Jika merasa mudah lelah, Anda mungkin mengira memiliki anemia. Namun, gejala tersebut juga bisa menandakan multiple myeloma. Multiple myeloma adalah penyakit kanker darah yang menyerang sel plasma di bagian sumsum tulang. Selain anemia, gejalanya dapat meliputi mual, sembelit, hingga nyeri tulang.
Penyakit ini menyebabkan sel plasma berkembang secara tidak normal sehingga dapat mengganggu produksi sel darah putih. Sayangnya, pada sebagian orang, penyakit ini sulit dikenali karena gejalanya tidak khas, bahkan tidak menunjukkan gejala apapun di tahap awal. Mari lebih mengenali tanda dan pemeriksaanya lebih dalam!
Apa Itu Multiple Myeloma?
Secara garis besar, multiple myeloma adalah penyakit jenis kanker darah yang terjadi ketika sel plasma berkembang secara tidak normal di dalam sumsum tulang. Sel plasma sendiri merupakan jenis sel darah putih yang menghasilkan antibodi untuk membantu tubuh melawan infeksi, seperti bakteri dan virus.
Pada multiple myeloma, sel plasma yang berubah menjadi sel kanker dapat menumpuk dan mengganggu pembentukan sel darah sehat pada tubuh. Lebih buruknya, kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan tulang, gangguan ginjal, serta menurunnya kemampuan tubuh melawan infeksi.
Selain itu, penyakit ini dapat berkembang dengan kecepatan yang berbeda pada setiap penderita. Sebagian penderita tidak mengalami gejala apapun di awal, sedangkan sebagian lainnya sudah mengalami gangguan pada beberapa organ tubuh sehingga membutuhkan pengobatan lebih lanjut.
Gejala dan Tanda-Tanda Multiple Myeloma
Gejala dari penyakit ini sering kali sulit dikenali pada tahap awal. Namun, seiring berkembangnya penyakit, penderita dapat mengalami berbagai gejala yang berkaitan dengan gangguan pada tulang, sel darah, dan organ tubuh lainnya. Beberapa gejala dari multiple myeloma adalah sebagai berikut.
Nyeri pada punggung, pinggul, dan tulang rusuk.
Anemia atau mudah lelah karena kekurangan sel darah merah.
Sering mengalami infeksi.
Tulang mudah patah.
Mual dan sembelit.
Gangguan ginjal.
Sebenarnya, gejala seperti mudah lelah dan tubuh terasa lemas juga dapat berkaitan dengan gejala anemia. Gejala-gejala lainnya juga bisa saja berkaitan dengan jenis penyakit yang lain, sehingga pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Jika mengalami nyeri punggung hebat disertai kaki terasa lemah, mati rasa, atau gangguan saat buang air kecil, segera periksakan diri ke dokter. Gejala tersebut dapat menandakan adanya tekanan pada saraf tulang belakang yang membutuhkan penanganan darurat.
Penyebab dan Faktor Risiko Multiple Myeloma
Pada dasarnya, penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui. Namun, penyakit ini berkaitan dengan perubahan genetik pada sel plasma. Hanya saja, perubahan gen ini umumnya terjadi selama hidup, bukan berasal dari gen yang diwariskan orang tua. Berikut beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan risiko.
1. Pertambahan Usia
Salah satu faktor risiko multiple myeloma adalah pertambahan usia seseorang. Bagaimanapun, penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia 65 tahun ke atas. Namun, tetap ada kemungkinan multiple myeloma terjadi pada orang dengan usia di bawah 65 tahun.
2. Riwayat Keluarga
Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat multiple myeloma dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit yang sama. Meski demikian, sebagian besar penderita tidak memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit tersebut.
3. Berat Badan Berlebih
Faktor risiko ketiga dari multiple myeloma adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Hanya saja, orang dengan kondisi obesitas tidak selalu berarti pasti mengalami penyakit ini.
4. Riwayat Gangguan Sel Plasma
Multiple myeloma dapat berkembang dari kondisi yang disebut monoclonal gammopathy of undetermined significance (MGUS), yaitu gangguan ketika sel plasma menghasilkan protein abnormal dalam darah, tetapi belum tergolong kanker. Meski begitu, tidak semua orang dengan MGUS akan mengalami multiple myeloma.
5. Paparan Radiasi atau Bahan Kimia
Paparan radiasi dalam jumlah tinggi atau bahan kimia tertentu dapat menjadi salah satu faktor risiko. Namun, para peneliti masih mempelajari seberapa besar pengaruh kedua faktor tersebut terhadap perkembangan penyakit ini.
