Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyakit Asam Lambung
Kembali ke Artikel & Berita

Penyakit Asam Lambung: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

SBA

Heartburn atau dada terasa panas, mual, bahkan susah menelan makanan merupakan gejala penyakit asam lambung yang wajib Anda ketahui. Biasanya gejala ini datang di malam hari. Jika dibiarkan, masalah ini bisa merusak kualitas tidur, menurunkan produktivitas esok hari, sampai mengganggu nafsu makan.

Artikel ini akan membantu Anda dalam melakukan penanganan yang tepat dan mengenali penyebab-penyebabnya supaya Anda bisa menghindarinya.

Apa itu Penyakit Asam Lambung?

Penyakit asam lambung atau acid reflux merupakan sebuah kondisi dimana asam di lambung naik ke esofagus atau kerongkongan. Di kondisi normal harusnya asam di lambung turun ke bawah. Karena esofagus tidak sepatutnya dilewati asam, kenaikan asam lambung ini akan menimbulkan reaksi heartburn atau rasa seperti terbakar di dada.

Sensasi terbakar seperti muncul di sekitar dada atau jantung. Namun faktanya, sensasi terbakar ini terjadi di esofagus yang merupakan saluran dekat jantung yang menjadi faktor nyeri di area dada.

Tidak perlu khawatir, kondisi ini umum dialami oleh kebanyakan orang jika timbulnya sesekali. Namun, jika kambuh sebanyak dua kali atau lebih dalam seminggu secara berturut-turut, bisa jadi itu tanda GERD. 

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah tingkat lanjut dari penyakit asam lambung biasa. GERD terjadi ketika katup penutup di bagian atas lambung sudah melemah secara kronis, sehingga asam lambung terus-menerus naik ke kerongkongan. Tapi tenang, dengan pengobatan yang tepat, Anda bisa meredakan gejalanya.

Gejala Umum Penyakit Asam Lambung

Ada beberapa gejala umum yang bisa Anda identifikasi untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa gejala yang bisa Anda rasakan.

1. Heartburn 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sensasi ini terjadi di area dada karena iritasi esofagus oleh asam lambung. Heartburn ini merupakan gejala yang umum bagi sebagian orang apalagi dengan kondisi GERD yang cukup parah.

2. Nyeri di Ulu hati

Nyeri di dalam ulu hati ini merupakan salah satu dari gejala yang bisa Anda rasakan. Ketika kambuh, Anda bisa merasakan nyeri yang cukup hebat di area bawah tulang rusuk atau di bagian atas perut. Apabila nyeri tak kunjung membaik, Anda perlu mengonsumsi obat asam lambung atau segera periksakan diri ke klinik terdekat.

3. Regurgitasi

Regurgitasi adalah kondisi ketika isi perut kembali ke saluran awal bukan lanjut ke saluran pencernaan. Kondisi ini berbeda dengan muntah yang disertai dengan dorongan kuat. Regurgitasi akan menimbulkan rasa asam dan pahit di mulut karena naiknya asam lambung. Rasa asam dan pahit ini pada akhirnya akan membuat Anda kehilangan nafsu makan.

4. Mual

Tidak hanya dapat menurunkan nafsu makan, asam lambung yang naik dan regurgitasi juga akan membuat Anda merasakan mual. Anda juga mungkin akan merasa ingin muntah seakan-akan masih banyak sisa makanan di perut padahal Anda belum makan.

5. Sering Bersendawa

Asam lambung yang naik ini akan membuat Anda lebih sering melakukan gerakan menelan. Terlalu sering menelan akan membuat Anda secara tidak sengaja menelan terlalu banyak udara. Udara berlebih tersebut nantinya dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk sendawa yang terjadi terus menerus.

6. Radang Tenggorokan

Asam yang naik dari lambung ini bisa membuat kerongkongan Anda mengalami peradangan. Kondisi ini akan membuat Anda kesusahan untuk menelan seakan-akan ada yang mengganjal di kerongkongan.

