Redaksi Bumame
Sariawan Sering Muncul? Ternyata Penyebabnya Bukan Hanya Kekurangan Vitamin
Sariawan merupakan luka kecil yang muncul pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti bibir bagian dalam, pipi, lidah, dasar mulut, atau gusi. Meski umumnya dapat sembuh sendiri, sariawan sering menimbulkan rasa nyeri sehingga mengganggu makan, minum, hingga berbicara.
Penyebab sariawan sangat beragam, mulai dari luka ringan, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu. Menurut National Health Service (NHS), sebagian besar sariawan tidak berbahaya, tetapi sariawan yang tidak kunjung sembuh perlu mendapat evaluasi medis.¹
Mengenal Sariawan dan Karakteristiknya
Sariawan atau aphthous ulcer adalah luka dangkal berbentuk bulat atau oval yang biasanya berwarna putih kekuningan dengan tepi kemerahan.
Sariawan bukan penyakit menular dan dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Penyebab Sariawan yang Sering Terjadi
Berikut beberapa penyebab sariawan yang paling sering terjadi.
1. Kekurangan Vitamin dan Mineral
Kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, zat besi, folat, maupun zinc dapat meningkatkan risiko timbulnya sariawan.
Salah satu yang paling sering ditemukan adalah kekurangan vitamin B12 yang dapat memengaruhi kesehatan jaringan mulut serta proses regenerasi sel.
2. Luka pada Mulut
Luka akibat tergigit, penggunaan kawat gigi, gigi yang tajam, atau menyikat gigi terlalu keras dapat memicu munculnya sariawan.
3. Stres
Stres emosional tidak secara langsung menyebabkan sariawan, tetapi dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga luka di mulut lebih mudah muncul atau kambuh.
Beberapa penelitian menunjukkan stres sebagai pemicu sariawan berkaitan dengan perubahan respons sistem imun tubuh.
4. Infeksi atau Penyakit Tertentu
Beberapa infeksi virus maupun penyakit autoimun juga dapat menyebabkan luka di rongga mulut.
Selain itu, gangguan saluran cerna seperti penyakit Crohn atau penyakit celiac juga dapat meningkatkan risiko sariawan berulang.
Menurut Mayo Clinic, sariawan berulang terkadang berkaitan dengan kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.²
Gejala Sariawan
Gejala sariawan umumnya meliputi:
- Luka putih atau kekuningan di dalam mulut.
- Tepi luka berwarna kemerahan.
- Nyeri saat makan atau minum.
- Rasa perih saat mengonsumsi makanan pedas atau asam.
- Sulit berbicara bila ukuran luka cukup besar.
Sariawan biasanya sembuh dalam waktu 1–2 minggu tanpa meninggalkan bekas.
Cara Mengobati Sariawan dan Mendukung Pemulihan
Sebagian besar sariawan akan membaik dengan perawatan sederhana di rumah, seperti:
- Menjaga kebersihan mulut.
- Menghindari makanan pedas, asam, dan terlalu panas.
- Menggunakan obat kumur sesuai anjuran dokter.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Memenuhi kebutuhan cairan.
Apabila penyebabnya berkaitan dengan kekurangan nutrisi, dokter dapat menyarankan suplemen vitamin atau mineral sesuai hasil pemeriksaan.
Tanda Sariawan yang Perlu Diwaspadai
Segera periksakan diri ke dokter apabila:
- Sariawan tidak sembuh setelah lebih dari dua minggu.
- Ukuran luka sangat besar.
- Sering kambuh tanpa penyebab yang jelas.
- Disertai demam tinggi.
- Sulit makan atau minum.
- Muncul benjolan pada leher.
Sariawan yang berlangsung lama perlu dievaluasi karena pada beberapa kasus dapat menyerupai tanda kanker mulut atau kondisi lain yang memerlukan penanganan medis.
Bagaimana Cara Mencegah Sariawan?
Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko sariawan antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
- Menghindari trauma pada mulut.
- Mengelola stres.
- Mencukupi kebutuhan vitamin harian.
Konsumsi makanan yang kaya manfaat vitamin C bagi tubuh juga membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung proses penyembuhan jaringan.
Pada beberapa orang dengan kebutuhan nutrisi tertentu atau kondisi daya tahan tubuh yang menurun, dokter juga dapat merekomendasikan terapi vitamin sesuai indikasi. Salah satu layanan yang tersedia adalah Immune Booster untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin sesuai hasil konsultasi dokter.
Jangan Anggap Remeh Sariawan yang Sering Kambuh
Sariawan umumnya dapat sembuh sendiri, tetapi bila sering kambuh, berlangsung lebih dari dua minggu, atau disertai gejala lain, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Jika sariawan tidak kunjung membaik atau sering berulang, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar penyebabnya dapat dievaluasi dan memperoleh rekomendasi pemeriksaan maupun penanganan yang sesuai.
Sumber: National Health Service (NHS), Mayo Clinic, American Dental Association (ADA).
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa penyebab sariawan yang paling sering?
Penyebab tersering meliputi luka pada mulut, kekurangan vitamin, stres, serta penurunan daya tahan tubuh.
Apakah stres bisa menyebabkan sariawan?
Ya. Stres dapat memengaruhi sistem imun sehingga meningkatkan risiko munculnya atau kambuhnya sariawan.
Berapa lama sariawan biasanya sembuh?
Sebagian besar sariawan ringan akan sembuh dalam waktu 7–14 hari.
Kapan harus ke dokter karena sariawan?
Segera periksa apabila sariawan berlangsung lebih dari dua minggu, ukurannya besar, sering kambuh, atau disertai demam dan benjolan.
Bagaimana cara mencegah sariawan?
Menjaga kebersihan mulut, memenuhi kebutuhan vitamin, menghindari cedera pada mulut, serta mengelola stres dapat membantu mengurangi risiko sariawan.
