Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Melena: Gejala, Diagnosis, dan Langkah Pencegahannya
Kembali ke Artikel & Berita

Melena: Gejala, Diagnosis, dan Langkah Pencegahannya

SBAOthers

Warna feses berubah hitam pekat setelah buang air besar adalah salah satu tanda terjadinya gangguan melena. Secara garis besar, melena adalah tanda adanya perdarahan di saluran pencernaan bagian atas. Darah yang bercampur asam lambung dan enzim pencernaan akan membuat feses berubah warna serta bertekstur lengket.

Meskipun feses hitam kadang hanya dipicu oleh konsumsi suplemen zat besi atau makanan tertentu, melena memiliki aroma menyengat yang sangat khas. Apabila perubahan ini disertai keluhan tubuh terasa lemas, pusing, atau pucat, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih berbahaya.

Apa Itu Melena dan Melena Pendarahan Dimana?

Melena adalah keluarnya feses berwarna hitam, biasanya bertekstur lengket, serta memiliki bau yang lebih menyengat daripada biasanya. Warna hitam tersebut terbentuk ketika darah mengalami proses pencernaan selama melewati saluran cerna.

Warna feses yang normal biasanya kecokelatan karena pigmen dari proses pemecahan empedu. Namun, jika terjadi perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, darah akan ikut terbawa ke usus dan mengalami perubahan warna selama proses pencernaan. Akibatnya, feses dapat terlihat hitam seperti tar.

Kondisi ini sering berhubungan dengan perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas, yang meliputi kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari. Meski begitu, perdarahan dari bagian usus yang lebih bawah juga dapat menyebabkan keluhan serupa dalam kondisi tertentu, misalnya ketika pergerakan isi usus berlangsung lambat.

Perlu diketahui bahwa tidak semua feses berwarna hitam merupakan melena. Konsumsi suplemen zat besi atau obat yang mengandung bismut juga dapat membuat feses tampak hitam. Perbedaannya, melena biasanya berwarna hitam pekat, bertekstur lengket, dan memiliki bau yang khas.

Gejala Melena yang Perlu Diperhatikan

Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan jika seseorang mengalami penyakit melena.

  • Warna feses sangat hitam pekat menyerupai tar atau aspal cair.

  • Tekstur feses menjadi lengket mengkilap dan sukar dibersihkan.

  • Aroma feses tercium jauh lebih menyengat daripada biasanya.

  • Perut terasa mual hingga memicu muntah berwarna gelap seperti bubuk kopi.

  • Rasa nyeri atau perih muncul di sekitar ulu hati dan area perut.

  • Tubuh menjadi sangat lemas serta tampak pucat akibat pendarahan.

  • Kepala terasa pusing dan jantung berdebar saat kehilangan banyak darah.

Penyebab Melena dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Melena adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena darah berasal dari saluran cerna yang tercampur dan dicerna sebelum keluar bersama feses. Berikut faktor pemicunya.

1. Tukak Lambung atau Usus Dua Belas Jari

Tukak adalah luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari. Luka ini dapat terjadi akibat infeksi Helicobacter pylori atau penggunaan obat anti nyeri dalam waktu lama. Jika pembuluh darah di sekitar luka mengalami kerusakan, perdarahan dapat terjadi.

2. Peradangan pada Lambung

Gastritis merupakan peradangan pada lapisan lambung. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penggunaan obat tertentu, konsumsi alkohol, atau faktor lainnya. Pada kasus tertentu, peradangan dapat menyebabkan perdarahan yang memicu melena.

3. Varises pada Kerongkongan (Varises Esofagus)

Varises esofagus adalah pembuluh darah yang membesar di kerongkongan. Kondisi ini dapat muncul akibat peningkatan tekanan pada pembuluh darah di sekitar hati, misalnya pada penyakit hati kronis. Jika pembuluh darah tersebut pecah, perdarahan dapat berlangsung serius.

