Pernah mengalami muntah dan diare secara bersamaan hingga tubuh terasa lemas? Muntaber adalah kondisi yang sering dihubungkan terkait keluhan Anda. Penyakit ini ditandai dengan banyaknya cairan yang keluar dari dalam tubuh, sehingga tubuh terasa lunglai, bahkan berpotensi mengalami dehidrasi jika tidak ditangani dengan cepat.
Pada umumnya, muntaber terjadi akibat infeksi saluran pencernaan, baik karena virus, bakteri, atau parasit. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, serta cara mengatasi muntaber agar mendapat penanganan terbaik.
Apa Itu Muntaber?
Muntaber adalah kondisi ketika seseorang mengalami muntah dan diare secara berulang. Kondisi ini bisa membuat tubuh terasa lemas karena banyak cairan yang keluar, terutama jika muntah dan diare terjadi dalam waktu bersamaan. Bila kebutuhan cairan yang hilang tidak segera digantikan, tubuh berisiko mengalami dehidrasi.
Penyebab penyakit ini adalah peradangan pada saluran pencernaan, terutama lambung dan usus, yang dalam dunia medis disebut gastroenteritis. Kondisi ini sering dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Muntaber juga bisa dialami oleh siapa saja, tetapi anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah perlu mendapat evaluasi. Sebab, mereka lebih rentan mengalami komplikasi akibat kekurangan cairan.
Gejala Muntaber yang Perlu Dikenali
Muntaber adalah penyakit yang umumnya ditandai dengan gangguan pencernaan, terutama muntah dan diare. Namun, berikut adalah beberapa gejala lain yang dapat menyertainya.
Mual dan muntah, terkadang terjadi berulang kali.
Diare, dengan frekuensi buang air besar yang meningkat dan tinja lebih encer.
Nyeri atau kram perut, yang dapat disertai rasa mulas.
Demam, mulai dari ringan hingga lebih tinggi, terutama jika terjadi infeksi.
Tubuh lemas dan sakit kepala, yang bisa muncul akibat kehilangan cairan.
Nafsu makan menurun, sehingga penderita kurang berselera untuk makan.
Perut terasa tidak nyaman, misalnya kembung atau terasa melilit.
Gejala muntaber umumnya dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, muntah dan diare yang terus berulang dapat menyebabkan dehidrasi. Jika muncul tanda seperti sangat haus, buang air kecil berkurang, pusing berat, atau tidak mampu mempertahankan cairan yang diminum, segera cari pertolongan medis. (2)
Penyebab Muntaber dan Faktor Risikonya
Penyebab muntaber dapat meliputi infeksi virus, bakteri, atau parasit yang masuk melalui makanan dan minuman terkontaminasi. Berikut beberapa penyebab muntaber dan faktor risikonya.
1. Infeksi Virus
Muntaber adalah kondisi yang salah satunya dapat disebabkan oleh infeksi virus, seperti norovirus dan rotavirus, yang menyerang saluran pencernaan. Infeksi ini dapat memicu muntah, diare, dan kram perut. Penularannya bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi maupun kontak dengan orang yang terinfeksi.
2. Air Minum yang Terkontaminasi
Air minum yang tidak diolah dengan baik dapat mengandung virus, bakteri, atau parasit penyebab infeksi saluran pencernaan. Risiko ini meningkat ketika seseorang mengonsumsi air yang tidak terjamin kebersihannya, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang memadai.
3. Keracunan Makanan
Keracunan makanan juga dapat menjadi penyebab paling umum munculnya masalah ini. Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman atau racun, misalnya karena tidak disimpan dengan baik atau dimasak hingga matang, maka risiko mengalami muntah dan diare itu akan lebih besar.
Gejala awalnya dapat berupa sakit perut dalam waktu beberapa hari sekaligus. Tanda tersebut bisa muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, tergantung penyebabnya.
4. Infeksi Bakteri
Selain virus, bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), dan Campylobacter juga berpotensi menyebabkan gangguan pada pencernaan. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui makanan mentah, daging yang kurang matang, atau bahan makanan yang terkontaminasi.
Gejala infeksi bakteri dapat berupa diare, kram perut, demam, bahkan BAB keluar dengan darah pada kasus tertentu.
5. Kebersihan yang Kurang Terjaga
Kurangnya kebersihan diri dan lingkungan pun dapat meningkatkan risiko. Karena itu, muntaber adalah gangguan pencernaan yang dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih. Contohnya dengan mencuci tangan menggunakan sabun setelah dari toilet dan membersihkan peralatan makan secara rutin.
Kebiasaan sederhana ini akan membantu mengurangi penyebaran kuman yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan.
Diagnosis Muntaber dan Pemeriksaan yang Diperlukan
Diagnosis dilakukan dengan menilai gejala dan riwayat kesehatan pasien untuk mengetahui kemungkinan penyebab muntaber. Dokter dapat melakukan pemeriksaan berikut sesuai kondisi pasien.
Pemeriksaan gejala dan riwayat kesehatan: Dokter akan menanyakan jenis gejala, lama keluhan, frekuensi muntah dan diare, riwayat perjalanan, kontak dengan orang sakit, serta obat yang sedang dikonsumsi.
Pemeriksaan fisik: Untuk menilai kondisi tubuh dan mengetahui tanda-tanda dehidrasi akibat kehilangan cairan.
Pemeriksaan sampel tinja: Untuk membantu mendeteksi bakteri atau parasit penyebab infeksi, terutama jika diare berlangsung lama atau disertai darah.
Pemeriksaan darah: Untuk memeriksa kadar elektrolit dan fungsi ginjal, khususnya jika pasien mengalami dehidrasi berat atau komplikasi.