Penyebab Naiknya Asam Lambung

Faktor penyebab asam lambung naik adalah melemahnya fungsi LES (Lower Esophageal Sphincter), yakni cincin otot di bagian bawah kerongkongan yang berbatasan langsung dengan lambung. 

LES yang normal akan berfungsi seperti katup yang dapat menahan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Namun, ketika LES ini melakukan relaksasi di waktu yang salah, cairan asam akan naik ke esofagus dan menyebabkan asam lambung kambuh.

Ada banyak faktor yang memicu LES ini melakukan relaksasi, salah satunya kebiasaan langsung tidur atau berbaring tepat setelah makan. Jika pemicu ini terjadi secara terus-menerus, penyakit asam lambung biasa dapat berkembang menjadi GERD. Pada penderita GERD atau maag, keluhan ini akan sering kambuh dan umumnya terasa lebih parah di malam hari.

Kelompok yang Lebih Berisiko Mengalami Penyakit Asam Lambung

Ada beberapa faktor risiko yang bisa Anda perhatikan untuk menghindari penyebab GERD dan asam lambung.

1. Pengidap Obesitas

Obesitas dapat meningkatkan tekanan dan volume dalam rongga perut yang bisa merilekskan LES esofagus. Jaringan lemak juga berperan dalam melemahkan jaringan LES.

2. Ibu Hamil

Sama seperti obesitas, kondisi hamil ini juga akan meningkatkan tekanan dan volume dalam rongga perut yang biasanya terjadi di trimester awal.

3. Perokok

Paparan asap rokok akan membuat LES melemah dan mengalami relaksasi. Merokok juga dapat menyebabkan batuk-batuk yang juga dapat merilekskan LES. Gabungan antara paparan asap dan batuk akan membuat LES lebih melemah.

4. Penderita Hiatal Hernia

Hiatal hernia adalah kondisi bagian atas lambung mencuat naik menembus diafragma (otot pemisah antara rongga dada dan perut). Tonjolan ini akan menekan lambung dan memerangkap asam di lambung. Selain itu, kondisi ini juga akan menggeser posisi LES dan akan melemahkan otot-otot yang menopangnya.

5. Orang dengan Kebiasaan Makan Buruk

Kelompok orang yang gemar makan banyak dan langsung berbaring setelahnya akan meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Selain itu, kebiasaan makan tengah malam juga bisa membuat asam lambung Anda naik. Pilihan makanan tertentu, seperti makanan pedas, terlalu asam, gorengan, soda, kopi, dan alkohol juga akan meningkatkan risiko asam lambung naik.

Baca Juga: Makanan Penyebab Asam Urat

6. Orang yang Mudah Stres 

Meskipun bukan faktor utama penyebab asam lambung naik, namun stres akan mengganggu kebiasaan makan sehat dan teratur sehingga akan membuat asam lambung naik. 

Pemeriksaan Penunjang untuk Memastikan Diagnosis

Pemeriksaan ini sangatlah penting untuk dilakukan karena bisa mendiagnosis penyakit di lambung dengan presisi agar mendapat langkah pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa tes yang bisa Anda lakukan dan tentunya atas anjuran dokter.

1. Endoskopi

Endoskopi ini adalah salah satu tes untuk melihat kondisi dalam perut untuk memastikan penyakit yang Anda derita. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukan pipa kecil dan panjang dengan kamera di ujungnya melalui mulut.

Ada beberapa jenis endoskopi yang tersedia. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter dalam memutuskan prosedur yang tepat untuk kondisi Anda.

2. Tes Fungsi Lambung

Tes fungsi lambung ini dilakukan untuk melakukan pengecekan cairan di lambung dan mendiagnosis masalah kronis yang bisa saja terjadi. Cairan di lambung yang akan diperiksa ini meliputi air, asam hidroklorida, elektrolit, dan lendir.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan metode kualitatif seperti pemeriksaan warna, bau, dan bentuknya. Selain itu, metode kuantitatif juga dilakukan dengan pengukuran kadar asam bebas, tingkat keasaman (pH), dan klorida di lambung.

Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter

Kondisi yang menjadi tanda harus segera periksa ke dokter adalah ketika 3 hari asam lambung tidak kunjung membaik meskipun sudah mengkonsumsi obat. Hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa Gerd Anda kambuh sehingga Anda perlu penanganan lebih lanjut dengan dokter.

Konsultasi dengan Dokter untuk Pemeriksaan Lebih Lanjut

Biasanya para penderita penyakit asam lambung hanya mengonsumsi obat-obatan seperti antasida atau pereda nyeri akibat asam lambung. Namun jika terjadi secara berulang, pemeriksaan medis mendalam sangat diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut sudah berkembang menjadi GERD.

​Anda dapat berkonsultasi dengan dokter di Bumame untuk mengevaluasi gejala yang dirasakan. Selain itu, Bumame menyediakan layanan Gastric Protector hanya seharga Rp100.000 untuk membantu pemulihan GERD kronis dan meredakan gejala yang berkepanjangan. Layanan ini dapat diakses secara langsung di klinik maupun melalui fasilitas homecare

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan penyebab asam urat, penyakit liver, PPOK atau masalah pernapasan lainnya, dan kanker lambung di Bumame. Semua jenis pemeriksaan akan ditangani langsung oleh ahli. Anda juga akan mendapatkan layanan terpadu untuk segera menindaklanjuti penyakit Anda.

Cara Mencegah Penyakit Asam Lambung Kambuh

Ada beberapa hal yang wajib Anda lakukan untuk mencegah gejala asam lambung. Berikut adalah beberapa gaya hidup yang bisa Anda terapkan.

  • Jika Anda perokok, segera berhenti merokok karena merokok merupakan salah satu faktor risiko asam lambung naik.

  • Hindari mengonsumsi alkohol.

  • Jaga berat badan dengan melakukan menjaga pola makan seimbang.

  • Jangan langsung berbaring setelah makan.

  • Gunakan bantal yang lebih tinggi di malam hari untuk mencegah asam lambung naik.

  • Hindari makan makanan yang pedas dan asam.

  • Jangan memakai baju yang terlalu ketat karena bisa menekan lambung.

Cegah Masalah Asam Lambung Sebelum Parah

Lakukan langkah-langkah pencegahan di atas untuk menekan risiko serta mencegah gejala asam lambung sebelum menjadi GERD. Tapi terkadang, penanganan mandiri saja sering kali tidak cukup. Anda perlu melakukan pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Sources

  1. Mayo Clinic. (2025). Gastrophageal Reflux Disease.

  2. Cleveland Clinic. (2026). Acid Reflux & GERD.

  3. Cleveland Clinic. (2023). Heartburn.

  4. Healthline. (2025). Epigastric Pain: Causes, Treatment, and More.

  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. (2020). Symptoms and Causes of GER and GERD.

  6. Healthline. (2024). What to Know About Acid Reflux and Burping.

  7. Birmingham Gastroenterology. (2026). Common Cause of Acid Reflux and How to Manage It.

  8. NHS. (2025). Endoscopy.

  9. Netmeds. (2026). Gastric Function Test: Why is it done? Test Types, Result and Disadvantages.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa itu penyakit asam lambung?
Penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada (heartburn).
Apa saja gejala penyakit asam lambung?

Gejalanya meliputi heartburn, nyeri ulu hati, regurgitasi, mual, sering bersendawa, dan radang tenggorokan.

Apa penyebab asam lambung naik?

Salah satu penyebab utamanya adalah melemahnya fungsi LES, yaitu katup yang berfungsi menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan. Kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga dapat memicunya.

Kapan asam lambung perlu diperiksakan ke dokter?

Jika asam lambung tidak kunjung membaik selama 3 hari meskipun sudah mengonsumsi obat, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana cara mencegah asam lambung kambuh?

Hindari langsung berbaring setelah makan, makanan pedas dan asam, alkohol, serta rokok. Selain itu, jaga berat badan dan gunakan bantal yang lebih tinggi saat tidur.