4. Robekan pada Saluran Cerna

Muntah yang berulang atau sangat kuat dapat menyebabkan robekan pada pertemuan kerongkongan dan lambung. Robekan ini dikenal sebagai sindrom Mallory-Weiss dan dapat menimbulkan perdarahan.

5. Efek Obat dan Kondisi Medis Tertentu

Obat seperti OAINS dan pengencer darah memicu bahkan memperparah perdarahan saluran cerna, ditambah faktor lain seperti gangguan pembekuan darah serta kelainan pembuluh darah. Kondisi ini dipengaruhi oleh riwayat kesehatan dan penggunaan obat, tetapi tetap bisa menyerang siapa saja sehingga tidak boleh diabaikan.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Melena?

Diagnosis melena tidak cukup hanya melalui pemeriksaan feses. Dokter perlu melakukan pemeriksaan yang mencakup beberapa langkah seperti berikut.

1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan dan Fisik

Dokter akan menanyakan kapan perubahan feses mulai terjadi, apakah ada nyeri perut, muntah darah, pusing, atau lemas, serta apakah pasien menggunakan obat tertentu. Pemeriksaan fisik juga membantu menilai kondisi umum, tekanan darah, denyut nadi, dan tanda kehilangan darah.

2. Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah dapat membantu menilai dampak perdarahan terhadap tubuh. Untuk membantu menilai kondisi darah, pemeriksaan Hematologi Lengkap Bumame dengan harga Rp125.000 dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga medis. 

Pemeriksaan tersebut akan menilai hemoglobin, hematokrit, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit untuk membantu mendeteksi tanda anemia serta gangguan darah lainnya.

Meski demikian, pemeriksaan darah tidak dapat memastikan lokasi spesifik perdarahan. Oleh karena itu, evaluasi medis segera sangat disarankan jika terdapat kecurigaan melena.

3. Endoskopi Saluran Cerna Atas

Endoskopi merupakan pemeriksaan menggunakan selang tipis berkamera yang dimasukkan melalui mulut untuk melihat bagian dalam kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari. Pemeriksaan ini dapat membantu menemukan sumber perdarahan, seperti tukak, peradangan, atau pembuluh darah yang pecah.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan tindakan untuk menghentikan perdarahan saat endoskopi berlangsung.

Jika sumber perdarahan belum ditemukan atau dicurigai berasal dari bagian saluran pencernaan lainnya, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lain, seperti pencitraan atau kolonoskopi.

Pilihan Pengobatan Melena Sesuai Penyebabnya

Tujuan utama pengobatan melena adalah untuk menghentikan perdarahan, menjaga kestabilan tubuh, serta mengatasi penyakit yang mendasarinya. Berikut detailnya.

  • Dokter dapat memberikan obat penekan produksi asam lambung, seperti penghambat pompa proton, untuk kondisi tertentu seperti perdarahan akibat tukak lambung.

  • Jika tukak berkaitan dengan infeksi H. pylori, dokter dapat meresepkan kombinasi antibiotik dan obat penekan asam lambung.

  • Sumber perdarahan tertentu dapat ditangani melalui endoskopi menggunakan metode seperti penjepitan, terapi panas, atau penyuntikan obat.

  • Jika kehilangan darah cukup banyak, pasien mungkin membutuhkan cairan melalui infus atau transfusi darah sesuai kondisi klinis dan hasil pemeriksaan.

  • Perdarahan akibat varises esofagus atau gangguan pembuluh darah memerlukan pendekatan khusus sesuai kondisi pasien.

Cara Mengurangi Risiko Melena

Tidak semua penyebab melena dapat dicegah, tetapi beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi risiko perdarahan saluran cerna. Pertama, gunakan obat sesuai petunjuk dokter. Obat anti nyeri golongan OAINS dapat meningkatkan risiko tukak dan perdarahan, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka panjang.

Kedua, konsultasikan keluhan lambung yang berulang, seperti nyeri ulu hati, mual, atau rasa tidak nyaman setelah makan. Jika terdapat dugaan infeksi H. pylori, dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan dan pengobatan diperlukan.

