Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Melanoma Adalah Jenis Kanker Kulit: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Melanoma Adalah Jenis Kanker Kulit: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

SBAOthers

Paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan kulit, terutama jika kulit tidak terlindungi dengan baik. Melanoma adalah salah satu risiko yang perlu Anda waspadai. Dengan memahami gejala, faktor risiko, dan pilihan pengobatannya, Anda bisa mengenali tanda awal melanoma dan mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan dokter.

Apa Itu Melanoma?

Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari berkembangnya sel melanosit sebagai penghasil pigmen (pembentuk warna kulit). Penyakit dengan nama lain melanoma maligna ini menyerupai tahi lalat sehingga kemunculannya sering susah dikenali.

Pada kondisi normal, sel melanosit yang berada di lapisan terluar kulit mengalami pertumbuhan dan menghasilkan tahi lalat. Namun, proses itu menjadi masalah apabila pertumbuhan tersebut tidak terkendali akibat mutasi genetik sehingga menyebabkan melanoma.

Melanoma termasuk ke dalam jenis kanker kulit yang diakibatkan sinar matahari dan menyerang area yang sering terpapar panas matahari, seperti tangan, mata, punggung, wajah, dan kaki. Tetapi, ada juga melanoma yang muncul di area jarang terkena sinar matahari, seperti telapak kaki, di bawah kuku, mulut, hidung, dalam mata, hingga area vital meskipun relatif jarang terjadi.

Kanker ini termasuk penyakit berbahaya karena keberadaannya bisa menyebar dan menyerang organ lain. Apabila tidak segera ditangani, melanoma bisa berkembang dengan cepat, dari stadium 0 ke stadium 4.

Jenis Melanoma

Secara klinis, melanoma adalah penyakit kanker yang memiliki beberapa subtipe. Berikut ini penjelasannya.

1. Superfisialis

Superficial spreading melanoma adalah jenis paling umum yang menyebar menyerupai tahi lalat dengan bentuk sedikit menonjol dan berubah warna. Pertumbuhannya bisa menembus lapisan kulit lebih dalam dengan ukuran lebih dari 66 mm dan memiliki tepi yang tidak teratur.

2. Nodular

Subtipe nodular memegang 15% dari seluruh kasus melanoma. Jenis ini bisa tampak seperti pertumbuhan pembuluh darah yang menonjol berwarna hitam atau cokelat berbentuk kubah. Karakteristiknya lebih cepat menyebar dan tak terkendali ke bawah, dari lapisan epidermis sampai kulit dalam (dermis), bahkan pembuluh darah.

3. Lentingo Maligna

Lentigo maligna melanoma adalah jenis yang sering ditemukan pada orang dewasa akibat sering terpapar sinar matahari dalam rentang waktu sangat lama. Awal kemunculannya bisa berupa bercak datar berdiameter lebih dari 3 cm, lalu berkembang dan berubah warna menjadi cokelat tua atau hitam.

4. Acral Lentinginous 

Acral lentinginous mirip seperti nodular, yaitu agresif dan berkembang dengan sangat cepat. Jenis ini tumbuh secara horizontal (mendatar) ke bentuk vertikal (tegak) di telapak tangan, telapak kaki, dan bantalan kuku yang terlihat seperti memar berwarna gelap.

Di samping itu, ada juga jenis melanoma yang lebih jarang terjadi, yaitu melanoma desmoplastik (sekitar 1–2% dari seluruh kasus), amelanotik (2–20% dari seluruh kasus), spitzoid, mukosa, sel gelendong, dan okular.

Penyebab Melanoma

Sampai hari ini, penyebab melanoma belum diketahui secara pasti. Namun, pada dasarnya disebabkan oleh sel melanosit yang berkembang abnormal karena faktor berikut.

  • Paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau UV buatan seperti tanning beds secara berlebihan.

  • Faktor genetik, yaitu beberapa sindrom genetik penyebab kanker kulit.

  • Pewarisan genetik dari orang tua, lebih tepatnya pada gen CDKN2A, meskipun kasusnya jarang terjadi.

  • Mempunyai banyak tahi lalat dan berukuran besar sejak lahir. Kondisi tersebut berpotensi mengalami mutasi genetik yang berubah menjadi kanker.

  • Memiliki sistem imun lemah dan riwayat radioterapi sebelumnya.

