Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

benjolan di ketiak
Kembali ke Artikel & Berita

Benjolan di Ketiak: Penyebab dan Cirinya

Bumame Editor

Menemukan benjolan di ketiak saat mandi atau berganti pakaian sering memunculkan kekhawatiran. Apalagi jika benjolannya terasa sakit saat ditekan, banyak orang langsung menghubungkannya dengan penyakit serius.

Kabar baiknya, sebagian besar benjolan di ketiak berasal dari kondisi yang bisa ditangani, seperti kelenjar getah bening yang bereaksi terhadap infeksi. Meski begitu, ada ciri tertentu yang memang perlu diperiksa lebih lanjut. Berikut penjelasan penyebabnya, cara membedakannya, dan langkah yang bisa Anda lakukan.

Apa Itu Benjolan di Ketiak?

Benjolan di ketiak adalah tonjolan yang teraba di bawah kulit area ketiak, bisa sebesar kacang sampai lebih besar. Area ketiak memang padat jaringan. Di sana terdapat kelenjar getah bening, kelenjar keringat, folikel rambut, dan jaringan lemak, sehingga benjolan bisa berasal dari banyak sumber yang berbeda.

Benjolan bisa terasa lunak atau keras, nyeri atau tidak nyeri, dan bisa muncul di satu sisi maupun kedua ketiak. Kombinasi ciri-ciri inilah yang membantu dokter memperkirakan penyebabnya.

Ukuran benjolan juga membantu memberi gambaran. Benjolan sebesar biji kacang hijau yang muncul setelah demam atau luka di lengan biasanya berbeda asalnya dengan benjolan sebesar kelereng yang tumbuh perlahan tanpa keluhan lain. Karena itu dokter menanyakan kapan benjolan pertama kali teraba dan bagaimana perubahannya sejak saat itu.

Penyebab Benjolan di Ketiak

1. Kelenjar getah bening yang membesar

Penyebab yang umum ditemukan. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh, dan ketika tubuh melawan infeksi, kelenjar di ketiak bisa membesar dan terasa nyeri saat ditekan. Pemicunya beragam, dari infeksi kulit lengan, luka bercukur yang terinfeksi, sampai infeksi saluran napas. Saat diraba, kelenjar yang sedang bereaksi terasa lunak sampai kenyal, berukuran di bawah dua sentimeter, dan masih bisa digerakkan. Pembesaran seperti ini bisa dialami semua usia dan lebih sering muncul pada anak dan dewasa muda. Ukurannya umumnya menyusut dalam dua sampai tiga minggu setelah infeksinya reda, dan pembesaran yang menetap lebih lama perlu dievaluasi dokter.

2. Kista

Kista adalah kantong berisi cairan atau bahan semipadat yang terbentuk di bawah kulit. Saat diraba, benjolannya terasa kenyal, berbatas jelas, dan bisa sedikit digerakkan di bawah permukaan kulit. Kondisi ini bisa dialami segala usia, lebih sering pada orang dewasa yang kulit ketiaknya kerap tergesek atau teriritasi bercukur, dan pertumbuhannya lambat selama berbulan-bulan tanpa rasa nyeri. Periksakan ke dokter bila benjolan membesar cepat, mulai terasa nyeri dan hangat, atau mengeluarkan cairan, karena ini menandakan kista yang terinfeksi.

3. Lipoma

Lipoma adalah benjolan jaringan lemak yang terasa lunak seperti karet, tidak melekat ke jaringan di bawahnya, dan bergeser ketika ditekan dengan jari. Benjolan ini umumnya muncul pada usia 40 sampai 60 tahun dan bisa diturunkan dalam keluarga. Pertumbuhannya lambat, ukurannya sering menetap bertahun-tahun, dan sifatnya jinak sehingga tidak selalu perlu diangkat, dengan ciri serupa pada lipoma di bagian tubuh lain. Periksakan ke dokter bila ukurannya bertambah dalam hitungan minggu, mulai terasa nyeri, atau berubah menjadi keras dan sulit digerakkan.

