Lapisan putih di lidah sering baru disadari saat menggosok gigi di pagi hari. Bila malam sebelumnya dada terasa panas atau ada rasa asam yang naik ke tenggorokan, asam lambung biasanya langsung dicurigai.
Kecurigaan itu ada dasarnya, tetapi penyebab lidah putih beragam. NHS menyebut lidah putih umumnya tidak serius dan sering mudah ditangani, meski sebagian bercak putih perlu dilihat dokter.
Artikel ini membahas temuan penelitian, penyebab lain yang perlu dibedakan, tanda yang perlu diperiksakan, dan cara merawatnya.
Benarkah Asam Lambung Bisa Membuat Lidah Memutih?
Kaitannya ada, tetapi buktinya masih terbatas. GERD atau penyakit refluks asam lambung terjadi saat asam dan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia menyebut cairan ini bisa sampai ke mulut dan meninggalkan rasa asam dan pahit, sementara Kemenkes mencatat bau mulut sebagai keluhan GERD.
Sebuah laporan penelitian di jurnal Advanced Biomedical Research tahun 2023 membandingkan 100 orang dengan GERD dan 100 pendamping pasien tanpa keluhan GERD. Lidah putih jauh lebih sering ditemukan pada kelompok GERD, dan makin berat keluhannya, makin luas lapisan putihnya. Para peneliti menduga cairan lambung yang naik ke mulut memengaruhi lapisan permukaan lidah.
Penelitinya mencatat bahwa studi ini adalah yang pertama menilai kaitan tersebut, peserta dengan GERD didiagnosis dari keluhan khas, dan luas lapisan hanya dinilai lewat pengamatan dokter. Hasilnya belum bisa diberlakukan untuk semua penderita GERD.
Jadi, lidah putih bisa menyertai asam lambung naik, tetapi tidak cukup untuk menegakkan diagnosis GERD. Kaitannya layak dipertimbangkan bila lidah putih muncul bersama rasa panas di dada atau rasa asam di tenggorokan, yang termasuk tanda asam lambung naik.
Apa yang Membuat Lidah Tampak Putih?
Permukaan lidah dipenuhi tonjolan kecil bernama papila. Sisa makanan, sel permukaan lidah yang luruh, dan bakteri bisa terselip di antara papila yang meradang sehingga lidah tampak keputihan. MSD Manual mencatat sisa makanan lebih mudah terperangkap bila mulut kurang bersih, dan lidah bisa tampak seperti berambut setelah demam atau pemakaian antibiotik.
Penyebab Lidah Putih yang Perlu Dibedakan
Asam lambung hanya salah satu kemungkinan. Penyebab berikut juga perlu dipertimbangkan, apalagi bila tidak ada keluhan lambung.
1. Sisa Makanan dan Kebersihan Mulut
Kebersihan mulut yang kurang membuat sisa makanan dan bakteri mudah menumpuk, apalagi bila lidah jarang ikut dibersihkan. NHS menyarankan menyikat lidah atau memakai pembersih lidah untuk membantu memperbaiki lidah putih, sehingga lapisan jenis ini bisa dicoba dikurangi dari rumah. Lapisan yang menetap perlu diperiksakan ke dokter gigi.
2. Mulut Kering dan Kurang Minum
Air liur membantu membasuh sisa makanan dari gigi dan gusi. Saat produksinya berkurang, muncul mulut kering atau xerostomia. Mulut terasa lengket, sulit mengunyah atau menelan, dan napas bisa berbau. Menurut NIDCR, ratusan jenis obat, termasuk obat tekanan darah tinggi dan obat depresi, bisa mengurangi air liur, begitu pula diabetes, HIV/AIDS, dan penyakit Sjögren.
MSD Manual juga mencatat demam, kurang cairan, dan bernapas lewat mulut sebagai pemicu bercak keputihan di lidah. Mulut kering yang berlangsung lama sebaiknya diperiksakan agar penyebabnya diketahui.
3. Asam Lambung yang Sering Naik
Kemungkinan ini perlu dipikirkan bila lidah putih datang bersama keluhan asam lambung, seperti rasa panas di dada, rasa asam atau pahit di mulut, sakit tenggorokan, suara serak, atau batuk yang lama. Kemenkes menyebut makanan tinggi lemak, pedas, dan gorengan, berat badan berlebih, serta efek obat tertentu seperti obat asma termasuk penyebab GERD.
