu yang ingin memulihkan fungsi tubuh setelah operasi atau atlet yang ingin meningkatkan kekuatan dan mencegah risiko cedera. Tergantung kondisi dan kebutuhan individu, fisioterapis akan memilihkan jenis latihan yang tepat.

3. Terapi Magnet

Seperti namanya, teknik terapi ini memanfaatkan medan magnet untuk merangsang penyembuhan dan mengurangi rasa sakit. Beberapa kondisi yang dapat diobati dengan terapi magnet antara lain cedera otot, cedera tulang, peradangan pada sendi, masalah sirkulasi darah, dan nyeri kronis.

Saat terapi berlangsung, medan magnet dapat menembus jaringan lunak tubuh dan mencapai tulang. Perangkat yang tersedia untuk terapi ini memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi tergantung pada area tubuh yang akan dirawat.

4. Kinesio Taping

Kinesio taping adalah teknik terapi fisik menggunakan pita elastis khusus yang ditempelkan pada kulit untuk mendukung fungsi otot dan sendi tanpa membatasi ruang gerak tubuh.

Metode fisioterapi ini dapat membantu proses penyembuhan cedera yang disebabkan oleh aktivitas olahraga seperti pergelangan kaki keseleo, sakit lutut, atau sakit bahu. Teknik ini bekerja dengan cara menempelkan pita atau tape ke area tubuh yang mengalami nyeri atau cedera.

Manfaat dari teknik ini antara lain meningkatkan stabilitas sendi, mencegah gerakan yang berlebihan, dan mengurangi rasa sakit.

5. Elektroterapi

Jenis metode fisioterapi berikutnya adalah elektroterapi yang memanfaatkan stimulasi listrik untuk meredakan rasa nyeri, merangsang otot untuk membantu pergerakan, dan meningkatkan aliran darah.

TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) adalah salah satu bentuk elektroterapi yang menangani kondisi seperti peradangan akut setelah cedera, nyeri punggung dan leher, maupun cedera otot. Selain itu, ada opsi NEMS (Neuromuscular Electrical Stimulation) yang dapat membantu pemulihan pascaoperasi bagi pasien yang menderita kontraksi otot.

6. Dry Needling

Dry needling adalah perawatan yang efektif untuk menangani masalah nyeri otot kronis. Teknik ini bekerja dengan menggunakan jarum tipis yang sudah steril untuk menembus kulit di titik pemicu atau area yang sakit.

Walaupun Anda mungkin merasa tidak nyaman atau sedikit kesakitan, metode ini bagus untuk menghilangkan titik pemicu yang menjadi sumber nyeri.

7. Termoterapi dan Krioterapi

Termoterapi adalah terapi panas yang dapat memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke kulit. Fungsi dari terapi ini adalah melemaskan otot, mengurangi kejang otot, dan mengurangi sendi yang kaku. Alat yang bisa digunakan adalah hot pack atau botol air panas yang ditempelkan pada area yang nyeri.

Sementara itu, krioterapi adalah terapi dingin yang bermanfaat mengurangi jumlah pembengkakan dan memperlambat reaksi peradangan. Terapi ini sangat disarankan untuk penanganan awal cedera olahraga akut, termasuk masalah pada sendi lutut, bahu, maupun pergelangan kaki yang keseleo.

Manfaat Melakukan Fisioterapi 

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan Anda dapat dari fisioterapi.  

1. Membantu Pemulihan dari Cedera atau Operasi

Pasien yang baru selesai operasi karena patah tulang atau keseleo dapat pulih lebih cepat jika melakukan fisioterapi. Fisioterapis akan membantu mengurangi rasa nyeri dan melatih gerakan agar pasien kembali mandiri untuk beraktivitas normal.

2. Meningkatkan Mobilitas

Melalui fisioterapi, kemampuan gerak seseorang yang menurun karena faktor usia atau cedera dapat dioptimalkan melalui latihan peregangan dan penguatan. Terapi fisik ini membantu meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan menjaga stabilitas tubuh agar bisa kembali menjalankan aktivitas harian.

3. Mengelola Nyeri Kronis

Manfaat fisioterapi berikutnya adalah membantu mengelola nyeri kronis, seperti nyeri punggung bawah atau nyeri sendi, tanpa harus selalu bergantung pada obat-obatan pereda nyeri. Teknik yang fisioterapis pakai untuk meredakan rasa nyeri bisa melalui peregangan, terapi dingin atau panas, dan pijat.

4. Meningkatkan Kekuatan

Seseorang yang memiliki otot lemah berisiko mengalami penurunan mobilitas seperti sulit berjalan atau melakukan aktivitas tertentu. Dengan fisioterapi, kondisi ini dapat membaik karena fisioterapis akan melatih area tubuh yang lemah itu supaya kekuatannya meningkat sehingga fungsi otot dapat kembali optimal.

5. Mencegah Cedera

Bukan hanya pasien yang menderita cedera atau penyakit tertentu saja yang mendapat manfaat dari fisioterapi. Seseorang yang aktif terlibat dalam olahraga atau aktivitas fisik juga bisa mencegah risiko cedera dengan mendapat bimbingan dari fisioterapis tentang bagaimana cara menggerakkan tubuh yang benar serta menghindari potensi otot tegang.

