Tahukah Anda bahwa urine yang keluar terlalu sedikit atau tidak ada sama sekali dalam sehari merupakan tanda terjadinya anuria? Biasanya, tanda tersebut muncul disertai dengan keluhan lain, dan merupakan gejala dari kondisi medis yang lebih serius.
Pada situasi tersebut, Anda tidak dapat melakukan pertolongan pertama dari rumah karena membutuhkan peninjauan yang lebih menyeluruh secara medis. Tindakan yang paling tepat adalah segera berkonsultasi dengan dokter.
Apa Itu Anuria?
Anuria merupakan istilah klinis yang merujuk pada keadaan ketika produksi urine sangat sedikit dibandingkan dengan ukuran normal (<100 mL per hari/24 jam), atau bahkan tidak ada sama sekali.
Terjadinya anuria menandakan kondisi medis kritis dan membutuhkan tindakan medis segera karena mengindikasikan terjadinya gangguan seperti penyumbatan saluran kemih, penyakit ginjal kronis, maupun cedera ginjal akut.
Anuria sebagai Tanda Gagal Ginjal Akut
Adanya anuria menjadi sinyal adanya gangguan lain yang cukup parah pada ginjal, seperti cedera ginjal akut maupun penyakit ginjal stadium akhir.
Alasannya, ginjal berfungsi untuk membuang kelebihan cairan dan limbah dari dalam tubuh lewat produksi urine. Jika ginjal memproduksi urine kurang dari jumlah normal atau tidak memproduksi sama sekali dalam kurun waktu 24 jam, konsekuensinya adalah terjadinya penumpukan yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan.
Dalam kondisi demikian, tindakan yang perlu Anda lakukan adalah segera konsultasi ke dokter atau pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.
Penyebab Terjadinya Anuria
Berbagai kondisi medis maupun nonmedis berikut ini secara umum menyebabkan gangguan pada ginjal hingga akhirnya memicu anuria.
1. Faktor Gaya Hidup
Contoh kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal meliputi konsumsi garam dan protein secara berlebihan serta dehidrasi akibat kurang minum, diare, muntah, atau banyak berkeringat.
2. Faktor Genetik
Beberapa penyakit yang dipengaruhi faktor genetik atau sistem kekebalan tubuh yang dapat memengaruhi kondisi ginjal adalah penyakit ginjal polikistik atau autoimun (contohnya lupus nefritis).
3. Faktor Medis
Meliputi kehilangan darah, infeksi bakteri yang parah (yang menyebabkan sepsis), gagal jantung akut, efek samping dari konsumsi obat-obatan NSAIDs maupun sejumlah antibiotik.
Selain itu, adanya sumbatan pada aliran urine di saluran kemih setelah urine diproduksi juga dapat menyebabkan anuria; di antaranya adalah sumbatan pada saluran keluar kandung kemih, batu ginjal, pembesaran kelenjar prostat (benign prostatic hyperplasia), jenis kanker ginekologis tertentu, dan limfoma.
Gejala dan Tanda Bahaya Anuria
Anuria bukan kondisi medis yang spesifik. Sebaliknya, justru lebih mengarah pada tanda adanya gangguan yang lebih besar pada ginjal.
Orang yang mengalami syok sangat mungkin mengalami gejala anuria bersama dengan tekanan darah rendah, tangan dan kaki terasa dingin, penurunan elastisitas kulit, serta detak jantung yang cepat.
Penderita gangguan batu ginjal (yang menyumbat ureter) juga sangat mungkin mengalami anuria maupun nyeri hebat pada pinggang maupun perut.
Tanda terjadinya anuria pun berbeda-beda, tergantung pada penyebab utamanya, tetapi secara umum, tanda paling jelas adalah:
Kurang buang air kecil,
Pembengkakan organ tubuh tertentu (edema), contohnya di tungkai dan kaki,
Kelemahan dan kelelahan,
Rasa melayang seperti akan pingsan (presinkop),
mual dan muntah,
Pusing,
Terdapat darah pada urine,
Detak jantung cepat,
Terdapat tanda dehidrasi (seperti mulut kering).