4. Peradangan folikel rambut atau kelenjar keringat

Kebiasaan mencukur, deodoran tertentu, dan gesekan pakaian bisa memicu peradangan pada folikel rambut ketiak. Benjolannya kecil, kemerahan, hangat saat diraba, dan terasa nyeri, kadang dengan titik nanah di puncaknya. Keluhan ini banyak dialami orang yang rutin bercukur atau banyak berkeringat, dan umumnya mereda dalam beberapa hari sampai satu minggu setelah iritasinya berhenti. Ada juga peradangan kelenjar keringat berulang yang dikenal sebagai hidradenitis suppurativa, dengan benjolan nyeri hilang-timbul di ketiak, dan kondisi ini perlu dievaluasi dokter bila kambuh berulang, membentuk abses, atau meninggalkan bekas luka.

5. Reaksi setelah vaksinasi

Kelenjar getah bening ketiak bisa membesar sementara setelah vaksinasi di lengan, misalnya vaksin influenza. Benjolannya terasa lunak, sedikit nyeri saat ditekan, dan muncul di sisi yang sama dengan lengan yang disuntik, biasanya dalam beberapa hari pertama. Reaksi ini bisa dialami siapa saja dan lebih sering muncul pada orang dewasa muda dengan respons kekebalan yang kuat. Pembesaran ini umumnya mereda sendiri dalam dua sampai empat minggu, dan bila benjolan masih teraba setelah enam minggu atau terus membesar, periksakan ke dokter.

6. Penyebab yang lebih jarang

Pada sebagian kecil kasus, benjolan ketiak berkaitan dengan pertumbuhan sel yang tidak normal, termasuk gangguan pada kelenjar getah bening itu sendiri atau jaringan payudara yang meluas ke area ketiak. Karena itu benjolan dengan ciri tertentu perlu dievaluasi dokter, meskipun sebagian besar benjolan ketiak bukan kanker. Ciri yang umumnya menjadi alasan pemeriksaan lanjutan adalah benjolan keras yang melekat ke jaringan sekitarnya, tumbuh terus tanpa rasa nyeri, dan muncul tanpa tanda infeksi. Pemeriksaan pada tahap ini bertujuan memastikan penyebabnya, dan hasilnya sering kali justru menenangkan.

Ciri Benjolan yang Umumnya Tidak Berbahaya

  • Terasa nyeri saat ditekan dan muncul bersamaan dengan infeksi, misalnya luka di lengan atau flu.

  • Lunak atau kenyal dan mudah digerakkan.

  • Mengecil dan hilang dalam dua sampai tiga minggu seiring infeksinya mereda.

  • Muncul tidak lama setelah vaksinasi di lengan.

Benjolan nyeri justru lebih sering menandakan reaksi infeksi. Ini pola yang sama dengan benjolan kelenjar di area lain, termasuk benjolan di leher.

Ciri Benjolan yang Perlu Diperiksa

  • Keras, melekat, dan sulit digerakkan.

  • Tidak nyeri tetapi terus membesar dalam beberapa minggu.

  • Bertahan lebih dari dua sampai tiga minggu tanpa tanda infeksi yang jelas.

  • Disertai demam berkepanjangan, keringat malam, atau berat badan turun tanpa sebab.

  • Pada wanita, disertai perubahan pada payudara, misalnya benjolan payudara, perubahan kulit, atau cairan dari puting.

Ciri terakhir penting karena jaringan payudara dan kelenjar getah bening ketiak saling terhubung. Pembesaran kelenjar ketiak yang menetap termasuk hal yang dievaluasi dalam skrining kanker payudara, dan gangguan pada kelenjar getah bening sendiri dibahas lebih jauh dalam penjelasan tentang kanker getah bening. Sebagian besar benjolan ketiak berasal dari penyebab lain, dan pemeriksaan membantu memastikannya lebih cepat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Periksakan diri jika benjolan bertahan lebih dari dua sampai tiga minggu, terus membesar, terasa keras dan sulit digerakkan, atau disertai demam, keringat malam, dan berat badan turun. Wanita yang menemukan benjolan ketiak bersamaan dengan perubahan payudara sebaiknya memeriksakan keduanya sekaligus. Catat juga hal yang membantu dokter mempersempit kemungkinan, seperti tanggal benjolan pertama kali teraba, riwayat demam, luka atau infeksi di lengan, vaksinasi terakhir, dan obat yang sedang Anda konsumsi. Jika benjolan disertai nyeri berat, kulit di atasnya memerah dan hangat, atau demam tinggi, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih cepat karena bisa menandakan infeksi yang perlu diobati.