Selain faktor-faktor tersebut, laki-laki dan orang yang berasal dari kelompok keturunan tertentu juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ini. Meski begitu, penyakit ini tetap dapat menyerang siapa saja, termasuk orang tanpa faktor risiko di atas.
Diagnosis dan Pemeriksaan Multiple Myeloma
Secara umum, diagnosis multiple myeloma biasanya perlu melalui beberapa langkah. Dokter juga akan melihat gejala, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan untuk memastikan adanya sel plasma yang berkembang secara tidak normal atau tidak. Beberapa pemeriksaan multiple myeloma adalah sebagai berikut.
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik
Langkah pertama pemeriksaan adalah konsultasi dan pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menanyakan gejala seperti nyeri tulang, mudah lelah, atau infeksi. Hasil dari pemeriksaan ini berfungsi untuk menilai kondisi tubuh penderita dan menentukan pemeriksaan lanjutannya.
2. Pemeriksaan Hematologi Lengkap
Selain pemeriksaan fisik, dokter juga melakukan pemeriksaan hematologi lengkap untuk mengukur sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, hingga trombosit. Hasilnya dapat membantu mengetahui adanya anemia atau kelainan darah lain yang mungkin berkaitan dengan multiple myeloma.
Pada tahap pemeriksaan awal, tes darah ini dapat memberikan gambaran umum terkait kondisi sel darah penderita. Hanya saja, hasil dari pemeriksaan ini tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya dasar untuk mendiagnosis penyakit multiple myeloma.
Untuk membantu mengetahui kondisi sel darah, Anda dapat mempertimbangkan layanan Hematologi Lengkap di Bumame. Pemeriksaan ini mencakup pengukuran hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Hasilnya dapat membantu mengevaluasi kelainan darah, sedangkan diagnosis multiple myeloma tetap memerlukan pemeriksaan khusus.
3. Pemeriksaan Protein Darah dan Urine
Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel darah dan urine untuk mendeteksi protein tertentu, termasuk protein M yang dihasilkan oleh sel plasma abnormal. Hasil pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengetahui adanya kelainan protein yang berkaitan dengan multiple myeloma.
4. Pemeriksaan Sumsum Tulang
Selanjutnya dari pemeriksaan multiple myeloma adalah pemeriksaan sumsung tulang. Dokter dapat mengambil sedikit sampel sumsum tulang untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah sel plasma abnormal serta membantu dokter memastikan diagnosis.
5. Pemeriksaan Rontgen, CT Scan, atau MRI
Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan rontgen, CT scan, atau MRI untuk melihat kondisi tulang pasien. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui adanya kerusakan tulang yang mungkin terjadi akibat multiple myeloma.
6. Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Penyakit ini dapat mengganggu fungsi ginjal. Oleh karena itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan kreatinin darah dan tes lainnya untuk mengetahui kondisi ginjal serta mendeteksi kemungkinan gangguan akibat penyakit ini.
Pemeriksaan tersebut juga berkaitan dengan tes fungsi ginjal yang membantu dokter mengetahui seberapa baik ginjal bekerja dalam menyaring zat sisa dari darah. Hasilnya dapat menjadi informasi tambahan untuk menilai kondisi kesehatan penderita.
Pengobatan dan Penanganan Multiple Myeloma
Multiple myeloma adalah penyakit kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. Karena itu, pengobatan bertujuan mengendalikan pertumbuhan sel kanker, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi. Pemilihan pengobatan dapat disesuaikan dengan kondisi, perkembangan penyakit, serta hasil pemeriksaan medis.
1. Terapi Obat Kanker
Dokter dapat memberikan kombinasi obat, seperti terapi target, imunoterapi, kortikosteroid, atau kemoterapi. Setiap jenis obat memiliki cara kerja yang berbeda dalam mengendalikan pertumbuhan sel kanker. [7]
2. Transplantasi Sel Punca
Pada beberapa penderita, dokter dapat menyarankan transplantasi sel punca setelah kemoterapi dosis tinggi. Prosedur ini bertujuan membantu sumsum tulang kembali memproduksi sel darah sehat. Namun, tidak semua penderita dapat menjalani pengobatan ini.
3. Terapi Radiasi
Pengobatan lain dari multiple myeloma adalah terapi radiasi. Tujuannya untuk menangani bagian tulang yang mengalami kerusakan akibat kanker. Pengobatan ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membantu mengurangi nyeri dan mengendalikan sel kanker pada bagian yang terdampak.