4. Infeksi Jamur di Mulut
Kandidiasis oral atau jamur mulut disebabkan jamur Candida albicans. Kemenkes menggambarkannya sebagai bercak putih atau kuning di lidah, bibir, gusi, langit-langit, dan pipi bagian dalam, kadang dengan nyeri saat menelan. Menurut NHS, bercak ini meninggalkan bintik merah yang bisa berdarah bila diusap.
Jamur mulut lebih mudah tumbuh pada pemakai antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang, pengguna inhaler asma, penyandang diabetes atau HIV/AIDS, orang yang menjalani kemoterapi, serta lansia pemakai gigi palsu. Mulut kering juga menaikkan risikonya. Pada orang dewasa, jamur mulut tidak menular, dan infeksi serupa bisa muncul sebagai jamur di bibir.
5. Bercak Putih yang Tidak Bisa Dikerok
Leukoplakia adalah bercak putih di mulut yang tidak hilang saat digosok atau dikerok. Menurut NHS, bercak ini biasanya tidak nyeri dan sering muncul di atas atau di bawah lidah, pipi bagian dalam, atau gusi. Merokok dan mengunyah tembakau diduga meningkatkan risikonya, dan MSD Manual mengaitkannya dengan iritasi yang berlangsung lama.
Ada kemungkinan kecil leukoplakia berkembang menjadi kanker mulut seiring waktu, sehingga bercak putih yang menetap perlu diperiksa dokter gigi atau dokter.
6. Kondisi Lain pada Permukaan Lidah
Geographic tongue tampak sebagai area merah halus bertepi putih yang bisa berpindah dalam hitungan minggu sampai tahun, biasanya tanpa nyeri dan tanpa perlu pengobatan. Lichen planus, penyakit kulit yang bisa mengenai mulut, menimbulkan bercak putih di lidah dan pipi bagian dalam. Gesekan dari gigi yang tajam atau tambalan yang rusak juga bisa memicu bercak keputihan. Luka bulat yang perih dan bengkak lebih mirip sariawan.
Membandingkan Pola Lapisan, Jamur, dan Bercak Putih
Ciri berikut membantu menilai pola keluhan sebelum berkonsultasi.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Lidah Putih Perlu Dilihat Dokter atau Dokter Gigi?
NHS menyarankan bercak putih di lidah diperiksakan ke dokter atau dokter gigi, apalagi bila disertai kondisi berikut:
Bercak tidak hilang, tidak bisa dikerok, atau nyeri dan gatal di lidah tidak reda atau makin berat.
Nyeri atau sulit menelan, atau jamur mulut tidak membaik setelah satu minggu memakai gel antijamur.
Bercak muncul pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya penyandang HIV atau penerima transplantasi organ.
Mulut kering yang berlangsung lama.
Keluhan asam lambung disertai tanda bahaya, seperti sulit menelan yang makin berat, berat badan turun tanpa sebab, anemia yang baru muncul, muntah darah atau BAB hitam, riwayat kanker lambung atau kerongkongan dalam keluarga, atau pemakaian obat antinyeri golongan OAINS jangka panjang.
Muntah darah dan BAB hitam perlu segera diperiksakan.
Langkah Dokter Menelusuri Asal Lapisan Putih
Dokter atau dokter gigi biasanya melihat bercak di mulut serta menanyakan riwayat kesehatan dan obat yang diminum, sehingga jamur mulut, leukoplakia, dan bekas gigitan di pipi bisa dibedakan. Bila dicurigai jamur, sampel kerokan bisa diperiksa dengan tes KOH (kalium hidroksida). Bila dicurigai leukoplakia, dokter bisa merujuk ke spesialis untuk biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan untuk diperiksa.
Mulut kering bisa ditelusuri dengan tes darah atau tes jumlah air liur. Bila jamur mulut sering kambuh, dokter bisa menilai perlu tidaknya cek gula darah, apalagi bila ada ciri-ciri diabetes lain. Untuk asam lambung, Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia menyebut wawancara keluhan yang cermat sebagai cara utama mendiagnosis GERD, sedangkan endoskopi umumnya dipakai bila ada tanda bahaya.
Bila Mual Membuat Asupan Cairan Berkurang
Saat asam lambung naik disertai mual, makan dan minum bisa ikut berkurang, padahal kurang cairan termasuk pemicu lapisan putih di lidah. Dokter akan mencari penyebab keluhan lebih dulu. Setelah penyebabnya diketahui, dokter bisa mempertimbangkan infus pendukung untuk keluhan lambung, seperti V-Drip Happy Stomach, yang halaman produknya mencantumkan elektrolit dan antiemetik (obat antimual) di antara kandungannya. Infus ini tidak disarankan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan orang dengan riwayat epilepsi. Sampaikan riwayat kesehatan, alergi, dan obat yang sedang diminum, lalu hubungi CS Bumame lewat WhatsApp untuk menanyakan kesesuaiannya.