Faktor Risiko Melanoma

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko terkena melanoma adalah:

  • Orang dengan kulit putih dan mudah terbakar, karena mempunyai lebih sedikit pigmen kulit sehingga kurang bisa melindungi dari sinar UV;

  • Orang lanjut usia yang sudah lama terpapar sinar matahari langsung sampai membuat kulit rusak;

  • Memiliki banyak tahi lalat atau bintik-bintik di kulit, karena melanoma dan tahi lalat berasal dari sel yang sama serta diakibatkan paparan sinar UV dalam durasi lama sehingga berubah jadi ganas;

  • Orang dengan sistem imun lemah atau imunosupresi, karena sistem imun tidak mampu mengatasi sel-sel yang bermutasi secara abnormal;

  • Warna mata dan rambut terang, karena memiliki pigmen lebih sedikit sehingga tidak mampu menahan sinar UV; dan

  • Riwayat penyakit melanoma atau kanker kulit lain sebelumnya.

Gejala Melanoma 

Umumnya, jenis kanker kulit ini tidak menimbulkan gejala. Namun, biasanya ditandai dengan munculnya tahi lalat baru atau bermula dari tahi lalat yang sudah ada. Selain itu, ciri kanker kulit melanoma yang juga harus Anda waspadai adalah:

  • Tahi lalat membesar kemudian berubah warna, terasa gatal, terkadang berdarah, dan bentuknya asimetris;

  • Muncul benjolan berwarna pucat, merah, atau berbeda dari tahi lalat lainnya; dan

  • Perubahan bentuk dan/atau warna tahi lalat terjadi dalam waktu singkat.

Mudahnya, Anda bisa memahami metode berikut ini untuk mengenali melanoma:

A: Asymmetry, di mana bentuknya tidak beraturan tidak seperti tahi lalat pada umumnya.

B: Border, di mana bagian pinggir tampak tidak rata dan bergerigi.

C: Color, di mana warnanya bisa bervariasi dalam satu tahi lalat.

D: Diameter, di mana ukuran bercak melanoma cenderung lebih besar, yaitu sekitar 6 mm.

E: Evaluation, di mana tahi lalat mengalami perubahan warna, ukuran, dan bentuk dengan cepat.

Diagnosis Melanoma 

Langkah awal diagnosis melanoma adalah melalui pemeriksaan kulit secara menyeluruh menggunakan aturan ABCDE di atas dan pemeriksaan tanda ugly duckling (bercak yang terlihat berbeda). Setelah itu, rangkaian pemeriksaan dilanjutkan dengan:

  • Dermatoskopi: Untuk mengidentifikasi ciri-ciri yang mengarah pada kanker kulit melanoma.

  • Mikroskopi konfal: Untuk melihat epidermis dan dermis secara langsung pada bagian yang dicurigai sebagai melanoma.

  • Fotografi: Cocok untuk pasien yang memiliki banyak tahi lalat, karena mampu memetakan mana tahi lalat yang termasuk kanker dan normal.

  • Biopsi: Berguna untuk memastikan diagnosis melanoma.

  • Penentuan stadium: Mulai dari stadium I dengan kedalaman kurang dari 2 mm, stadium II lebih dari 2 mm, stadium III kondisi menyebar ke kelenjar getah bening, dan stadium IV telah menyebar ke area tubuh yang jauh.

Komplikasi Melanoma 

Kanker kulit ini mampu menyebar dengan cepat apabila tidak segera mendapat penanganan dokter spesialis. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Metastasis, atau penyebaran sel kanker melanoma ke bagian tubuh lain;

  • Pasien mengalami efek samping terapi radiasi;

  • Infeksi atau luka di sekitar area operasi;

  • Terkena limfedema, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening;

  • Terkena limfokel, yaitu terbentuknya cairan setelah operasi pada kelenjar getah bening; dan

  • Kematian.

Cara Mengobati Melanoma

Nah, karena kanker ini berada di luar tubuh, maka dokter biasanya lebih mudah mengakses jaringan hingga bahkan menghilangkan sepenuhnya. Salah satu cara pengobatan sekaligus perawatan melanoma adalah tindakan operasi.

Apabila kanker menyebar secara lebih luas, dokter bisa mengambil tindakan cangkok. Sementara jika kanker mengenai kelenjar getah bening, dokter akan melakukan tindakan biopsi atau terapi radiasi pada kondisi stadium lanjut.

Kanker melanoma juga tentu berbeda dengan sarkoma dan karsinoma. Perbedaan kanker sarkoma dan karsinoma terletak pada asal sel yang rusak. Sarkoma dari sel epitel dan menyebar lewat aliran darah, sementara karsinoma dari sel mesenkim yang menyebar melalui pembuluh getah bening.

