Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Impetigo Adalah Infeksi Kulit Menular: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kembali ke Artikel & Berita

Impetigo Adalah Infeksi Kulit Menular: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

SBAOthers

Luka kecil, kulit kemerahan, atau koreng pada anak sering dianggap sebagai masalah kulit biasa. Tapi, jika luka tersebut mudah menyebar, mengeluarkan cairan, atau membuat kerak kuning kecoklatan, maka gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya penyakit karena infeksi bakteri. Impetigo adalah satu dari beberapa kemungkinan penyakitnya.

Apa Itu Impetigo?

Impetigo adalah infeksi kulit superfisial atau infeksi yang menyerang bagian kulit terluar yang umumnya diakibatkan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.

Infeksi kulit ini biasanya muncul di area sekitar hidung dan mulut. Tapi, ada juga yang muncul di area tangan, lengan, kaki, dan bagian tubuh lain. Dalam medis, impetigo adalah jenis penyakit kulit yang sering ditemukan pada anak-anak. Tapi, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Penyebab Impetigo dan Cara Penularannya

Berdasarkan definisinya, penyebab utama impetigo adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Kedua bakteri ini bisa masuk melalui luka terbuka, goresan, gigitan, atau kulit yang mengalami iritasi seperti eksim atau kudis.

Umumnya, jenis infeksi bakteri ini tidak membahayakan, tapi menular atau menyebar dengan cepat melalui:

  • Kontak langsung: Menyentuh luka atau cairan dari lepuhan yang terinfeksi.

  • Benda terkontaminasi: Menggunakan benda seperti pakaian, handuk, sprei, atau barang pribadi yang sudah terkontaminasi bakteri.

  • Penyebaran ke bagian tubuh lain: Menggaruk luka yang terinfeksi, lalu menyentuh area kulit lain tanpa mencuci tangan.

Meski begitu, pada sebagian kasus, penyakit ini bisa muncul meski kulit tidak menunjukkan luka sebelumnya. Sehingga, langkah pengobatannya harus tepat sasaran untuk mengurangi penularan dan komplikasi.

Faktor Risiko Impetigo pada Anak

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang berurusan dengan infeksi ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Usia anak: Anak kecil lebih sering melakukan kontak fisik saat bermain dan belum selalu konsisten menjaga kebersihan tangan.

  • Lingkungan padat orang: Penularan lebih mudah terjadi di rumah, tempat penitipan anak, atau sekolah ketika banyak anak berinteraksi dekat.

  • Luka pada kulit: Goresan, gigitan serangga, atau luka terbuka bisa menjadi jalan masuk bakteri.

  • Penyakit kulit tertentu: Penyakit kulit yang diakibatkan alergi seperti eksim dan kudis bisa merusak lapisan pelindung kulit yang membuat bakteri lebih mudah menyebabkan infeksi.

  • Cuaca panas dan lembap: Kondisi tropis bisa mendukung penyebaran infeksi kulit, terutama ketika anak banyak berkeringat dan mengalami iritasi.

  • Kebersihan yang kurang terjaga: Kebiasaan kurang bersih, seperti jarang mencuci tangan, berbagi handuk, atau tidak membersihkan luka dengan benar, juga bisa meningkatkan risiko penularan.

Gejala Impetigo Berdasarkan Jenisnya

Dalam teori medis, impetigo terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu impetigo non-bulosa (krustosa), bulosa, dan ektima, dengan gejala khas masing-masing. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. Impetigo Non-bulosa (Krustosa)

Impetigo non-bulosa adalah jenis impetigo yang paling umum terjadi. Awalnya, gejala impetigo bisa terlihat seperti bintik merah atau lepuhan kecil yang mudah pecah. Setelah pecah, luka akan mengeluarkan cairan dan membentuk kerak berwarna kuning keemasan yang menyerupai madu.

Jenis ini sering muncul di sekitar hidung dan mulut, namun pada beberapa kasus juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya. Rasa gatal juga biasanya muncul menyertai gejala utamanya yang kadang mendorong penderita untuk menggaruk area terinfeksi.

2. Impetigo Bulosa

Jenis ini ditandai dengan lepuhan berisi cairan yang cenderung lebih besar ketimbang lepuhan pada jenis non-bulosa, yaitu sekitar 1–2 cm, dan menyebabkan rasa gatal dan nyeri di sekitarnya. Cairannya awalnya tampak bening, kemudian menjadi keruh.

Pada jenis ini, lepuhan biasanya muncul di area leher, pinggang, lengan, kaki, dan lipatan kulit. Setelah pecah, lepuhan meninggalkan luka yang bisa membentuk kerak tipis. Pada banyak kasus, impetigo bulosa muncul karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus.

3. Ektima

Ektima adalah bentuk infeksi yang lebih dalam ketimbang impetigo biasa. Pada kasus jenis ini, luka bisa berkembang menjadi borok (ulkus) dengan kerak tebal dan biasanya meninggalkan bekas setelah sembuh.

