Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Monosit
Kembali ke Artikel & Berita

Monosit: Fungsi, Nilai Normal, dan Penyebab Kadar Tinggi Rendahnya

SBAOthers

Pernah coba cek kesehatan lalu menemukan keterangan monosit di hasil pemeriksaan darah? Istilah ini merupakan salah satu jenis sel darah putih yang diperiksa dalam tes darah. 

Monosit merupakan salah satu bagian dari sistem imun yang membantu melawan infeksi serta membersihkan sel atau jaringan yang mengalami kerusakan dan jumlahnya bisa berubah tergantung dari kondisi tubuh atau ada tidaknya infeksi. 

Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan membahas berbagai hal tentang monosit, mulai dari fungsi, kadar normal, hingga cara menjaga kesehatan agar jumlahnya tetap normal.

Apa Itu Monosit?

Monosit adalah salah satu dari jenis sel darah putih yang diproduksi di dalam sumsum tulang belakang yang berperan penting dalam sistem imun tubuh, tepatnya membantu dalam melawan infeksi. Untuk itulah, jumlahnya dalam darah bisa menentukan bagaimana kondisi kesehatan Anda.

Fungsi Monosit dalam Sistem Imun

Pada dasarnya, fungsi dari sel ini, bersama dengan sel darah putih lainnya termasuk eosinofil, adalah untuk melawan infeksi, membersihkan sel atau jaringan yang rusak, serta mengatur respons sistem imun. 

Mekanismenya yaitu saat ada bagian tubuh yang terinfeksi, sel ini akan menerima sinyal di area tersebut, kemudian berpindah dari aliran darah menuju jaringan yang terinfeksi untuk mengatasi faktor penginfeksinya.

Di dalam jaringan, sel ini bisa berdiferensiasi menjadi makrofag atau sel dendritik yang punya beberapa fungsi penting, seperti:

  • Melakukan fagositosis, yaitu menangkap, kemudian menghancurkan mikroorganisme, sel yang rusak, serta sisa jaringan.

  • Membantu mengaktifkan respons imun, termasuk dengan menyajikan antigen kepada sistem imun agar tubuh bisa mengenali dan merespons faktor penginfeksinya.

  • Menghasilkan sitokin dan kemokin, yaitu molekul yang bisa mengatur peradangan dan menarik sel imun lainnya ke lokasi infeksi atau cedera.

  • Membantu memperbaiki jaringan yang rusak akibat infeksi atau peradangan.

Kadar Monosit Normal

Pada orang dewasa, kadar normalnya berkisar antara 2% sampai 8% dari total sel darah putih (leukosit) atau sekitar 200–800 sel per mikroliter darah. Tapi rentang normal tersebut bisa berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, metode pengecekan, dan laboratorium yang digunakan. 

Untuk itu, hasil pengecekan sebaiknya dibandingkan dengan nilai rujukan yang tercantum di lembar hasil laboratorium.

Penyebab Monosit Tinggi

Kondisi saat kadar sel ini tinggi disebut dengan monositosis dan bisa disebabkan karena berbagai faktor, mulai dari infeksi dan peradangan hingga gangguan darah atau sumsum tulang. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebabnya. 

  • Tubuh sedang terinfeksi mikroorganisme tertentu seperti tuberkulosis, brucellosis, infeksi virus Epstein-Barr, HIV, atau histoplasmosis. Peningkatan kadar terjadi karena monosit sedang berperan dalam merespons infeksi.

  • Peradangan kronis, seperti rheumatoid arthritis dan penyakit radang usus (IBD), karena bisa membuat sistem kekebalan tubuh terus aktif sehingga kadar sel ini menjadi meningkat.

  • Penyakit autoimun, seperti lupus, karena bisa memicu peradangan dan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang kemudian berkaitan dengan peningkatan jumlah monosit.

  • Masa pemulihan setelah infeksi atau penyakit karena perannya dalam membersihkan sel dan jaringan yang rusak selama proses pemulihan, sehingga kadarnya menjadi tinggi untuk memenuhi aktivitas pemulihan.

  • Gangguan darah atau sumsum tulang, seperti chronic myelomonocytic leukemia (CMML), karena kondisi ini bisa mengganggu pembentukan dan pengaturan produksi sel darah sehingga menyebabkan jumlah sel ini akhirnya naik secara tidak normal.

Penyebab Monosit Rendah

Selain meningkat, jumlah sel ini juga bisa berada di bawah rentang normal atau biasanya disebut dengan monositopenia. Kondisi ini umumnya terjadi karena faktor berikut.

  • Infeksi berat, seperti sepsis atau infeksi akut tertentu, karena pada kondisi ini sel darah putih harus digunakan secara cepat untuk merespons infeksi, akan tetapi sumsum tulang tidak mampu untuk mengimbangi kebutuhannya sehingga jumlah monosit dalam darah pun menjadi turun. 

  • Ada gangguan pada sumsum tulang, seperti leukemia atau anemia aplastik, karena pada kondisi ini, produksi dan pembentukan sel darah bisa terganggu, termasuk sel darah putih monosit.

  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat-obat kemoterapi dan beberapa obat yang menekan sistem imun, karena bisa memperlambat kerja sel di sumsum tulang untuk memproduksi sel darah putih dan akhirnya menyebabkan jumlahnya turun. 

  • Kondisi genetik tertentu, seperti mutasi pada gen GATA2, dapat menyebabkan sindrom MonoMAC. Mutasi ini mengganggu proses pembentukan dan pemeliharaan beberapa jenis sel darah putih, termasuk monosit.