Pada penderita diabetes, anuria dapat menjadi tanda bahwa ginjal mulai mengalami kerusakan akibat komplikasi penyakit tersebut. Jika tidak segera ditangani, anuria dapat menyebabkan penumpukan cairan dan zat sisa dalam tubuh, kerusakan ginjal permanen, hingga kondisi yang mengancam nyawa.
Anuria vs Oliguria
Anuria merupakan tanda gangguan pada ginjal yang lebih serius dibandingkan oliguria. Oliguria merupakan penurunan produksi urine, sedangkan dalam kasus anuria, urine diproduksi dalam jumlah sangat kecil, bahkan tidak ada sama sekali.
Pada kondisi kesehatan yang normal, orang dewasa dapat memproduksi urine pada ginjal antara 800-2.000 mL dalam sehari, sementara pada anak-anak jumlah urine yang diproduksi harian dalam kondisi sehat dan normal berkisar antara 750-1.500 mL.
Anda dapat melihat tanda terjadinya oliguria jika produksi urine hanya berkisar antara 100-400 mL sehari. Keluhan berikut ini juga menjadi tanda oliguria:
Frekuensi buang air kecil yang jarang,
Urine berwarna kuning tua atau kuning kecokelatan (seperti warna amber),
Darah dalam urine (hematuria),
Sensasi perih atau seperti terbakar saat buang air kecil,
Nyeri pada perut dan/atau pinggang (area panggul samping),
Pembengkakan pada anggota gerak akibat retensi cairan (edema perifer),
Tekanan darah rendah,
Denyut jantung cepat,
Sesak napas,
Kelelahan dan tubuh terasa lemah,
Mual dan muntah.
Meskipun keluhan anuria dan oliguria serupa, pada kasus anuria, faktor-faktor tersebut muncul dengan intensitas yang lebih tinggi dan lebih serius.
Diagnosis Anuria
Dalam proses pemeriksaan, dokter akan melakukan asesmen klinis yang menyeluruh dengan meninjau riwayat medis serta menanyakan keluhan pasien. Pemeriksaan fisik juga diperlukan dan dapat ditempuh melalui tes diagnostik/laboratorium.
1. Tes Fungsi Ginjal (Urinalisis)
Pemeriksaan urinalisis dapat mencakup:
Dipstick urine, untuk mendeteksi darah dalam urine (hematuria), protein (proteinuria), dan leukosit yang dapat mengindikasikan peradangan atau infeksi.
Osmolalitas urine, untuk menilai kemampuan ginjal dalam memekatkan urine.
Sedimen urine, untuk melihat adanya cast atau silinder urine. Temuan tertentu dapat mengarah pada dugaan AKI intrinsik, yaitu kerusakan yang terjadi di dalam jaringan ginjal.
Indeks urine, seperti fraksi ekskresi natrium, untuk membantu mengevaluasi penyebab AKI dan membedakan gangguan yang berasal dari aliran darah menuju ginjal dengan kerusakan pada ginjal itu sendiri.
2. Tes Darah
Tes darah dilakukan untuk menilai fungsi ginjal dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh, meliputi:
BMP, yang mencakup pemeriksaan kreatinin serum, BUN, dan elektrolit)
Analisis gas darah, baik ABG maupun VBG, untuk menilai kadar oksigen, karbon dioksida, dan keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
Tes darah tambahan berdasarkan dugaan diagnosis, misalnya creatine kinase (CK) jika dokter mencurigai rabdomiolisis.
3. Studi Pencitraan
Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI, dapat dilakukan untuk melihat kondisi ginjal dan saluran kemih secara lebih jelas, termasuk kemungkinan adanya kelainan struktur atau kerusakan jaringan.