4. Penanganan Komplikasi
Selain pengobatan di atas, dokter dapat memberikan perawatan tambahan untuk mengatasi komplikasi. Penanganannya dapat berupa pemberian obat untuk menjaga kekuatan tulang, mengatasi anemia, atau menangani infeksi.
Pada sebagian orang yang belum mengalami gejala atau kerusakan organ, dokter dapat menyarankan pemeriksaan rutin tanpa langsung memberikan pengobatan kanker. Melalui pemeriksaan tersebut, dokter akan mengevaluasi perkembangan penyakit dan menentukan kapan pengobatan perlu dimulai.
Cara Mencegah Multiple Myeloma
Hingga saat ini, belum ada cara yang terbukti dapat mencegah multiple myeloma sepenuhnya. Sebagian besar faktor risikonya, seperti usia dan riwayat keluarga, tidak dapat diubah. Namun, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi faktor risiko. Beberapa langkah pencegahan multiple myeloma adalah sebagai berikut.
Menjaga berat badan lewat pola makan bergizi dan aktivitas fisik.
Jika memungkinkan, hindari paparan radiasi maupun bahan kimia berbahaya.
Memakai alat pelindung diri ketika bekerja di tempat atau lingkungan yang terpapar bahan kimia.
Menjalani pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter jika memiliki MGUS atau gangguan sel plasma lainnya.
Meski demikian, langkah-langkah tersebut tidak menjamin seseorang terhindar sepenuhnya.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Pada dasarnya, multiple myeloma adalah penyakit yang sering kali tidak menunjukkan gejala. Namun, jika Anda mengalami nyeri tulang berkepanjangan, mudah lelah, atau sering terkena infeksi, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menemukan gangguan kesehatan yang mungkin menyebabkan keluhan tersebut. Jika mengalami nyeri punggung hebat disertai kaki terasa lemah atau gangguan saat buang air kecil, segera cari pertolongan medis.
Sebagai bagian dari pemeriksaan awal, dokter dapat menyarankan tes darah untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien. Anda pun bisa memilih Hematologi Lengkap di Bumame, yang dapat membantu mendeteksi kelainan darah seperti anemia. Hasilnya dapat menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan pemeriksaan lebih lanjut.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
American Cancer Society — Multiple Myeloma
American Cancer Society — Signs and Symptoms of Multiple Myeloma
Mayo Clinic — Multiple Myeloma
Cleveland Clinic — Multiple Myeloma
Multiple Myeloma Research Foundation (MMRF) — Treatments for Multiple Myeloma
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah multiple myeloma termasuk kanker darah?
Ya. Multiple myeloma adalah kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. Sel plasma abnormal dapat menumpuk dan mengganggu pembentukan sel darah sehat, merusak tulang, mengganggu fungsi ginjal, serta menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
Apa saja gejala multiple myeloma?
Gejala multiple myeloma meliputi nyeri pada punggung, pinggul, atau tulang rusuk, mudah lelah akibat anemia, infeksi berulang, tulang mudah patah, mual, sembelit, dan gangguan ginjal. Pada tahap awal, sebagian penderita tidak mengalami gejala yang jelas.
Apa penyebab dan faktor risiko multiple myeloma?
Penyebab pasti multiple myeloma belum diketahui sepenuhnya, tetapi penyakit ini berkaitan dengan perubahan genetik pada sel plasma. Faktor risikonya meliputi usia 65 tahun ke atas, riwayat keluarga, berat badan berlebih, kondisi MGUS, serta kemungkinan paparan radiasi atau bahan kimia tertentu.
Bagaimana multiple myeloma didiagnosis?
Diagnosis multiple myeloma dapat melibatkan konsultasi dan pemeriksaan fisik, hematologi lengkap, pemeriksaan protein dalam darah dan urine, pemeriksaan sumsum tulang, serta pencitraan seperti rontgen, CT scan, atau MRI. Dokter juga dapat memeriksa fungsi ginjal untuk menilai kemungkinan kerusakan organ. Tes darah lengkap saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.
Apakah multiple myeloma bisa sembuh total?
Menurut artikel sumber, multiple myeloma umumnya belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi pengobatan dapat membantu mengendalikan penyakit dan mencapai remisi. Pilihan penanganan meliputi terapi obat kanker, transplantasi sel punca bagi pasien yang memenuhi kriteria, terapi radiasi, serta perawatan untuk mengatasi komplikasi. Dokter menentukan pendekatan berdasarkan kondisi dan perkembangan penyakit.
.jpg&w=3840&q=75)