Makanan dan Gaya Hidup untuk Menormalkan Monosit

Tidak ada jenis makanan atau gaya hidup tertentu yang bisa secara langsung menormalkan kadar sel ini dalam darah. Tapi, menerapkan pola hidup sehat dan makan makanan bergizi bisa mendukung fungsi imun untuk menyokong kadar sel ini kembali normal. Berikut gaya hidup yang bisa dicoba. 

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap harinya, seperti konsumsi ikan, telur, ayam, daging tanpa lemak, tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan. Makanan tersebut bisa menyediakan protein, vitamin B12, folat, zat besi, vitamin, serta mineral yang bagus untuk mendukung pembentukan sel darah, menjaga fungsi sistem imun, serta memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara keseluruhan.

  • Melakukan olahraga atau aktivitas fisik secara teratur, karena bisa membantu menjaga kebugaran serta kesehatan tubuh lebih menyeluruh. Namun, jenis dan intensitas olahraga sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.

  • Jaga waktu tidur tetap cukup, yaitu 7-9 jam setiap malam, agar bisa mendukung proses pemulihan dan fungsi sistem kekebalan tubuh. 

  • Kelola stres dengan baik, karena stres bisa meningkatkan monosit sementara di dalam darah. Adapun cara kelola stres bisa dengan meluangkan waktu melakukan aktivitas yang membantu relaksasi, seperti latihan pernapasan, meditasi, liburan, atau menjalankan hobi.

  • Konsumsi suplemen seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc jika diperlukan, terutama jika asupan nutrisi dari makanan sehari-hari belum cukup untuk membantu menjaga sistem imun.

Kapan Perlu Tes Darah?

Tes darah umumnya dilakukan untuk tahu jumlah dan jenis sel darah putih dalam tubuh, termasuk monosit. Hasil pemeriksaan ini bisa memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan dan membantu dokter mencari penyebab dari keluhan tertentu. 

Oleh karena itu, tes ini sebaiknya dilakukan jika Anda mengalami beberapa keluhan kesehatan, seperti:

  • Demam tinggi yang berlangsung cukup lama, terutama jika disertai dengan keluhan lain seperti lemas hingga menggigil.

  • Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas, karena ini bisa jadi tanda infeksi kronis, gangguan tiroid, diabetes, atau penyakit tertentu yang memengaruhi sistem imun.

  • Sering merasa lelah padahal istirahat sudah cukup, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Sesak napas yang berlangsung terus-menerus dan terasa semakin berat.

Jika, hasil tes darah menunjukkan nilai monosit tidak normal, biasanya dokter akan melakukan tes ulang atau pemeriksaan tambahan untuk mencari tahu penyebabnya seperti pengecekan sumsum tulang hingga tes fungsi organ. 

Cek Darah Sekarang dan Kenali Kondisi Kesehatan Lebih Baik

Monosit merupakan salah satu jenis sel darah putih yang bisa membantu melawan infeksi dan membersihkan sel atau jaringan yang mengalami kerusakan. Jumlah sel ini bisa berubah sesuai dengan kondisi tubuh, misalnya ketika mengalami infeksi atau peradangan maka jumlahnya akan naik. 

Untuk itulah, mengetahui jumlah sel ini melalui cek hematologi rutin sangat penting. Dalam satu pemeriksaan ini, sudah mencakup pengecekan berbagai komponen darah, termasuk sel darah putih yang juga terdiri dari beberapa jenis sel seperti monosit, sehingga perubahan pada jumlah atau komponen darah lainnya bisa diketahui lebih awal.

Pengecekan hematologi rutin tersedia di Bumame dengan biaya mulai dari Rp125.000,00. Hubungi WhatsApp Bumame sekarang untuk konsultasi dan booking pemeriksaan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Medicastore. (2026). Kelainan Monosit. 

  2. Wiki Unissula. (2026). Monosit. 

  3. Cleveland Clinic. (2025). Monocytes. 

  4. Umsida. (2025). Pemeriksaan Leukosit dan Monosit Terbukti Efektif Bedakan Febris Infeksi dan Non Infeksi. 

  5. National Library of Medicine. (2024). Modulation of Monocyte Effector Functions and Gene Expression by Human Cytomegalovirus Infection. 

  6. Borneo Journal Of Medical Laboratory Technology. (2023). Hubungan Jumlah Monosit Dan Nilai Laju Endap Darah (LED) Terhadap Lama Pengobatan Pasien Tuberculosis. 

  7. Apollo Hospitals. (2025). Monositosis - Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan.

  8. ACIBADEM. (2026). Monocytosis. 

  9. Apollo 247. (2026). How To Increase Monocytes?. 

  10. Mito. (2026). How to Improve Your Monocytes Level Naturally. 

  11. Care. (2023). Monocytes Low – The Little Soldiers In Your Body.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu monosit?
Monosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem imun, termasuk melawan infeksi dan membersihkan sel atau jaringan yang rusak.
Berapa kadar monosit yang normal?
Pada orang dewasa, kadar monosit normal berkisar 2%-8% dari total sel darah putih atau sekitar 200-800 sel per mikroliter darah.
Apa penyebab monosit tinggi?
Monosit tinggi atau monositosis dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan kronis, penyakit autoimun, masa pemulihan setelah infeksi, serta gangguan darah atau sumsum tulang.
Apa penyebab monosit rendah?
Monosit rendah atau monositopenia dapat disebabkan oleh infeksi berat, gangguan sumsum tulang, penggunaan obat tertentu, serta kondisi genetik seperti mutasi gen GATA2.
Apakah monosit tinggi selalu berarti kanker?
Tidak. Monosit tinggi tidak selalu berarti kanker karena dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, penyakit autoimun, dan gangguan darah tertentu.