Persiapan Sebelum Menjalani Fisioterapi, Cek Kesehatan Dulu di Bumame!

Fisioterapi dapat dilakukan oleh siapa saja yang menderita masalah fisik akibat cedera, penyakit, atau faktor usia. Saat berkunjung ke fisioterapis, Anda akan melalui pemeriksaan riwayat kesehatan dan evaluasi fisik. Baru kemudian mendapat diagnosis, rencana pengobatan, hingga program latihan yang diresepkan. 

Selain itu, jika Anda adalah lansia atau seseorang yang mengalami gejala nyeri tulang kronis atau kelemahan otot, sebelumnya dapat melakukan Medical Check-Up Kesehatan Tulang di Bumame dengan harga mulai dari Rp430.000. Pemeriksaan ini bagus untuk mengevaluasi kesehatan tulang dan mendeteksi dini risiko osteoporosis, osteopenia, atau gangguan tulang lainnya. 

Hasil pemeriksaan tulang ini dapat membantu fisioterapis untuk mengevaluasi kondisi tubuh Anda dan menentukan terapi fisik yang sesuai kebutuhan.

Kapan Dokter Menyarankan Fisioterapi? 

Apa itu fisioterapi adalah salah satu metode perawatan tanpa obat yang dapat meredakan nyeri, memulihkan fungsi tubuh, dan meningkatkan kekuatan otot sehingga pasien yang tadinya sulit melakukan aktivitas harian kini bisa mandiri kembali.

Dokter akan menyarankan untuk melakukan fisioterapi jika Anda berada dalam kondisi yang membutuhkan, misalnya seperti pemulihan pascaoperasi, mengalami cedera, nyeri kronis, atau merasa tidak nyaman dalam mobilitas sehari-hari. Untuk harganya, bervariasi tergantung jumlah sesi, metode terapi, jenis rumah sakit, hingga penggunaan alat khusus. 

Jaga Diri untuk Jaga Kesehatan Jangka Panjang

Fisioterapis tidak hanya membantu pasiennya untuk mengelola rasa sakit, meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas, serta memulihkan cedera. Akan tetapi, juga memberi edukasi pentingnya menjaga kesehatan dengan mengajari bagaimana mencegah cedera di masa mendatang. 

Selain itu, untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, rutin melakukan skrining kesehatan juga penting sebagai deteksi dini. Anda bisa melakukannya di klinik Bumame dengan paket medical check-up sesuai kebutuhan. Yuk, jadwalkan janji temu sekarang!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. UPK Kemenkes. Fisioterapi. 

  2. Innovation Physical Theraphy. What is Physiotherapy Benefits, Techniques, and What to Expect. 

  3. S1 Fisioterapi Unesa. (2025). 7 Peran Fisioterapi dalam Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sehari-hari. 

  4. Health Direct. (2023). Physiotherapy. 

  5. Elysian Wellness. Who can benefit from physiotherapy, and how does it help?. 

  6. Alignment Studio. (2024). Types of Physiotherapy: Boost Your Recovery. 

  7. Physio Tattva. Exercise Therapy. 

  8. News Medical. (2018).  Physiotherapy Types. 

  9. Clinic atrak. (2023). Magnetotherapy: technique used by physiotherapists. 

  10. Physio Active. Taping & Strapping.

  11. Physio Active. Elektroterapi. 

  12. Physio Active. Dry Needling. 

  13. Physio Active. Termoterapi & Krioterapi. 

  14. Ace Sports Clinic. The Most Common Physiotherapy Treatments for Healing & Wellbeing. 

  15. Transcend Health. 10 benefits of physiotherapy: how it can improve your quality of life. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu fisioterapi?
Fisioterapi adalah terapi fisik yang membantu memulihkan fungsi tubuh setelah cedera, penyakit, atau kondisi tertentu. Terapi ini juga dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan bergerak agar pasien lebih mandiri. 
Kondisi apa saja yang dapat ditangani dengan fisioterapi?

Fisioterapi dapat membantu menangani masalah muskuloskeletal, gangguan sistem saraf, kondisi kronis pada jantung dan paru-paru, pemulihan setelah operasi, serta beberapa kondisi pada lansia dan penyandang disabilitas. 

Apa saja jenis metode fisioterapi yang dapat dilakukan?
Metode fisioterapi meliputi terapi manual, terapi latihan, terapi magnet, kinesio taping, elektroterapi, dry needling, serta termoterapi dan krioterapi. Pemilihan metode disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. 
Apa manfaat melakukan fisioterapi?
Fisioterapi dapat membantu pemulihan setelah cedera atau operasi, meningkatkan mobilitas dan kekuatan, mengelola nyeri kronis, serta membantu mencegah cedera melalui edukasi mengenai gerakan tubuh yang tepat. 
Kapan seseorang perlu menjalani fisioterapi?
Dokter dapat menyarankan fisioterapi untuk kondisi seperti pemulihan pascaoperasi, cedera, nyeri kronis, atau gangguan mobilitas yang membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Sebelum terapi, fisioterapis akan melakukan evaluasi kondisi dan menyusun program sesuai kebutuhan pasien.