4. Prosedur Khusus
Bila diperlukan, dokter dapat melakukan biopsi ginjal untuk memeriksa sampel jaringan ginjal di laboratorium. Pemeriksaan lainnya adalah USG ginjal, serta CT scan pada area perut dan ginjal untuk mencari sumbatan atau kelainan lainnya.
Cara Mengobati Anuria
Pada dasarnya, anuria bukan merupakan gejala yang dapat dirawat atau disembuhkan dengan pertolongan pertama di rumah. Alasannya adalah bahwa pendekatan perawatan akan sangat bergantung pada penyebab utama yang mendasarinya. Itulah sebabnya, jika anuria muncul, Anda perlu segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Setelah diagnosis ditegakkan, tenaga medis dapat memberikan tindakan berupa:
Pemberian cairan intravena maupun transfusi darah jika disebabkan oleh syok.
Pengobatan diuretik untuk membantu mengelola kondisi yang mendasari seperti hipertensi dan diabetes, serta menstimulasi peningkatan produksi urine di ginjal.
Pada kasus gagal ginjal, pasien membutuhkan pembersihan darah dari limbah melalui dialisis atau transplantasi ginjal sebagai pilihan pengobatan jangka panjang.
Jika penyebab utama anuria adalah cedera pada ginjal, prosedur yang dilakukan adalah melakukan kontrol pada tekanan darah, mengobati infeksi yang muncul, dan menghentikan konsumsi obat/pengobatan yang membahayakan kondisi ginjal.
Prosedur kateterisasi dan pemasangan stent, digunakan ketika sumbatan menjadi dasar penyebab anuria, dan dimanfaatkan untuk mengeluarkan urine dari saluran kemih serta membuka saluran urine dari ginjal ke kandung kemih.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi medis yang berpengaruh pada ginjal dan hati, dan frekuensi serta volume buang air kecil berkurang jauh lebih banyak dibandingkan biasanya, walau konsumsi cairan tetap normal.
Keluhan nyeri hebat pada pinggang atau perut, dehidrasi, munculnya edema, sesak napas, dan perubahan warna urine menjadi lebih gelap juga perlu Anda perhatikan. Apapun gejalanya, sebaiknya lakukan konsultasi medis lebih awal untuk membantu mempercepat pemulihan.
Intervensi Medis Dini untuk Pemulihan Anuria
Anuria merupakan tanda berupa produksi urine yang sangat kecil bahkan tidak ada, dan muncul sebagai gejala dari kondisi medis yang lebih serius. Secara garis besar, tanda ini muncul akibat gangguan pada fungsi ginjal, tetapi penyebab gangguan fungsi ginjal tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang lebih spesifik.
Hidrasi yang cukup serta perubahan diet dengan mengurangi makanan dengan kadar garam tinggi maupun konsumsi protein berlebih merupakan opsi pencegahan dan pengelolaan anuria. Pada pasien dengan riwayat medis tertentu, konsultasikan kondisi pencegahan dan pengelolaan yang relevan untuk menjaga stabilitas tubuh.
Di samping itu, Anda juga dapat melakukan tes fungsi ginjal di Bumame. Harga layanannya mulai dari Rp225.000,00 saja dan Anda sudah dapat mengikuti tes fungsi ginjal lengkap untuk mengetahui kondisi ginjal dalam menjalankan perannya.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
1. My Cleveland Clinic. 2024. Anuria
2. Osmosis. 2025. Anuria: What Is It, Causes, Treatment, More
3. Apollo Hospital. 2025. Anuria - Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan
4. Continental Hospital. Apa Itu Anuria? Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
5. Amboss. Anuria and Oliguria.
6. Medicinenet. 2025. What is Oliguria vs Anuria?
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Apa itu anuria?
Apa saja gejala dan tanda bahaya anuria?
Gejala anuria dapat berupa berkurangnya buang air kecil, pembengkakan pada tungkai atau kaki, kelelahan, pusing, mual dan muntah, darah dalam urine, detak jantung cepat, serta tanda dehidrasi.
_(1).jpg&w=3840&q=75)