Cara Mengatasi Lidah Putih Sesuai Penyebabnya
Langkah berikut bisa dimulai dari rumah, sesuai penyebabnya:
Bersihkan lidah setiap hari. Sikat lidah dengan sikat gigi berbulu lembut atau pembersih lidah, gosok gigi dua kali sehari, dan periksakan gigi minimal enam bulan sekali.
Jaga mulut tetap lembap. Teguk air saat makan, kunyah permen karet tanpa gula, batasi minuman berkafein, dan gunakan pelembap udara di malam hari.
Tenangkan asam lambung. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia menganjurkan menurunkan berat badan bila berlebih, meninggikan kepala sekitar 15 sampai 20 cm saat tidur, dan makan malam minimal 3 jam sebelum tidur. Kenali juga kebiasaan pemicu asam lambung naik.
Gunakan obat sesuai anjuran. Dokter bisa memberikan obat golongan antasida, penghambat reseptor H2, atau penghambat pompa proton untuk asam lambung, serta obat antijamur untuk jamur mulut.
Berhenti merokok dan kurangi alkohol. Keduanya membuat mulut kering. Pada leukoplakia, langkah ini dan berhenti mengunyah tembakau bisa membantu bercak mengecil.
Rawat gigi palsu. Bersihkan secara rutin, lepaskan saat tidur malam, bilas mulut setelah makan atau minum obat, dan periksakan bila sudah tidak pas.
Lidah Bersih Berawal dari Mulut dan Lambung yang Terawat
Lidah putih sering bisa diatasi dengan menyikat lidah, mencukupi cairan, dan merapikan pola makan. Bila asam lambung ikut berperan, mengendalikan keluhan lambung menjadi bagian dari perawatannya.
Perhatikan pola keluhannya, lalu periksakan bercak yang menetap atau terasa nyeri. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — GERD, Meskipun Biasa Terjadi pada Pencernaan Manusia, Jika Tidak Tertangani dengan Benar Apakah Bisa Berbahaya?
The Indonesian Society of Gastroenterology, Acta Medica Indonesiana — National Consensus on the Management of Gastroesophageal Reflux Disease in Indonesia
Jamali R, Goodarzi N, Jamali A, Moslemi N, Advanced Biomedical Research — The Relationship Between White Tongue and Gastroesophageal Reflux Disease
Hennessy BJ, MSD Manual Consumer Version — Tongue Discoloration and Other Changes
NHS — Sore or White Tongue
National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR, NIH) — Dry Mouth
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Kandidiasis
NHS — Oral Thrush (Mouth Thrush)
NHS — Leukoplakia
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apakah asam lambung bisa menyebabkan lidah putih?
Bisa berkaitan. Sebuah penelitian menemukan lapisan putih pada lidah lebih sering ditemukan pada orang dengan GERD. Namun, bukti masih terbatas dan lidah putih tidak cukup untuk memastikan diagnosis asam lambung.
Apa saja penyebab lidah putih selain asam lambung?
Penyebab lainnya meliputi penumpukan sisa makanan dan bakteri, mulut kering, kurang cairan, demam, infeksi jamur mulut, leukoplakia, serta kondisi lain pada permukaan lidah.
Bagaimana membedakan lidah putih biasa dengan jamur mulut?
Lapisan akibat sisa makanan cenderung membaik setelah lidah dibersihkan. Bercak jamur mulut dapat terasa nyeri dan meninggalkan area merah yang bisa berdarah saat diusap. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikannya.
Kapan lidah putih perlu diperiksakan ke dokter?
Periksakan jika bercak menetap, tidak dapat dikerok, terasa nyeri, atau disertai kesulitan menelan. Segera cari pertolongan medis jika muncul muntah darah atau BAB hitam.
Bagaimana cara membersihkan lidah putih?
Sikat lidah secara lembut menggunakan sikat gigi berbulu lembut atau pembersih lidah, sikat gigi dua kali sehari, cukupi kebutuhan cairan, dan jaga kebersihan mulut. Jika lapisan tidak membaik, konsultasikan kepada dokter atau dokter gigi.
