Bagi sebagian pekerja, kopi dan teh boleh jadi teman yang membantu menjaga produktivitas sepanjang hari. Akan tetapi, kebiasaan tersebut bisa memicu asam lambung naik yang justru menghambat aktivitas. Oleh karena itu, ada baiknya kita memperhatikan minuman untuk asam lambung yang dikonsumsi.
Kenapa Pemilihan Minuman Penting untuk Asam Lambung?
Jam kerja yang padat sering kali menyebabkan rutinitas sehari-hari tidak teratur, mulai dari jadwal makan yang tidak teratur hingga kebiasaan meminum kopi atau minuman tertentu sepanjang hari. Bagi penderita asam lambung, kebiasaan tersebut dapat memicu gejala naiknya asam lambung, dan dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan gejala GERD.
Dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology, beberapa pilihan minuman seperti kopi, teh, dan minuman berkarbonasi erat kaitannya dengan peningkatan asam lambung, terutama jika dikonsumsi bersama gaya hidup yang buruk.
Karena efek ini, mengurangi minuman pemicu refluks dapat membantu menghindarkan dari gejala refluks yang lebih parah. Sebaliknya, mengganti minuman pemicu dengan alternatif yang ramah lambung dapat mengurangi gejala refluks.
Daftar Minuman yang Baik untuk Asam Lambung
Buat aktivitas harian Anda lebih sehat tanpa perlu risau karena naiknya asam lambung dengan cara mengganti minuman Anda dengan beberapa pilihan minuman berikut ini.
1. Air Putih
Air putih boleh jadi alternatif sederhana untuk meringankan gejala asam lambung. Meminum air mineral atau air alkali dapat meningkatkan kadar pH dalam perut sehingga bisa menetralkan asam lambung untuk sementara waktu.
Akan tetapi, terlalu banyak minum air putih juga bisa memperburuk keadaan, terutama jika perut dalam kondisi penuh. Oleh karena itu, disarankan untuk minum secara perlahan dan bertahap.
2. Air Kelapa
Pilihan minuman untuk asam lambung berikutnya adalah air kelapa. Air kelapa dikenal kaya akan nutrisi yang tidak hanya membantu melancarkan pencernaan, tetapi juga menyeimbangkan pH dalam sistem pencernaan. Sehingga, minuman ini dapat memberikan efek yang meringankan gejala refluks.
3. Susu Nabati
Hasil penelitian di jurnal European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi produk susu, baik yang rendah maupun tinggi lemak, tidak memiliki kaitan dengan peningkatan gejala GERD.
Namun, bagi orang yang mengalami intoleransi laktosa atau merasa produk susu memicu ketidaknyamanan pencernaan, susu nabati dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai. Beberapa pilihan yang bisa dicoba antara lain susu kedelai, susu almond, dan susu oat.
4. Teh Bunga Chamomile
Jika Anda tetap ingin minum teh tanpa perlu khawatir dengan kafein, teh bunga chamomile bisa menjadi alternatif yang ramah di perut. Selain tidak mengandung kafein, chamomile juga mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antiinflamasi baik untuk mengurangi iritasi di lambung dan kerongkongan.
5. Wedang Jahe
Wedang jahe bisa menjadi pilihan minuman hangat bagi Anda yang sedang mengalami keluhan pencernaan. Jahe diketahui memiliki sifat yang dapat membantu pencernaan dan secara tradisional digunakan untuk mengatasi mual. Karena itu, wedang jahe dapat menjadi salah satu minuman pereda asam lambung yang bisa dicoba.
Namun, konsumsi wedang jahe juga perlu dibatasi, karena konsumsi jahe berlebihan dapat menyebabkan relaksasi fungsi sfingter esofagus bagian bawah (LES). Hal ini mengakibatkan saluran lambung ke kerongkongan terbuka, sehingga gas asam lambung dapat naik ke saluran kerongkongan.
6. Jus Buah Rendah Zat Asam
Mengonsumsi jus buah boleh jadi pilihan bagus untuk menemani rutinitas harian tanpa khawatir gejala asam lambung kambuh. Hanya saja, Anda perlu memerhatikan pemilihan jenis buah.