Ketiga, batasi atau hindari alkohol, terutama jika memiliki penyakit lambung atau hati. Bagi orang dengan penyakit hati kronis, pemeriksaan dan pemantauan berkala juga penting untuk mengurangi risiko komplikasi.

Keempat, perhatikan perubahan feses dan kondisi tubuh. Catat kapan perubahan terjadi, obat atau suplemen yang dikonsumsi, serta gejala yang menyertai. Informasi ini dapat membantu dokter menentukan langkah pemeriksaan yang tepat.

Terakhir, lakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan darah dapat menjadi bagian dari evaluasi, tetapi bukan pengganti pemeriksaan langsung ketika muncul tanda perdarahan.

Kapan Feses Hitam Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Feses hitam tidak selalu disebabkan oleh perdarahan. Namun, jika warnanya hitam pekat, lengket, berbau menyengat, dan tidak memiliki penjelasan yang jelas, sebaiknya segera mencari evaluasi medis.

Jangan menunda pertolongan apabila perubahan feses disertai muntah darah, pusing berat, pingsan, jantung berdebar, sesak napas, kulit pucat, atau keringat dingin. Gejala tersebut dapat menunjukkan kehilangan darah yang signifikan dan membutuhkan penanganan darurat.

Jika Anda sedang mengonsumsi suplemen zat besi atau obat yang dapat menggelapkan feses, sampaikan informasi tersebut kepada dokter. Meski perubahan warna mungkin berkaitan dengan obat atau suplemen, penyebab perdarahan tetap perlu dipertimbangkan bila ada gejala yang mencurigakan.

Dari informasi tersebut, dokter dapat menentukan apakah perubahan feses berkaitan dengan makanan, obat, atau masalah saluran pencernaan yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Kenali Melena, Jangan Abaikan Perubahan Feses

Melena adalah kondisi ketika feses berwarna hitam pekat akibat darah yang tercerna di saluran pencernaan, dan dapat menjadi tanda perdarahan saluran cerna. Penyebabnya beragam, mulai dari tukak lambung hingga gangguan pembuluh darah. Jika feses hitam disertai pusing, lemas, atau muntah darah, segera cari pertolongan medis.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

References:

  1. Jurnal Medical Profession. (2020). MELENA ec GASTROPATHY NSAID.

  2. National Library of Medicine. (2004). Management of haematemesis and melaena.

  3. The American Journal of Gastroenterology. (2002). A Rare Cause of Melena Due to Acute Upper Gastrointestinal Bleeding.

  4. The SAGES Manual of Surgical Referral for Primary and Emergency Care. (2025). Melena.

  5. Cleveland Clinic. (2023). Melena (Black Stool).

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Melena tanda penyakit apa?

Melena merupakan tanda perdarahan saluran pencernaan, terutama bagian atas, seperti kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari. Penyebabnya dapat berupa tukak lambung, gastritis, atau varises esofagus.

Apa saja gejala melena?

Gejala melena meliputi feses hitam pekat, lengket, dan berbau menyengat. Keluhan lain dapat berupa nyeri perut, mual, muntah gelap seperti bubuk kopi, lemas, pucat, pusing, dan jantung berdebar.

Apakah feses hitam selalu berarti melena?

Tidak. Feses hitam juga dapat disebabkan oleh konsumsi suplemen zat besi, obat yang mengandung bismut, atau makanan tertentu. Melena biasanya memiliki warna hitam pekat, tekstur lengket, dan bau khas yang menyengat.

Bagaimana melena didiagnosis?

Dokter mengevaluasi riwayat kesehatan, gejala, dan kondisi fisik pasien, lalu dapat melakukan pemeriksaan darah serta endoskopi saluran cerna atas untuk mencari sumber perdarahan. Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan jika sumber perdarahan belum ditemukan.

Kapan penderita melena harus segera ke dokter?

Segera cari pertolongan medis jika feses hitam pekat dan lengket disertai muntah darah, pusing berat, pingsan, jantung berdebar, sesak napas, kulit pucat, atau keringat dingin. Gejala tersebut dapat menandakan kehilangan darah yang signifikan.