Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Golongan Darah B: Kecocokan Donor, Risiko Kesehatan, dan Mitos yang Beredar
Kembali ke Artikel & Berita

Golongan Darah B: Kecocokan Donor, Risiko Kesehatan, dan Mitos yang Beredar

SBAOthers

Saat membuat KTP atau mengisi formulir donor darah di kantor, kolom golongan darah sering membuat orang ragu. Ada yang menulis B karena ayah atau ibunya bergolongan darah B. Ada juga yang hanya mengandalkan ingatan dari tes waktu sekolah.

Golongan darah B menentukan jenis darah donor yang aman Anda terima, dan status rhesus-nya ikut diperhatikan saat kehamilan. Di media sosial, golongan darah ini juga sering dikaitkan dengan sifat dan pola makan tertentu yang belum didukung penelitian.

Artikel ini membahas arti golongan darah B, mitos yang beredar, aturan donor dan transfusi, kaitannya dengan kehamilan dan risiko penyakit, serta cara memastikannya lewat tes.

Apa Arti Golongan Darah B?

Golongan darah ditentukan oleh antigen, yaitu penanda khusus di permukaan sel darah merah. Pada golongan darah B, sel darah merah membawa antigen B, sedangkan cairan darah atau plasma mengandung antibodi anti-A. Antibodi adalah protein pertahanan tubuh yang mengenali zat asing dan memberi sinyal kepada sistem imun untuk menghancurkannya.

Selain sistem ABO, golongan darah juga dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya antigen RhD. Pemilik antigen RhD disebut B positif (B+), sedangkan yang tidak memilikinya disebut B negatif (B-). Status ini dikenal sebagai faktor rhesus dan biasanya ditulis berdampingan dengan golongan ABO.

Golongan darah diwariskan lewat gen dari ayah dan ibu. Karena itu, golongan darah anak tidak selalu sama dengan salah satu orang tuanya, dan pola pewarisan golongan darah anak bergantung pada kombinasi gen keduanya.

Benarkah Golongan Darah B Langka?

Banyak tulisan menyebut golongan darah B langka karena mengutip data negara Barat. Di Inggris, golongan darah B memang hanya dimiliki sekitar 10% penduduk. Layanan donor darah Inggris pun mencatat B+ lebih umum pada orang keturunan Asia Selatan dan kulit hitam.

Data Indonesia memberi gambaran berbeda. Penelitian terhadap 245.307 pendonor di Unit Donor Darah Yogyakarta selama 2018 sampai 2023 mencatat golongan B dimiliki 29,4% pendonor, kedua setelah golongan O (38,5%). Urutan O, B, A, lalu AB ini juga ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara lain.

Kelompok yang benar-benar jarang adalah B negatif, yang hanya tercatat pada 0,04% pendonor dalam penelitian tersebut. Hampir semua orang Asia memiliki rhesus positif. Peneliti juga mencatat ketersediaan darah rhesus negatif di Indonesia terbatas, sehingga pendonor rhesus negatif didorong untuk rutin mendonorkan darahnya.

Mitos Kepribadian dan Diet Golongan Darah B

Golongan darah B sering digambarkan optimis, kreatif, atau sesuka hati. Kepercayaan tentang hubungan golongan darah dan kepribadian memang populer, terutama di Jepang. Analisis survei besar terhadap lebih dari 10.000 orang di Jepang dan Amerika Serikat menemukan golongan darah hanya menjelaskan kurang dari 0,3% perbedaan kepribadian. Artinya, sifat seseorang tidak bisa ditebak dari golongan darahnya.

Diet golongan darah menganjurkan pemilik golongan darah B memperbanyak produk susu, dengan alasan golongan ini diduga berasal dari suku pengembara. Penelitian terhadap 1.455 orang dewasa muda di Kanada menemukan diet tipe B tidak berhubungan dengan perbaikan penanda kesehatan jantung dan metabolik. Manfaat yang terlihat pada diet tipe lain juga muncul pada semua golongan darah, sehingga lebih berkaitan dengan pola makan sehatnya.

Aturan Donor dan Transfusi bagi Pemilik Golongan Darah B

Saat transfusi, sel darah merah donor harus cocok dengan antibodi di tubuh penerima. Pemilik golongan darah B membawa antibodi anti-A, sehingga darah golongan A tidak boleh diberikan kepadanya. Bila tetap diberikan, antibodi ini akan menyerang sel darah merah donor, dan reaksinya bisa mengancam nyawa.

Golongan darah

Bisa menerima sel darah merah dari

Bisa mendonorkan sel darah merah ke

B+

B+, B-, O+, dan O-

B+ dan AB+

B-

B- dan O-

B+, B-, AB+, dan AB-

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Rumah sakit tetap memeriksa ulang golongan darah pasien sebelum transfusi. Kecuali dalam keadaan darurat, pemeriksaan ini dilengkapi uji silang serasi atau crossmatch untuk mendeteksi antigen minor di luar A, B, dan RhD.