Tidak semua pasien membutuhkan pemeriksaan tambahan. Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan gejala dan kondisi pasien.
Cara Mengatasi Muntaber dengan Tepat
Muntaber adalah gangguan pencernaan yang dapat menimbulkan muntah dan diare sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk membantu pemulihan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, mulai dari memenuhi kebutuhan cairan hingga memilih makanan yang tepat.
1. Mengganti Cairan yang Hilang
Mengalami muntah dan diare dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan serta elektrolit. Untuk menggantinya, minumlah air putih sedikit demi sedikit tetapi sering. Oralit juga dapat membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, terutama jika muntah dan diare terjadi berulang.
2. Mengonsumsi Makanan yang Mudah Dicerna
Ketika nafsu makan mulai kembali, pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti nasi, sup, roti, atau pisang. Sebaiknya hindari makanan berlemak dan pedas untuk sementara jika memperburuk keluhan. Usahakan tetap makan dalam porsi kecil sesuai kemampuan tubuh.
3. Istirahat dengan Cukup
Muntaber merupakan masalah kesehatan yang bisa menguras tenaga karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit melalui muntah serta diare berulang. Oleh sebab itu, istirahatlah dengan teratur dan cukup supaya tubuh bisa cepat pulih dan normal kembali.
Cara Mencegah Muntaber agar Tidak Mudah Menular
Muntaber adalah gangguan kesehatan yang dapat menyebar melalui makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi kuman penyebab infeksi. Untuk mengurangi risiko penularan, Anda dapat sejumlah kebiasaan sederhana berikut ini.
Mencuci tangan dengan sabun: Biasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah membersihkan kotoran untuk mengurangi penyebaran kuman.
Memasak makanan hingga matang: Pastikan daging, telur, dan bahan makanan lainnya dimasak dengan benar agar kuman penyebab infeksi mati.
Memilih makanan dan minuman yang bersih: Hindari mengonsumsi makanan yang sudah basi atau tidak disimpan dengan baik. Pastikan air minum yang dikonsumsi juga aman.
Menjaga kebersihan lingkungan: Bersihkan peralatan makan, permukaan dapur, dan toilet secara rutin. Jika ada anggota keluarga yang mengalami muntaber, hindari berbagi peralatan makan dan segera bersihkan permukaan yang terkena muntahan atau tinja dengan disinfektan yang sesuai.
Kapan Harus ke Dokter Jika Mengalami Muntaber?
Muntaber adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Namun, Anda perlu segera mencari pertolongan medis jika muntah dan diare terjadi terus-menerus, tidak mampu mempertahankan cairan yang diminum, buang air kecil menjadi sangat sedikit, pusing berat, atau terdapat darah pada muntah maupun tinja.
Kondisi tersebut bisa menjadi pertanda dehidrasi serta komplikasi lain yang membutuhkan penanganan segera. Jika muntah dan diare menyebabkan kehilangan banyak cairan, fungsi ginjal juga dapat terdampak. Dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan tambahan diperlukan berdasarkan gejala dan kondisi tubuh.
Salah satu pilihan pemeriksaan yang tersedia di Bumame adalah Paket Fungsi Ginjal, yang mencakup ureum, kreatinin + eGFR, asam urat, dan urine lengkap untuk membantu menilai fungsi ginjal serta kondisi urine. Pemeriksaan ini bukan untuk mendiagnosis muntaber, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan anjuran dokter.
Jangan menunda pertolongan medis hanya untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, terutama jika muncul tanda dehidrasi berat. Kenali gejalanya, cukupi kebutuhan cairan, dan segera periksa ke dokter jika keluhan memburuk agar mendapat penanganan yang tepat.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Primaya Hospital — Muntaber: Gejala, Mencegah dan Mengobati
Kenak Medika Hospital — Muntaber: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter
Eka Hospital — Gastroenteritis (Muntaber): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan
Rumah Sakit Pusat Pertamina — Muntaber Bikin Keliyengan? Yuk Kenali Gejala dan Penanganannya!
Medistra Hospital — Memahami Muntaber: Penyebab, Gejala, dan Perawatan
NHS — Diarrhoea and Vomiting
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Muntaber adalah penyakit apa?
Muntaber adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan muntah dan diare berulang. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan peradangan saluran pencernaan atau gastroenteritis akibat infeksi virus, bakteri, maupun parasit.
Apa penyebab muntaber yang paling umum?
Muntaber sering disebabkan oleh infeksi virus seperti norovirus dan rotavirus, infeksi bakteri seperti Salmonella dan E. coli, parasit, serta konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Kebersihan diri dan lingkungan yang kurang terjaga juga meningkatkan risiko infeksi.
Berapa lama muntaber biasanya sembuh?
Muntaber umumnya membaik dalam beberapa hari, tergantung penyebab dan kondisi tubuh. Jika muntah dan diare berlangsung terus-menerus, tidak membaik, atau semakin parah, segera konsultasikan kepada dokter.
Bagaimana cara mencegah dehidrasi saat muntaber?
Minumlah air putih sedikit demi sedikit tetapi sering. Oralit juga dapat membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat muntah dan diare. Segera cari pertolongan medis jika tidak mampu mempertahankan cairan yang diminum, buang air kecil sangat sedikit, atau mengalami pusing berat.
Kapan penderita muntaber harus pergi ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika muntah dan diare terjadi terus-menerus, cairan tidak dapat dipertahankan, buang air kecil sangat sedikit, pusing berat, atau terdapat darah pada muntah maupun tinja. Tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan dehidrasi atau komplikasi yang membutuhkan penanganan segera.