Buah yang memiliki tingkat keasaman tinggi dapat memperburuk gejala refluks pada sebagian orang. Sebagai gantinya, Anda dapat memilih buah-buahan yang memiliki kadar asam rendah, seperti semangka, melon, pepaya, pisang, dan pir.
7. Jus Lidah Buaya
Jus lidah buaya ternyata juga bisa menjadi salah satu pilihan minuman untuk asam lambung. Penelitian pada Journal of Traditional Chinese Medicine menjelaskan bahwa konsumsi sirup lidah buaya dapat membantu mengurangi beberapa gejala GERD, seperti heartburn pada peserta penelitian.
Daftar Minuman yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung
Selain mengonsumsi minuman yang aman untuk asam lambung, mengetahui minuman apa saja yang dapat memperburuk asam lambung juga merupakan langkah penting dalam mencegah gejala GERD. Berikut ini adalah minuman yang perlu dibatasi konsumsinya.
1. Kopi
Kopi terkenal dengan kandungan kafein yang tinggi. Zat ini tidak hanya meningkatkan produksi asam lambung, tetapi juga mengurangi kekuatan sfingter esofagus, yang mana dapat membuat asam lambung lebih cepat naik. Kebiasaan minum kopi, terutama ketika perut kosong, juga dapat membuat kondisi perut semakin kurang nyaman.
2. Teh Berkafein Tinggi
Tidak hanya kopi, teh yang mengandung kafein juga dapat menjadi pemicu gejala asam lambung pada sebagian orang. Kandungan kafein dapat memengaruhi kondisi yang berkaitan dengan refluks, sehingga konsumsi teh dalam jumlah banyak berpotensi membuat keluhan lebih mudah muncul.
3. Minuman Bersoda
Kandungan karbonasi pada minuman bersoda dapat meningkatkan rasa penuh dan tekanan di dalam perut, yang pada sebagian orang dapat mempermudah terjadinya refluks. Terlebih lagi, kandungan asam dan kafein pada beberapa jenis minuman bersoda juga dapat menjadi faktor tambahan yang memicu keluhan.
4. Minuman Beralkohol
Minum minuman beralkohol punya pengaruh negatif bagi penderita asam lambung. Alkohol dapat memicu refluks dengan memengaruhi fungsi sfingter esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke esofagus. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu lapisan mukosa lambung dan esofagus.
5. Minuman Energi
Minuman energi umumnya memiliki kandungan kafein yang tinggi. Selain kafein, beberapa produk juga mengandung bahan lain seperti karbonasi dan gula yang dapat membuat sebagian orang lebih mudah mengalami penyakit asam lambung.
6. Jus Buah Tinggi Zat Asam
Jus buah yang memiliki kadar asam tinggi, seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, dan tomat, sebaiknya dibatasi jika memiliki riwayat GERD. Karena itu, meskipun jus dapat menjadi minuman untuk asam lambung, jenis dan jumlahnya tetap perlu diperhatikan.
7. Minuman Cokelat
Sama seperti kopi dan minuman berkafein lainnya, konsumsi minuman cokelat perlu dibatasi karena minuman ini mengandung metilxantin, yaitu kelompok senyawa yang sejenis dengan kafein. Senyawa ini dapat merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke esofagus dan memicu refluks.
Tips Konsumsi agar Asam Lambung Tidak Naik
Selain memilih minuman untuk asam lambung, cara dan waktu mengonsumsinya juga memiliki pengaruh signifikan. Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menurunkan asam lambung:
Hindari minuman pemicu asam lambung, seperti kopi, teh, minuman berkarbonasi, hingga minuman berkadar asam tinggi.
Utamakan minum air putih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Minum secara perlahan dan bertahap, hindari minum banyak sekaligus, terutama saat perut penuh atau menjelang tidur.
Hindari minum menggunakan sedotan karena dapat memicu rasa kembung dan menekan perut, yang dapat meningkatkan reaksi refluks.