Layanan donor darah Inggris mencatat darah B+ penting bagi pasien yang rutin menjalani transfusi. Contohnya adalah penyandang thalassemia dan sickle cell.

Golongan Darah B dan Kehamilan

Pemeriksaan golongan darah menjadi bagian rutin perawatan kehamilan. Tes ini membantu dokter mencegah anemia berat dan kuning pada bayi baru lahir akibat perbedaan golongan darah ibu dan janin, dan biasanya masuk dalam tes darah saat hamil.

Bagi ibu bergolongan darah B-, perhatian utama ada pada rhesus. Bila ayah bayi memiliki rhesus positif, janin bisa mewarisi RhD positif, lalu antibodi ibu bisa menembus plasenta dan memicu anemia berat pada bayi. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini bisa dicegah bila ibu diperiksa sejak kehamilan dan ditangani dokter kandungan. Kementerian Kesehatan mencatat kehamilan dengan rhesus negatif di Indonesia lebih banyak dijumpai pada pernikahan dengan pasangan keturunan non-Asia.

Perbedaan golongan ABO antara ibu dan bayi juga bisa memicu reaksi serupa. Bentuk ini lebih sering ditemukan dibanding perbedaan rhesus, dan pada sebagian besar kasus tidak berat. Tandanya bisa berupa bayi kuning yang muncul lebih cepat dan lebih berat dari biasanya. Pasangan yang merencanakan kehamilan bisa memasukkan pemeriksaan golongan darah dan rhesus ke dalam tes pranikah.

Apa Kata Penelitian tentang Golongan Darah B dan Penyakit?

Penelitian memang menemukan hubungan antara golongan darah dan beberapa penyakit. Hubungan ini bersifat statistik pada tingkat populasi, sehingga tidak bisa dipakai untuk meramal kesehatan satu orang.

Salah satu temuan berkaitan dengan pembekuan darah. Pemilik golongan darah O cenderung memiliki kadar faktor von Willebrand, protein yang berperan dalam pembekuan darah, lebih rendah dibanding golongan lain. Golongan O juga tercatat memiliki risiko tromboemboli vena, yaitu gumpalan darah di pembuluh vena, yang lebih rendah. Dengan kata lain, golongan B termasuk kelompok dengan risiko penggumpalan darah yang lebih tinggi dibanding golongan O.

Golongan darah juga diteliti kaitannya dengan kanker, malaria, dan kolera. Untuk diabetes tipe 2, ada penelitian yang justru mencatat risiko golongan B lebih rendah dibanding golongan O, berbeda dengan klaim yang banyak beredar. Karena itu, daftar penyakit yang sering dikaitkan dengan golongan darah B di internet perlu dibaca dengan hati-hati.

Golongan darah tidak bisa diubah, sedangkan tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, dan kebiasaan merokok bisa dikendalikan. Pemeriksaan rutin seperti cek gula darah dan kolesterol membantu Anda memantau faktor-faktor tersebut bersama dokter.

Bagaimana Tes Membaca Golongan Darah B?

Kementerian Kesehatan menyebut golongan darah perlu diketahui setiap orang karena membantu dalam keadaan darurat dan proses transfusi. Meski begitu, golongan darah jarang diperiksa dalam kunjungan rutin ke dokter. Menebak dari golongan darah orang tua juga bisa keliru karena pewarisannya bergantung pada kombinasi gen.

Prosedur tes golongan darah hanya membutuhkan sampel darah. Di laboratorium, sampel melewati beberapa tahap pemeriksaan berikut:

  • Penggolongan sel darah merah. Sel darah merah dicampur dengan antibodi anti-A dan anti-B, lalu diamati apakah menggumpal. Pada golongan darah B, sel akan menggumpal saat bertemu anti-B.

  • Pemeriksaan balik. Bagian cair darah atau serum dicampur dengan sel darah golongan A dan B yang sudah diketahui. Serum golongan B mengandung antibodi anti-A, sehingga hasil kedua tahap ini saling menguatkan.

  • Pemeriksaan rhesus. Cara kerjanya mirip dengan penggolongan ABO. Hasilnya menunjukkan apakah sel darah merah Anda memiliki antigen RhD (positif) atau tidak (negatif).

Tes ini tidak memerlukan persiapan khusus. Saat jarum masuk, ada yang merasakan nyeri sedang dan ada yang hanya merasa seperti tersengat. Bekas tusukan kadang berdenyut atau sedikit memar, lalu segera hilang.