Ektima sering menyerang tungkai, terutama jika ada luka atau kondisi kulit yang memudahkan bakteri masuk. Karena infeksinya lebih dalam, jenis impetigo ini memerlukan evaluasi medis dan konsumsi antibiotik yang tepat.

Diagnosis Impetigo

Dokter umumnya bisa mengenali impetigo melalui pemeriksaan langsung pada kulit. Di sini, dokter akan menilai bentuk luka, warna kerak, lokasi lesi, jumlah luka, serta perkembangan gejala.

Saat konsultasi, dokter mungkin menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan luka mulai muncul;

  • Apakah ada rasa gatal atau nyeri;

  • Apakah ada anggota keluarga yang mengalami keluhan serupa; dan

  • Apakah sebelumnya ada luka atau penyakit kulit lain.

Dalam diagnosis impetigo, pemeriksaan laboratorium tidak selalu diperlukan. Namun, dokter bisa mengambil sampel cairan atau nanah dari luka untuk pemeriksaan kultur bakteri jika diagnosis belum jelas, infeksi berulang, lesi menyebar luas, atau pengobatan sebelumnya tidak memberikan hasil yang baik.

Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi bakteri penyebab dan menentukan antibiotik yang sesuai. Jika dokter mencurigai komplikasi atau infeksi yang lebih luas, pemeriksaan tambahan bisa dilakukan berdasarkan kondisi pasien, seperti pemeriksaan jaringan kulit.

Komplikasi Impetigo

Impetigo adalah penyakit yang umumnya tidak berbahaya selama mendapatkan penanganan tepat. Namun, jika hal sebaliknya terjadi, maka kondisi ini bisa berpotensi menyebabkan sejumlah komplikasi berikut ini.

  • Selulitis: Infeksi menyebar ke jaringan kulit yang lebih dalam, biasanya ditandai dengan kemerahan yang meluas, nyeri, dan pembengkakan.

  • Glomerulonefritis: Komplikasi langka saat respons kekebalan terhadap bakteri Streptococcus memicu peradangan pada ginjal. Gejalanya bisa berupa urine berwarna gelap, volume urine berkurang, atau pembengkakan pada wajah dan kaki.

  • Psoriasis gutata: Kelainan kulit yang memunculkan ruam berupa tetesan air.

  • Staphylococcal Scalded Skin Syndrome: Infeksi bakteri yang menyebabkan reaksi kulit melepuh atau terbakar.

  • Demam scarlet: Demam yang muncul beserta ruam merah di seluruh tubuh.

Cara Mengobati Impetigo

Pengobatan impetigo pada dasarnya bergantung pada jenis infeksi, jumlah luka, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien. Karena impetigo adalah jenis penyakit yang disebabkan bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik sesuai kondisi pasien.

1. Antibiotik Topikal

Jika luka hanya sedikit dan terbatas pada area tertentu, dokter bisa meresepkan antibiotik berbentuk krim atau salep, seperti Mupirocin. Oleskan obat sesuai dosis dan durasi yang dokter anjurkan. Jangan pernah menggunakan antibiotik sisa atau salep milik orang lain. Pasalnya, pilihan obat harus sesuai dengan kondisi infeksi.

2. Antibiotik Oral

Antibiotik minum akan diperlukan jika lesi menyebar luas, ada banyak luka, atau kondisi tertentu membuat pengobatan topikal kurang sesuai. Dokter memilih jenis antibiotik berdasarkan kemungkinan bakteri penyebab, kondisi pasien, dan pertimbangan resistensi antibiotik.

Habiskan obat yang dokter resepkan meskipun luka mulai membaik. Selain itu, jangan hentikan atau mengubah dosis obat tanpa konsultasi dengan tenaga medis.

3. Perawatan Kulit di Rumah

Perawatan mandiri membantu menjaga luka tetap bersih dan mengurangi risiko penularan. Anda bisa memulainya dengan mengaplikasikan beberapa langkah berikut ini.

  • Bersihkan area yang terinfeksi secara lembut menggunakan air bersih dan sabun.

  • Keringkan kulit dengan handuk bersih tanpa menggosok luka.

  • Jangan memencet lepuhan atau mengelupas kerak secara paksa.

  • Tutup luka dengan balutan bersih jika memungkinkan dan sesuai anjuran tenaga medis.

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh luka atau mengoleskan obat.

Hindari penggunaan bahan rumahan yang belum terbukti aman untuk mengobati infeksi. Perawatan kulit saja juga tidak selalu cukup untuk menyembuhkan impetigo, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan ketika Anda mencurigai infeksi ini.

Cara Mencegah Penularan Impetigo

Karena impetigo bisa menyebar ke bagian tubuh lain atau menular ke orang sekitar, kebersihan dan pembatasan kontak dekat menjadi bagian penting dari perawatan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah preventif berikut.

  • Cuci tangan secara teratur, terutama setelah menyentuh luka atau mengoleskan obat.

  • Hindari menyentuh, menggaruk, atau memecah luka. Potong kuku anak secara teratur agar garukan tidak memperparah luka dan menyebarkan bakteri.