Selalu perhatikan jenis minuman yang diminum serta pantau reaksi tubuh terhadap bahan-bahan yang dapat memicu asam lambung.
Dukung Kesehatan Lambung dengan Infus Vitamin
Untuk membantu mengendalikan GERD, pemilihan minuman untuk asam lambung saja belum cukup. Anda juga dapat mempertimbangkan asupan vitamin tambahan untuk mendukung kesehatan tubuh, termasuk kesehatan lambung. Gastric Protector merupakan vitamin booster dari Bumame yang membantu memulihkan GERD kronis dan tukak lambung.
Mengandung bahan yang aman, berkualitas, dan tersertifikasi oleh BPOM, V-Drip ini memberi kekuatan tambahan untuk menjaga kesehatan lambung. Jika Anda menginginkan produk yang memberikan kesehatan yang lebih prima, V-Drip Happy Stomach dapat menjadi salah satu pilihan.
Tidak hanya mengandung Gastric Protector, V-Drip ini juga dilengkapi dengan elektrolit dan antiemetik. Kombinasi tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit serta membantu mengatasi rasa mual dan mendukung kondisi tubuh selama pemulihan. Ditambah lagi, Bumame juga menyediakan layanan konsultasi dokter untuk memberi pengalaman perawatan sesuai kebutuhan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda sudah rutin memilih minuman untuk asam lambung dan memperbaiki pola hidup namun gejala tidak kunjung membaik, ada baiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:
Heartburn atau rasa terbakar di area dada;
Batuk kronis;
Regurgitasi atau ketika makanan atau cairan dari lambung naik kembali ke kerongkongan dan dapat disertai rasa pahit atau asam; serta
Nyeri tenggorokan.
Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi dan minuman manis, Bumame juga menyediakan paket medical check up khusus penggemar kopi dan minuman manis. Paket ini mencakup pemeriksaan HbA1c, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan Helicobacter pylori IgG.
Pemeriksaan tersebut akan memberi gambaran mengenai kadar gula darah dan profil lemak, serta membantu mengetahui apakah terdapat antibodi terhadap H. pylori, bakteri yang berkaitan dengan tukak lambung.
Pilih Minuman, Jaga Kenyamanan Lambung
Memilih minuman untuk asam lambung tidak berarti Anda harus menghindari semua minuman favorit. Banyak alternatif minuman yang tetap bisa menemani rutinitas tanpa menimbulkan asam lambung, yang terpenting adalah menjaga pola makan sehat serta mengenali kondisi tubuh terhadap minuman tertentu. Dengan begitu, kesehatan lambung dapat selalu terjaga.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Clinical Gastroenterology and Hepatology. (2019). Association Between Beverage Intake and Incidence of Gastroesophageal Reflux Symptoms.
Annals of Esophagus. (2026). Excessive water intake and gastroesophageal reflux disease: rationale for a research agenda.
Eur J Nutr. (2022). The impact of low-fat and full-fat dairy foods on symptoms of gastroesophageal reflux disease: an exploratory analysis based on a randomized controlled trial.
Mol Med Rep. (2010). Chamomile: A herbal medicine of the past with bright future.
J Med Assoc Thai. (2010). Effect of ginger on lower esophageal sphincter pressure.
Journal of Traditional Chinese Medicine. (2015). Efficacy and safety of Aloe vera syrup for the treatment of gastroesophageal reflux disease: a pilot randomized positive-controlled trial.
Healthline. (2024). What to Drink for Acid Reflux.
Gastrointest. (2025). Updates in Gastroesophageal Reflux Disease Management: From Proton Pump Inhibitors to Dietary and Lifestyle Modifications.
Eating Well. (2026). 5 Surprising Habits That Could Actually Make Acid Reflux Worse, According to Dietitians.
Cleveland Clinic. (2026). Acid Reflux & GERD.
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Kapan sebaiknya minum agar asam lambung tidak naik?
Tidak ada waktu minum khusus yang terbukti dapat mencegah asam lambung naik. Namun, sebaiknya hindari minum dalam jumlah banyak sekaligus, terutama setelah makan dalam porsi besar.
.jpg&w=3840&q=75)