Memeriksa Golongan Darah B di Bumame

Karena golongan darah dibaca dari reaksi antigen dan antibodi, satu sampel darah sudah cukup untuk membedakan golongan B dari A, AB, dan O sekaligus menentukan status rhesus-nya. Di Bumame, pemeriksaan ini tersedia sebagai Golongan Darah & Rhesus, yang menentukan golongan darah ABO (A, B, AB, atau O) serta status rhesus positif atau negatif.

Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa. Sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi, dan jangan menghentikan obat tanpa arahan tenaga medis. Layanan ini bisa diakses di klinik maupun lewat Home Care, dan estimasi waktu keluarnya hasil bisa dikonfirmasi kepada tim Bumame. Untuk mengatur jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Situasi yang Perlu Dibicarakan dengan Dokter

Golongan darah B adalah variasi normal. Konsultasi tetap dianjurkan pada situasi berikut:

  • Anda bergolongan darah B- dan sedang hamil atau merencanakan kehamilan. Sampaikan status rhesus Anda kepada dokter kandungan sejak kunjungan pertama. Dokter akan menilai perlu tidaknya pemantauan dan pencegahan khusus.

  • Anda akan menjalani operasi atau pernah mengalami reaksi setelah transfusi. Informasikan golongan darah dan riwayat transfusi kepada dokter. Tim medis tetap akan memeriksa ulang golongan darah dan kecocokan darah donor.

  • Ada riwayat penggumpalan darah pada Anda atau keluarga. Dokter bisa menilai faktor risiko lain secara menyeluruh. Golongan darah hanya salah satu faktor dan tidak menentukan risiko seseorang sendirian.

  • Muncul keluhan mendadak. Sesak napas tiba-tiba atau nyeri dada perlu segera ditangani di IGD, apa pun golongan darah Anda. Bawa catatan golongan darah dan daftar obat bila sempat, tanpa menunda keberangkatan.

Catat Golongan Darah Anda dan Bagikan kepada Keluarga

Golongan darah B diwariskan dan tidak bisa diubah lewat gaya hidup. Hasil tes yang tercatat membantu Anda menyiapkan informasi penting untuk donor darah, tindakan medis, hingga perencanaan kehamilan. Simpan hasilnya, bagikan kepada keluarga, dan lengkapi dengan pemeriksaan kesehatan rutin. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. MedlinePlus, National Library of Medicine. Blood Typing.

  2. NHS. Blood Groups.

  3. NHS Blood and Transplant. B Positive Blood Type.

  4. Bidayah HF, Triyono T, Fichou Y, et al. Distribution of ABO and D Antigen Expression in Yogyakarta, Java Island, a Pioneer Large-Scale Study in Indonesia. BMC Research Notes.

  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual.

  6. Nawata K. No Relationship Between Blood Type and Personality, Evidence from Large-Scale Surveys in Japan and the US. The Japanese Journal of Psychology.

  7. Wang J, García-Bailo B, Nielsen DE, El-Sohemy A. ABO Genotype, Blood-Type Diet and Cardiometabolic Risk Factors. PLOS ONE.

  8. MedlinePlus, National Library of Medicine. Hemolytic Disease of the Newborn.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa arti golongan darah B?

Golongan darah B berarti sel darah merah memiliki antigen B, sedangkan plasma mengandung antibodi anti-A. Golongan ini terbagi menjadi B positif (B+) dan B negatif (B-), bergantung pada ada tidaknya antigen RhD atau faktor rhesus.

Apakah golongan darah B termasuk langka di Indonesia?

Tidak. Penelitian terhadap lebih dari 245.000 pendonor di Yogyakarta mencatat golongan darah B pada 29,4% pendonor. Yang relatif jarang adalah B negatif, dengan proporsi 0,04% dalam penelitian tersebut.

Golongan darah B bisa menerima transfusi darah dari golongan apa?

Pemilik golongan darah B dapat menerima sel darah merah dari golongan B dan O dengan memperhatikan faktor rhesus. B+ dapat menerima dari B+, B-, O+, dan O-, sedangkan B- hanya dapat menerima dari B- dan O-. Sebelum transfusi, tim medis tetap melakukan pemeriksaan kecocokan darah.

Apakah golongan darah B meningkatkan risiko penyakit tertentu?

Penelitian mengaitkan golongan darah B dengan risiko penggumpalan darah yang lebih tinggi dibandingkan golongan O. Namun, hubungan ini bersifat statistik pada tingkat populasi dan bukan penentu tunggal risiko penyakit seseorang. Faktor seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan kebiasaan merokok tetap perlu diperhatikan.

Apakah golongan darah B menentukan kepribadian dan pola makan seseorang?

Tidak ada bukti kuat bahwa golongan darah menentukan kepribadian. Penelitian juga tidak menemukan manfaat kesehatan khusus dari diet golongan darah B. Pola makan seimbang lebih penting untuk mendukung kesehatan, terlepas dari golongan darah seseorang.