Cara Mencegah Melanoma 

Karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa dengan durasi paparan sinar matahari yang cukup banyak, maka ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan demi mencegah kanker kulit melanoma, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mengurangi paparan sinar matahari dengan meminimalisir aktivitas di luar rumah pada pukul 11.00–12.00. Jika tidak memungkinkan, jangan lupa pakai sunblock SPF50+ secara merata.

  • Gunakan pakaian tertutup supaya tidak terkena sinar matahari langsung saat beraktivitas di siang hari.

  • Rutin melakukan cek kesehatan kulit, misalnya melalui MCU Skin Panel (Core) Bumame, untuk mendapatkan gambaran kondisi kulit secara menyeluruh.

MCU Plus untuk Pemeriksaan Kesehatan Lengkap

Sel kanker sering kali berkembang tanpa gejala apapun. Oleh karena itu, rutin menjalani pemeriksaan lengkap melalui layanan Paket MCU Plus dari Bumame adalah pilihan tepat. Hal ini karena Anda bisa melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Pemeriksaan ini akan dipandu oleh tim dokter profesional Bumame yang siap datang ke rumah Anda dengan melakukan beberapa prosedur, seperti pemeriksaan darah lengkap, kolesterol, gula darah, asam urat, fungsi ginjal dan hati, sampai total kecukupan vitamin D dalam tubuh.

Sementara untuk pencegahan, Anda bisa melihat risiko genetik terhadap berbagai penyakit berbahaya melalui DNAset Complete. Layanan ini sangat cocok untuk Anda yang ingin mengetahui potensi warisan genetik dari keluarga dan memahami tubuh secara mendalam.

Kapan Harus ke Dokter?

Melanoma butuh penanganan segera dari tim medis sejak Anda melihat tanda mencurigakan di kulit yang mirip tahi lalat. Upaya ini dilakukan agar kanker cepat terdeteksi sehingga pengobatan pun segera dilakukan tanpa harus menunggu sampai stadium akhir karena berbahaya bagi organ lainnya. 

Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV Sekarang!

Melanoma adalah kanker kulit yang paling banyak terjadi karena paparan sinar UV. Oleh karena itu, melindungi kulit dengan rutin mengoleskan sunblock adalah langkah mudah menghindari penyakit kanker berbahaya. Jadi, jangan sepelekan terik matahari demi kesehatan kulit Anda!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Melanoma pada Anak.

  2. DermNet. (2022). Melanoma.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Jarang Menyerang, Kenali Tanda Kanker Kulit Melanoma.

  4. UPT Puskesmas Meninting. (2025). Melanoma: Kanker Kulit yang Harus Diwaspadai.

  5. National Cancer Institute. (.n.d). Types of Melanoma. 

  6. American Cancer Society. (.n.d). Signs and Symptoms of Melanoma Skin Cancer.

  7. Moffitt Cancer Center. (.n.d). What is Lentigo Maligna Melanoma?

  8. Gateway for Cancer Research. (2021). How Moles Turn Into Melanoma.

  9. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara. (2020). Skrining dan Diagnosis Melanoma Kulit.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Melanoma adalah penyakit apa?

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang berasal dari sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen yang menentukan warna kulit. Kanker ini dapat menyebar ke organ lain jika tidak segera ditangani.

Apa penyebab melanoma?

Penyebab pasti melanoma belum diketahui. Namun, faktor yang berkaitan meliputi paparan radiasi ultraviolet (UV) berlebihan, faktor genetik, banyak tahi lalat berukuran besar, sistem imun yang lemah, dan riwayat radioterapi.

Apa saja ciri-ciri kanker kulit melanoma?

Ciri-ciri melanoma meliputi tahi lalat yang membesar, berubah warna, terasa gatal, berdarah, atau berbentuk asimetris. Waspadai juga pinggiran yang tidak rata, warna yang bervariasi, serta perubahan ukuran atau bentuk dalam waktu singkat.

Bagaimana cara mengobati melanoma?

Pengobatan melanoma dapat dilakukan melalui operasi untuk mengangkat jaringan kanker. Jika kanker menyebar lebih luas atau mengenai kelenjar getah bening, dokter dapat mempertimbangkan tindakan lain, seperti cangkok, biopsi, atau terapi radiasi sesuai kondisi pasien.

Bagaimana cara mencegah melanoma?

Pencegahan melanoma dapat dilakukan dengan mengurangi paparan sinar matahari, menggunakan tabir surya SPF 50+ saat beraktivitas di luar ruangan, mengenakan pakaian tertutup, dan rutin memeriksa kondisi kulit.