Diagnosis Benjolan di Ketiak

Dokter memulai dari perabaan benjolan dan riwayat keluhan, termasuk infeksi atau vaksinasi yang baru terjadi. Bila diperlukan, dokter menyarankan pemeriksaan darah untuk melihat tanda infeksi, USG untuk melihat isi dan bentuk benjolan, dan pemeriksaan lanjutan lain sesuai temuannya. Pemeriksaan darah membantu melihat tanda infeksi dan peradangan, sementara USG menunjukkan apakah benjolan berisi cairan, jaringan lemak, atau kelenjar getah bening yang membesar. Bila gambaran USG belum memberi kepastian atau benjolan menetap, dokter bisa menyarankan biopsi untuk mengambil sampel jaringan. Pada wanita, pemeriksaan payudara sering dilakukan bersamaan karena kedua area ini saling terhubung.

Cara Mengatasi Benjolan di Ketiak

  • Atasi infeksi pemicunya. Benjolan kelenjar akibat infeksi umumnya mengecil sendiri setelah infeksinya sembuh. Dokter bisa meresepkan obat sesuai penyebab infeksinya.

  • Kompres hangat. Membantu meredakan nyeri pada benjolan akibat peradangan folikel rambut.

  • Jangan memencet atau menusuk benjolan. Ini memperbesar risiko infeksi bertambah dalam.

  • Kurangi iritasi. Ganti alat cukur secara rutin, dan hentikan sementara produk ketiak yang memicu perih atau kemerahan.

  • Pantau perubahannya. Catat ukuran benjolan dari waktu ke waktu, misalnya dengan foto berkala, sebagai bahan konsultasi dokter.

  • Jaga kebersihan area ketiak. Bersihkan dan keringkan ketiak setiap hari, terutama setelah berolahraga, untuk menurunkan risiko peradangan folikel rambut.


Baca Juga: Mengenal Tes Darah Lengkap dan Manfaatnya

Kenali Benjolan Anda, Periksa Lebih Awal

Sebagian besar benjolan di ketiak berasal dari reaksi tubuh yang normal terhadap infeksi dan akan mereda sendiri. Yang penting adalah mengenali ciri benjolan yang butuh evaluasi, lalu memeriksakannya tanpa menunggu lama. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, dan pemeriksaan sederhana sering kali sudah cukup untuk memberi kejelasan. Jika Anda ragu dengan benjolan yang teraba, satu kali pemeriksaan sudah bisa memberi jawaban dan menghentikan rasa cemas yang berlarut.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi

  1. Mayo Clinic. Swollen lymph nodes. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swollen-lymph-nodes/symptoms-causes/syc-20353902

  2. Cleveland Clinic. Armpit Lump. Retrieved 2 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24540-armpit-lump

  3. MedlinePlus. Armpit lump. Retrieved 2 September 2026 from https://medlineplus.gov/ency/article/003099.htm

  4. StatPearls, NCBI Bookshelf. Lymphadenopathy. Retrieved 2 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558918/

  5. American Cancer Society. Lymph Nodes and Cancer. Retrieved 2 September 2026 from https://www.cancer.org/cancer/understanding-cancer/lymph-nodes-and-cancer.html

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa penyebab benjolan di ketiak?
Umumnya kelenjar getah bening yang membesar karena infeksi, kista, lipoma, atau peradangan folikel rambut. Sebagian kecil kasus berkaitan dengan kondisi yang lebih serius dan perlu pemeriksaan dokter.
Apakah benjolan di ketiak berbahaya?
Sebagian besar tidak. Benjolan nyeri yang muncul saat infeksi umumnya mereda sendiri. Yang perlu diperiksa adalah benjolan keras yang terus membesar, menetap lebih dari dua sampai tiga minggu, atau disertai gejala lain.
Benjolan di ketiak sakit bila ditekan, apa artinya?

Nyeri saat ditekan justru lebih sering menandakan reaksi infeksi atau peradangan. Jika nyerinya menetap atau benjolannya tidak mengecil, periksakan ke dokter.


Kapan benjolan di ketiak perlu diperiksa ke dokter?

Jika bertahan lebih dari dua sampai tiga minggu, terus membesar, keras dan sulit digerakkan, atau disertai demam, keringat malam, dan berat badan turun.


Apakah benjolan di ketiak bisa hilang sendiri?
Bisa. Benjolan kelenjar akibat infeksi dan reaksi vaksinasi umumnya mengecil sendiri dalam beberapa minggu. Benjolan yang menetap perlu dievaluasi dokter.