  • Jangan berbagi barang pribadi, termasuk handuk, pakaian, sprei, dan alat perawatan kulit.

  • Cuci pakaian dan perlengkapan tidur yang digunakan penderita secara teratur.

  • Tutup luka jika memungkinkan agar cairan dari lesi tidak menyentuh benda atau kulit orang lain.

  • Batasi kontak dekat sementara waktu. Untuk kasus impetigo pada anak, sebaiknya anak tidak bersekolah atau mengikuti kegiatan kelompok hingga luka sembuh.

Memahami Kesehatan Kulit melalui Pemeriksaan yang Tepat

Keluhan kulit berulang atau luka yang sulit sembuh terkadang memerlukan evaluasi menyeluruh, terutama jika ada kondisi kesehatan lain yang mungkin mempengaruhi pemulihan. Di sini, Bumame bisa menjadi fasilitator kebutuhan evaluasi medis tersebut.

Paket MCU Skin Panel (Core) bisa membantu mengevaluasi sejumlah faktor metabolik, nutrisi, dan peradangan yang berkaitan dengan kesehatan kulit. Paket medis ini mencakup pemeriksaan glukosa puasa, vitamin D, HbA1c, zinc serum, hs-CRP, dan protein total.

Sebagai pilihan lain, Bumame juga menyediakan paket MCU Skin Panel (Metabolic) untuk menilai beberapa faktor metabolik yang relevan dengan kondisi kulit. Paket ini menggabungkan lima pemeriksaan, yang mencakup Kolesterol LDL Direk, Kolesterol Total, Trigliserida, Kolesterol HDL, dan Homa IR / Homa B. Hasil pemeriksaan medis di Bumame bisa Anda terima dalam kurun waktu 1x24.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun tidak berbahaya, impetigo adalah kondisi medis yang membutuhkan penanganan tepat. Sebaiknya periksakan diri Anda atau anak jika muncul luka berkerak kuning keemasan, lepuhan yang mudah pecah, atau luka yang terus bertambah.

Selain itu, segera cari pertolongan medis jika luka menyebar dengan cepat, kulit di sekitarnya menjadi sangat merah dan nyeri, muncul demam, atau kondisi tubuh memburuk. Gejala tersebut memerlukan evaluasi untuk menyingkirkan kemungkinan komplikasi.

Kenali Impetigo Sejak Dini agar Penanganannya Tepat

Impetigo adalah infeksi kulit akibat bakteri yang sering terjadi pada anak-anak. Gejala infeksinya biasanya berupa luka kecil, lepuhan, maupun kerak kuning kecoklatan.

Pengobatan penyakit kulit ini umumnya melibatkan penggunaan antibiotik dan perawatan kulit yang benar. Meskipun termasuk dalam kategori tidak berbahaya selama mendapatkan penanganan tepat, namun penyakit ini sangat mudah menular. 

Oleh karena itu, jika Anda mendapati diri atau anak memiliki gejala yang merujuk pada infeksi ini, berkonsultasi langsung dengan dokter menjadi langkah yang disarankan untuk mendapatkan penanganan terbaik dan upaya memutus risiko penularan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). Clinical Guidance for Group A Streptococcal Impetigo. 

  2. American Academy of Dermatology (AAD). (.n.d). Impetigo: Signs and Symptoms. 

  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). About Post-Streptococcal Glomerulonephritis. 

  4. American Academy of Dermatology (AAD). (.n.d). Impetigo: Diagnosis and Treatment. 

  5. National Health Service (NHS). (.n.d). Impetigo. 

  6. Bumame. MCU Skin Panel Core. 

  7. Bumame. MCU Skin Panel Metabolic.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Impetigo disebabkan oleh apa?

Impetigo disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Bakteri dapat masuk melalui luka terbuka, goresan, gigitan, atau kulit yang mengalami iritasi seperti eksim dan kudis.

Apa saja gejala impetigo?

Gejala impetigo dapat berupa bintik merah, lepuhan yang mudah pecah, luka berair, dan kerak berwarna kuning keemasan seperti madu. Penderita juga bisa mengalami gatal atau nyeri di sekitar luka.

Bagaimana impetigo menular?

Impetigo dapat menular melalui kontak langsung dengan luka atau cairan lepuhan yang terinfeksi, penggunaan barang pribadi yang terkontaminasi seperti handuk dan pakaian, serta perpindahan bakteri ke bagian kulit lain saat luka digaruk.

Bagaimana cara mengobati impetigo?

Pengobatan impetigo bergantung pada jumlah luka dan tingkat keparahannya. Dokter dapat meresepkan antibiotik oles untuk luka terbatas atau antibiotik oral jika infeksi menyebar luas. Perawatan juga mencakup membersihkan luka dengan lembut dan menjaga kebersihan tangan.

Bagaimana cara mencegah penularan impetigo?

Cegah penularan impetigo dengan mencuci tangan secara teratur, tidak menggaruk atau memecahkan luka, tidak berbagi handuk maupun pakaian, mencuci perlengkapan tidur, dan menutup luka dengan balutan bersih jika memungkinkan.